
Bayu yang masih belum menyadari, bahwa Meira yang Ren maksud adalah orang yang sama dengan Meira yang ia rindukan, tidak terlalu menghiraukan semua ucapan Ren.
Tapi ketika Ren menunjukkan foto Meira yang ia maksud, Bayu terperanjat, kaget dan tidak percaya.
"Apa maksudmu dengan membunuh Meira? Apa!! Jawab Ren!!" tanya Bayu emosi sembari memandang foto yang Ren tunjukkan kepadanya.
"Aku merampas kesempatan seseorang untuk hidup, aku sudah membunuhnya, jantung Meira ada padaku, jantung perempuan yang ada di dalam foto itu dan tidak seharusnya itu terjadi"
"Meira..." lirih Bayu, yang membuat Ren bingung.
Melihat perubahan sikap Bayu, Ren perlahan teringat tentang seseorang yang tidak ingin Bayu ceritakan, dan bahkan sampai membuat kedua sempat perang dingin.
Ren beranjak pergi meninggalkan Bayu, yang masih terdiam tidak percaya dengan apa yang ia baru saja dengar.
Meskipun Meira pernah membuat Bayu sakit hati, tapi tidak bisa dipungkiri, masih ada rasa cinta Bayu kepada Meira.
Semua sudah terjadi, disesali pun, Meira tak bisa kembali, dan tak ada yang bisa Bayu lakukan selain mendoakan Meira agar tenang.
Setelah mendengar penjelasan dari kedua orang tua Ren, tentang alasan kenapa mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan transplantasi jantung Meira kepada Ren, Bayu hanya bisa diam, ingin dia meminta keadilan untuk Meira, karena menurut Bayu, apa yang dilakukan oleh kedua orang tua Ren, tidak seharusnya mereka lakukan, apapun alasannya, Meira masih punya harapan hidup, meskipun tipis, tapi justru dirampas oleh kedua orang tua Ren.
Kedua orang tua Ren, menyesal, dan meminta Bayu untuk merahasiakan semuanya, bagi keduanya, kesehatan dan kebahagiaan Ren adalah yang paling berharga sekarang.
__ADS_1
Menurut kedua orang tua Ren, tidak ada artinya harta tanpa pewaris, jadi itulah alasan kuat mereka mengapa memilih mengorbankan nyawa Meira.
Meskipun pada akhirnya, Ren yang menjalani hidup dengan banyak keganjilan, karena pemilik asli jantung Ren, nampaknya ingin berkomunikasi dengan orang-orang yang pernah ia kenal selama hidupnya, dan seakan mengatakan bahwa Meira masih ada, hanya saja berada di tubuh orang lain.
Bayu akhirnya merahasiakan semua yang terjadi tentang Meira, seperti kesepakatannya dengan orang tua Ren, meskipun suara hati Bayu, mengatakan kalau dia kini akhirnya secara perlahan-lahan berubah menjadi manusia tanpa perasaan.
"Apa karena kamu membenci Meira, makanya kamu ikut semua rencana papa, untuk tidak lagi menuntut, dan membiarkan saja semuanya" tanya Ren yang kondisinya sudah mulai membaik.
"Aku tidak membenci Meira, aku masih menyimpan rindu untuknya, dan kenapa aku membiarkan semuanya, itu karena, aku tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya" ucap Bayu sembari memandang wajah Ren.
"Karena ada jantung Meira didalam tubuhku, jadi itu alasannya?" tanya Ren
"Karena aku menyukaimu, dan takut kehilanganmu, tapi aku takut apa yang kata hatiku saat ini katakan, semuanya akan menjadi bumerang untukku" ucap Bayu, yang membuat Ren kaget sejenak, tapi kemudian tersenyum.
"Aku seperti orang yang tidak tahu diri, setelah diberikan semua keistimewaan, dan kesempatan untuk hidup lebih baik, tapi masih meminta lebih"
"Kamu tidak meminta lebih, kamu hanya menyatakan apa yang kamu rasakan, untuk apa membohongi diri sendiri, sejujurnya, aku tidak menyukai Gita, aku takut kamu jatuh cinta padanya, secara dia cantik, dan menarik sebagai seorang perempuan" ujar Ren sembari bersandar pada punggung Bayu, dan begitu juga Bayu, karena saat ini keduanya memilih untuk duduk melantai di balkon, sembari memandang langit sore, dan mengutarakan isi hati masing-masing.
