Rahasia Ren

Rahasia Ren
Rahasia Yang Mulai Terungkap


__ADS_3

Secara perlahan-lahan akhirnya Ren bisa mulai memahami karakter Dean, dan rasanya aneh saja bagi Ren, kalau dulu dia yang harus dipahami oleh orang lain, akan cara berpikirnya, tapi kali ini, mau tidak mau, dia yang harus memahami cara berpikir orang lain, dan ternyata tidak semudah yang Ren kira.


Dean akhirnya mulai mau terbuka akan apa yang ia rasa selama ini. Ren terkejut, ketika mendengar nama Meira disebut oleh Dean, ketika Ren meminta Dean menceritakan kisah cintanya, karena memang begitu kesepakatan yang keduanya buat, bisa jadi sahabat, dengan catatan, tidak ada rahasia diantara mereka, Ren sudah menceritakan kisah cintanya yang tragis bersama Ruli, dan Ren bisa melihat kalau Dean hampir menangis ketika mendengar kisah tersebut, karena bisa dilihat dari mata Dean yang memerah, dan menurut Dean kelilipan bulu mata.


Ren bisa melihat, Meira sangat berarti bagi Dean, karena Ren melihat begitu sulitnya Dean untuk melupakan Meira, tanpa Ren tahu, kalau dia yang sudah merampas kesempatan hidup Meira selama ini.


Setiap kali Dean menceritakan tentang Meira, entah mengapa dada Ren terasa sesak, ada rasa sedih menyeruak dalam hatinya, padahal dia tidak mengenal Meira, tapi kenapa ada perasaan yang sulit ia definisikan ketika Dean menceritakan sosok Meira.


Karena penasaran, Ren menanyakan apakah Dean memiliki foto Meira, dan alangkah kagetnya Ren, melihat foto Meira, karena mengingatkannya akan perjalanan anehnya yang bisa-bisanya kembali ke masa lalu, dan dia ingat secara kontur wajah, meskipun samar-samar, sosok perempuan yang bernama Meira lah yang Ren lihat didalam cermin sebelum akhirnya dia kembali ke masa sekarang.


Siapa Meira, kenapa seakan kehidupannya terhubung dengan sosok Meira, dan setelah diperhatikan secara seksama foto Meira yang diperlihatkan oleh Dean, Ren baru sadar, bahwa dres yang Meira gunakan, dress hitam motif bunga berwarna emas, sama persis dengan miliknya.


Saat Ren bertanya, soal tahun foto tersebut diambil, itu disaat dia harus bedrest, karena dokter mendiagnosa dirinya terkena penyakit jantung bawaan, dan harus mencari transplantasi jantung, agar bisa bertahan hidup, dan hampir selama setahun Ren tinggal ke luar negeri, karena jika harus pulang balik, kondisi kesehatan Ren tidak memungkinkan.


Ren teringat cerita ibunya, soal dress hitam tersebut, yang katanya limited edition, dan produk baru tahun ini, di butik ibunya, tapi kenapa sudah ada yang pernah memakainya, kalau model dress tersebut baru, dan itu sudah cukup lama, sekitar hampir 6 tahun yang lalu.


Ren benar-benar dibuat penasaran, tentang kesamaan dress hitam tersebut, kalau keluaran butik milik ibunya, dan itu baru, tapi kenapa 6 tahun lalu, sudah ada yang menggunakan.

__ADS_1


Ren berencana ingin menanyakan tentang dress hitam tersebut, tanpa memberitahu kepada Dean, kalau Ren familiar tidak hanya dengan wajah perempuan yang ada difoto, tapi juga dres yang perempuan tersebut kenakan.


Sementara Ren dihantui rasa penasaran, Bayu kerap mendengar suara yang mirip Meira, dan kata yang terus Bayu dengar adalah, "maafkan aku".


Bayu berpikir, mungkin saja, apa yang ia dengar dampak dari rasa bosannya yang sudah cukup lama, berada di rumah sakit, dan juga rasa rindunya pada Meira yang tiba-tiba saja muncul, karena sesakit apapun hatinya, karena perlakuan Meira padanya, tetap saja, cintanya pada Meira tidak bisa begitu saja ia hapus, seperti tulisan di papan tulis, karena bisa bertahan menjalin hubungan sembilan tahun, itu bukanlah waktu yang sebentar, selama hubungannya, sesulit itu pula, melupakannya, dan Bayu bahkan mengira, bahwa Meira masih berada di luar negeri.


