
”Apa yang kalian lihat dari diriku ? mengapa tatapan kalian seperti itu ?“ tanya sosok asing itu kepada Dewa Wasa dan Maha Dewa Zura.
Namun bukan sebuah jawaban yang dia dapat melainkan sebuah pukulan telak pada kepala dan dadanya.
Huugghh… Pletakk..
”Si-sii—siaall, mereka masih sama saja ternyata.” gumamnya dalam hati.
Dan setelah itu pun tubuhnya langsung melesat terjun menuju ke daratan karena Maha Dewa Zura menambahkan sebuah tendangan pada punggungnya.
”Rasakan itu, dasar orangtua brengsek.. hahahahha.” teriak Maha Dewa Zura dengan di iringi sebuah tawa.
Dan Dewa Wasa yang melihat itu pun juga ikut tertawa, begitupun dengan Dega dan Sona, yang mana mereka sepertinya sangat senang akan apa yang mereka lihat.
Namun tak berselang lama, tawa dari ke empat makhluk itu pun tiba-tiba saja hilang.
Mereka berempat langsung terdiam, karena merasakan adanya sebuah energi yang tidak asing bagi mereka, dan pemilik energi itu adalah sosok siluman ratusan juta tahun yang sangat arogan dan tidak mau kalah.
Benar saja, selang beberapa detik setelah energi itu muncul, langsung saja terdengar sebuah suara hantaman, dan tendangan dari tempat Dewa Wasa, Maha Dewa Zura, Dega dan Sona.
Buuukkk..
Bukkk…
Bukkk..
Huuggghh..
Aaaaa—aaa…
Setelah itu pun, terlihat ke empat makhluk yang tadi menendang sosok asing itu kini gantian meluncur cepat menuju daratan juga.
”Hahahaha.. rasakan itu bocah sialan.” teriak tawa dari sosok makhluk yang menendang Dewa Wasa dan yang lainnya.
”Kau hebat sekali Buma.. hahahaha” Terdengar suara yang tadi di tendang oleh Maha Dewa Zura yang ternyata sudah kembali di tempatnya tadi.
Sekarang gantian mereka berdua yang tertawa terbahak-bahak melihat Dewa Wasa dan yang lainnya meluncur cepat ke daratan.
”Hahaha.. mereka sungguh salah jika ingin mempermainkan kita Gangga” ungkap Buma kepada sahabatnya dengan di iringi sebuah senyumnya yang licik.
Mereka berdua adalah sosok sakti tiada tara yang kekuatannya sudah tidak masuk akal.
Bahkan kedua sosok itu tak pernah terlihat di semua alam, yang menandakan bahwa kedua sosok itu adalah salah satu sebuah legenda semesta.
__ADS_1
Mereka adalah Gangga dan Buma, seorang Dewa terkuat di Alam Raya lain yang terletak sangat jauh dari Alam Raya Tirta.
Sosok Gangga adalah sosok Dewa yang sangat tampan dan memiliki postur tubuh yang sempurna dengan pakaian khasnya yang serba putih bercorak emas.
Dan sosok Buma adalah seekor siluman naga dengan panjang puluhan meter yang memiliki sisik berwarna putih bersih, sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan terpana oleh keindahannya.
Buma juga memiliki sepasang tanduk di kepalanya, namun sayang tanduk yang sebelah kiri terlihat lebih pendek dari yang kanan.
Itu di karenakan dahulu kala saat Maha Dewa Gangga menakhlukannya, membuat tanduk Buma patah dan tidak bisa tumbuh kembali.
Namun pada akhirnya Buma pun rela kehilangan setengah tanduknya, dan memilih mengikuti Maha Dewa Gangga.
Karena dia merasakan sebuah kenyamanan yang belum pernah ia rasakan, dan hal lain yang membuatnya memilih mengikuti Maha Dewa Gangga adalah Karena ia sudah ratusan tahun sendirian.
Sehingga dengan bertemunya Maha Dewa Gangga adalah suatu keberuntungan untuk dirinya.
~
”Hiisshhh.. siall dasar siluman brengsek..” teriak Dega dari arah daratan.
Sedangkan untuk Maha Dewa Zura, Dewa Wasa dan Sona hanya mampu terbaring lemah akibat sebuah benturan yang sangat keras.
Namun tak berselang lama, mereka berempat pun akhirnya bangkit secara perlahan dan kemudian menghilang.
”Apa yang kalian tatap? dasar bodoh.” ungkap Maha Dewa Gangga kepada keempat makhluk yang ada di depannya.
