Rahasia Ren

Rahasia Ren
Ruli


__ADS_3

Semenjak mengenal Ruli, Ren merasa hidupnya tak lagi kosong. Hari-hari yang ia lalui penuh warna, Ruli yang romantis terkadang gombal, membuat Ren semakin jatuh cinta.


Namun ada yang Ren tidak ketahui, kalau selama ini Ruli sedang berjuang melawan penyakit yang dideritanya.


Selama ini, kedua orangtuanya kesana-kemari mencari pengobatan untuk kesembuhan Ruli, tapi ketika mendengar dokter mengatakan, kemungkinan Ruli untuk sembuh sangat kecil, kedua orang tua Ruli, benar-benar terpukul, dan saran dokter, biarkan saja dia melakukan rutinitas yang menjadi kesenangannya, selama itu tidak membuat dia tertekan.


Rutinitas yang Ruli senangi adalah fotografi, karena baginya, semua peristiwa jarang terjadi dua kali, dan itulah mengapa harus diabadikan.


Bagi Ruli, hal yang paling indah adalah, ketika dia bisa bekerja sambil menekuni hobinya, dan disana dia akhirnya bertemu dengan peri cantik yang membuatnya jatuh cinta.


Meskipun jarang bertemu, tapi kedua sejoli yang sedang dimabuk asmara tersebut, sering berkirim kabar.


Ada yang aneh akhir-akhir ini menurut Ren, Ruli yang biasanya jika menghubunginya selalu via video call, tapi entah mengapa hanya sebatas suara dan kata, dan ketika Ren yang ingin menghubungi balik dengan video call, Ruli selalu mencari alasan.


"Biar nanti, kalau ketemu kangennya nambah, karena jarang lihat wajah peri cantik, dan Bougenville sedang mekar sekarang" ucap Ruli, yang membuat Ren malu. Dan foto bunga Bougenville yang sedang mekar indah berwarna warni, setidaknya alasan kenapa tidak mau di hubungi via video call, bisa diterima oleh Ren. Padahal ketika menghubungi Ren, posisi Ruli sedang berada di rumah sakit.


"Dasar gombal, tapi kan aku kangen, ini sudah Minggu ke sekian kita nggak video call" ucap Ren


"Peri cantik, semakin kangen, cinta akan semakin kuat, kalau bertemu nanti" ucap Ruli yang membuat Ren tersenyum.


"Tapi semua baik-baik saja kan" Ren sebenarnya mulai curiga, karena terkadang suara Ruli terdengar lirih sekali, seperti orang yang sedang menahan tangis.


Ren yang merasa Ruli seakan ingin menjauhinya. Dan bi Nina yang melihat Ren yang akhir-akhir ini ceria, berubah murung, tentulah menjadi khawatir, karena takut nantinya Ren akan kembali seperti dulu lagi.

__ADS_1


Karena semenjak mengenal Ruli, rutinitas Ren untuk mengunjungi psikiater berkurang, karena dokter mengatakan, Ren mulai bisa menguasai perasaannya dengan baik, dan itu karena cinta dari Ruli.


Tapi ketika semua perilaku aneh Ren kembali, tentu saja membuat seisi rumah khawatir. Dan ibu Ren bahkan untuk sementara, tidak lagi mengikuti suaminya jika pergi ke luar kota, atau mengurus butik miliknya, karena ingin fokus pada Ren.


"Kamu sedang melakukan apa, putri cantik mama yang satu ini, foto bunga Bougenville, cantiknya, pasti yang mengirim Ruli, putri cantik mama, beruntung karena dicintai oleh pemuda seperti Ruli, mama suka dengan pemuda tampan itu, sopan dan baik"


"Tapi akhir-akhir ini, Ruli nggak mau video call ma, Ren kok ngerasa, ada yang sedang Ruli rahasiakan"


"Itu kan cuma perasaan kamu saja, mama yakin Ruli tidak akan berbuat aneh-aneh, meskipun kalian berjauhan, putri cantik mama, coba dengarkan, cinta itu pondasinya adalah kepercayaan, seperti mama dan papa contohnya, papa selalu dinas ke luar kota bahkan luar negeri, dan hanya ketika memang harus saja, mama akan menemani papa, tapi jika papa bilang cukup hanya sekretarisnya saja yang ikut, ya mama dirumah. Dan terkadang teman-teman arisan mama bahkan mengatakan, jeng kamu nggak khawatir gitu, kan, sekretaris suami mu cantik dan seksi, kalau nanti terjadi apa-apa, karena kamu nggak ada bagaimana? Khawatir ada, karena itu normalnya manusia, cemburu jelas, tapi kepercayaan adalah kuncinya, jika mama kelewat batas untuk terlalu cemburu, bisa jadi rumah tangga mama dan papa akan diwarnai pertengkaran, jadi sayang, cobalah untuk percaya pada Ruli" ucap ibu Ren sembari merapikan rambut anak semata wayang kesayangannya itu.


"Kalau papa pulang, nanti kita main kesana, bagaimana?" tawar ibunya, dan akhirnya membuat Ren tersenyum sembari memeluk ibunya.


Tapi ketika ibu Ren menerima telpon dari ibu Ruli tentang keadaan anaknya yang sedang koma, seisi bumi seakan runtuh seketika. Ibu Ren, tidak sanggup harus mengatakan apa yang terjadi sebenarnya pada Ruli, dia tidak bisa membayangkan bagaimana terpuruknya nanti putri kesayangannya tersebut.


