RAMA SANG PUTRA DEWA

RAMA SANG PUTRA DEWA
Bab 29 Sosok Wanita Asing (PDPS)


__ADS_3

Sosok wanita cantik itu memiliki rambut yang panjang dan berwarna hitam pekat, dengan bola mata yang sedikit besar, dan bibir tipis yang indah.


Tubuhnya sangat ramping, dan terdapat sebuah gelang emas di tangannya.


Jika di amati lebih dekat lagi gelang itu mempunyai ukiran seperti sisik ular.


Dia kini terlihat sedang kebingungan dengan tatapan mata yang kosong.


Bibi Hasa yang melihat itu pun langsung segera menghampirinya dan ingin menananyakan beberapa hal kepada wanita itu.


Namun sesampainya di hadapan wanita itu, bibi Hasa mengurungkan niatnya, Dia tiba-tiba saja merasa iba kepada wanita itu.


Lalu dengan lembut bibi Hasa mulai membuka suara dan bertanya.


“Gadis cantik apakah aku boleh menanyakan sesuatu?". ungkap bibi Hasa yang sudah duduk di depan wanita itu. Namun wanita itu masih terlihat kebingungan.


Di sisi lain Rangga yang melihat itu merasa ada yang aneh pada wanita itu, dan mencoba bertanya kepada Rama yang kini sudah berada di samping Rangga.


“Paman.?” Ungkap Rama yang mendahului ucapan dari Rangga.


Hingga ternyata Rama juga telah menyadari bahwa ada yang aneh pada tubuh wanita cantik itu.


“Apa kau juga merasakannya Rama .” jawab Rangga


“Hum-umm” angguk Rama.


“Apa yang kau rasakan Rama.?” jawab Rangga yang masih mengamati wanita cantik itu.


“Aku merasakan ada sebuah energi yang sangat aneh di dalam tubuh wanita itu paman, karena saat aku memulihkannya tadi ada satu energi dalam tubuhnya yang menolak energiku, tapi aku coba paksakan dengan energi langitku paman, dan itu berhasil.” jawab Rama.


“Benar dugaanku.” jawab Rangga.


Sedikit penjelasan, energi langit adalah julukan dari Rama sendiri mengenai energi yang berwarna biru muda yang saat ini hanya baru di miliki oleh Rama, Dewa Wasa, Bibi Hasa.


“Apa maksud paman.?” Tanya Rama bingung.


Rama memang memiliki energi yang sangat besar dan langka, dia juga memiliki kanuragan yang tinggi, bahkan saat di usia mudanya saat ini, dia sudah melampaui Rangga, Akan tetapi Rama tetap saja masih belum memiliki banyak pemahaman tentang seluruh makhluk dunia, yang membuatnya sulit mengerti akan arah pembicaraan Rangga.


“Aku juga melihat ada satu energi aneh di dalam tubuhnya yang tidak bisa menyatu dengan energinya yang lain Rama,” jawab Rangga yang membuat Rama mengernyitkan dahinya.


“Bagaimana paman bisa tahu.?” jawab Rama penasaran.


“Inilah kelebihan dari mata kananku yang berwarna cokelat Rama, mata ini tercipta setelah aku mampu menguasi energi Api yang ada pada tubuhku, dan setelah mataku seperti ini, aku jadi mampu melihat aliran energi yang ada pada tubuh semua makhluk tanpa menyentuhnya namun mata ini tak sehebat milikmu yang mampu menembus segel apapun.” ungkap Rangga yang membuat Rama terkejut dan semakin penasaran.


Namun Rama tidak bertanya lagi karena kini terlihat wanita cantik itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah energi berwarna merah, dan energi itu telah menyelimutinya.


Bibi Hasa yang berada tepat di depannya pun langsung melompat menjauh, tapi karena dirinya tidak siap, dia terkena sedikit serangan dari energi merah yang menyeruak keluar hingga membuat dirinya terpental.


Beruntung Rama yang sedari tadi waspada sadar akan adanya bahaya, dan dia langsung melesat menyambar tubuh bibinya itu.


Rama kini terlihat sedang melayang menggendong tubuh bibi Hasa yang ternyata bibinya itu kini pingsan terkena energi yang keluar dari wanita cantik itu.


