
Ketika sedang duduk menikmati matahari pagi, sembari memperhatikan Bayu yang sedang mencuci mobil, Ren tanpa sengaja melihat ada seorang gadis yang sedang mengintipnya.
Ren yang penasaran bahkan sampai turun untuk memastikan, tapi Bayu mengatakan bahwa dari tadi dia sendirian, dan menurut Bayu, apa yang barusan Ren katakan, membuatnya takut.
Bi Nina yang melihat Ren bersama dengan Bayu, meminta Ren untuk naik, karena sarapannya sudah siap.
Ren mengatakan dia bosan kalau sarapan hanya ditemani oleh bi Nina, dan meminta Bayu menemaninya.
Tentunya permintaan Ren, membuat Bayu tidak nyaman, karena sebagai orang baru yang bekerja dengan ayah Ren, dia takut dianggap tidak tahu diri, hanya karena Ren menganggapnya sebagai teman.
Tapi bi Nina meminta Bayu, mengabaikan semua perasaan tak enaknya tersebut. Anggap saja sarapan pagi kali ini adalah permintaan dari seorang teman baik, lupakan soal status antara supir dan anak bos.
"Saya sarapan langsung untuk makan siang, jadi porsi jumbo, dan biasanya langsung nasi" Bayu menjelaskan soal apa saja yang biasanya dia makan untuk sarapan di pagi hari.
"Habiskan saja semua roti yang ada, kalau memang tidak cukup mengenyangkan, tidak ada nasi untuk sarapan pagi, pasti selama ini kamu sering kelaparan saat mengemudikan mobil papa" ujar Ren
"Tidak juga, karena kalau sudah mengantar tuan sampai ke kantor, saya bilang saya bawa mobil untuk mencari makanan, dan nanti setelah makan saya akan kembali ke kantor" Bayu menjelaskan.
"Perut karet" celetuk Ren sembari menyodorkan roti yang sudah ia beri isian selai coklat.
Mendengar Ren menjulukinya perut karet, Bayu tertawa, dan ketika melihat Bayu tertawa entah mengapa Ren tiba-tiba merindukan Ruli.
Ren sebenarnya sedang mencoba untuk tidak membuat Ruli sedih, karena seperti apa yang dikatakan bi Nina, kasihan orang yang meninggal kalau yang masih hidup masih belum mengikhlaskannya, dan bukan berarti yang Ren lakukan ini, adalah upaya yang dilakukannya untuk melupakan Ruli.
__ADS_1
Bagi Ren, Ruli masih menjadi pemilik hatinya saat ini, dan kalaupun dia saat ini dekat dengan Bayu, itu karena dia ingin punya teman bicara.
Karena suntuk tidak ada pekerjaan, Bayu memilih untuk mengisi hari liburnya dengan tidur, dan secara tidak langsung, itu artinya dia tidak ingin diganggu.
"Yang anak bos siapa sebenarnya?" celetuk Ren, sembari berkacak pinggang, dan membuat Bayu tertawa melihat tingkah laku Ren yang seperti anak kecil.
"Aku agak flu, jadi sebenarnya kita tidak boleh kontak secara langsung, takut menular" ujar Bayu, dan perkataan Bayu tentang Flu, membuat Ren menempelkan tangannya ke kening Bayu, dan tentu saja hal ini membuat Bayu kaget.
"Ya sudah istirahat saja, jangan lupa minum obat" ucap Ren sembari membungkus sisa roti yang ada diatas meja beserta toples selai cokelatnya.
"Nggak nyesal nih, dikasih semua sisa rotinya" ujar Bayu sembari memeluk roti beserta toples selai coklat yang diberikan Ren.
"Untuk tuan perut karet, nggak ada penyesalan, asal cepat sembuh, dan setelah itu, jangan sakit lagi ya, nanti aku nggak punya teman" ujar Ren lirih.
Bi Nina yang melihat kedekatan antara Bayu dan Ren, merasa bahagia, karena jika Ren merasa senang, insomnia yang Ren alami secara perlahan akan berkurang, dan halusinasi seperti yang didiagnosa psikiater akibat dari insomnia yang Ren alami bisa saja akan hilang secara perlahan-lahan juga.
