
Karena kejadian ciuman tempo hari, hubungan Ren dan Bayu menjadi canggung, ada rasa malu ketika keduanya kebetulan berpapasan.
Ren bahkan sering kali menolak ajakan ibunya untuk menemaninya ke butik atau shoping, dengan alasan dia sedang belajar membuat desain pakaian.
Padahal sebenarnya Ren merasa tidak nyaman jika bersama dengan Bayu, dan tentunya hal ini membuat bi Nina heran, karena biasanya keduanya akrab, atau mungkin saja mereka sedang bertengkar pikir bi Nina.
Ketika sedang mencoba belajar menggambar desain pakaian, Ren kesal sendiri, karena ternyata menggambar desain pakaian tidak semudah yang ia kira.
Padahal selama ini menggambar tumbuhan dan hewan atau manusia bagi Ren mudah saja, tapi kenapa menggambar desain pakaian bisa sesulit ini, batinnya, apakah karena dia tidak sekolah mode, makanya dia tidak paham benar bagaimana sebenarnya proses merancang pakaian yang dimulai dari desain.
Karena bosan, Ren akhirnya kembali menggambar sesuai keahliannya, dan tanpa dia sadari kalau yang ia gambar adalah sesuatu yang akan terjadi pada Bayu, dan nampaknya pola gambar Ren perlahan berubah, jika dulu gambarnya membaca masa lalu, tapi sekarang gambar yang ia buat membaca apa yang akan terjadi.
Bayu yang masih kepikiran tentang ciumannya dengan Ren, menjadi uring-uringan, karena selain merasa bersalah, dia juga bingung mencari cara, untuk memperbaiki hubungan mereka, agar tidak canggung.
Jam pulang kantor sebentar lagi, dan itu artinya Bayu harus bersiap-siap untuk menjemput ayah Ren, dan tanpa ia sadari kalau sedari tadi ada seseorang yang gerak geriknya mencurigakan, dan entah siapa yang orang tersebut tunggu.
Dan ketika melihat ayah Ren keluar dari kantor, Bayu buru-buru membuka pintu mobil untuk ayah Ren, tapi tiba-tiba ada seseorang yang berlari ke arah mereka, dan seperti mengeluarkan sesuatu dari balik jaket yang dikenakannya, dan kemudian mendekati ayah Ren, melihat hal itu reflek Bayu mendorong tubuh ayah Ren hingga terjatuh, dan akhirnya dia yang menjadi sasaran orang tersebut.
Bayu terluka karena tusukan orang tersebut, yang ternyata adalah mantan karyawan ayah Ren, yang merasa pemecatannya tidak sesuai prosedur, karena dia sama sekali tidak melakukan pelanggaran.
Bayu dibawa ke rumah sakit, sementara pelaku penusukan diamankan ke kantor polisi, dan ayah Ren juga meminta sekretarisnya untuk mengecek perkataan pelaku penusukan tersebut, apakah benar atau hanya mengada-ada.
__ADS_1
Ren yang tahu tentang penusukan yang terjadi pada Bayu, meminta ibunya untuk mengantarkannya ke rumah sakit.
Beruntung luka yang Bayu alami tidak begitu parah, tapi dokter memintanya untuk istirahat. Ren yang melihat keadaan Bayu yang masih lemah dan terbaring di ranjang rumah sakit, merasa tidak tega.
Bayu tersenyum saat melihat Ren datang, dan entah kenapa, Bayu merasa jika tidak mendengar suara Ren, rasanya aneh.
Canggung masih nampak, ketika Ren hanya bisa tersenyum tanpa menanyakan apapun, padahal sebenarnya banyak sekali yang Ren ingin tanyakan.
Melihat gelagat aneh Ren, ayahnya meminta Ren mendekat kepadanya, dan menjelaskan kalau Bayu sudah menjadi penolongnya, kalau saja Bayu tidak menyadari ada orang yang ingin mencelakainya, mungkin yang terbaring di ranjang rumah sakit sekarang adalah dirinya.