Rangga yang melihat Rama telah melesat dan sedang membopong tubuh kekasihnya pun langsung menyusulnya.


“Paman tolong bawa bibi Hasa menjauh, aku akan mencoba untuk menyegel wanita aneh itu.” ungkap Rama setelah pamannya datang.


Rangga yang mendengar itu pun langsung mengambil tubuh kekasihnya dan menjauh dari tempat itu dan mengamatinya dari jauh sembari menunggu kekasihnya sadar.


Setelah itu terlihat Rama pun menghilang dan muncul kembali di depan wanita cantik itu.


“Siapa kau anak muda,?” tanya wanita cantik itu dengan suara laki-laki setelah melihat Rama ada di hadapannya.


“Seharusnya aku yang bertanya kepadamu makhluk asing, kau telah melukai bibiku dengan energimu.” Jawab Rama dengan tenang.


“Hahahaha… Sebelum aku mengatakan namaku, aku akan berterima kasih kepadamu, karena berkat dirimu wanita ini tidak jadi menemui ajalnya.” Jawab sosok laki-laki yang berada pada tubuh wanita cantik.


Rama yang mendengar jawaban itu pun sedikit mengernyitkan dahinya dan menunggu jawaban selanjutnya dari sosok itu.


“Baiklah, karena kau tadi menanyakan siapa diriku, maka akan ku jawab. Aku adalah Batara Graha dan wanita ini adalah Ana,” Jawab sosok itu.

__ADS_1


~


Rama yang masih penasaran dan bingung pun lantas bertanya kembali.


“Apa yang kau inginkan Paman Batara, mengapa kau berada pada tubuh wanita itu, dan mengapa kau menyerang bibiku?" tanya Rama penasaran.


“Kau sungguh pemuda yang tegas, bahkan kau tidak bertanya aku berasal dari mana.” jawab sosok Batara Graha.


Rama yang tidak kunjung mendapat jawaban dari lawan bicaranya pun kini terlihat mengeluarkan 4 energi dalam tubuhnya secara bersamaan yang sudah dia kuasai untuk berjaga jaga bila lawan bicaranya itu akan menyerang diam-diam.


Namun yang membuat Rama terkejut, lawannya hanya tertawa dan tidak memperdulikannya, bahkan lawan bicarannya itu tidak merasa tertekan oleh energi yang dia keluarkan.


“Hahaha… Akhirnya aku tahu, mengapa dirimu mampu membangkitkanku pemuda, Ternyata kau adalah pemilik energi Langka, dan ternyata kau adalah putra dari si Wasa bodoh itu.” ungkapnya yang masih dengan tawa.


“Mengapa dia tahu tentang ayah.” gumam Rama di dalam hati yang masih menatap tajam sosok wanita cantik.


“Aku tahu kau kini sedang kebingungan bocah, baiklah aku akan menjelaskannya, tapi tariklah kembali energi yang kau keluarkan itu, karena kita sedang diawasi dari balik awan” Ungkap sosok batara itu, lalu kemudian dia pun juga menarik kembali energi merahnya sehingga Rama pun juga mengikutinya.


Meskipun Rama menuruti perkataan lawan bicaranya itu, dia tidak mengurangi sikap waspadanya.


Setelah itu wanita cantik itu kini duduk bersila dan menyuruh Rama juga untuk duduk di hadapannya.


Di sisi lain Rangga yang melihat itu pun terkejut karena sosok wanita itu kini malah duduk berhadapan bersama Rama.


Lantas dia pun tanpa berpikir panjang juga melesat turun dan mendarat tepat di samping Rama yang kemudian disuruh untuk duduk juga oleh sosok yang berada pada tubuh wanita cantik itu.


Sebenarnya Rangga sedikit kaget karena sosok wanita cantik itu mengeluarkan suara laki-laki, namun rasa kagetnya itu hanya sebentar, yang mana di alam semesta wandasukma sering sekali terjadi seperti itu.


“Baringkanlah wanita itu di depanku, aku akan memulihkannya, aku sunggu minta maaf karena terlalu senang dan tidak menyadari ada seseorang di sekitarku.”


Setelah itu, sosok wanita cantik itu mengeluarkan sebuah energi berwarna merah, dan mengalirkannya di tubuh Bibi Hasa, Hingga tak berselang lama pun Bibi Hasa akhirnya kembali tersadar.


