
Setelah memberi penjelasan tentang Alam Raya Tirta, sosok Ki Ranujagat melanjutkan pembicaraannya.
”Baiklah, semoga kalian mampu menerima apa yang aku katakan tadi, selanjutnya aku akan bertanya kepada dirimu putri, Siapa namamu.?” ungkap Ki Ranujagat bertanya kepada Putri Ana.
”A-aku kek?” Jawab Putri Ana terkejut sambil menunjuk dirinya sendiri, yang di jawab anggukan oleh Ki Ranujagat.
“Umm.. Namaku Ana kek, aku adalah putri dari Raja Reksa pemimpin tunggal Semesta Danuwisma yang juga murid dari Batara Graha kek.” ungkap Putri Ana membuat semua orang melebarkan matanya karena terkejut.
”Pantas saja kau memiliki energi itu dalam tubuhmu, lantas kapan Graha berkunjung kemari, dan bagaimana kau bisa sampai ke sini.?” lanjut tanya Ki Ranujagat penasaran.
Dia kira energi itu milik Batara Graha, tapi ternyata energi itu adalah milik anak turunnya, yang berarti bahwa semesta Danuwisma sedang dalam masalah lagi, sehingga membuat Putri Ana di lempar ke bumi.
”Lima tahun lalu kek, paman batara kemari, dan memberiku beberapa ingatan tentang diriku dan masalaluku, untuk kekuatanku sendiri aku tidak tahu pasti kek, tapi menurut ingatanku, kekuatan ini sengaja di masukkan ke dalam tubuhku sebelum ayahku pergi berperang.” ungkap Putri Ana dengan wajah yang bersedih.
Kali ini Rama yang melihat itu pun langsung menenangkannya dan mengusap air mata yang keluar membasahi pipi Putri Ana.
Dia kini tidak malu kepada putri Ana karena telah melewati setiap hari bersamanya.
Putri Ana yang mendapat perhatian dari Rama pun hanya mampu menunduk malu dengan tangis lirihnya.
Sedangkan di sisi lain, Ki Ranujagat yang melihat Putri Ana menangis mengingat kepergian ayahnya pun hanya mampu terdiam tak mampu berkata.
Hingga akhirnya Putri Ana mampu menenangkan dirinya dan balik bertanya kepada Ki Ranujagat, yang membuatnya sedikit tersenyum.
”Kek, Lantas siapakah Sosok Batara Graha itu? mengapa kakek bisa mengenalnya .?” tanya Putri Ana lirih.
”Huuuhhh.. baiklah akan ku ceritakan lagi beberapa hal yang harus kalian tahu, meskipun ini sedikit berat.” ungkap Ki Ranujagat sambil menghembuskan nafas panjang.
Akhirnya Dia bercerita lagi tentang sosok Batara Graha.
“Sebenarnya Batara Graha itu adalah murid pertamaku sebelum aku bertemu Azar.” Ungkapnya mengawali ceritanya.
Dia bercerita bahwa sebenarnya dia memiliki empat orang murid yang menjadi sosok sakti dan paling di segani oleh seluruh makhluk di alam Raya Tirta.
Empat murid itu adalah, Graha murid pertamanya yang memiliki energi langka yang di sebut energi darah semesta, energi itu berwarna merah pekat seperti darah dan saat ini juga di miliki oleh Putri Ana dan juga Rama.
Muridnya yang ke dua adalah Rangkarasa, sosok Dewa bijaksana dengan empat energi alam yang sangat tinggi, dia juga memiliki kekuatan mengendalikan pikiran orang lain tanpa harus menyentuhnya.
“Hmmmhh.. Namun sayang dia memilih jalan yang salah, dia memilih untuk menjadi sekutu Rajanarya bersama Arjuna si Mata Neraka.” ungkapnya dengan berat.
Mendengar kata Rangkarasa dan Mata Neraka, Rangga dan bibi Hasa pun terkejut bukan main, mereka sebenarnya memiliki banyak sekali pertanyaan, tapi lebih memilih mengurungkan niatnya, dan lebih memilih untuk mendengarkan ceritanya terlebih dahulu.
__ADS_1
Lalu Ki Ranujagat melanjutkan ceritanya, yang mana ternyata Dewa Azar juga menjadi muridnya yang ketiga dan mampu menguasai 3 energi langka, membuat dirinya menjadi salah satu Dewa tersakti.
Namun Dewa Azar masih kalah sakti di banding dengan muridnya sendiri yaitu Dewa Wasa yang juga menjadi murid Ki Ranujagat yang ke empat.
Dewa Wasa mampu mengendalikan 15 energi dalam tubuhnya sekaligus, bahkan dia memiliki sisi gelap yang sangat mengerikan, dan dia juga mampu bersahabat dengannya.
Itulah alasan mengapa Ki Ranujagat mampu menyadari adanya energi Batara Graha di dalam tubuh Putri Ana dan mampu mengetahui Rama adalah putra dari Dewa Wasa, karena dirinya mampu merasakan 5 energi langka yang ada dalam tubuhnya.
Dan 5 energi Langka itu adalah gabungan dari energinya beserta ke empat muridnya.
Selain itu, Ki Ranujagat juga berkata bahwa dia akan melatih Rama dan juga Putri Ana, dan tak lupa juga kepada Hasa dan Rangga, agar mampu membuka segel ke lima energi langka itu.
Karena firasatnya mengatakan bahwa Rajanarya sudah mulai bergerak lagi, dan yang mampu menandinginya adalah dengan lima energi langka yang ada di dalam tubuh Rama.
Sontak penjelasan itu membuat semua orang di sana sangat senang, karena mereka ternyata akan dilatih oleh sosok sakti di atas sakti yang juga adalah guru dari Dewa Wasa.