"Terimakasih karena sudah menolong ayahku" ucap Ren sembari tersenyum ke arah Bayu, dan Bayu hanya membalas dengan senyuman, karena meskipun hanya luka kecil, tapi tetap saja yang namanya luka pasti sakit.
Atau kadang di hari Bayu libur kerja, karena kedua orangtua Ren sedang berada diluar kota, Ren pergi ke garasi, dan dengan sengaja membuat alam mobil berbunyi, dan itu membuat Bayu kaget dan terbangun dari tidurnya.
"Dia milikku" suara seorang perempuan membuyarkan lamunan Ren, tapi ketika Ren mencari siapa yang bicara, dia tidak menemukannya, aneh pikir Ren, tidak ada siapa-siapa, tapi kenapa ada yang bicara, setahu Ren, bi Nina sudah tidur, karena memang hari sudah larut, tapi mata Ren tak juga kunjung mengantuk.
"Dia milikku" lagi-lagi suara tersebut terdengar dan kali ini jelas sangat dekat di telinga Ren, tapi tidak ada siapa-siapa didekatnya, dan tentu saja hal ini membuat Ren takut, dan kemudian bergegas meninggalkan balkon, kemudian masuk ke kamarnya.
Kenapa hal mistis sering ia alami, apa yang salah sebenarnya pada dirinya, semua keanehan yang terjadi padanya, membuatnya benar-benar lelah.
Entah kenapa pandangan Ren tertuju pada sebuah cermin besar yang ada di dalam kamarnya, ia teringat dengan perjalanan kembali ke masa lalu selama 12 jam, dan sejujurnya jika ditanya apakah Ren benar-benar percaya dengan perjalanannya melintasi waktu yang pernah ia lakukan, ia akan menjawab ragu.
__ADS_1
Karena menurut psikiater yang selama ini menangani Ren, mengatakan apa yang Ren alami adalah halusinasi.
Tapi apakah jika Ren menceritakan kepada psikiater, tentang gambar yang ia buat sebagiannya adalah potongan dari kisah masa lalu, psikiater tersebut akan percaya, atau justru Ren malahan akan didiagnosa benar-benar menderita gangguan jiwa.
Lalu kepada siapa Ren menceritakan semuanya, bi Nina percaya dengan apa yang Ren ceritakan, tapi apa hanya dengan percaya saja, semuanya bisa selesai begitu saja.
Ren ingin semuanya berakhir, dia benar-benar ingin hidup normal, ia sedih, selalu dijauhi teman-teman sebayanya, karena menganggapnya tidak normal, dan karena hal itu dia harus menjalani masa remajanya tanpa teman, dan kesepian.
Berbicara sendirian, menggambar sesuatu yang aneh, mistis serta menyeramkan, siapa yang ingin berteman dengannya.
Bahkan untuk pasangan, ayahnya sampai harus turun tangan mencarikan untuknya, tapi ternyata Ren harus menerima kenyataan, dia dikhianati.
Tapi ketika menemukan belahan jiwa, Tuhan justru mengambilnya terlalu cepat, dan sekarang, dia bingung sendiri dengan perasaannya terhadap Bayu, perjanjian keduanya hanya berteman, jangan jatuh cinta, tapi yang terjadi sebaliknya.
Ren membodohi dirinya sendiri, kenapa melanggar perjanjian yang ia buat, tapi Ren benar-benar tidak ingat apa yang membuat mereka bisa berciuman, dan yang dia ingat ketika Bayu tiba-tiba sudah mencium bibirnya saja.
Ren tiba-tiba teringat dengan gambar yang ia buat sebelum Bayu terluka, dan alangkah kagetnya Ren, karena melihat apa yang ada didalam gambar, benar-benar menggambarkan apa yang terjadi pada Bayu.
Ren merobek kertas yang berisi gambar seorang laki-laki tergeletak di lantai dengan pisau yang masih menancap di perut, sementara darah membasahi sekitar tempat kejadian.
Ren bingung dengan jalan hidupnya, dan bertanya pada dirinya sendiri apakah kemampuan menggambarkannya ini sebenarnya anugerah ataukah kutukan.
__ADS_1