Karena Bayu sedang istirahat, dan bi Nina sedang sibuk membuat cemilan baru hasil ide kreatifnya sendiri, jadilah Ren sendirian, ditemani matahari pagi, Ren memandang petugas taman sedang merapikan bunga Bougenville yang ia tanam.
Warna warni yang indah, menurut Ren, seindah kenangannya bersama Ruli. Dan akan ia simpan dalam ingatannya selama-lamanya.
Karena suntuk, Ren kembali dengan kebiasaannya kalau sedang sendirian dan dilanda bosan yang luar biasa, yaitu menggambar.
Ketika sedang asyik menggambar, Ren merasa ada seseorang yang memanggil namanya, dan seperti suara perempuan.
__ADS_1
Ren mencoba mencari arah suara perempuan yang memanggilnya, dan suaranya terdengar dari arah kamar Bayu.
Secara samar-samar, Ren melihat ada seorang gadis yang sedang berdiri disamping mobil, dan anehnya gadis tersebut menggunakan dress hitam motif bunga-bunga berwarna emas seperti miliknya.
Ren mengucek-ucek matanya, mencoba meyakinkan dirinya apakah yang ia lihat benar atau hanya halusinasi, dan Ren meyakini apa yang ia lihat benar adanya, karena tiba-tiba alarm mobil berbunyi, dan biasanya alarm hanya akan berbunyi jika disentuh baik itu disengaja atau pun tidak.
Ren turun menuju mobil yang baru saja Bayu cuci, dan kemudian mengamati area sekeliling dekat mobil, tidak ada siapapun disana, bahkan Bayu yang tertidur lelap pun terbangun karena mendengar suara alarm mobil yang berbunyi.
Karena melihat Ren berada didekat mobil, tentu saja Bayu pikir, Ren sedang iseng padanya, tapi setelah mendengar penjelasan dari Ren, Bayu mencoba percaya dengan apa yang Ren katakan, tapi kini dia diliputi rasa takut, siapa juga yang tidak takut, ketika alarm mobil berbunyi sendiri, tanpa ada yang membunyikan atau dengan sengaja menyentuhnya, padahal masih siang, belum waktunya para mahluk dari dunia lain berkeliaran, menurut Bayu.
Bayu meminta Ren, untuk tidak menggubris apa saja yang baru ia lihat, dan meminta Ren untuk melanjutkan menggambar.
Ketika sedang menggambar, lagi-lagi Ren mendengar suara seseorang memanggil namanya, dan kali ini arah suaranya dari ruangan lantai tiga rumahnya, dan seingat Ren tidak ada siapapun disana.
Karena penasaran, dan sebenarnya suara tersebut sangat mengganggu menurut Ren, dia akhirnya memberanikan diri untuk pergi ke lantai tiga rumahnya.
Seakan diajak untuk bermain hide and seek, suara tersebut seperti seakan meminta Ren untuk mencari dari mana arahnya berasal.
Suara seketika berhenti tepat dikamar yang biasanya bi Nina jadikan gudang, tempat penyimpanan gambar yang sudah lama Ren buat.
Ren ingin membuka pintu kamar gudang, tapi sayangnya terkunci, dan tadinya Ren ingin turun kembali ke kamarnya, tapi lagi-lagi suara tersebut meminta Ren untuk mencarinya.
Antara penasaran dan kesal, serta takut juga, tapi Ren tetap mencari darimana arah suara tersebut, dan seperti sedang dikerjai oleh pemilik suara tersebut, Ren diajak berputar-putar disekitar ruangan atas, dan lagi-lagi berakhir di kamar gudang.
__ADS_1
"Cari dan temukan aku" itulah suara yang Ren dengar, dan itu dari dalam kamar gudang, Ren yang takut akhirnya memutuskan untuk turun, tapi rasanya ruangan yang ia lalui tidak berujung, dan suara yang ia dengar dan memintanya untuk mencari pemilik suara dan temukan dia, bahkan kini bergema, dan karena ketakutan dan juga kelelahan, Ren akhirnya jatuh pingsan.