
Rasa penasaran Ren akan Bayu membuatnya uring-uringan seharian. Sebenarnya bisa saja dia langsung menanyakan tentang Bayu pada ayahnya, tapi kalau ayahnya balik bertanya untuk apa, Ren bingung harus menjawab apa.
Padahal dia hanya ingin sekedar ngobrol santai antar teman, karena setelah Ruli meninggal, Ren benar-benar kesepian, tidak ada lagi yang bisa dia ajak bicara.
Memang ada bi Nina, tapi ngobrol dengan bi Nina, banyak wejangan hidupnya dari pada obrolan santainya.
Jadi yang bisa Ren lakukan adalah, melihat Bayu dari kejauhan, saat dia datang sehabis mengantar ayah dan ibunya pergi dari urusan pekerjaan masing-masing.
Dari bi Nina, Ren akhirnya tahu, kalau Bayu, tinggal di rumah mereka, dan itu atas permintaan ayah Ren, untuk menghemat waktu, dan daripada Bayu harus mengeluarkan biaya untuk kost, lebih baik dia menempati kamar, yang pernah bang Ahmad tempati dulu.
Semakin dekat dengan Bayu, semakin membuat Ren penasaran, tentang siapa Bayu sebenarnya, dan kenapa siluet wajahnya lebih dulu hadir di kehidupan Ren, baru wujud aslinya.
Meskipun bi Nina, mengatakan mungkin saja gambar siluet wajah yang Ren gambar tersebut, hanya sebuah ketidaksengajaan.
Tapi menurut Ren, bisa saja siluet wajah yang mirip dengan Bayu, adalah sebuah kode, yang harus dipecahkan.
Seperti semua gambar yang Ren buat selama ini, dan ketika bi Nina, kumpulkan, seperti sebuah jalinan cerita.
Tapi bi Nina, meminta Ren, untuk tidak terlalu memikirkan omongannya, yang menurut bi Nina, agak ngelantur.
Soal kenapa, bi Nina mengumpulkan semua hasil gambar yang Ren buat, itu tidak lain karena bagus, sayang saja kalau harus dibuang, apalagi dibakar.
Tapi menurut Ren, gambar yang ia buat, pasti menyimpan sebuah misteri, karena semua gambar yang dibuat sekali, itu benar-benar aneh.
Karena bosan, tidak punya teman ngobrol, Ren akhirnya memutuskan menemui bi Nina, tapi ternyata bi Nina juga tidak bisa diganggu, karena sedang membuatkan makan siang untuknya.
Karena yang Ren makan, semuanya diatur, sesuai kondisi kesehatannya, setelah berkonsultasi dengan dokter gizi, mengingat setelah Ruli meninggal, Ren kehilangan nafsu makan, dan berdampak pada berat badannya yang menurun drastis.
__ADS_1
Meskipun sudah jarang pergi ke psikiater, tapi tetap saja perubahan perilaku yang Ren alami, tetap harus diberitahukan kepada dokternya, agar bisa dilihat perkembangannya.
Karena bi Nina, sibuk, Ren memutuskan untuk pergi ke kamar bi Nina, karena dia penasaran dengan kumpulan gambar yang ia buat, dan selama ini dikumpulkan oleh bi Nina.
"Sampai dibuat dinding untuk menempelkan gambar segala, ada-ada saja bi Nina, sudah seperti galeri jadinya" ujar Ren sembari mengamati satu persatu gambar hasil karyanya.
Ren tersenyum dan merasa tak percaya saja, kalau kumpulan gambar-gambar bagus yang saat ini ada di hadapannya, adalah karyanya sendiri.
Tapi ketika matanya tertuju pada sebuah gambar siluet wajah laki-laki yang mirip dengan Bayu, Ren merasa kepalanya pusing, sekelilingnya terasa berputar-putar, sehingga membuatnya tidak mampu berdiri, hingga akhirnya terduduk di lantai.
Perlahan Ren mendengar, seseorang membisikkan sesuatu ke telinganya, suara seorang perempuan, yang awalnya hanya mengatakan jahat, jahat tapi kemudian mengatakan kembalikan, sembari berteriak kencang di telinga Ren.
Ren yang mendengar suara tersebut, sontak ikutan berteriak juga, karena Ren diliputi rasa takut, mencoba membuka mata, ia masih tak mampu, karena kepalanya benar-benar mengalami pusing hebat.
Mendengar Ren berteriak, sontak seisi rumah heboh. Ayah Ren mencoba menenangkan Putrinya tersebut. Dan meminta bi Nina, untuk menghubungi dokter keluarga.
