
Ren sebenarnya tidak begitu nyaman dengan kehadiran Gita, yang sering datang ke rumah sakit, alasannya memang masuk akal, menjenguk Bayu, tapi rasanya tidak setiap hari juga, dan itu selepas pulang kantor.
Entah kenapa Ren merasa hatinya sakit dengan sikap Gita pada Bayu, meskipun alasan Gita menjenguk Bayu, sebagai bentuk kepedulian atasan terhadap karyawannya.
Tapi yang Ren lihat, ada maksud tersembunyi dibalik sikap Gita. Apalagi secara fisik, Bayu memang memiliki tubuh yang proporsional dan atletis, tentunya sangat menarik bagi kaum hawa.
Ren masih tidak mengerti, apa maksud dari Gita, karena secara finansial, Gita mapan dan bahkan diusia yang masih sangat muda, tapi kenapa justru menyukai Bayu, yang notabene masih merintis karier.
Bayu sebenarnya tidak nyaman dengan sikap Gita, dia tidak mau dianggap mengambil kesempatan dalam kesempitan, setelah dianggap anak emas ayah Ren, dan Bayu tidak mau dianggap diistimewakan oleh Gita.
Tapi sebenarnya Bayu lebih mengkhawatirkan tanggapan Ren, karena Bayu jelas melihat raut wajah Ren yang terlihat tidak nyaman ketika Gita datang.
Sama halnya dengan Bayu, ketika melihat kedekatan antara Ren dan Dean, ada rasa cemburu yang ia rasa.
Sementara dengan Dean, ternyata diluar dugaan, menyukai Ren, tapi Ren tidak menyukainya, karena terlalu posesif.
Ren tak habis pikir, apa yang Dean suka dari dirinya, secara bukankah selama diluar negeri, Dean sudah bertemu banyak perempuan dengan berbagai macam tingkah laku.
"Kamu cemburu ya, melihat kedekatan antara Bayu dan Gita?" tanya Dean yang melihat Ren tidak mengalihkan pandangannya dari Bayu yang sedang bersama Gita.
"Cemburu? Siapa? Aku, nggaklah, hanya nggak suka saja dengan tingkah laku Gita, yang suka pamer body"
"Kalau aku lihat, sepertinya Gita menyukai Bayu, dan bagaimana kalau akhirnya Bayu luluh karena perhatian yang Gita berikan, karena secara fisik, Gita pantas dikagumi oleh laki-laki, " Ren benar-benar takut, kalau ucapan Dean menjadi kenyataan, Bayu tidak kuat iman, dan akhirnya, terperdaya dengan godaan Gita, yang suka memamerkan tubuh indahnya.
"Kamu tidak menyukai Gita?" tanya Ren pada Dean
"Tipe perempuan seperti Gita, sudah sering aku temui, jadi sudah biasa" ucap Dean dengan santainya, dan membuat Ren, mengambil kesimpulan, bahwa gaya hidup Dean selama diluar negeri, pasti bebas, dan Ren tidak mau jadi korban Dean, karena Ren bisa melihat, kalau Dean menyukainya, tapi yang membuat Ren tidak betah bersama dengan Dean, sikapnya yang kelewat posesif, bahkan sampai pergi ke rumah sakit saja, harus dia yang mengantar, padahal ayah Ren sudah mempekerjakan supir pengganti, selama Bayu belum sembuh.
"Besok aku dijemput supir pengganti, jadi jangan jemput aku di kelas kursus" ucap Ren pada Dean yang mengantarnya pulang.
"Yakin kamu dengan supir pengganti, kalau dia seceroboh supir kesayangan ayahmu bagaimana?"
__ADS_1
"Papa nggak pernah salah dalam mempekerjakan orang, jadi nggak perlu cemas" ujar Ren sembari berlalu dari hadapan Dean, dan kali ini Ren tidak menawarkan Dean untuk mampir, karena rasa kesalnya pada sikap Dean, yang merasa seolah-olah Ren adalah kekasihnya.
"Kapan sih, orang aneh itu pulang, menyebalkan sekali kelakuannya" Ren menggerutu kesal, dan memilih untuk mandi, karena dia merasa gerah.
"Non, mau bibi masakan apa untuk makan malam?" tanya bi Nina
"Terserah bi Nina saja, dan masak untuk jumlah kita di rumah saja. Soalnya papa dan mama sedang sibuk dengan pekerjaan mereka, di luar kota" jawab Ren sembari mengeringkan rambutnya, dan kemudian memilih duduk di balkon, sembari memandang ke arah kamar Bayu, yang gelap.
Ada rasa rindu yang menyeruak dihari Ren pada Bayu, dan entah benar atau salah apa yang ia rasakan saat ini, tapi itulah kenyataannya, dan Ren sangat tidak suka jika Bayu terlalu dekat dengan Gita, dan jika memikirkan hal itu, Ren jadi sedih.
Dia sudah pernah kehilangan, disaat lagi sayang-sayangnya, dan itu sangat menyakitkan, dan untuk bisa move on, butuh waktu yang tidak sebentar.
Sama halnya dengan Bayu, kisah cintanya juga seperti itu, diputus kekasihnya ketika akan melamar, dan dengan alasan yang sangat menyakitkan hati.
Itulah mengapa, butuh waktu yang cukup lama bagi Bayu, untuk membuka hatinya lagi, tapi kenapa justru yang dia pilih adalah anak bos nya sendiri
Bisa saja Bayu, menerima perasaan Gita, yang ia tahu, menyukainya, tapi cinta karena kasihan itu tidak akan bisa bertahan lama.