Bibi Hasa yang sudah tersadar pun melihat Rama dan kekasihnya sedang duduk di belakangnya, karena dia merasa ada yang aneh, dia pun juga langsung berpindah duduk di samping kekasihnya dan mengamati sosok wanita yang ada di depan mereka dengan aura yang mengerikan.


“Baiklah, aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu.” Ungkapnya memulai pembicaraan.


“Haihh. Ternyata dia sudah mengetahuinya, Dia terlihat sangat berhati-hati seperti ayahnya,” gumam sosok yang ada pada tubuh Ana.


Setelah Rama menghilang, terjadi sebuah ledakan yang sangat besar di atas mereka, yang membuat sosok Ana, Rangga, dan Hasa menengok ke atas.


“Haisssh.. Salah siapa kau mengawasinya terus-menerus dari tadi.” gumam sosok yang ada di tubuh Ana .


Di atas awan, kini terlihat sosok Dewa yang sangat tampan, dan wujudnya menyerupai wajah dari ayah Rama, dia kini terlihat sedang menggaruk kepalanya yang tidak gatal bersama senyum bodohnya.


Hal itu pun membuat Rama terkejut, dan langsung bertanya akan siapa sosok yang mengawasinya itu,


“Aku tahu kau mengawasiku selama ini Tuan, namun siapakah dirimu dan apa tujuanmu mengawasiku?” tanya Rama dengan tenang.


Namun sebelum sosok yang di tanya Rama itu menjawab, ada sebuah teriakan yang sangat keras dari daratan yang memanggil namanya.


“Woeee Azar, kemarilah, apa kau tidak merindukanku?” teriak sosok batara yang berada pada tubuh Ana.


Dia yang mendengar itu pun langsung menghilang membawa Rama turun dan menemui sosok yang memanggilnya itu.


Dan ternyata yang telah mengamati Rama dari balik awan selama ini adalah sosok Dewa Azar, Dia sengaja mengamati Rama karena dia ingin mengawasi energi yang disegel oleh Dewa Wasa  pada tubuh Rama.


Setelah sampai di daratan, dan mengetahui sosok yang memanggilnya berada dalam tubuh seorang wanita pun membuatnya tertawa terbahak-bahak.


“Hahahaha. mengapa kau berada di tubuh gadis itu Graha,” Tanya Dewa Azar dengan tawanya.


“Sialan kau Azar,” maki Batara Graha.


Di sisi lain Rangga, Rama, dan bibi Hasa yang melihat itu pun saling memandang, dan mengernyitkan dahinya, karena melihat kelakuan mereka yang terlihat cukup akrab.


“Apa yang kau lakukan di semesta ini Azar.” Tanya Batara Graha yang membuat Dewa Azar langsung menghentikan tawanya.


“Aku mengawasi energi langka yang ada pada tubuh putra dari muridku Graha. sedangkan kamu, apa yang kau lakukan di dunia ini, dan mengapa kau bisa berada di tubuh gadis ini.” jawab Dewa Wasa.


“Pantas saja energi dan rupanya banyak sekali yang sama dengan bocah bodoh itu.” jawab Batara Graha.

__ADS_1


Setelah itu mereka berdua duduk berdampingan dan di depan mereka terdapat Rangga,Rama dan bibi Hasa yang sedang menunggu sebuah jawaban dari kedua orang aneh itu.


~


Lalu kemudian Batara Graha menceritakan sedikit tentang bagaimana dirinya bisa berada di sini.


Dia bercerita bahwa sebenarnya di sedang melakukan pertapaan yang panjang, guna untuk membuka segel terakhir dari kekuatan tubuhnya.


Namun saat sedang melakukan pertapaan dia merasakan ada salah satu energi dari keturunannya yang bangkit, hingga membuatnya harus menunda pertapaannya dan mencari energi itu sehingga dia menemukannya pada tubuh gadis ini.


Setelah itu dia akhirnya memasuki tubuh gadis itu dan mengambil alih untuk sementara, karena jika tidak maka energi merah itu akan membunuh pemiliknya, yang mana pemiliknya sedang dalam kondisi yang hampir mati.


