
Bayu yakin kalau sudah terjadi sesuatu kepada Ren, tapi Bayu tidak ingin memaksa Ren untuk bercerita, karena bisa saja apa yang sudah ia alami adalah sesuatu yang tidak mengenakkan.
"Perempuan berambut panjang, tersenyum padaku, hanya saja tampangnya menyeramkan" Ren yang sedari tadi memilih diam, akhirnya menceritakan apa yang sudah ia alami.
Bayu sejujurnya merasa kasihan dengan apa yang sudah Ren alami, tapi dia tidak bisa berbuat banyak untuk menolong Ren, dan hanya bisa mencoba menenangkannya.
Perempuan berambut panjang, jelas itu bukan Meira, lalu siapa lagi yang membuat Ren yang sebenarnya kondisinya sudah mulai membaik, tapi yang terjadi sekarang Ren kembali sulit hanya untuk sekedar memejamkan mata, karena ketika mencoba memejamkan mata untuk tidur, wajah perempuan tersebut datang dengan seringai diwajahnya, seakan mencoba mengatakan kalau Ren adalah miliknya.
Bayu baru saja dihubungi oleh ayah sambungnya, yang mengatakan kalau kondisi ibunya kembali menurun, dan ingin menemui Bayu. Meskipun ayah sambungnya tahu, kalau selama ini hubungan Bayu dan ibunya tidak begitu baik.
Ren yang raut wajahnya masih terlihat lusuh, karena baru bisa tertidur, meskipun hanya sebentar, bisa melihat dengan jelas bagaimana ekspresi wajah Bayu, yang memang sedang ada masalah, sekalipun Bayu mencoba untuk bersandiwara kalau dia baik-baik saja, Ren tetap akan mengetahuinya.
"Ada apa? Wajahmu tidak bisa berbohong kalau kamu sedang ada masalah" ucap Ren.
"Ibuku sedang dirawat di rumah sakit, kondisinya kembali menurun" Bayu mencoba menjelaskan penyebab gelisah nya.
"Ya sudah, kita jenguk saja, aku ikut ya" ucap Ren bersemangat.
"Kamu sedang tidak sehat, dan aku juga masuk kerja hari ini"
"Izin saja dengan bos seksi mu itu, dia pasti langsung ngasih izin, percaya deh" ucap Ren. "Soal ayah, aku rasa ayah tidak mempermasalahkannya"
Bayu akhirnya mengikuti saran dari Ren, dan dia tidak menemukan kesulitan untuk izinnya, namun yang tidak nyaman bagi Ren adalah Gita ikut serta dengan mereka.
Ren bisa melihat kalau Gita masih menyimpan perasaan pada Bayu, karena semuanya jelas terlihat dari perhatian Gita kepada Bayu, dan tentu saja hal ini membuat Bayu risih, dan terlebih dia harus menjaga perasaan Ren.
Memang Gita tidak mengetahui sejauh mana hubungan antara Ren dan Bayu, yang Gita tahu Keduanya dekat itu saja.
__ADS_1
Gita mencoba menenangkan Bayu, yang nampak sekali tidak bisa menyembunyikan raut wajah gelisah nya.
Meskipun hubungan Bayu dan ibunya tidak baik, tapi tetap saja sebagai anak, Bayu merasa ada ikatan batin yang kuat.
Ren memasang wajah cemberut ketika sampai di rumah sakit, Gita tetap tidak mau jauh-jauh dari Bayu.
Menyadari rasa tidak suka yang ditunjukkan oleh Ren, Bayu mencoba mengambil jarak dari Gita, tapi seakan tidak paham dengan perlakuan Bayu, yang mulai risih dengan perlakuannya, Gita masih tetap mendekati Bayu.
Ketika tiba di kamar tempat ibunya di rawat, nampak sekali kalau Bayu sebenarnya menyimpan rindu yang teramat besar kepada wanita yang sudah melahirkannya tersebut.