"Ada rasa marah, saat melihatmu bersama dengan Dean, aku takut sekali, kalau aku akan kembali kehilangan untuk yang kedua kalinya"
"Jika takut kehilangan tetaplah disini, bersamaku, apapun yang terjadi" ucap Ren sembari menggengam tangan Bayu, sementara mereka masih duduk saling membelakangi, alasannya dengan duduk seperti itu, mereka jauh lebih nyaman untuk mengungkapkan perasaan yang selama ini terpendam, karena jika saling berhadapan, rasanya seperti terintimidasi.
__ADS_1
"Kalau orang tuamu mengizinkan, aku tidak bisa menjanjikan apapun, menjalani hidup nggak bisa cuma bisa modal cinta, karena cinta nggak bisa di makan" ucap Bayu, yang membuat Ren tersenyum.
"Dengan modal cinta, dan kekuatan cinta, Taj Mahal di bangun, Candi Prambanan di bangun" ujar Ren
"Tetap saja butuh duit untuk beli perlengkapan dan bayar tukang, dan mereka raja, aku rakyat jelata, sementara kamu, putri raja yang manja" ujar Bayu sembari mengacak-acak rambut Ren.
"Aku yakin papa tidak akan melarang hubungan kita" ucap Ren sembari memeluk erat tubuh Bayu yang terdiam, karena posisi mereka di balkon, khawatir ada yang melihat, karena taruhannya adalah pekerjaannya. Bayu tidak bisa membohongi perasaannya, jauh sebelum dia tahu tentang kebenaran Meira, Bayu memang sudah tertarik kepada Ren, meskipun, pada awalnya, Bayu sempat menganggap Ren aneh.
Tapi perlahan-lahan, Bayu akhirnya menyadari, bahwa ternyata dia menyukai Ren, dan dia menyadari perasaannya tersebut, saat Dean datang.
Terlebih ketika Bayu mengetahui, apa yang Meira lakukan selama ini, dan apa yang membuat Meira memutuskan untuk meninggalkannya demi Dean, semua perempuan pasti tidak akan mampu menjalin hubungan tanpa kepastian, dan Bayu merasa, semua keputusan Meira yang memutuskannya saat itu, demi Dean, karena Dean bisa memberi Meira jawaban tentang masa depan, sementara dirinya tidak bisa memastikan akan seperti apa masa depannya dengan Meira saat itu.
Bayu bisa melihat ada sosok Meira yang berada di sisi Ren sembari tersenyum ke arahnya, dan kemudian pergi, dan tak terasa air mata Bayu mengalir, meskipun sudah sekuat tenaga ia tahan, dan akhirnya dia terisak didalam pelukan Ren, yang membiarkan Bayu menumpahkan semua perasaannya yang selama ini ia simpan sendiri.
Sementara Dean yang datang ingin menemui Ren, hanya bisa terdiam melihat apa yang terjadi pada Bayu dan Ren.
Dean menyukai Ren, dari sejak pertama bertemu, dan bukan karena Meira, meskipun Dean akhirnya tahu, jantung Meira ada didalam tubuh Ren saat ini.
Cinta Dean memang masih besar untuk Meira, tapi Meira sudah pergi meninggalkannya, dan itu karena kesalahannya sendiri, dan Dean ingin sekali menebus semua kesalahannya kepada Meira.
Dean meninggalkan kamar, kemudian turun menemui ibunya Ren, dan mengatakan, Bayu sudah bisa menenangkan Ren, dan Dean mengatakan akan kembali ke luar negeri lusa.
__ADS_1
Dean juga mengatakan, meskipun dia menyukai Ren, tapi dia tidak ingin melakukan kesalahan-kesalahan yang sama, seperti yang pernah ia lakukan terhadap Meira, karena rasa cintanya yang berlebihan justru akhirnya membuat orang yang ia cintai pergi untuk selama-lamanya.
Meskipun ada jantung Meira di dalam tubuh Ren, Dean sadar, kehidupan baru itu sepenuhnya sekarang milik Ren, dan dia tidak ingin mengusiknya lagi, dan berharap Ren bisa menjalani kehidupannya yang lebih baik bersama Bayu.