
Sejujurnya Bayu agak gugup ketika harus kembali masuk kerja, selain karena ayah Ren sedang berada di luar negeri, dan itu artinya, Bayu tidak punya alasan untuk menghindari Gita, atasannya yang Bayu masih ingat bagaimana isi pesan singkat bahkan foto yang Gita kirimkan padanya semalam.
Meskipun Bayu menemukan banyak keganjilan disana, tapi tetap saja Bayu khawatir, jika mahluk tersebut ternyata masih berada di dekat Gita, dan mengendalikan tubuh Gita.
Karena Bayu tidak ingin sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antara dirinya dan Gita, karena bagaimanapun komitmen antara dirinya dan Ren harus terus ia jaga.
"Pagi semua" sapa Bayu
"Pagi, tampan" sapa rekan kerja Bayu yang perempuan, dan hanya ditanggapi Bayu dengan senyuman.
"Pagi jagoan, eh Miss seksi cari tuh, galau dia selama kamu nggak masuk kerja" ujar salah satu rekan kerja Bayu yang bernama Ghanis, dan diikuti anggukan kepala rekan kerja Bayu yang lainnya.
"Wajahmu kok gitu?" tanya Ghanis yang melihat raut wajah cemas Bayu.
"Serius Git... Eh ibu Gita cari?" tanya Bayu sembari meremas-remas jari jemarinya.
"Kamu kenapa sih? Sudah seperti mau menerima hukuman saja, sudah temuin sana, kamu kan punya alasan kenapa nggak masuk kerja, ngapain khawatir segitunya sih?" ucap Randa sembari menarik tangan Bayu, menuju ruangan Gita.
Sejujurnya Bayu heran dengan sikap teman-temannya hari ini, tapi Bayu mencoba untuk menenangkan perasaannya terlebih dahulu dengan membuat secangkir kopi sebelum menemui Gita.
"Tahu nggak Bayu, selama kamu sakit, Bu Gita, uring-uringan banget di kantor, dan herannya, dia jadi lebih dermawan sama. kita-kita semua, padahal kamu tahu sendirilah, divisi kita di perusahaan kan yang paling bawah, apalah kita dibandingkan dengan karyawan di lantai atas sana, tapi Bu Gita mengatakan, eh berjanji tahu nggak, kalau akan mempermudah kita-kita semua untuk promosi jabatan, aku nggak bisa ngebayangin akhirnya ke kantor bisa menggunakan dasi, keren tahu nggak Bayu, kita semua mau ngucapin terimakasih banyak sama kamu, dan saran aku sih, kamu deketin saja Bu Gita, soalnya kayaknya dia suka sama kamu, buat dia, tidak merubah keputusannya soal mempermudah promosi kita-kita, biar bisa jadi karyawan tetap, soalnya jadi karyawan kontrak itu bikin penasaran was-was" ucap Ghanis panjang lebar kepada Bayu, yang ditanggapi Bayu dengan senyuman sembari menggaruk-garuk kepalanya meskipun tidak gatal.
Bayu diantara kebimbangan menolong teman seperjuangannya yang mengharapkan promosi jabatan secepatnya, agar tidak terus-menerus menjadi karyawan kontrak, atau menjaga komitmennya dengan Ren, yang harus menjauhi Gita.
__ADS_1
Ditengah kebingungannya Randa memanggil Bayu, dan mengatakan kalau Gita memanggil Bayu ke ruangannya, dan hal tersebut tentu saja membuat jantung Bayu tiba-tiba berdetak kencang tak karuan.
"Selamat pagi Bu" sapa Bayu kepada Gita, selayaknya prosedur di kantor.
