
Bayu, Dean dan Ren masih belum menyadari bahwa Meira yang selama ini, menjadi penghubung kisah antara mereka.
Seandainya ketiganya tahu, tentunya akan membuat mereka dilema, dan alasan selama ini banyak keganjilan yang sering Bayu maupun Ren alami, adalah cara Meira untuk berkomunikasi, meskipun mungkin hal itu diluar nalar, bahkan Ren sampai melakukan perjalanan kembali ke masa lalu.
Ibunya Dean, meminta Ren, untuk bersabar terhadap perilaku Dean, dan mengatakan apa yang terjadi pada Dean, itu karena kejadian masa lalunya.
Ren yang masih tidak tahu, tentang perihal transplantasi jantung yang pernah ia terima, dan yang Ren tahu, dia menerima transplantasi jantung dari pendonor, yang memang pernah membuat pernyataan tertulis akan menjadi pendonor organ tubuh, jika yang bersangkutan meninggal.
Karena kebohongan yang besar tersebut, Ren bisa hidup normal kembali, tapi dengan merampas kesempatan hidup Meira.
Ren yang setelah mendengar penjelasan dari ibu Dean, mulai mencoba memahami Dean, dan mengakrabkan diri kembali, mungkin dengan cara seperti itu, sikap over protektif Dean bisa menghilang secara perlahan-lahan.
Tapi ternyata memahami cara berpikir Dean, tak gampang seperti yang Ren kira, dan ada yang menurut Ren aneh, Dean bisa tiba-tiba mengunci diri di kamarnya, jika suasana hatinya sedang tidak baik, atau setelah dia mulai memarahi Ren, karena Ren melakukan hal-hal yang menurutnya membahayakan Ren.
Ren benar-benar bingung dengan apa yang terjadi pada Dean, dan terus mencoba mencari cara, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, sehingga Dean bisa seperti itu.
Sementara Bayu, merasa perhatian yang Gita berikan padanya, semakin berlebihan, dan tentunya hal itu membuatnya merasa tidak nyaman.
__ADS_1
Kondisi Bayu sudah mulai membaik, hanya saja, jika berjalan dia masih harus menggunakan penyangga lengan, agar bisa berjalan.
Tapi dokter masih menyarankan Bayu untuk tetap berada di rumah sakit, agar mudah memantau keadaannya.
Padahal sebenarnya, Bayu merasa sudah tidak nyaman, selain karena sudah lama tidak bekerja, tapi mendapatkan perlakukan khusus pula, okelah, itu karena sakit, dan penyebabnya karena menyelamatkan Ren, tapi Bayu rasa, apa yang ia dapatkan dari ayah Ren, terlalu berlebihan.
Tapi Bayu mencoba berpikir positif saja, mungkin ini rezeki dari Tuhan, karena selama ini Bayu hidup prihatin, maka akhirnya Bayu menerima semuanya, limpahan rezeki yang tidak terkira.
Tidak hanya perlakuan ayah Ren, Gita, atasan Bayu juga begitu, meskipun Bayu sudah mengatakan semua perasaannya terhadap Gita seperti apa, tapi Gita tetap saja masih datang menjenguknya, dan menurut Bayu, Gita masih berusaha untuk meluluhkan hati Bayu, entah apa alasan Gita seperti itu, apa memang karena cinta, atau seperti yang pernah ia katakan, hanya mencari pendamping hidup yang bisa dijadikan teman bicara, dan menemaninya di masa tua nantinya, tanpa melihat statusnya, atau pekerjaannya.
Baik Ren dan Bayu sama-sama dilema, jika Ren dilema karena Dean adalah anak teman ibunya, dan secara khusus pula ibunya Dean meminta Ren untuk bersabar terhadap perilaku Dean, dan menemaninya sebelum Dean kembali ke luar negeri.
Sementara Bayu dilema, karena Gita adalah atasannya, dan dia tidak ingin kehilangan peluangnya untuk bisa menjadi karyawan tetap, karena tidak mungkin juga selamanya dia menjadi pegawai magang.
