Ramadhan Tanpa Sua

Ramadhan Tanpa Sua
Paket untuk Kekasih


__ADS_3

Di Malang ....


Dhito usai menelpon Ardhita dan tahu bahwa kekasihnya di Natuna tengah terpapar covid. Dhito kemudian keluar dari kamarnya, hendak mengambil dari air minum terlebih dahulu. Bagaimana pun juga dia begitu shock dan juga tidak menyangka Ardhita akan terpapar covid. Namun, saat itu memang begitu banyak tenaga medis dan Dokter yang terpapar covid. Bukti bahwa memang begitu menakutkannya virus saja. Mereka yang berdiri di garda terdepan saja bisa tertular saja. Bahkan banyak di antara tenaga medis yang diberitakan meregang nyawa dan tidak berhasil melawan keganasan virus itu.


"Kenapa, Dhit? Kok kayak kepikiran gitu?" tanya Bu Lastri kepada putranya itu.


Dhito menaruh terlebih dahulu gelas kaca di atas meja, kemudian barulah berbicara kepada ibunya. "Ada kabar tidak baik, Bu."


"Kabar apa, Nang?" tanya Bu Lastri lagi.


"Ardhita positif covid, Bu," balasnya.


Bu Lastri yang mendengar kabar dari Dhito pun juga kaget. Tidak menyangka juga calon menantunya di Natuna saja terkena virus covid. Bu Lasti kemudian menepuk-nepuk bahu putranya itu.


"Sabar yah ... yang penting selalu berdoa. Semoga Allah menolong Dhita. Terus kamu mau kemana sekarang?" tanya Bu Lastri lagi kepada Dhito.


"Dhito berencana membeli kue-kue kering, vitamin, dan apa gitu untuk Ardhita, Buk. Walau tidak bisa bertemu langsung, perhatian bisa disampaikan dengan cara yang berbeda," ungkapnya.

__ADS_1


"Iya, bener. Nanti Ibu titip sekalian yah untuk Ardhita," balasnya.


Malam itu juga, Dhito menuju ke apotek dia membelikan Vitamin C 500 miligram IU untuk Ardhita, juga beberapa vitamin untuk memperbaiki daya tahan tubuh. Bahkan Dhito juga membelikan alat saturasi oksigen untuk Ardhita. Semoga saja, yang dia kirimkan ini sangat berharga untuk kekasihnya di sana. Lantas, dia juga membelikan termoter digital untuk Dhita juga. Semua yang dia tahu untuk orang yang melakukan isolasi mandiri, Dhito belikan untuk Ardhita. Selain itu, dia mempir toko kue membelikan beberapa kue kering kesukaan Ardhita. Nanti Dhito akan mempacking semuanya, dan esok akan mengirimkannya ke Natuna.


Hampir satu setengah jam, Dhito pergi. Begitu sudah sampai di rumah, Dhito memilih mandi dulu, berganti semua pakaian karena dia usai dari luar. Setelah bersih, dia baru mengambil kardus dari dari dekat dan kemudian mempacking semuanya.


Bu Lastri dan Pak Hardi mengamati Dhito yang sedang fokus melakukan packing itu. Kamudian, Bu Lastri menambahkan beberapa kue dan jamu untuk Dhita.


"Titip kue-kue dan jamu ini ya, Dhito. Ini dari UMKM di kampung kita. Instans kok, tinggal diseduh dengan air panas saja. Biar segera sehat," ucap Bu Lastri.


***


Keesokan harinya ....


Satu kardus paket dari Dhito dia bawa ke tempat pengiriman. Petugas di paket ekspress itu menanyai Dhito.


"Alamatnya di Ranai, Natuna ya Mas?" tanyanya.

__ADS_1


"Iya, ke Natuna," jawab Dhito.


"Jauh banget, Mas. Siapa yang sampai di sana?" tanya petugas paket itu lagi.


"Tunangan saya, Mas. Ditugas menjadi tenaga kesehatan di Natuna," jawabnya.


Memang faktanya Ardhita ditugaskan ke sana. Untuk membantu rumah sakit di Ranai, Natuna terlebih dahulu. Semua itu, Dhito kirimkan dan memilih paket tercepat agar bisa diterima oleh Ardhita tentunya.


"Ya Tuhan, jauh banget, Mas. Apalagi sekarang angka covid baru tinggi banget. Pasti sedih ya, Mas," tanya petugas itu lagi.


Lantaran alamat yang dituju begitu jauh hingga ke Ranai, Natuna. Nominal yang dibayar untuk pengiriman tentunya lebih mahal. Akan tetapi, semua itu tidak masalah untuk Dhito. Semuanya dia lakukan atas nama cinta.


Ketika mata tak bisa saling memandang. Ketika tangan yang bisa saling menjabat. Ketika tubuh tak bisa saling memeluk. Namun, cinta dan kasih sayang itu bisa diwujudkan dalam banyak cara. Termasuk berkirim obat dan makanan.


"Semoga paket ini segera tiba ke Natuna, Dik. Kamu segera sehat. Selain itu, Mas akan selalu mendoakan supaya kamu segera pulih dan negatif. Jangan patah semangat, Dik!"


Pulang dari tempat pengiriman paket, Dhito langsung menuju ke mini market tempatnya bekerja. Walau bekerja, tapi dia sangat kepikiran dengan Dhita. Nanti ketika selesai shift kerja selesai, barulah dia akan menghubungi Dhita dan berharap banyak di isolasi hari pertama ini Dhita bisa menjalaninya dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2