"Silahkan duduk, oh ia bagaimana kondisimu? Sudah lebih baik, soalnya saya tidak mau dianggap memperlakukan karyawan dengan tidak baik, dan khawatir saja, jika dari divisi lain, beranggapan kalau divisi yang saya pimpin memperkerjakan karyawannya dengan gaya kerja rodi, hanya karena mengejar target bulanan dan tahunan"
"Baik Bu, saya diberi tahu Randa untuk menemui ibu, apa ada sesuatu yang penting yang harus saya kerjakan?" tanya Bayu yang sedikit bingung dengan Gita, yang sama sekali tidak menunjukkan keanehan yang berarti, benar-benar jauh berbeda dari Gita yang sedang mengirimkan pesan singkat kepadanya semalam, dan Bayu baru ingat, bisa jadi yang menggerakkan tubuh Gita, benar 100% adalah mahluk yang mengerikan yang ia lihat di foto yang Gita kirimkan padanya semalam, tapi buru-buru Bayu hapus, begitu juga dengan semua pesan singkat yang Gita kirimkan padanya, karena Bayu takut ada kesalahpahaman nanti disana.
"Bay, apa aku semalam mengirimkan pesan singkat yang tidak-tidak padamu?" tanya Gita setelah mengunci pintu ruangannya, agar tidak ada yang masuk dan kemudian mendengarkan pembicaraan mereka, karena Gita khawatir kalau sampai pembicaraannya dan Bayu diketahui orang lain, akan berdampak pada dirinya dan juga Bayu nantinya, karena Gita tidak mau sampai ayah Ren salah paham, karena bagaimanapun juga, Bayu adalah kekasih Ren, dan bagaimana mungkin, dia merebut kekasih anak bos perusahaan tempatnya bekerja, sementara bos perusahaan tempatnya bekerja tersebut sudah terlalu baik terhadap dirinya selama ini.
Jantung Bayu serasa mau copot, saat Gita bertanya soal pesan singkat kepadanya, sejenak Bayu terdiam sembari memandang wajah Gita yang terlihat cemas.
"Sudah aku hapus semuanya" ucap Bayu
"Sudah aku hapus, jadi tenang saja" ucap Bayu sembari tersenyum.
"Aku nggak tahu, kenapa akhir-akhir ini aku sering sekali mengalami hal-hal yang aneh, tapi sulit untuk dipahami dengan menggunakan logika"
"Apa kamu mabuk semalam?" tanya Bayu
"Aku sudah lama nggak minum alkohol, aku ingin memulai gaya hidup sehat, tidak ada rokok dan alkohol lagi dalam gaya hidupku, soalnya aku nggak mau mati muda Bay" ucap Gita lirih, sembari menyeruput kopi yang ada ditangannya.
"Untuk kopi aku masih menyukainya, dan tidak akan berlebihan kok minumnya, jadi tenang saja" ucap Gita lagi sembari tersenyum ke arah Bayu.
__ADS_1
Bayu benar-benar heran dengan semua perubahan sikap Gita, dan berharap mahluk tersebut tidak lagi mengganggu Gita, karena apa yang terjadi di keluarga Ren, tidak ada sangkut pautnya dengan Gita, dan seharusnya tidak melibatkan Gita sama sekali, dan sosok mahluk astral tersebut, Bayu masih penasaran, apa tujuannya menampakkan diri, dan bahkan menggunakan tubuh orang lain untuk dijadikan mediator.
"Karena Ren adalah milik ku, seperti akhirnya mereka mengorbankan Meira, agar Ren tetap hidup, aku yang meminta mereka melakukan itu, karena bagaimanapun, Ren selamanya milik ku" ucap Gita tiba-tiba dan dengan suara yang berubah.
Bayu yang mendengar suara Gita berubah seketika beranjak dari tempat duduknya, dan kemudian berjalan menuju pintu keluar, tapi sialnya, pintu terkunci, dan kuncinya disimpan oleh Gita.