Ibunya didiagnosa stroke, dan sekarang kondisinya tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, namun masih bisa mendengar dan mengenal seseorang.
"Aku akan sering datang menjenguk ibu, jadi ibu harus semangat, dan yakin kalau ibu bisa sembuh seperti dulu lagi" ucap Bayu, sementara Gita dan Ren tidak bicara sepatah katapun, karena membiarkan reuni anak dan ibu tersebut tanpa gangguan, dan meskipun reuni ibuanak dan ibu yang sudah nyaris 8 tahun tidak bertemu, Bayu masih ingat bagaimana ibunya masih tahu kebiasaanya, karena Bayu bisa melihat bagaimana usaha sang ibu yang sudah tidak berdaya, mencoba untuk membisikkan sesuatu ke telinga Bayu, dan meskipun secara samar-samar, Bayu paham dengan apa yang ibunya katakan, ibunya menanyakan apakah Bayu makan dengan cukup, dan jangan sering lupa sarapan pagi, dan sebenarnya ibunya sangat ingin melihat Bayu menikah, itu adalah hal yang paling ia inginkan dari apapun itu, tapi nampaknya Bayu belum bisa mewujudkan keinginan ibunya dalam waktu dekat.
Reuni yang mengharukan antara Bayu dan ibunya membuat Ren sedih dengan kehidupan Bayu yang sebenarnya, dan merasa malu dengan dirinya sendiri, karena selama ini kurang bersyukur dengan apa yang sudah ia dapatkan, keluarga yang utuh dan berkecukupan, sementara Bayu, semua hal yang ia inginkan harus dia raih dari nol, dan untuk sampai ke titik dimana dia berada saat ini, bukan sesuatu yang mudah, dan butuh waktu yang cukup lama.
Ren memilih pulang, karena tubuhnya benar-benar terasa lemas, sementara Gita meminta tolong pada Bayu untuk menemaninya menemui seseorang, dan karena Gita adalah atasannya, sulit bagi Bayu untuk menolak, dan meminta Ren untuk memahami keadaannya, Ren tidak mempermasalahkan kebersamaan antara Bayu dan Gita, hanya saja, Ren meminta Bayu untuk bisa jaga diri dan kepercayaannya, karena secara fisik Gita mampu menggoda iman laki-laki.
Dengan bercanda Bayu mengatakan, satu-satunya perempuan yang ia cintai hanya Ren, tapi buru-buru Ren meralat ucapan Bayu, dengan mengatakan kalau, seharusnya ibunya yang pertama dan utama, baru dirinya.
Gita tidak bisa membatalkan begitu saja kontrak kerja mereka, karena ada MoU yang mengikat, dan ini juga menyangkut nama baiknya.
Bayu semakin curiga, kalau sebenarnya Gita sudah diperas oleh rekan kerjanya tersebut, karena menurut Bayu, pertemuan Gita dan rekan kerjanya kali ini, diluar konteks pekerjaan Gita saat ini.
Bayu melihat bagaimana Gita mencoba untuk menepis tangan rekan kerjanya yang berkeliaran meraba tubuh Gita, saat keduanya berada di ruang kerja.
Gita sengaja meminta agar Bayu menemaninya, karena sejujurnya Gita takut kepada partner kerjanya tersebut.
Seakan tidak memperdulikan keberadaan Bayu, rekan kerja Gita dengan santai mencoba untuk mencium Gita, dan rupanya rekan kerja Gita tersebut, dibawah pengaruh alkohol, jadi antara sadar dan tidak dengan semua yang ia lakukan, bahkan ketika menghubungi Gita, juga tanpa sadar, karena kenyataannya, tidak ada proyek apapun yang akan dibicarakan sebenarnya.