Lalu kemudian dia bercerita tentang Dewa Azar yang adalah sahabat terdekatnya, dan Dewa Azar juga adalah salah satu guru dari Dewa Wasa.


Mereka berdua adalah sosok legenda semesta ketika mereka masih menjadi Kesatria Raya untuk mendamaikan seluruh semesta yang ada di alam raya ini.


“Maha Dewa Azar.?” Teriak Rangga dan kekasihnya bersamaan dan di sisi lain Rama menggumamkan nama Ayahnya.


”A-ayahh..“ Gumam Rama lirih.


Ungkap ketiga orang itu secara bersamaan karena terkejut.


karena menurut Rangga dan Hasa, Dewa Azar hanyalah sosok legenda dalam cerita, dan untuk Rama sendiri dia terkejut karena ternyata Ayahnya memiliki seorang guru.


Lalu Batara Graha juga berkata bahwa gadis yang di singgahinya sementara ini adalah seorang putri dari semesta Danuwisma yang mana semesta itu terletak sangat jauh dari semesta Wandasukma.


Dia juga tidak tahu mengapa dia memiliki anak turun di semesta yang amat sangat jauh, tapi dia tidak pedulikan itu, karena menurutnya itu adalah sebuah rahasia semesta.


Setelah itu mereka bercerita lagi cukup lama, hingga akhirnya Batara Graha memutuskan untuk berpamitan pulang.


Sebelum dia kembali, dia berpesan kepada Rama, Rangga dan Hasa agar selalu mengawasi Putri Ana.


”Baiklah, aku akan kembali di duniaku, tolong awasi gadis ini jika energinya belum bisa dia kendalikan, bantulah dia, karena gadis ini akan membantu kalian nanti.” ungkap Batara Graha kepada Rama, Rangga dan Hasa.


”Aku akan kembali bertapa Azar, setelah itu aku akan menjemputmu bersama Wasa si bodoh itu.” ungkap Batara Graha kepada sahabatnya.


Setelah mengucapkan kata perpisahan, dia pun langsung lenyap dari tubuh Putri Ana, hingga menciptakan sebuah cahaya berwarna merah terang yang kemudian menghilang dengan cepat.


Setelah cahaya merah itu menghilang terlihat Putri Ana yang langsung tergeletak tak sadarkan diri lagi.


Dan kini giliran Dewa Azar yang akan berpamitan.


“Aku titipkan Rama kepada kalian, tolong latih dia untuk menguasai energi yang ada pada tubuhnya, aku akan pulang, jaga diri kalian baik-baik, karena setelah ini aku akan melakukan pertapaan lagi,  jadi aku tidak bisa mengawasi kalian lagi, “ ungkap Dewa Azar kepada Rangga dan Hasa.


”Dan jika suatu saat Rama tidak mampu menguasai energinya , kalian bisa memanggilku melalui segel pemanggil ini.” lanjutnya yang di barengi dengan jarinya yang mengeluarkan selarik sinar melesat ke dalam kening Rangga dan Hasa.


Bersamaan dengan itu pun Dewa Azar akhirnya ikut menghilang.


”Ka-kakek Gu-….” Teriak Rama kepada Dewa Azar, namun sayang ternyata dia terlambat, karena Dewa Azar menghilang dengan cepat.


Di sisi lain, bibi Hasa yang melihat Rama seperti sedang gelisah pun langsung menghampirinya dan menenangkannya, sehingga membuat Rama kini kembali sedikit tenang.


Setelah itu dirinya pun berpamitan untuk beristirahat dan di susul juga dengan Rangga yang juga ingin tidur.


Karena ternyata waktu sudah menunjukan tengah malam.


”Haihh.. lagi-lagi harus sendiri” keluh Bibi Hasa dalam hati.


Lalu kemudian dia membopong tubuh Putri Ana dan membaringkannya di kamar miliknya, setelah itu pun kemudian Bibi Hasa tidur di sampingnya.


***


Di sisi lain, terletak di bumi bagian selatan, terdapat sekelompok orang menaiki kuda, sedang melesat di bawah terangnya rembulan malam.


Rombongan itu memakai jubah yang berwarna putih bersih, dan di pinggang mereka terdapat sebuah pedang.


Mereka seperti sedang menuju ke sebuah cahaya yang ada di dalam hutan.


***

__ADS_1


__ADS_2