Bayu juga ingin punya kesempatan untuk merasakan kehidupan yang lebih baik, memang menjadi driver saat ini, mencukupi kebutuhannya, tapi yang Bayu inginkan adalah, secara perlahan-lahan kehidupannya harus berubah, dia ingin membuktikan kepada orang yang pernah menganggapnya remeh, karena pernah mengatakan bahwa Bayu tidak akan pernah sukses, tapi kini Bayu akan membuktikan bahwa semua ucapan orang tersebut salah, dan orang tersebut adalah ayah tirinya, dan karena sering menerima perlakuan kasar, dan umpatan-umpatan yang menyakitkan hati, makanya Bayu memutuskan untuk mandiri, sampai akhirnya dia bisa menyelesaikan diploma nya.
Meskipun Bayu pernah bekerja serabutan, dari buruh kapal, sampai tukang pikul pelabuhan, dan akhirnya membaik setelah menjadi driver keluarga Ren, itu artinya membuktikan usaha tidak pernah mengkhianati hasil.
__ADS_1
Tapi meskipun sering mendapatkan perlakukan yang tidak mengenakkan dari ayah tirinya, tetap saja sebenarnya hati Bayu tidak tega untuk mengabaikannya, karena selama ini, ayah tirinya tersebutlah yang sudah merawat ibu kandungnya, makanya ketika ayah tirinya, menghubunginya dan entah mendapatkan nomor handphonenya dari siapa, dan meminta uang untuk biaya pengobatan ibu kandung Bayu, tanpa pikir panjang, Bayu memberikannya.
Karena Bayu berpikir, ucapan kasar dari ayah tirinya lah yang selama ini tanpa sadar membuat Bayu semangat untuk memiliki kehidupan yang lebih baik, agar tidak ada lagi orang yang menganggapnya remeh.
Seseorang bisa berasal dari mana saja, entah itu tempat baik atau buruk, tapi untuk memiliki kesempatan hidup yang lebih baik, semuanya memiliki hak yang sama, hanya saja mungkin caranya yang berbeda-beda.
Bayu mencoba untuk mengenal lebih jauh Gita, tapi masih dalam batas teman baik, tidak lebih, dan ternyata hal itu membuat Gita bahagia.
Sementara dengan Ren, yang masih terus berjuang mencari cara untuk memahami jalan pikiran Dean, perlahan-lahan akhirnya menemukan apa yang ia cari, Dean hanya ingin seseorang yang memahaminya, dan ia merasa hanya Ren yang memahaminya dibandingkan dengan ibunya, itulah mengapa dia bersikap over protektif terhadap Ren, karena penyesalannya, apalagi setelah kejadian yang menimpa Meira, Dean dihantui rasa bersalah sampai saat ini, tapi Dean tidak pernah secara gamblang menceritakan sosok Meira pada Ren, kalaupun bercerita tentang Meira, Dean hanya menyebutkan panggilan kesayangannya kepada Meira, yaitu Mei, padahal tanpa Dean sadari, ada diri Meira dalam diri Ren, dan itu juga mengapa terkadang Ren merasa Dean tidak begitu asing, dan seakan pernah dekat, tapi apa ia pertemanan di usia balita, bisa menjadikan seseorang merasa dekat.
Dilema yang dirasakan baik itu Bayu maupun Ren, sama-sama membuat keduanya dilanda kebimbangan.
Ren berharap, Dean segera kembali ke luar negeri, dan begitu juga Bayu, ia ingin cepat pulih, agar dia bisa mencari alasan untuk secara perlahan-lahan menjauhi Gita.
Baik Ren dan Bayu, merasa tidak nyaman dengan keadaan yang sekarang, dan merindukan dimana mereka hanya berdua, menghabiskan waktu dengan menonton film di bioskop, atau Bayu menemani Ren menggambar.
Rindu yang tak biasa, mungkin benar apa yang kebanyakan orang katakan, sesuatu hal dulunya sempat terasa membosankan, akhirnya hal itu pula yang justru sangat dirindukan.
__ADS_1