Bayu menarik tangan Gita, dan membawanya keluar dari ruangan, dan sebelum keluar dari ruangan, Bayu tidak lupa menghadiahkan bogem mentah ke wajah rekan kerja Gita tersebut, sehingga ia tersungkur dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Dia cuma pingsan, jangan khawatir, setelah keluar dari sini, kamu hubungi sekretarisnya, agar segera membantunya"
"Tidak perlu sejauh ini Bay" ucap Gita
"Kamu lebih takut kelihatan pekerjaan atau kehormatan mu sendiri, berpikir itu rasional Gita, apa gunanya uang jika didapatkan dari cara seperti itu, kehidupanmu sudah mapan, lalu kenapa kamu sampai bisa berurusan dengan laki-laki mesum seperti dia" ucap Bayu dengan raut wajah kesal.
"Aku pernah tidur dengannya, dan dia selalu menggunakan itu untuk mengancam ku, dia ingin aku berhenti bekerja di perusahaan ayah Ren, dan kemudian membantunya untuk menjatuhkan perusahaan ayah Ren agar bangkrut, aku takut Bay, bagaimana kalau ayah Ren sampai tahu tentang semua ini, karier ku akan hancur, dan aku tidak mau kembali ke jalanan lagi" ucap Gita lirih sembari menyadarkan kepalanya ke pundak Bayu, yang tentu saja membuat Bayu kaget dan tidak nyaman.
"Sebentar saja, aku hanya ingin punya tempat untuk bersandar" ucap Gita yang kemudian menangis, dan sengaja Bayu membawa Gita pergi ke taman, agar suasana hatinya bisa sedikit lebih tenang, dan Gita memang tenang, tapi tidak dengan dirinya, karena Gita justru malah memeluknya dengan erat.
Bayu ingat dengan perkataan Ren, agar menjaga kepercayaan yang sudah ia berikan, tapi yang sedang ia lakukan saat ini, semuanya benar-benar diluar dugaan.
"Kenapa aku tidak bisa memilikimu, dan apakah hanya Ren yang ada di hatimu" tanya Gita lirih sembari masih tetap memeluk tubuh Bayu yang sudah mulai merasa semakin risih.
"Ini tidak baik Gita, bagaimana kalau ada yang melihat kita" ucap Bayu sembari mencoba melepaskan pelukan Gita.
"Temani aku malam ini, hanya malam ini, aku mohon" ucap lirih Gita, dan bagaikan disambar petir siang bolong, tentu saja ucapan Gita membuat Bayu takut, dan mungkin jika itu bukan dia, tapi laki-laki lain, tentunya tidak akan menolak, secara fisik tidak ada cela pada sosok Gita.
"Maaf Gita, aku hanya anggap kamu bos jika di kantor dan teman jika di luar, tidak lebih tidak kurang, jadi sekarang aku antar kamu pulang, dan setelah itu beristirahatlah" ucap Bayu, yang kemudian menuntun Gita masuk ke dalam mobil, dan kemudian memacu mobil milik ayah Ren menuju rumah Gita.
"Istirahatlah, jangan terlalu banyak pikiran, dan carilah kesibukan, untuk mengisi liburan mu besok" ucap Bayu sembari bermaksud pamit, tapi tiba-tiba Gita memeluknya dari belakang dan Bayu jelas mendengar kalau suara yang berbisik di telinganya bukanlah suara Gita.
"Ren milikku, dan jangan coba-coba untuk mengambilnya dariku" ucap Gita sembari tetap memeluk tubuh Bayu.
"Wanita ini untukmu, bukan Ren" ucap Gita yang jelas tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan.
Bayu mencoba melepaskan pelukan Gita, karena dia merasa Gita sudah mulai melampaui batas, dan Bayu sendiri merasa mulai sulit untuk mengendalikan dirinya, dan seakan tubuhnya sekarang dikendalikan oleh orang lain.
Bayu berhasil melepaskan pelukan Gita, tapi kepalanya pusing dan sekelilingnya terasa berputar hebat, dan melihat Bayu kesakitan, Gita kalut luar biasa, dan akhirnya normal kembali, dan bahkan tidak ingat kalau dia sudah memeluk tubuh Bayu.
__ADS_1