
Ren sebenarnya agak keberatan ketika Bayu mengatakan kembali bekerja, tapi jika dipikir-pikir, alasan Bayu masuk akal, karena sebagai karyawan baru, dia tidak mau dianggap tidak tahu diri, hanya karena punya hubungan spesial dengan anak pemilik perusahaan, dan berteman baik dengan atasannya di kantor.
Bayu mengatakan pada Ren, lebih baik Ren kembali kursus, karena selama Bayu sakit, Ren ikut-ikutan tidak ikut kelas, dan sudah barang tentu, banyak materi yang tertinggal.
Bi Nina setuju dengan apa yang Bayu katakan, jauh lebih baik Ren kembali dengan aktivitas di luar, karena dengan begitu, rasa khawatirnya kemungkinan akan sedikit berkurang.
"Janji jangan nakal" Ren memperingatkan Bayu
Bayu hanya menanggapi ucapan Ren dengan senyuman, dan sejujurnya Bayu agak heran dengan perubahan sikap Ren, yang terlihat mulai posesif pada dirinya, tapi Bayu berpikir positif saja, mungkin karena Ren sudah pernah kehilangan orang yang ia sayang sebelumnya, seperti yang bi Nina ceritakan tentang Ruli, mantan pacar Ren yang meninggal karena sakit.
"Belajar yang giat, karena aku ingin melihat karya Desainer muda Larena Dihyan, di pamerkan bersama dengan para Desainer kenamaan lainnya" ucap Bayu yang mencuri cium pipi Ren, ketika bi Nina pergi ke kamar Ren untuk mengambil sketchbook yang memang kerap Ren bawa selama dia kursus.
Ren tersenyum malu-malu, dan membalas lambaian tangan Bayu yang memilih untuk menggunakan jasa ojek online, dari pada menggunakan mobil ayah Ren, dan lagi-lagi alasannya tidak ingin karyawan lain salah paham.
"Yang lagi kasmaran, dunia serasa milik berdua" ucap bi Nina sembari menyikut lengan Ren yang menutup wajahnya, karena malu di goda oleh bi Nina.
__ADS_1
"Kenapa nggak minta Bayu antar non ke tempat kursus, jadinya kan, Bayu bisa sekalian bawa mobil tuan ke kantor" tanya bi Nina.
"Bayu nggak nyaman dengan teman sekantornya bi, dan saya juga harus pengertian"
"Maksudnya non mau ikutan naik ojek online gitu?" tanya bi Nina
"Taxi online, Bayu nggak setuju kalau saya pakai ojek online, tapi taxi online boleh katanya"
"Non dan Bayu ada-ada saja, fasilitas lengkap, tapi nggak dipakai, kalau tuan tahu non pakai taxi online, apa beliau nggak marah dengan Bayu?"
"Saya sudah jelasin ke papa, karena suatu hari nanti, ketika Ren dan Bayu menikah, Ren pasti akan ikut kemana Bayu tinggal, dan bisa jadi tanpa kemewahan sama sekali, jadi tidak ada salahnya kan, menyesuaikan diri dari awal" Ren mencoba memberikan alasannya kenapa dia dan Bayu tidak menggunakan kendaraan pribadi.
"Ren berangkat bi" ucap Ren sembari melambaikan tangannya, yang dibalas sama oleh bi Nina.
Seketika rumah tiga lantai tersebut mendadak sepi, dan suasana sepi, bukan hal baru bagi bi Nina, karena dari awal dia bekerja dan asisten rumah tangga keluarga Ren belum sebanyak sekarang, rumah super mewah dan besar tersebut memang sepi, tapi anehnya, pembangunan rumah tersebut tidak kunjung dihentikan, padahal penghuninya tidak banyak.
__ADS_1
Bi Nina, merapikan kamar Ren, yang menurutnya berantakan, meskipun Ren mengatakan sudah rapi, dan perhatian bi Nina sejurus teralihkan pada gambar yang terdapat di bawah bantal Ren, dan menurut bi Nina, gambar tersebut adalah gambar sosok Ren sendiri, tapi kenapa pada bagian kulit digelapkan, dan tentu saja hal tersebut membuat bi Nina heran, karena lagi-lagi Ren menggambar sesuai yang menurutnya sulit untuk dipahami apa maksudnya.
