Rahasia Ren

Rahasia Ren
Peraturan Ren


__ADS_3

Tadinya ayah Ren sempat meminta semua gambar yang Ren buat, agar dibakar saja, tapi Ren menolak, dia mengatakan biarkan saja, karena dia menyukainya, dan jangan salahkan bi Nina, yang sudah mengumpulkan semua gambar yang ia buat selama ini.


Bi Nina hanya semata-mata menyukai hasil gambar Ren, tidak ada maksud lain. Dan kejadian tempo hari, Ren meminta ayahnya untuk dilupakan saja, anggap saja tidak pernah terjadi.


Akhirnya ayah Ren, menuruti semua permintaan putrinya, dan meminta Ren untuk jalan-jalan, mungkin saja apa yang terjadi tempo hari, karena Ren, jarang berjalan-jalan, mencari suasana baru, untuk menyegarkan pikiran dan ayah Ren menyadari, kalau Ren lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja.


Tentunya itu membuat pikiran Ren, secara tidak langsung stress dan sumpek. Ren setuju dengan saran ayahnya, tapi hanya dia dan bi Nina saja, ibunya jangan ikut.


Ibu Ren, heran kenapa dia tidak boleh ikut, dengan bercanda Ren mengatakan, kalau ayah dan ibunya juga selama ini jarang memiliki waktu berdua, karena sibuk bekerja dan mengurusnya.


Padahal sebenarnya, Ren ingin lebih leluasa bertanya banyak hal pada Bayu. Dan karena bi Nina, bisa diajak kompromi, dan juga selama ini memang bi Nina, selalu ikut kemana saja ia pergi.


Sebelum memulai perjalanan, Ren mengatakan aturan kali ini, yang dipakai adalah aturan miliknya, karena jalan-jalan hari ini, di hari libur, jadi status Bayu, bukan supir pribadi ayahnya, tapi supir pribadi keluarga.


Bayu mau tak mau, kali ini harus mengikuti semua kemauan Ren. Dan Bayu yang mengira Ren, tidak normal, karena kejadian tempo hari. merasa bersalah dengan dugaannya.


Ren seperti anak gadis seusianya, yang ingin tahu banyak hal tentang dunia luar, wajar menurut Bayu, kalau Ren banyak bertanya padanya.


Mulai dari sekolah, pekerjaan sebelumnya, dan bagaimana rasanya sekolah. Pertanyaan yang Ren ajukan, membuat Bayu tersenyum dan sekaligus kasihan.


Dengan sabar Bayu menjelaskan semua pertanyaan Ren, yang menurutnya memang harus dijawab, tapi jika itu terlalu pribadi, Bayu mengatakan tidak semua harus diceritakan, sekalipun saling mengenal dengan baik, kecuali mungkin itu untuk pasangan yang sudah berumah tangga, tidak harus ada rahasia.


Ketika Ren mengatakan dia ingin merasa bagaimana, suasana sekolah. Dan mau tak mau Ren meminta izin pada penjaga sekolah, setela menjelaskan semua alasannya terlebih dahulu.


Ren yang meminta dibelikan seragam sekolah dan semua kelengkapannya, merasa sumringah, akhirnya dia tahu bagaimana rasanya pergi sekolah.

__ADS_1


Walaupun semuanya hanya Ren kira-kira, tapi setidaknya apa yang ia bayangkan seperti apa sekolah, akhirnya bisa ia wujudkan, pergi ke sekolah, dan menggunakan seragam.


Ren tersenyum riang, dan meminta bi Nina, untuk mengambil fotonya, saat duduk di kelas, menulis di papan tulis, bahkan sedang duduk di halaman sekolah.


Bayu kasihan sebenarnya melihat kondisi Ren, seharusnya dia bisa menjalani kehidupan normal seperti anak gadis seusianya, tapi kenyataannya, kehidupannya tak senormal gadis biasa.


Dan karena kasihan, bahkan Bayu sampai mengajak Ren, ke tempat biasa ia bolos sekolah, dan Ren terlihat sangat senang.


"Seandainya dulu Ren sekolah, pasti seru ya bi" ucap Ren, sembari menyadarkan kepalanya ke tumpukan meja rongsokan, karena memang tempat favorit Bayu bolos adalah gudang sekolah.


