Rahasia Ren

Rahasia Ren
Perhatian yang meresahkan


__ADS_3

Gita yang khawatir akhirnya memilih untuk datang ke rumah Ren, dengan alasan ingin menjenguk Bayu, yang notabene masih pegawainya, karena hanya dengan alasan tersebut jalan satu-satunya Gita bisa bertemu dengan Bayu, karena dengan kondisi belum pulih, Bayu akhirnya terpaksa mengambil cuti sakit.


Kali ini Ren dapat bernapas lega, karena pakaian yang Gita gunakan jauh lebih sopan dari pada biasanya, dan setidaknya Ren tidak terlalu khawatir saat meninggalkan Bayu dengan Gita sebentar, untuk meminta bi Nina menyiapkan makanan ringan untuk Gita.


"Apa yang kamu mimpikan juga sama?" tanya Gita


"Ia, persis, dan aku tidak tahu apa maksud dari semua mimpi-mimpi tersebut" ucap Bayu


"Tinggalkan Ren, dan keluarga ini, serta perusahaannya, kita berdua bisa bekerja sama dengan Dion, bagaimana?" tanya Gita yang menawarkan Bayu untuk bekerjasama dengan dirinya.


"Dion? Setelah apa yang ia lakukan padamu tempo hari, kamu masih mau bekerja sama dengannya?" tanya Bayu


"Aku tidak punya pilihan lain, dan sejujurnya aku khawatir dengan kondisimu, dan terlebih keselamatanmu" ucap Gita sembari menggengam erat tangan Bayu, yang tentu saja membuat Bayu merasa tidak nyaman.


"Maaf Gita, aku rasa apa yang kamu lakukan sudah diluar batas, aku tidak mau ada orang yang salah paham nantinya" ucap Bayu.


Gita sedikit tersinggung dengan ucapan dan sikap yang Bayu tujukan, padahal menurut Gita, Bayu tahu kalau niatnya baik, tapi dengan sikap dingin Bayu, membuat Gita kesal, tapi tidak begitu ia tunjukkan.


"Silahkan dimakan" ucap Ren kepada Gita setelah beberapa makanan ringan tersaji di meja yang terdapat di kamar Bayu.


"Terima kasih atas jamuan makan yang spesial nampaknya ini" ucap Gita sembari tersenyum tipis ke arah Ren.


"Bukan sesuatu yang spesial kok, sudah keharusan memuliakan tamu bukan?" ucap Ren, sembari sesekali memandang wajah Bayu yang terlihat tidak nyaman.

__ADS_1


Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya Gita pamit, dan mengatakan pada Ren, untuk menjaga Bayu.


Tentunya Ren heran dengan apa yang Gita ucapkan, menjaga Bayu? Bukankah sekarang Bayu ada dirumahnya, dan menjaga dalam artian apa? Karena setahu Ren, keamanan rumahnya benar-benar terjamin.


"Nampaknya Bos seksi mu, semakin perhatian" ucap Ren, kepada Bayu, dan hanya ditanggapi senyuman oleh Bayu, karena Bayu tahu, Ren saat ini sedang cemburu.


"Perhatian antara atasan dan bawahan, kamu cemburu ya?" goda Bayu yang melihat wajah Ren yang cemberut, dan tidak begitu menanggapi perkataan Bayu.


"Kalau cemberut begitu, manis deh" ucap Bayu lagi, yang mencoba untuk merayu Ren, tapi kali ini, Ren akhirnya luluh juga, dan kemudian tersenyum ke arah Bayu.


"Jadi sekarang, kamu istirahat, fokus pada pemulihan, oke" ucap Ren sembari mengecup bibir Bayu, dan tentu saja hal ini membuat Bayu kaget, karena beberapa hari belakangan ini, sikap Ren benar-benar berubah, dan cenderung lebih berani memulai sentuhan fisik.


Bayu hanya menanggapi dengan senyuman, padahal sebenarnya apa yang ada di dalam hatinya benar-benar sedang kacau balau, karena di satu sisi, apa yang dikatakan Gita benar adanya, hanya saja, jika Bayu mengikuti apa yang Gita sarankan, itu artinya Bayu sama saja dengan penghianat, karena bekerja sama dengan Gita dan Dion, yang ingin menghancurkan perusahaan ayah Ren.