”Hehehehehe..aku bingung kenapa kakak bisa sampai di alam ini” tanya Maha Dewa Zura sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
”Iya.. bagaimana kakak bisa sampai disini? dan apa yang membuat kakak bisa kesini?“ lanjut tanya Dewa Wasa
”Grrrrrr..” Ungkap Dega mengiyakan.
Sedangkan untuk Sona, dia sudah kembali tertidur di atas pundak Dewa Wasa.
Mendengar beberapa pertanyaan langsung dari lawan bicaranya pun, akhirnya Maha Dewa Gangga mengajak semuanya untuk pergi menuju istana dahulu, karena dia merasakan ada banyak sekali makhluk di sana yang sedang merasa khawatir.
”Mari kita lanjutkan bicara di istana saja.” ungkapnya secara singkat, lalu kemudian dirinya pun menghilang bersamaan dengan Buma.
Mendengar jawaban dari Maha Dewa Gangga, keempat makhluk itu pun akhirnya mengikutinya.
Di sisi lain di halaman istana, Maha Dewa Tunggal dan yang lainnya terihat sedang berdiri dengan wajah yang tegang.
Karena mereka berfikir, bahwa ada sebuah pertarungan lagi di tempat Dewa Wasa, karena beberapa waktu yang lalu mereka mendengar sebuah ledakan dari tempat itu.
__ADS_1
”Apa yang harus kita lakukan kakak? “ tanya Dewa Azar kepada Maha Dewa Tunggal.
”Aku juga tidak tahu bodoh, kekuatan kita sungguh tidak akan dapat membantu mereka, yang ada kita hanya membuat mereka kehilangan konsentrasi jika ke sana.” jawab Maha Dewa Tunggal.
”Haiiihh..sungguh kecil sekali diri kita.” ungkap Dewa Azar dengan raut wajah pasrah.
Sedangkan untuk yang lainnya seperti Rama, Gama, Bibi Hasa, Rangga, Dewa Yasa, Dewa Lingga beserta rombongannya hanya mampu menyimak saja.
Mereka sadar, meskipun menurutnya dirinya sudah kuat, tapi di hadapan Maha Dewa Zura, dan Dewa Wasa, mereka masih jauh tertinggal.
Apalagi saat ini mereka juga merasakan adanya kekuatan yang lebih kuat lagi sedang menuju ke arah mereka.
”Kekuatan macam apa ini.. siall, tamat sudah riwayat kita.” gumam Maha Dewa Azar meracau sendiri.
Begitupun dengan yang lain, mereka semua merasakan tekanan yang semakin lama semakin kuat yang sedang mendekati mereka.
Hal itu membuat semua orang yang ada di istana sangat khawatir, bahkan Gama yang terkenal dengan sifat tenangnya pun terlihat sedikit bergemetar.
Hingga tak berselang lama pun di hadapan semua orang muncul seberkas cahaya berwarna biru dengan sebuah tekanan yang sangat besar.
Sehingga semua orang yang ada di sana pun sampai tak mampu untuk bergerak.
Jleg..Jleg..
”Hahaha.. kalian jangan khawatir, aku adalah sosok paling tampan dan berwibawa daripada si Zura dan Wasa.” ungkap Maha Dewa Gangga yang masih di lapisi oleh cahaya biru.
”Grrrrrr..” Lanjut Buma yang juga mengiyakan.
Suara Maha Dewa Gangga dan Buma itu pun membuat semua orang yang ada di istana terdiam.
Mereka semua menunjukan wajah yang aneh, dengan tatapan yang masih sedikit ragu.
Hal itu terjadi karena menurut semua orang yang ada di istana sosok yang datang adalah musuh, tapi sepertinya mereka semua salah mengira.
Karena dari ucapannya, sosok yang ada di hadapan mereka sepertinya sangat mengenal Maha Dewa Zura dan Dewa Wasa.
Namun sungguh sial, tak berselang lama terdengar sebuah suara pukulan yang amat sangat keras, sehingga tekanan kekuatan itu pun langsung lenyap dan membuat semua orang yang ada di sana dapat bernafas lega.
Pletaak….pletakk..
”Aa-aaww-aa.. siall, dasar adik adik brengsek kalian.” Teriak Maha Dewa Gangga, sehingga membuat cahaya yang menyinarinya akhirnya pudar, dan menunjukan sosok Dewa yang memang sangat tampan beserta seekor naga kecil yang sangat indah berada di atas pundaknya.
****
__ADS_1