Ren akhirnya menanyakan tentang sosok perempuan yang mengenakan dress hitam tersebut kepada ibunya, dan alangkah kagetnya ibu Ren, dan bagaimana bisa Ren mendapatkan foto Meira, karena selama ini, Ren sama sekali tidak tahu tentang Meira.


Ren terus mendesak ibunya, memberi tahu siapa sosok perempuan yang ada di dalam foto, karena ibunya terus diam, Ren akhirnya menceritakan bahwa selama ini yang terus mengganggunya adalah sosok perempuan yang ada di dalam foto tersebut.


Akhirnya karena terus di desak, dan merasa mungkin inilah waktu yang tepat, untuk memberitahu Ren, tentang siapa Meira sebenarnya.


Ren mengambil kesimpulan, bahwa Meira adalah sosok yang Ruli lihat bersama ibunya saat dia kembali ke masa lalu, dan tanpa sadar semua keanehan dan keganjilan yang ia alami saat ini, ternyata akibat dari kejadian pilu di masa lalu.


Jantung Meira ada didalam tubuhnya, jantung milik seseorang yang Dean sayangi dan sekaligus hampir dia celakai, tapi yang lebih pahitnya lagi, Ren menganggap bahwa dirinya yang sebenarnya sudah membunuh Meira.


Bayu memang dari sejak awak mengenal Meira, sama sekali tidak mengetahui tentang hubungan Meira dan keluarga Ren, karena Meira tidak pernah secara gamblang menceritakan tentang orang tua asuhnya.

__ADS_1


Tapi Meira selalu memuji kedua orang tua asuhnya tersebut, sebagai pribadi yang baik, yang mau menjadi orang tua asuhnya, karena menjadi orang tua asuh, secara tidak langsung, akan menanggung biaya hidup anak yang mereka asuh.


Meskipun untuk tempat tinggal, mereka hidup terpisah, karena meksipun Meira anak asuh orang tua Ren, tapi Meira tetap tinggal di panti asuhan, sampai akhirnya Meira keluar dari panti untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri, dan secara resmi, Meira meninggalkan panti asuhan dan hidup mandiri.


Itu juga yang menjadi alasan kenapa pihak panti asuhan tidak mencari keberadaan Meira, karena mengira Meira masih berada di luar negeri, dan lagipula Meira bukan tanggungjawab panti asuhan lagi, secara sudah bisa mandiri.


Bi Nina yang khawatir dengan kondisi Ren, yang mengurung dirinya seharian, sementara apapun yang kedua orangtuanya katakan tidak Ren gubris.


Bayu yang sudah keluar dari rumah sakit, tapi dengan kondisi kaki yang belum pulih benar, karena ketika berjalan masih pincang, ikut mencoba membantu membujuk Ren, agar keluar kamar, tanpa Bayu sadari, semua pertanyaannya tentang perubahan Meira yang tiba-tiba, mulai mendekati titik terang.


Karena tidak ada jawaban, pintu kamar terpaksa didobrak, Ren mengatakan dia sedang tidak ingin bertemu dengan kedua orangtuanya.


Tapi ketika Bayu mengatakan apakah dia boleh menemuinya, Ren tidak menjawab, tapi Bayu tetap memutuskan untuk masuk ke kamar Ren, dan melihat Ren yang nampak kacau, dengan tubuh basah kuyup, mata sembab karena lama menangis.


"Ada apa? Ceritakan padaku" ucap Bayu sembari merapikan rambut Ren yang acak-acakan, tidak ada jawaban, Ren hanya terus menangis, dan melihat Ren begitu terpuruk, yang entah karena apa, Bayu akhirnya merangkul Ren untuk menenangkannya.


"Aku membunuh seseorang, aku membunuh Meira" lirih Ren, sembari memeluk erat tubuh Bayu, yang merasa bingung dengan perkataan Ren.

__ADS_1


Tapi karena Bayu pikir apa yang dikatakan Ren hanya ucapan ngelantur, jadi dia tidak begitu menanggapi semua perkataan Ren.


__ADS_2