Rahasia Ren

Rahasia Ren
Jangan Jatuh Cinta


__ADS_3

Jika Ren mengingat kejadian Bayu tiba-tiba memeluknya, dia sering tertawa sendiri, dan menurut Ren, pastilah gadis yang berada didalam gambar dan sedang duduk di samping pohon yang ada disekolah, begitu berarti bagi Bayu.


Entah itu sahabat baiknya, atau bisa jadi mungkin pacarnya, pikir Ren, tapi biarkan saja semuanya menjadi rahasia, karena mereka memang sepakat, tidak akan ikut campur urusan pribadi masing-masing, dan kedekatan mereka, hanya sebatas teman dekat, dan jangan sampai jatuh cinta.


Karena diantara keduanya, memang tidak ada rasa suka, hanya saja, Ren sering merasa kalau antara dirinya dan Bayu, seakan sudah pernah bertemu dan saling mengenal.


Tapi bagaimana mungkin, perkenalan keduanya saja belum lama, dan tentunya rasanya aneh saja, belum pernah bertemu, tapi merasa pernah dekat.


Tak hanya Ren yang merasakan hal tersebut, Bayu juga rupanya sama, dan ketika mengingat kejadian di sekolah, dia merasa malu sendiri.


Terlebih saat menonton bioskop, tentunya sangat lucu ketika dia, Ren dan bi Nina berada di deretan bangku yang sama, dan dengan posisi bi Nina duduk di kursi bagian tengah.


Sebenarnya Bayu sedikit khawatir, takut ayah Ren tahu, kalau dia membawa Ren pergi ke sekolah, dan menonton film di bioskop.


Tapi bi Nina, bisa meyakinkan Bayu, bahwa semua rahasia akan tetap aman. Dan ayah Ren, tidak akan bertanya kemana saja Putrinya pergi, terlebih ketika melihat saat Ren pulang, dengan wajah sumringah.


Ada rasa senang yang aneh yang Ren rasa, setelah dia menghabiskan waktu bersama dengan Bayu, senang tapi bukan berarti cinta.


Karena Ren masih sulit untuk melupakan Ruli, jadi mustahil dia jatuh cinta pada Bayu, mungkin mengagumi bisa saja, tapi untuk cinta rasanya mustahil.


Bayu pun sudah memantapkan hatinya, bahwa ia harus serius bekerja, dan jangan sampai jatuh cinta. Karena saat ini urusan perut jauh lebih utama dari pada urusan hati.


Ren sebenarnya malas ikut ibunya ke butik, karena sedang menyelesaikan sebuah gambar. tapi setelah mendengar yang menjadi supir adalah Bayu, akhirnya dia mau menemani ibunya.


Tadinya ibu Ren, sebenarnya tidak ingin mengajak anaknya untuk mengecek butik, tapi jujur saja dari hati terdalam, ibu Ren, takut ketika kebiasaan Ren menggambar mulai lagi.

__ADS_1


Seperti sekarang, memang suasana hati Ren sedang baik-baik saja, tapi tetap saja sebenarnya aktivitas menggambar harus dikurangi, atau diganti dengan aktifitas yang lain.


Tapi ibu Ren bingung, dan dia mencoba dengan mengajak Ren untuk ikut disetiap aktivitas kegiatannya, selain arisan.


Semua yang ibu Ren lakukan, adalah atas saran psikiater, karena setelah melihat perubahan kondisi kesehatan Ren yang lebih baik setelah berada di luar lingkungan rumah, dan lebih banyak berinteraksi dengan orang banyak.


Karena ketika Ren hanya beraktivitas di dalam rumah, dia cenderung lebih sensitif, seperti kejadian ketika dia mendengar suara yang seakan marah padanya, karena mengatakan dia jahat.


Lagipula setelah Ren lebih banyak beraktivitas di luar, frekuensi dia mengunjungi psikiater menurun. Menurut dokter itu tanda-tanda kemajuan yang pesat.


Tapi tentunya ibu Ren tidak bisa serta merta langsung begitu saja melarang Ren, menggambar, hanya saja ibu Ren pikir, kalau perlahan kebiasaannya dihilangkan, mungkin bisa membuat Ren mencari aktivitas lain, selain menggambar.


Ren terdiam didepan sebuah etalase yang berisi sebuah dres mini, berwarna hitam dengan gambar bunga berwarna emas yang menjadi hiasannya.


Pandangannya tak beralih sama sekali, dan Bi Nina yang menyadari keanehan tersebut, mencoba mengajak Ren untuk melihat koleksi pakaian yang lain, karena memang butik sedang ramai.