"Terkadang kenapa semua keinginan tak bisa selalu didapatkan, itu bisa jadi ada maksudnya" ucap Bayu


" Kenapa begitu?" tanya Ren heran


"Agar manusia belajar, dan bersyukur, seperti saya, mungkin saya bisa sekolah dan menjalani semua yang kamu inginkan, tapi jauh dari lubuk hati yang terdalam, saya tidak ingin pergi ke sekolah, dan saya berpikir kenapa saya tidak terlahi menjadi anak orang kaya, setidaknya saya bisa sekolah private"


"Terkadang sekolah memang menyenangkan, tapi ada juga ada waktunya mengerikan, ketika kamu bertemu dengan teman-teman sekolah yang suka merendahkanmu, hanya karena pekerjaan kedua orang tuamu, atau soal asal usulmu"


"Ternyata seperti itu ya, ada banyak hal yang tidak aku tahu ternyata" ucap Ren sembari memandang wajah Bayu yang terlihat begitu fokus memandang halaman pagar halaman sekolah, dan setelah dilihat secara seksama, ternyata ada sebuah gambar yang sudah hampir hilang karena mungkin sering terkena panas dan hujan.


Gambar seorang gadis yang sedang duduk disamping pohon, gadis berambut panjang.


dan Ren tahu lokasi gadis itu duduk, halaman sekolah.


"Siapa dia?" tanya Ren pada Bayu

__ADS_1


"Bukan siapa-siapa" jawab Bayu, dan merasa Bayu tidak ingin bercerita banyak tentang gambar tersebut, Ren tidak memaksa.


Ketika Bayu melihat Ren duduk ditempat yang sama, seperti gambar yang ada di dinding belakang sekolah dekat gudang, spontan Bayu menarik tanah Ren dan memeluknya.


Tentu saja hal itu membuat Ren kaget, dan Bayu pun akhirnya mendapatkan cubitan dari bi Nina. Tapi Ren mencoba menenangkan bi Nina, yang mengomel, soal sikap tidak sopan Bayu.


Ren mengatakan, pasti gambar gadis yang ada di dinding belakang sekolah tersebut merupakan orang yang istimewa. Bayu tak menjawab, tapi dari raut wajah Bayu, Ren menyimpulkan bahwa dugaannya benar.


"Rindu adalah sesuatu yang sangat menyakitkan, apalagi jika orang yang kita rindukan tidak lagi bisa kita temui" ucap Ren, dan membuat Bayu, menoleh kearahnya.


"Ia, aku juga memiliki seseorang yang sangat ku rindukan, tapi dia sudah lebih dulu pergi" ucap Ren lagi


"Maaf sudah membuatmu mengingat sesuatu yang tentunya menyedihkan" ucap Bayu, yang merasa tidak enak hati.


"Nggak apa-apa, dan sepertinya kita bisa jadi teman, bagaimana? Mau berteman denganku?" tanya Ren, sembari menyodorkan tangan kanannya


Dan disambut Bayu sembari tersenyum. Tapi dengan syarat, hanya hari libur, mereka bisa bicara selayaknya teman, jika hari bekerja, dia tetap akan mengikuti aturan yang sudah ayah Ren buat.


Ren setuju dengan peraturan yang dibuat oleh Bayu, dan melihat Ren senang, bi Nina merasa bersyukur karena dengan kedatangan Bayu, akhirnya perlahan membuat Ren membaik.


Dari mengitari sekolah, Bayu kemudian mengajak Ren menonton film ke bioskop, mungkin agak aneh, ketika orang-orang melihat ada bi Nina bersama mereka, karena tentunya orang pasti menganggap Bayu dan Ren adalah pasangan kekasih, terlebih mereka menonton dihari libur.


Bi Nina, tadinya merasa tak nyaman, karena dianggap pengganggu Bayu dan Ren, tapi setelah Ren mengatakan tak apa menonton bersama mereka, akhirnya menurut saja.


Ren yang akhirnya merasakan menjadi remaja, merasa senang, dan begitu juga Bayu yang anehnya merasakan seakan Ren seperti seseorang yang tidak asing baginya, padahal bagiamana mungkin, dia baru saja mengenal Ren.

__ADS_1


Bayu mencoba berpikir positif, mungkin semua hanya perasaannya saja, dan yang terpenting dia bisa membuat Ren senang, seperti yang dikatakan bi Nina, senyuman dan kebahagiaan Ren adalah hal yang yang paling berharga bagi keluarganya.


__ADS_2