~
Setelah bercerita panjang lebar, akhirnya Ki Ranujagat menyudahi perbincangannya, dan akan di lanjutkan besok bila sudah ada waktu lagi.
Dia kemudian menyuruh Panglima Naju untuk mengantar rombongan Rama menuju sebuah rumah singgahnya waktu dulu saat pertama kali dirinya datang ke bumi.
Mendengar itu Panglima Naju pun langsung berpamitan dan bergegas pergi mengantar rombongan Rama untuk beristirahat.
Mereka pun segera bergegas mengikuti Panglima Naju menuju tempat istirahatnya.
Sedangkan di dalam rumah Ki Ranujagat, dia kini terlihat sudah kembali ke wujud tuanya dan menitikan sebuah airmata dari balik matanya yang tertutup.
Terlihat juga sedikit senyuman dari bibirnya, senyuman itu menunjukan seperti sebuah kebahagiaan yang telah lama dirinya nanti.
***
Kembali di Rombongan Rama, mereka kini akhirnya sampai di sebuah rumah yang terlihat cukup besar, dan terdapat sebuah halaman yang luas.
Panglima Naju menunjukan empat kamar yang berbeda kepada rombongan Rama, yang mana setiap Kamar itu ternyata memiliki sebuah tekanan yang berbeda beda sesuai tingkat kekuatan mereka.
Dan kamar paling berbeda adalah kamar milik Rama, yang mana kamar miliknya terlihat paling lusuh, dan tidak terawat, tapi setelah pintunya dibuka, terdapat sebuah tekanan angin yang sangat kuat, bahkan Panglima Naju hampir terlempar menabrak dinding.
Untung saja Rama segera meraih tangannya dan menahannya.
Glekkk!!!
__ADS_1
Panglima Naju yang melihat Rama seperti tak terpengaruh oleh tekanan energi dalam kamar itu pun hanya mampu menelan air liurnya sendiri.
Sedangkan disisi lain kamar milik Rangga terletak tepat di sebelah kamar milik Rama, dengan sebuah tekanan yang terbilang cukup tinggi juga.
Sedangkan kamar milik Bibi Hasa dan Putri Ana, memiliki tekanan yang hampir sama.
Setelah mengantar Rama dan rombongannya, Panglima Naju pun kembali dalam tugasnya yaitu mengawasi kampung Sahda di angkasa yang ternyata di atas kampung sahda terdapat sebuah istana awan.
Istana itu tak terlihat oleh mata orang biasa, bahkan semua penduduk yang tinggal di sana tidak menyadari bahwa adanya sebuah istana awan di atasnya, dan itulah yang membuat Rangga juga tidak mengetahui jika dibalik gunung es tempatnya terjatuh terdapat sebuah kampung yang sangat indah.
Istana itu menjadi pusat sebuah segel semesta yang di buat oleh Ki Ranujagat, guna untuk menutupi Kampung Sahda dan melindunginya.
Segel itu adalah segel yang sangat kuat, yang hanya mampu di buat oleh makhluk yang memiliki tingkat kanuragan setidaknya tingkat Karsa.
Bahkan untuk Rangga yang memiliki mata spesial pun tidak mampu melihat menembus segel itu.
Bisa di bayangkan sebarapa tinggi tingkat kanuragan Ki Ranujagat sehingga mampu menciptakan segel sekuat itu, Namun meskipun begitu dia juga masih kalah bila melawan Rajanarya.
Yang berarti bahwa kanuragan milik Rajanarya mungkin telah mencapai Tingkatan Alam Cipta, suatu tingkatan yang mustahil dapat di raih oleh dewa-dewa biasa.
***
Di suatu tempat yang sangat gelap dengan langit berwarna merah dan terdapat sebuah bulan untuk menyinari alam itu.
Terlihat sosok anak laki-laki yang lucu, namun memiliki sebuah energi dan tekanan yang sangat mengerikan.
Dia terlihat seperti sedang menggertakan giginya dan menahan sebuah amarah yang sangat besar.
Dia adalah sosok Rajanarya. Sosok sakti di atas sakti yang sampai saat ini belum ada yang tahu bagaimana sosok dirinya yang sebenarnya, begitu juga dengan kekuatannya yang sesungguhnya.
”Ranu..!!! dasar pria tua brengsek, jika kau ku biarkan hidup lagi maka kau akan mengacaukan semua rencanaku, maka langkah terbaik adalah dengan membunuhmu.” gumam Rajanarya di dalam hati yang saat ini sedang memejamkan matanya.
Ternyata dia mampu melihat apa yang sedang dilakukan oleh Ki Ranujagat di Bumi, namun karena terhalang oleh sebuah segel yang sangat kuat, dia hanya mampu melihatnya secara acak dan samar-samar.
“Kana, Kunta keluarlah.” teriaknya kemudian.
Setelah memanggil nama itu, kini keluar 2 sosok bayangan berwarna merah darah dari sebuah simbol yang ada pada keningnya dan saat ini terlihat sedang melayang di depan sosok Rajanarya.
”Kalian berdua, pergilah ke suatu tempat yang bernama bumi, tempat itu terletak di bawah semesta Wandasukma, dan bunuhlah Ranujagat serta ambillah kedua matanya untukku.” Perintah Rajanarya kepada sosok bayangan yang bernama Kana dan Kunta itu.
Setelah mendengar perintah itu, sosok bayangan itu pun langsung menghilang dari pandangan, dan terihat dari bibir Rajanarya kini tercipta sebuah senyuman yang sangat licik.
__ADS_1
“Jika aku membunuhmu terlebih dahulu maka semua akan berjalan sesuai rencana.” gumamnya yang di ikuti dengan sebuah senyuman licik.
***