RAMA SANG PUTRA DEWA

RAMA SANG PUTRA DEWA
Bab 22 Tersadarnya Dewa Tunggal (PDPS)


__ADS_3

Di sisi lain Gama yang sedang menghadapi Arjuna pun terlihat sudah sangat kuwalahan, sedangkan untuk Arjuna sendiri masih terlihat bugar.


Itu berkat matanya yang mampu mengukur ketepatan dalam penyerangan.


Padahal tingkat kekuatan Gama terbilang cukup tinggi karena dia sudah berada di tingkatan Fana sekarang, namun tetap saja masih kuwalahan saat melawan Arjuna.


Entah seberapa tinggi tingkat kekuatan Arjuna.


Gama sudah mencoba berbagai tehnik jurus, serangan jarak dekat dan jarak jauh , tapi lawannya sungguh kuat bahkan lawannya tak mendapat luka sedikitpun.


Setiap serangan jarak dekat dari Gama mampu di baca oleh Arjuna, dan serangan jarak jauhnya entah itu segel, atau sebuah jurus dan energi dapat di tangkis dengan mudah.


Gama sampai bingung harus menyerang bagaimana, karena serangan energinya pun mampu di serap oleh mata milik Arjuna


”Baiklah akan ku coba ini” gumam Gama dengan nafas yang terengah-engah.


Selanjutnya dia merapalkan sebuah mantra, dan memegang perutnya dengan tangan kanannya yang sudah terlapisi sebuah energi ungu.


“Gerbang kematian, Terbukalah” ujarnya lirih.


Dan setelah itu, tangan Gama yang memegang perutnya  menembakan sebuah energi masuk ke dalam tubuhnya hingga menciptakan sebuah ledakan energi pada dirinya.


”Hughh..“ rintihnya menahan sakit pada tubuhnya sendiri.


Setelah itu tubuh Gama terlihat seperti memancarkan sebuah sinar berwarna hitam yang menutupi tubuhnya.


Di sisi lain Arjuna yang menyaksikan itu, mengernyitkan dahinya, karena mendapat firasat buruk setelah ini.


Arjuna melompat menjauhi Gama, karena merasakan adanya penyerapan energi yang cukup besar.


Tubuh Gama yang terlapisi sebuah energi hitam perlahan memudar, dan menampakkan sebuah wujud yang sangat mengerikan.


Gama berevolusi menjadi sosok makhluk bersayap dan tubuhnya terdapat sebuah rantai yang menyilang dengan energi kegelapan yang sangat pekat, dan hanya menggunakan kain berwarna hitam untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.


Taringnya memanjang, dan kini memiliki tanduk kecil di tengah dahinya, di ujung tanduk itu terdapat sebuah api kecil berwarna biru.


Matanya berubah menjadi hitam pekat, tongkat yang selalu dia bawapun juga ikut berubah menjadi sebuah tali yang di genggam pada kedua tangannya.


Dan itulah wujud dari Gama yang sebenarnya, setelah segel dirinya di buka oleh sahabatnya dulu.


Namun ada resiko di balik kekuatan itu, yang mana jika penggunanya menggunakannya secara maksimal atau berlebihan dengan jangka waktu yang lama, pengguna segel kematian itu akan mati tersedot jiwanya.


”Sungguh sosok gelap yang mengerikan, sejak kapan Huda memiliki makhluk seperti itu” gumam Arjuna dari kejauhan dengan wajah yang masih tenang.


Ketika Arjuna masih mengamati perubahan Gama, dia sampai tidak sadar bahwa gama sudah mengeluarkan serangan yang mematikan sedang menuju ke arahnya.


”Si-sial aku lengah” gumamnya.


Dhuarr…

__ADS_1


Dhuarr ...


Suara ledakan yang sangat besar, itu berarti Arjuna terkena serangan yang di lontarkan oleh Gama, Namun dengan kecepatan matanya, Arjuna mampu membuat perisai menutupi tubuhnya.


Dan ledakan itu terjadi karena bentrokan jurus Gama dengan perisai milik Arjuna.


Terlihat Arjuna yang masih diam tak bergerak meskipun sudah terkena serangan dari Gama, yang menandakan bahwa memang kekuatan Arjuna masih jauh di atas Gama, meskipun Gama sudah menggunakan kekuatan penuhnya.


”Si-sial.. makhluk macam apa dia sebenarnya” gerutu Gama dengan suara parau


”Akan ku coba menyerang jarak dekat lagi” lanjutnya.


Setelah itu dia melesat menuju tempat Arjuna, dan tiba-tiba menghilang setelah akan sampai tinggal beberapa meter saja.


”Hughh.. aaa” suara teriakan Arjuna, yang terkena telak tendangan dari Gama.


”Berhasil.. jadi seperti itu cara kerja matanya, baiklah” gumam Gama.


Ternyata dia menghilang menggunakan portal dimensi dan muncul kembali di belakang Arjuna, dengan di barengi sebuah tendangan yang mengenai telak pundak dari Arjuna.