Bayu bisa melihat bagaimana warna mata Gita yang berubah menjadi hitam pekat, dan berjalan mendekatinya secara perlahan-lahan, dengan pisau buah ditangannya, dan yang ada di pikiran Bayu sekarang adalah, Gita kembali di rasuk oleh mahluk astral tersebut, dan jika kemarin dengan cara menggoda iman Bayu, sekarang berubah semuanya, justru terlihat ingin menghabisi nyawa Bayu
Bayu berusaha untuk meraih pisau dari tangan Gita, meskipun akhirnya tangannya yang terluka, tapi hal tersebut tidak menjadi masalah bagi Bayu, yang penting mereka berdua selamat, karena bagaimanapun, Bayu tahu, tubuh Gita sedang dikuasai oleh mahluk astral, dan sekarang bagaimana caranya Bayu mengeluarkan mahluk tersebut dari tubuh Gita yang kini ada didalam pelukannya, dan ditengah kebingungannya, Bayu melihat sosok Meira hadir dengan raut wajah yang terlihat sedih, dan Bayu tidak tahu apa maksud dari ekspresi wajah Meira tersebut, karena fokus Bayu adalah menahan tubuh Gita yang masih mencoba untuk mencelakainya, dan seakan memberikan isyarat, Meira seolah-olah menatap cermin besar yang ada di samping meja kerja Gita, dan benar saja, Bayu mencoba membawa Gita ke arah cermin tersebut, meskipun Gita terus mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan Bayu.
Sejujurnya Bayu takut suara gaduh dari ruangan Gita, akan diasumsikan lain oleh teman-temannya, karena yang rekan kerja Bayu tahu, kalau Gita selama ini memang tergila-gila padanya, padahal kemungkinan 50% dari sikap yang Gita tunjukkan pada karyawannya adalah ulah mahluk astral tersebut.
Bayu mengarahkan wajah Gita ke depan cermin besar yang kini tepat berada dihadapan mereka,dan seketika Gita terdiam, dan kemudian lunglai pingsan, dan tentu saja hal tersebut membuat Bayu kelabakan, dan kemudian mencari kunci pintu ruangan yang disimpan oleh Gita.
Bayu meminta Randa untuk menyalakan mobil milik Gita, dan mengatakan kunci mobil ada di ruangan kerja Gita, sementara Bayu sendiri sedang menggendong tubuh Gita yang sudah tidak sadarkan diri.
"Nanti saja pertanyaannya, nyalakan saja mobilnya" ucap Bayu.
"Mau ditemani?" tanya Randa, sementara karyawan yang lain merasa terheran-heran dengan apa yang terjadi pada Gita yang berada di dalam gendongan Bayu.
"Nggak usah, soalnya mungkin hanya di puskesmas dekat sini saja kok, bilang saja, seperti itu, kalau ada yang mencari Git, eh ibu Gita, oke" ucap Bayu, yang hanya ditanggapi anggukan kepala oleh Randa dan Ghanis, padahal sejujurnya banyak pertanyaan yang ingin keduanya sampaikan, tentang kondisi Gita, atasan mereka, kenapa bisa sampai pingsan, dan sebenarnya apa sebenarnya yang terjadi di dalam, sehingga Gita bisa pingsan, dan Bayu tahu kalau pikiran rekan-rekan kerjanya pasti sudah mengarah kepada hal yang aneh-aneh, tapi selama apa yang rekan-rekannya tersebut pikirkan tidak ia lakukan, Bayu merasa dia baik-baik saja, dan setelah mengurus Gita, dia akan meluruskan semua kecurigaan dan kesalahpahaman rekan-rekannya tersebut.
Tapi apesnya bagi Bayu, dia baru sadar jika ponselnya tertinggal di ruang kerja Gita, dan bersamaan dengan itu, Ren ternyata berulang kali menghubungi ponsel Bayu, karena merasa taksi online yang kini ia tumpangi dalam perjalanan pulang ke rumah, setelah selesai mengikuti kursus, membawanya entah kemana, dan sejujurnya Ren sangat takut, karena pengemudi taksi tersebut sama sekali tidak menjawab pertanyaan Ren, dan hanya duduk diam saja, seperti patung tanpa ekspresi.
__ADS_1