Rahasia Ren

Rahasia Ren
Perempuan berambut panjang


__ADS_3

Ren masih dicekam rasa takut, karena kejadian yang menimpanya saat di kamar mandi, dan karena saking takutnya dia, Ren bahkan meminta bi Nina untuk menemaninya tidur.


Bayu yang tahu tentang apa yang terjadi pada Ren, mencoba untuk menghiburnya, tapi nampaknya rasa takut Ren masih cukup besar, karena dia ingat betul bagaimana bentuk wajah perempuan tersebut, menyeringai dan dari sela-sela giginya mengeluarkan darah, wajah yang mengerikan menurut Ren.


Padahal baru saja kondisi Ren membaik, tapi karena kejadian kamar mandi, Ren akhirnya kembali berkonsultasi dengan psikiater, padahal hal tersebut yang paling Ren hindari.


Dean datang karena bermaksud ingin pamit kepada Ren dan juga orang tua Ren, tapi sambutan yang ia dapatkan tidak ramah seperti biasanya, terutama Bayu, yang merasa setelah Ren pergi menemani Dean jalan-jalan, Ren justru kembali mengalami hal yang tidak mengenakkan.


 


"Aku pamit ya" ucap Dean "Cepat pulih, agar kamu bisa mengunjungi ku"


"Hati-hati" ucap Ren lemah.


 


Sejujurnya entah mengapa Dean, merasa sulit untuk berpisah dengan Ren, atau apakah benar perasaan yang ada untuk Ren, benar-benar cinta, atau hanya karena ada Meira di tubuh Ren.


Bayu tidak begitu senang dengan sikap yang ditunjukkan oleh Dean, dan sebenarnya lebih tepatnya Bayu cemburu pada Dean, dia khawatir jangan sampai Dean benar-benar jatuh hati pada Ren, karena Ren saat ini adalah pacarnya.


Setelah memastikan Dean benar-benar pergi dari rumah, Bayu lega, setidaknya tidak ada lagi pengganggu hubungannya dengan Ren, karena bagi Bayu, ketika sudah diberikan kepercayaan, dia harus menjaga kepercayaan tersebut sebaik mungkin, termasuk menjaga Ren.


 


"Kamu kenapa sih?" tanya Ren pada Bayu yang menurut Ren, berubah menjadi pendiam, dan dengan nada bercanda Ren mengatakan, jangan suka melamun, nanti kesambet setan.


 


Bayu hanya tersenyum mendengar ucapan Ren, senyuman yang mampu membuat Ren tenang.


Bi Nina yang sedang membereskan gudang, mencoba mencari apakah dari sekian banyak gambar yang Ren buat, salah satunya bisa memberikan jawaban tentang siapa perempuan berambut panjang tersebut.

__ADS_1


Tapi ketika mencari gambar, bi Nina merasa seperti ada seseorang yang sedang mengawasi gerak-geriknya, dan menurut bi Nina, siapa juga yang iseng mencoba menakut-nakutinya, karena ketika memastikan apakah memang bada orang atau hanya perasaannya saja selama ini.


Tapi kali ini, bi Nina merasa bukan hanya gerak geriknya saja yang sedang diamati oleh seseorang, dan dia tidak tahu siapa, atau jangan-jangan apa yang terjadi saat ini, adalah isyarat kalau ada mahluk astral lain, yang mencoba mengusik penghuni rumah lainnya, tapi apa yang membuat mahkluk astral tersebut datang, padahal tidak pernah ada ritual yang membuat mereka datang, lagipula keluarga Ren, setahu bi Nina, tidak menyukai hal-hal yang berbau klenik.


Karena bisa dilihat, dari pengobatan yang selama ini Ren dapatkan, dari psikiater, lalu bagaimana caranya menjelaskan semua keanehan yang selama ini terjadi pada Ren.


Pernah hilang selama 12 jam, bisa menggambar sesuatu yang menurut bi Nina, aneh, karena objek gambar yang ia gambar tidak ada, dan hanya bisa menggambar satu kali saja, itu adalah hal yang aneh menurut bi Nina.


Atau apakah kedua orangtua Ren, lagi-lagi menyimpan rahasia besar, yang hanya mereka saja yang tahu, dan jika dugaan bi Nina benar adanya, tindakan kedua orangtua Ren, justru akan membuat Ren kembali sakit dan bahkan terluka.


Setelah cukup lama membongkar tumpukan gambar yang Ren buat, bi Nina tak juga menemukan apa yang ia cari, padahal biasanya antara gambar dan kisah yang baru terjadi saling terhubung, atau apakah semuanya sudah berubah, batin bi Nina.