”Si-siaall, bagaimana bisa, makhluk yang pintar” gumamnya.


Dia menyeimbangkan tubuhnya, dengan menendang udara agar tidak terjatuh ke daratan.


Setelah itu , dia akhirnya melesat kembali, namun dia akan lebih berhati hati lagi dan menjaga jarak.


Gama yang melihat itu, kemudian dia juga ikut melesat menyambut serangan Arjuna.


Pertarungan jarak dekat pun kembali terjadi, namun bedanya saat ini terlihat Gama yang lebih unggul.


Gama berhasil memojokan lawannya dengan cara yang sama, namun itu juga membuat dirinya semakin melemah.


Karena menggunakan portal dimensi secara terus menerus itu harus mengeluarkan kekuatan yang lebih besar.


”Cihh.. jadi seperti itu cara kerjanya, aliran energi pada tubuhnya terlihat mengurang lebih cepat saat menggunakan portal dimensi” gumam Arjuna dalam hati.


Yang saat ini dia sedang terkena tendangan lagi di kepalanya, hingga membuatnya terbang.


“U-uhukk.. cukup kita bermainnya makhluk sialan” teriaknya.


”Aku akan menyingkirkanmu, tapi tidak dengan tubuhmu yang spesial” lanjutnya.


Arjuna ternyata memang sengaja agar terkena pukulan dan beberapa jurus dari Gama.


Dia adalah makhluk yang cerdas, yang mampu berfikir cepat.


Dia mengorbankan dirinya agar terkena pukulan dan jurus dari Gama guna untuk membaca dan mengukur energi yang di gunakan Gama.


Dan itu sangat berhasil, ketika tubuhnya terkena pukulan dari gama, dia menyedot sedikit energi milik lawannya, untuk melihat aliran energi yang ada pada tubuh Gama.

__ADS_1


Itu adalah salah satu kelebihan dari mata miliknya, mampu melihat aliran energi pada tubuh seseorang dengan menyerap sedikit energi lawannya.


Gama yang mendengar perkataan dari lawannya itu sontak terkejut, karena dia baru sadar telah masuk ke dalam jebakan lawannya.


Dia pun lantas kembali mundur, guna melihat apa yang akan lawan lakukan setelah ini.


”U-uhukk.. sepertinya tubuhku sudah tidak bisa menahan kekuatan ini lagi” gumamnya setelah memuntahkan sedikit darah karena energinya yang mulai terkikis oleh jurusnya sendiri.


”Si-siall, mengapa ada makhluk sekuat itu di semesta wandasukma” lanjutnya.


Setelah itu Gama melihat lawannya sedang merapalkan sebuah mantra, dan ada sedikit celah pada tubuhnya.


Lantas dia pun mengambil kesempatan itu untuk menyerangnya.


Gama membuka portal dimensi di belakangnya dan muncul kembali di belakang Arjuna.


”Rantai jiwa, keluarlah” teriak Gama.


Setelah mengucapkan itu, kini terlihat beberapa rantai yang sama seperti yang mengikat tubuhnya keluar dari punggungnya dan melesat menuju beberapa organ tubuh Arjuna.


Rantai itu mencoba meraih tangan,kaki, leher,dada dan punggung Arjuna dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan rantai itu benar-benar mengikat semua organ tubuh Arjuna, lalu perlahan mencoba menyerap jiwanya.


Namun terlihat ada sedikit senyuman pada bibir Arjuna, sepertinya dia memang sudah tahu akan hal ini dan sengaja menjebak lawannya agar mendekatinya.


Dan memang itu adalah sebuah rencana dari Arjuna, untuk memisahkan jiwa dan raga milik Gama.


Dhegh..


Suara detak jantung Gama seperti terhenti seketika, dia mendapat firasat yang sangat buruk setelah ini.


Dan benar saja, Rantai milik Gama yang sudah mengingkat tubuh Arjuna itu seperti malah berbalik menyerangnya.


Hingga terlihat jiwa yang terserap oleh rantai itu malah jiwa milik Gama sendiri.


Terlihat sedikit demi sedikit jiwa milik Gama keluar dari dalam tubuhnya.


”Ehhhnnm.. a-aa-aa” suaranya lirih menahakan sakit.


“Hahaha, kau memang pintar dalam menyerang, tapi kau lupa sedang melawan siapa makhluk bertanduk, hahaha” ucap Arjuna dengan tawanya.


”Akulah si Mata Neraka, hahahha” teriaknya sombong di depan Gama.


Sontak Gama pun terkejut bukan main setelah mendengar itu, karena menurutnya Mata Neraka adalah sebuah legenda yang ada di semesta wandasukma.


Dan belum ada yang pernah bertemu dengannya, itulah yang pernah di ceritakan oleh sahabatnya dulu yaitu Dewa Azar.


Bahkan Gama pun mendengar nama itu hanya dari sebuah cerita, dan kini ternyata dirinya telah berhadapan langsung dengan sosok legenda semesta wandasukma.


***

__ADS_1


__ADS_2