Akhirnya Ruli benar-benar kalah melawan penyakitnya, dokter mengatakan tipis untuk kemungkinan Ruli bisa bertahan. Kedua orang tua Ruli, benar-benar terpukul dengan keadaan ini, meskipun Ruli bukan anak kandung mereka, tapi sejak dari kecil Ruli merekalah yang mengasuh dan membesarkan Ruli hingga sekarang.


Ruli awalnya shock ketika kedua orangtuanya angkatnya menceritakan tentang asal-usulnya, dan meminta Ruli untuk tidak dendam dengan orang tua kandungnya, karena pada dasarnya, tidak ada yang tahu, apa penyebab sampai Ruli ditinggalkan, bisa jadi karena sesuatu hal yang mendesak, yang jelas, orang tua Ruli meninggalkan Ruli ditempat yang mereka rasa bisa menghidupi Ruli lebih baik.


Karena memang kedua orang tua angkat Ruli tidak kunjung diberikan keturunan, dan ketika menemukan Ruli menangis di dalam kotak, dan didalamnya terdapat surat permintaan maaf, yang dituliskan untuk Ruli baca ketika dia dewasa nanti.


Bahkan Ruli sendiri adalah nama yang diberikan orang tua kandungnya dan tetap dipakai oleh orang tua angkat Ruli, karena mereka yakin, mereka tidak ingin menelantarkan anaknya tersebut, tapi karena sesuatu dan lain hal yang sulit untuk dijelaskan, semua akhirnya terpaksa dilakukan.


Ibu angkat Ruli yang paling terpukul dengan keadaan ini, rasa sayangnya pada Ruli sangatlah besar, dia sudah menganggap Ruli seperti anak kandungnya sendiri.

__ADS_1


Terkadang seharian ibu angkatnya tersebut hanya berdiam diri di ruangan rawat Ruli, sembari terus memandangi wajah tampan anak kebanggaannya tersebut, dan berharap semua seperti dulu.


Karena memang hal itulah yang paling sering ia lakukan, memandang wajah anak kesayangannya tersebut saat tidur, karena ketika melihat wajah tidur Ruli yang nyenyak bisa tenang, dia sangat bahagia, karena dia merasa, menjadi ibu yang paling bahagia di dunia, memiliki anak yang sangat berbakti dan yang lebih membahagiakan lagi adalah, ketika dia dipanggil ibu, hal itu tidak tergantikan oleh apapun.


Karena menunggu 13 tahun, untuk bisa mendengar suara tangis bayi, dan ketika pertama kali Ruli mulai bisa berbicara, dan kata mama yang pertama bisa Ruli ucapkan, membuat ibu angkatnya tidak dapat membendung air matanya, dan dia berjanji pada dirinya sendiri, selama dia dan suaminya hidup, Ruli harus bahagia, karena tawa dan kebahagiaan Ruli adalah kebahagiaan mereka juga.


Tapi ketika tawa itu hilang secara perlahan-lahan, dan hanya digantikan keheningan, hati kedua orang tua angkat Ruli, hancur tak berbentuk lagi.


Akhirnya Ren tahu yang menjadi alasan kenapa Ruli tidak ingin menghubunginya via video call. Hati Ren hancur ketika mengetahui kondisi Ruli yang sebenarnya.


Lewat video call, ibu Ruli mengatakan pada Ren, kalau Ruli selalu cerita, dia beruntung bisa mengenal seorang gadis cantik yang bernama Ren, hari-hari yang ia lalui berwarna seperti warna yang ada pada bunga Bougenville.


Ren meminta ibunya untuk mengantarkannya ke rumah sakit Ruli tempat Ruli dirawat, tapi itu tidak mungkin, Ruli dirawat di rumah sakit luar negeri, dan Ren sendiri takut menaiki pesawat.


"Ren akan memberanikan diri ma, ayolah ma, Ruli pasti sedang menunggu Ren saat ini, dan dia pasti menyimpan rindu yang besar pada Ren, dan dia malu untuk mengatakannya, makanya kenapa tempo hari dia tidak mau menghubungi Ren dengan video call."


Melihat Ren, mulai uring-uringan, ibu Ren sangat khawatir, dan setelah meminta izin suaminya, akhirnya mereka berangkat.


Tapi Ruli nampaknya tidak bisa bertahan hingga Ren tiba dan menemuinya. Ruli akhirnya pergi untuk selama-lamanya ketika Ren baru saja tiba.


Ren kehabisan kata-kata, dia hanya terdiam ketika memandang wajah Ruli yang tersenyum dalam tidur panjangnya.


Dia tidak percaya pemuda tampan yang beberapa bulan terakhir ini mengisi hari-hari, membuat hatinya kembali mengenal cinta, kini terbaring kaku, dengan wajah tersenyum.

__ADS_1


"Rasa sakit mu sudah selesai, beristirahatlah dengan tenang, maaf aku tidak ada bersamamu saat kamu melewati masa-masa sulit itu" ucap Ren sembari memandang wajah Ruli sebelum akhirnya dibawa untuk dibersihkan karena akan dibawa pulang.


Hati Ren hancur, semua rencana indah yang sering mereka khayal kan, kini musnah, tak bersisa lagi.


__ADS_2