Tapi Bayu tahu, maksud Gita baik, dia hanya ingin mencoba untuk melindunginya dari semua keanehan yang terjadi selama ini, hanya saja prosesnya yang salah, kenapa harus memilih Dion untuk menjadi partner.


Niat hati Bayu ingin memejamkan matanya, tapi notifikasi pesan masuk tertera di layar ponselnya, dan itu dari Gita.


"Sudah tidur?" begitu bunyi pesan masuk dari Gita.


"Baru mau memejamkan mata" balas Bayu


"Maaf ganggu, kalau begitu"

__ADS_1


"Ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan kah?"


"Soal mimpi kita yang sama, mungkin kamu bisa mencari tahu, tentang lokasi tempat itu berada, dari Ren, siapa tahu, dengan tahu dimana lokasi tempat itu berada, semua keanehan yang terjadi padamu, bisa hilang sepenuhnya"


"Saran mu, bagus juga, terima kasih untuk perhatian yang kamu berikan"


"Aku boleh jujur?" pesan masuk kembali dari Gita


"Jujur soal apa?" balas Bayu


"Perasaan" pesan masuk kembali dari Gita


"Memangnya perasaan mu kenapa?" tanya Bayu yang sebenarnya sudah tidak nyaman dengan obrolannya dengan Gita, tapi untuk memutuskan obrolan, tentunya tidak nyaman.


"Aku tidak tahu, ini salah atau benar, tapi sudah banyak cara yang aku lakukan untuk bisa membuang semua perasaan sayang yang aku rasakan, tapi tetap saja rasanya sulit, aku tidak masalah tidak dicintai, yang penting izinkan aku untuk tetap memberikan kamu perhatian selayaknya kepada kekasihnya sendiri" pesan masuk yang terkirim dari Gita, benar-benar membuat Bayu mati kutu.


Padahal seandainya saja jika Bayu tahu, yang menggerakkan tubuh dan pikiran Gita saat ini, bukanlah dirinya sendiri, melainkan sosok Barem, yang masih menjadi misteri bagi Bayu, siapa dan dari mana Barem itu berasal, dan kenapa sekarang seakan-akan menjadikan dirinya target.


Apakah ada sesuatu yang salah yang pernah kedua orang tua Bayu lakukan saat dia masih kecil, atau mungkin, jangan-jangan keduanya sempat membuat sebuah perjanjian dengan setan, dan menjadikan dirinya sebagai tumbal, tapi setelah dipikir-pikir, Bayu rasa, apa yang ia pikirkan sudah terlalu jauh melenceng dan kesannya juga terlalu jahat, karena mencurigai orang tua sendiri.


"Itu tidak mungkin Gita, karena itu semua salah, banyak laki-laki di luar sana, yang menyukaimu, belajarlah untuk menerima mereka" balas Bayu, yang sudah bingung harus bagaimana lagi menanggapi perkataan Gita nantinya.


"Cukup aku saja, yang memberikanmu perhatian, aku tidak butuh balasan, aku hanya ingin bisa terus melihatmu, itu saja" balas Gita, yang membuat Bayu semakin bingung, dan sejenak berpikir, jangan-jangan kondisi Gita sedang tidak sadar karena pengaruh alkohol, makanya dia mengirimkan pesan singkat yang aneh, menurut Bayu.

__ADS_1


"Lebih baik kamu istirahat Gita, kita akan lanjutkan pembicaraan ini nanti saat di kantor, oke" balas Bayu


"Baiklah, dan aku harap, kamu bisa berubah pikiran, ketika kita bertemu" balas Gita, dan Bayu tidak lagi menanggapi pesan masuk yang dikirim oleh Gita, yaitu foto dirinya, yang sedang mengenakan pakaian super sexy, tapi sejurus Bayu memperhatikan foto sosok perempuan yang ada di belakang Gita, perempuan berambut panjang tak terurus, sembari menyeringai lebar, memperlihatkan gigi-giginya yang runcing, dan akhirnya Bayu sadar, bukankah itu sosok yang hadir dalam mimpinya, Barem, ya, itu adalah sosok Barem, tapi kenapa mahluk tersebut juga mengganggu Gita, dan bahkan menggunakan tubuh Gita untuk menggodanya, apa sebenarnya yang mahkluk tersebut inginkan darinya, Bayu benar-benar bingung, dan khawatir, kalau hal tersebut bisa mencelakai Gita.


__ADS_2