"Apa sebaiknya harus dirawat ke rumah sakit saja dokter" tanya ibu Ren.
"Saya rasa, jauh lebih baik nona Ren, dirawat di rumah saja, suasana rumah akan membuatnya lebih mudah tenang, karena dia kenal dengan orang-orang disekitarnya"
"Baiklah dokter" ucap ibu Ren, dengan perasaan yang jauh lebih tenang, setelah mendengar penjelasan dari dokter.
Rasa sedih menyeruak kembali, mencoba menahan tangis, ibu Ren, akhirnya tak mampu juga, dan menangis dalam dekapan suaminya.
Ayah Ren, tahu betul bagaimana perasaan istrinya, bagi istrinya, Ren adalah segalanya, nyawa dan kebahagiaannya, butuh waktu delapan tahun untuk dia bisa memiliki Ren.
Meskipun kenyataannya, Ren tumbuh tidak seperti anak pada umumnya, dan cenderung dijauhi oleh teman-teman sebayanya, dari sejak kecil, karena kondisinya lemah, Ren menderita penyakit jantung bawaan.
__ADS_1
Itu juga yang menjadi alasan sebenarnya kenapa Ren disekolahkan secara private, selain karena kesibukan, dan tidak mungkin membiarkan Ren sekolah normal, dengan kondisinya.
Tapi justru, keputusan tersebut membuat Ren, semakin aneh bagi anak-anak teman arisan ibunya, dan akhirnya membuat Ren, tidak memiliki teman.
Kesepian yang ia rasa dari sejak kecil, membuatnya hanya berteman gambar, dan mungkin bisa dikatakan, gambar-gambar tersebut adalah teman khayalannya, semua awalnya terlihat normal, gambar yang ia buat, selayaknya gambar biasa, karena terkadang bunga atau serangga, tapi perlahan bertambah usia, Ren mulai menggambar objek yang berbeda, terkadang siluet wajah, terkadang wajah seseorang tapi tidak begitu jelas, karena Ren menggambarkannya secara samar-samar.
Ketika ditanya mengapa gambarnya seperti itu, Ren menjawab, seperti itu yang ia lihat, dan karena khawatir, itulah awal Ren bisa rutin berkonsultasi ke psikiater.
Tapi bukannya membaik, Ren justru mulai mengalami Insomnia, terlebih setelah pernikahan karena perjodohannya gagal.
Alasan kenapa ayahnya menikahkannya dengan anak sahabatnya, mungkin saja, nanti rasa kesepian Ren bisa berkurang, karena memiliki teman berbagi dan bicara.
Tapi semua tidak seindah harapan ayah Ren, yang ada justru segalanya berantakan, dan Ren terpuruk parah, meskipun akhirnya membaik.
Sampai akhirnya bertemu dengan Ruli, tapi tetap saja, kisah cinta yang Ren jalani, tak seindah yang ia harapkan, bertemu dengan pemuda tampan yang cocok dan sehati, tapi ternyata takdir Tuhan justru yang memisahkan mereka.
Ren kembali terpuruk, dan mungkin kelihatan baik-baik saja diluar, tapi kondisi kejiwaan Ren belum pulih benar.
Penyakitan, tidak memiliki teman bicara yang sebaya, karena dianggap aneh, gagal menikah, karena ternyata selama ini dibohongi, kekasih hati meninggal, dan bagi Ren harta kekayaan kedua orang tuanya, yang tidak habis tujuh turunan itu, tidak ada lagi artinya.
Ketika pandangan orang padanya masih saja aneh, terlebih dengan apa yang terjadi hari ini, ketika dia berteriak histeris, karena mendengar ada seseorang yang berbisik padanya.
Bayu yang memang awalnya tidak tahu menahu tentang kondisi Ren, tentu saja merasa heran, dan kaget, karena begitu mendapatkan pekerjaan setelah hampir tiga bulan menganggur, dan akhirnya mendapatkan pekerjaan.
Dengan bos yang sangat baik, karena baru bekerja dia diberikan tempat untuk tinggal. Sepintas Bayu beranggapan bahwa kehidupan bos barunya sangat diberkahi Tuhan, dengan semua kekayaan yang dimilikinya.
Tapi ternyata keadaan keluarga yang ia kira begitu sempurna tersebut tidaklah sesuai dengan kenyataan, ekspetasi yang ia bayangkan tidak sesuai dengan realita yang sebenarnya.
__ADS_1