Setelah membersihkan kamar Ren, dan baru saja bi Nina hendak menutup pintu kamar Ren, suara yang sangat mirip dengan Ren, seperti memanggilnya dari arah dalam kamar, padahal jelas-jelas Ren sudah berangkat ke tempat kursus, seketika bulu kuduk bi Nina berdiri, dan membuatnya buru-buru pergi dari kamar, dan kemudian memilih menuju dapur.
Bi Nina, sejujurnya dari sejak awal bekerja, memang kerap mengalami hal-hal aneh dan bisa dikatakan mistis, tapi karena hal tersebut tidak pernah mengusik dan mengganggunya jadi bi Nina tidak terlalu menghiraukan setiap kejadian yang ia alami, tapi nampaknya kali ini agak berbeda, karena jelas-jelas dia mendengar suara yang benar-benar mirip dengan Ren, memanggil namanya, dari arah dalam kamar, yang tidak ada siapapun disana.
"Kenapa bi? Kayak ketakutan gitu?" tanya Lasmi salah satu asisten rumah tangga lainnya yang mengurus bagian pakaian.
"Nggak kenapa-kenapa kok, nonton streaming film hantu di atas, cuma kok takut beneran jadinya" ucap Bi Nina yang terpaksa harus berbohong.
"Bi Nina ada-ada saja, nonton film hantu di lantai atas, mana lagi sepi seperti ini, saya saja, kalau sudah selesai beres-beres pakaian diatas, nggak mau lama-lama disana bi, suasananya horor, apalagi lantai tiga, jarang ditempati, ramainya kalau pas keluarga besar nona Ren datang, lepas itu, sepi lagi, lagian ya bi, kenapa juga buat rumah sudah mirip gedung teater begini, mana kayaknya dibelakang tuan mau nambah lagi bangunan, siapa coba nanti yang nempatin" ujar Lasmi.
"Mungkin mau dijadikan tuan kontrakan Las, mana kita tahu, soalnya bangunan belakang lokasinya langsung menghadap jalan dan secara otomatis, akses jalan mudah, saya rasa, yang ngontrak nggak bakalan nolak" ucap Bi Nina.
"Mungkin juga ya bi, Sultan mah bebas ya bi, mau bikin apa saja, istana oke, apa saja gampang" ujar Lasmi sembari berlalu dari hadapan bi Nina.
__ADS_1
Bi Nina hanya menanggapi ucapan Lasmi dengan senyuman, dan memang apa yang Lasmi katakan ada benarnya, Sultan mah bebas, hidup dalam tumpukan uang, mau buat apa saja, bukan soal, dan sejenak bi Nina bisa melupakan apa yang baru saja terjadi padanya, dan menganggap mungkin apa yang baru saja ia dengar, karena kondisi tubuhnya yang kurang sehat, dan setelah menyelesaikan pekerjaannya, bi Nina memutuskan untuk beristirahat.
Sementara dengan Ren, masih di dera kebingungan karena melihat gambar yang ada di sketchbook yang ia bawa, isi gambar yang ada di sketchbook adalah wajahnya sendiri, dan sama sekali tidak ada gambar pola pakaian yang selama ini ia coba gambar, dan yang ada dipikiran Ren saat ini, kapan dia menggambar wajahnya sendiri, dan sejujurnya hal yang paling sulit untuk Ren gambar adalah wajahnya sendiri, tapi sekarang kenapa justru yang memenuhi Sketchbook adalah wajahnya sendiri, hanya saja kenapa untuk bagian kulit harus dibuat lebih gelap, Ren benar-benar bingung, dan sejenak berpikir, apakah ada seseorang di rumahnya yang sebenarnya juga pandai menggambar, tapi merahasiakan keahliannya tersebut, atau jangan-jangan justru Bayu yang menggambar itu semua, sebagai surprise untuk Ren, karena akhirnya mereka berdua benar-benar resmi menjadi sepasang kekasih, karena jika diperhatikan, gambar yang ada di Sketchbook lebih banyak mengambil view di dalam rumah, dan itu dikamar, dan kalau memang Bayu yang menggambar itu semua, kapan dia melakukannya, dan kenapa Ren tidak menyadari hal tersebut, tapi menurut Ren, jika gambar tersebut memang dibuat oleh Bayu, hal tersebut adalah hadiah yang paling spesial yang pernah ia dapatkan, dan ternyata diluar dugaan, Bayu yang terkadang suka usil ternyata bisa romantis juga.