 


"Bibi darimana sih? dicari mama dari tadi" ujar Ren.


"Gudang non, merapikan gambar yang non buat"


"Memang ada apa saja di gudang bi, selain tumpukan gambar?" tanya Bayu yang sedang mengupas apel untuk Ren, dan kali ini, karena libur, jadi Bayu dapat menemani Ren, karena biasanya, sulit sekali untuk mencari waktu berdua, meskipun saat ini, mereka bertiga, karena ada bi Nina yang saat ini bersama mereka.


"Cuma gambar, nggak ada apa-apa" jawab bi Nina, sembari pamit bermaksud kembali ke kamarnya, mencoba melihat-lihat kembali gambar yang Ren buat yang sudah ia kumpulkan dan ia susun seperti galeri.


 


Besar harapan bi Nina, untuk bisa menemukan jawaban dari misteri gadis berambut panjang, siapa dia, dan apa hubungannya dengan Ren.


 


"Mau minum?" tanya Bayu pada Ren


 

__ADS_1


Ren hanya menggeleng. "Ya sudah baiknya kami tidur deh, agar kamu cepat pulih." ucap Bayu.


 


"Capek tidur terus, aku mau jalan-jalan keluar, balkon saja" ucap Ren, dan dengan berhati-hati Bayu membawa Ren menuju balkon.


Sejurus pandangan Ren tertuju pada kebun bunga Bougenville, dan entah kenapa Ren merasa seperti ada seseorang yang melihatnya dari balik bunga Bougenville yang cukup rimbun.


Ren sebenarnya ingin bertanya kepada Bayu, apakah Bayu juga melihat hal yang sama, yang seperti dia lihat, ataukah hanya dia saja yang melihat kalau ada orang di balik pohon bunga Bougenville.


 


"Kamu lihat apa sih?" tanya Bayu heran


"Lihat bunga lah, sedang mekar warna warni, jadi indah dan menyegarkan pikiran" ujar Ren, berbohong, tapi nampaknya Bayu bisa membaca gelagat aneh Ren, dan mencoba mencari tahu apa sebabnya yang terjadi pada Ren.


 


"Kamu sedang tidak melihat bunga Ren, kamu lihat apa sih?" tanya Bayu, tapi Ren tidak mau menjawab pertanyaan Bayu, dan justru malahan mencoba mengalihkan topik pembicaraan, agar Bayu tidak lagi bertanya tentang apa yang ia lihat.


"Cuaca mendung, sebaiknya kamu kembali ke kamar" ucap Bayu sembari menuntun Ren masuk ke kamarnya, Ren sebenarnya sudah merasa tubuhnya jauh lebih baik dari sebelumnya, dan tak perlu sampai di tuntun segala, tapi Bayu tidak percaya dengan ucapan Ren, karena Bayu menganggap Ren hanya berusaha terlihat sehat, padahal sebenarnya tidak.


 


Lagi-lagi Bayu bertanya tentang apa yang Ren lihat, dan karena bingung, akhirnya tiba-tiba Ren mendaratkan ciuman ke bibir Bayu, yang membuat Bayu terdiam sejenak dan sejujurnya bingung dengan perubahan perilaku Ren yang tiba-tiba.


Ren mengunci pintu kamarnya, agar tidak ada yang masuk, dan kemudian kembali mendekati Bayu yang mematung bingung, dan ketika Melihat Ren memejamkan matanya, Bayu tahu apa yang Ren inginkan, keduanya hanyut dalam ciuman hangat dan penuh cinta, dan sejenak Bayu lupa dengan apa yang ingin ia tanyakan kepada Ren, dan Ren sebenarnya tidak ingin lagi terhubung dengan hal-hal yang berbau mistis, dia lelah, dia ingin menjalani kehidupan normal, dan begitu juga dengan cinta, dan seperti perlakuan yang ia dapatkan dari Bayu saat ini, seperti itulah yang ia inginkan


Ren tersenyum sembari memandang wajah Bayu yang sedang mencium keningnya, dan kembali mata keduanya saling beradu pandang, dan Bayu maupun Ren tidak bisa membohongi perasaan mereka lagi, kalau keduanya memang sama-sama saling menyukai, dan Bayu kembali mendaratkan ciuman ke bibir Ren, dan sejenak keduanya larut dalam keheningan dan seakan dunia milik mereka berdua.


 

__ADS_1


 


__ADS_2