Bayu tahu bahwa Gita, tipikal perempuan yang haus kasih sayang, setelah bercerai dari suaminya, itulah yang Gita katakan tentang dirinya pada Bayu.
Tapi entah benar atau salah keputusan Bayu, yang secara terus terang, mengatakan kalau dia hanya menganggap Gita atasannya jika di kantor, dan teman jika diluar, tidak lebih tidak kurang, dan Bayu juga mengatakan, Gita bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari dirinya, karena Gita cantik dan masih muda.
Bayu bisa melihat raut wajah kecewa pada wajah Gita, tapi setidaknya dia sudah mencoba jujur, dengan perasaannya.
Tapi tetap saja Gita masih sering datang menjenguknya, dan menurut Gita, perhatian seorang teman baik, dan Bayu berharap, semoga saja benar adanya apa yang dikatakan Gita, karena dia tidak ingin melihat wajah kesal Ren lagi, ketika melihat dirinya bersama Gita
Seperti halnya ketika Bayu melihat Dean, yang terlihat mencoba menghalang-halangi Ren yang ingin bicara kepadanya, ketika berada di rumah sakit.
Terlebih, dengan kata-kata kasar yang sering Dean ucapkan kepadanya, sakit sebenarnya hati Bayu, tapi dia mencoba untuk bersabar, dan itu semua demi Ren.
Bayu sebenarnya bosan berada di rumah sakit, tapi apa boleh buat, kondisinya yang mengharuskannya untuk sementara berada di rumah sakit, dan karena tidak ada teman bicara, Bayu memutuskan untuk tidur.
__ADS_1
Begitu juga dengan Ren, dia bosan dengan rutinitas barunya ketika berada di rumah dan memutuskan untuk tidur, setelah selesai makan malam.
Tapi belum lama memejamkan mata, Ren merasa ada yang aneh dengan dirinya, kasur tempat tidurnya ia rasa basah, dan benar saja ketika sadar Ren sudah berada didalam air, dengan posisi tenggelam, padahal seingat Ren, dia bisa berenang, tapi kenapa dia sulit untuk berenang, dan seakan-akan dia tidak bisa berenang.
Ditengah rasa paniknya, Ren melihat seseorang datang ke arahnya, dan membantunya untuk menuju permukaan air, dan ia tidak tahu itu siapa.
Ketika membuka mata, Ren merasa dia bukan berada di rumahnya ataupun rumah sakit, tapi entah dirumah siapa.
Alangkah kagetnya Ren, saat melihat wajah pemuda yang membawa nampan berisi air dan makanan untuknya, itu adalah Bayu.
Ren berpikir keras, apakah saat ini dia kembali melakukan perjalanan waktu seperti waktu itu, 12 jam menghilang.
"Meira, kamu sudah sadar" ucap Bayu
Ren kaget ketika Bayu memanggil namanya Meira, siapa Meira, kenapa ada Meira akhir-akhir ini di kehidupannya.
"Aku sudah bilang untuk berhati-hati, kamu kan tidak bisa berenang, nyaris tenggelam, lupakan soal cincin yang hilang, aku bisa belikan lagi" ucap Bayu
Cincin, cincin apa, apa sebenarnya yang terjadi, Ren bingung, dan yang lebih membuat bingung Bayu berpikir kalau dia adalah Meira.
"Kenapa wajahmu terlihat bingung begitu? Apa ada yang sakit?" tanya Bayu
"Aku Ren, bukan Meira, siapa Meira" tanya Ren yang membuat Bayu heran.
"Jangan bercanda, kita baru saja merayakan wisuda kelulusan, dan kamu kehilangan cincin yang aku berikan, untuk hadiah kamu diterima kursus di tempat impianmu, bukankah kamu bilang ingin menjadi desainer, dan suatu saat nanti kamu akan punya rumah mode sendiri, itu cita-citamu kan? Dan kamu bilang, pemilik tempat kursus, sangat menyayangimu, dan mengatakan setelah kamu selesai kursus, dia akan menyekolahkan mu ke sekolah mode, di luar negeri, seperti impianmu" ucap Bayu sembari tersenyum ke arah Ren.
Ren bingung dengan semua yang sedang terjadi, Meira, kursus, rumah mode, luar negeri, apa maksud dari semuanya.
Sama halnya dengan Bayu, ia bahkan terbangun dan mencari keberadaan Meira, yang baru saja ia tolong karena nyaris tenggelam.
Antara mimpi dan kenyataan, Bayu seakan dibawa ke masa lalu, dan ia ingat, Meira nyaris tenggelam, dan itu adalah waktu dimana, seminggu sebelum Meira tiba-tiba mengatakan ingin putus.
__ADS_1
Sementara Ren, bingung sendiri karena ketika bangun lantai kamarnya basah seperti kena tumpahan air seember, dan karena tidak ingin mengganggu tidur bi Nina, mau tidak mau, Ren yang membersihkannya sendiri.
Ren yang masih bingung dengan apa yang ia alami, entah mimpi atau perjalanan waktu kembali ke masa lalu, membuatnya tidak bisa tidur, karena setiap kali dia memejamkan mata, yang ia rasakan adalah saat bagaimana ia tenggelam, dan seakan saat itu, ada seseorang yang melihatnya dari atas, tapi tidak mencoba untuk menolongnya, sampai akhirnya Bayu datang menyelamatkannya.