Bi Nina khawatir, Ren akan kembali bertingkah aneh, karena masalahnya, jika sampai Ren membuat kegaduhan disaat butik sedang ramai.


"Aku ingin baju itu" sembari Ren menunjuk dres hitam dengan gambar bunga berwarna emas tersebut.


Bi Nina bisa merasakan, cara bicara Ren, bukanlah cara bicara Ren yang biasanya. Dan karena khawatir, bi Nina akhirnya memberitahu tentang kondisi Ren kepada ibunya Ren.


Ibu Ren akhirnya meminta stafnya untuk mengeluarkan pakaian dari dalam etalase, dan setelah gaun tersebut berada ditangannya Ren tersenyum, dan menurut ibunya, bi Nina, bahkan Bayu, senyuman yang Ren tunjukkan terkesan menakutkan.


Ibu Ren meminta bi Nina membawa Ren pulang, dan berpikir mungkin saja prilaku Ren yang aneh, karena Ren kelelahan.

__ADS_1


Tapi menurut bi Nina ataupun Bayu itu bukan karena kelelahan, tapi entah apa, karena terkadang memang Ren kerap menunjukkan sisi lainnya yang misterius dan menyeramkan, seakan bukan dirinya.


Terlebih bi Nina yang paling sering berinteraksi dengan Ren, jadi dia yang sering memperhatikan kebiasaan Ren.


Seperti ketika menggambar, raut wajah ataupun gesture tubuh Ren, sangat berbeda dari seperti biasanya, bahkan bi Nina yang pernah secara diam-diam, memperhatikan tingkah lakunya Ren yang sedang fokus menggambar, suara Ren ikut berubah, seperti bukan suaranya, bahkan terkadang seperti ada dua orang yang sedang berbicara, padahal hanya ada Ren sendirian.


Itulah juga yang menjadi alasan kenapa bi Nina, mengumpulkan semua gambar yang Ren buat, karena rasa penasarannya dengan apa yang Ren buat, dan apakah ada maksud tersembunyi dari semua gambar yang dibuat oleh Ren tersebut.


Bi Nina dari awal sebenarnya ingin menceritakan semuanya kepada kedua orang tua Ren, tapi kalau dia menceritakan semuanya, kasihan Ren, karena dia tidak memiliki kegiatan untuk mengusir rasa bosannya lagi.


Bi Nina, lebih suka Ren menggambar dari pada mengurus kebun bunga Bougenville miliknya, karena ketika berada di kebun bunga Bougenville, Ren lebih banyak murung nya dari pada bahagia.


Karena Ren akan teringat dengan Ruli jika berada di kebun bunga Bougenville, meskipun seisi rumah, sangat menyukai kebun bunga Bougenville tersebut, yang jika berbunga sangat indah, karena dengan berbagai macam jenis warna yang ada di sana.


Bi Nina mencoba mengalihkan perhatian Ren yang masih terlihat aneh, karena terlalu sibuk dengan dress yang ia kenakan, bi Nina mengajak Ren untuk mencari makanan atau pergi menonton film lagi.


Tapi Ren menolak, dan yang membuat baik bi Nina ataupun Bayu, suara yang dikeluarkan oleh Ren sangat berbeda.


Tentu saja hal ini membuat keduanya dicekam rasa takut, tapi karena posisi Bayu yang bertanggung jawab akan keselamatan semua yang ada di dalam mobil, Bayu harus bisa menguasai dirinya.


"Pakaian ini milikku, semuanya akan aku ambil alih, karena mereka sudah mengambil sesuatu yang berharga dariku" itulah perkataan Ren yang membuat bi Nina, merinding.


Seakan yang sedang berbicara bukanlah Ren, tapi orang lain, keganjilan yang semakin parah, dan membuat bi Nina juga Bayu bingung harus bagaimana.


Tapi perlahan keadaan Ren kembali seperti semula, dan justru merasa bingung, kenapa dia mengenakan dress padahal bukankah tadi dia sedang berada di butik ibunya.

__ADS_1


Bi Nina dan Bayu hanya tersenyum yang seakan dipaksa, dan bi Nina mengatakan, kalau tadi Ren ingin mencoba mengenakan dress tersebut, dan kemudian berjalan-jalan sebentar, tapi lalu tertidur, dan Bayu pun mengiyakan apa yang dikatakan oleh bi Nina.


Untungnya Ren tidak menaruh curiga dengan perkataan bi Nina, tapi tetap saja kejadian janggal yang baru saja terjadi membuat bi Nina dan Bayu masih dicekam rasa takut.


__ADS_2