Ranula (Sejarah Penuh Luka)

Ranula (Sejarah Penuh Luka)
Berkuda


__ADS_3

Zoya memberontak dengan kuat saat orang itu membawanya menjauh dari tempat pelatihan prajurit. Zoya benar benar takut, siapa yang akan menolong nya jika mulutnya dibekap seperti ini. Bahkan Zoya sudah ingin menangis sekarang, dia takut para perompak itu lagi yang membawanya.


Dan dengan sekuat tenaga nya Zoya mencoba menggigit tangan orang itu, hingga terdengar geraman dari bibirnya. Tangan nya langsung terlepas, hingga Zoya bisa meminta tolong. Namun belum lagi dia bersuara, orang itu kembali menarik nya dan menghadapkan Zoya kearahnya.


"Pangeran Erlangga" seru Zoya begitu terkejut, bahkan matanya sampai terbuka melebar karena ternyata orang yang menculiknya adalah pangeran Erlangga.


"Kau ini sudah seperti harimau saja" gerutu pangeran Erlangga seraya membawa Zoya menjauh lagi.


"Salah sendiri menculikku. Kau mau membawaku kemana?" tanya Zoya seraya masih terus mengikuti langkah kaki pangeran Erlangga yang membawa nya pergi masuk kedalam hutan.


"Diam, jangan sampai ada yang melihat kita" ujar pangeran Erlangga.


Zoya mencebikkan bibirnya dan terus berjalan karena tangan nya masih digenggam oleh pangeran Erlangga.


Namun tiba tiba Zoya tersenyum saat mengingat tentang betapa kerennya pangeran Erlangga saat berkuda tadi.


"Waaahhh kuda putih" gumam Zoya saat ternyata pangeran Erlangga membawanya ketempat dimana kudanya berada.


Zoya bahkan langsung berlari dan mendekati kuda putih itu hingga membuat genggaman tangan pangeran Erlangga terlepas.


Kuda putih yang begitu gagah dan kuat. Bahkan bentuk tubuh kuda itu begitu kekar dan sangat keren. Ekornya menjuntai panjang dan lembut. Benar benar menakjubkan, bahkan ini pertama kalinya Zoya melihat kuda segagah dan sebesar ini.


"Pangeran, kuda ini sangat cantik dan gagah. Aku boleh menyentuhnya?" tanya Zoya


"Ya" jawab pangeran Erlangga seraya mendekati Zoya.


Zoya langsung tersenyum dengan girang, tangan nya langsung terulur dan membelai punggung kuda itu dengan lembut.


"Kau keren sekali. Siapa namamu kuda putih. Ah aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama ketika melihatmu" ungkap Zoya.


Pangeran Erlangga langsung mendengus senyum mendengar itu. Dia membuka tali kuda nya dari sebuah batang pohon.


"Aku sering memanggilnya si kureta" jawab pangeran Erlangga


"Kureta?" gumam Zoya yang masih asik mengusap punggung kuda itu.


"Hmm... yang artinya, kuda gagah berani. Dia kuda yang sejak kecil selalu aku rawat. Benarkan reta" pangeran Erlangga menepuk kepala Kureta dengan pelan. Hingga lengkingan suara kuda putih itu benar benar memekik sempurna.

__ADS_1


"Hei... jangan berisik, kau mau mereka menyuruh kita kembali keistana" gerutu pangeran Erlangga seraya mengusap kepala kudanya.


"Lucu sekali namanya. Hai Reta, aku Ana. Kau mau menjadi temanku bukan" ucap Zoya seraya terkikik geli melihat Kureta yang memekik lagi.


"Waaahh dia lucu sekali" gumam Zoya begitu senang.


"Kau mau mencoba menaiki nya?" tawar pangeran Erlangga


"Aku mau, tapi tidak bisa pangeran. Terakhir kali aku menaiki kuda adalah waktu sd" jawab Zoya tanpa sadar.


"Waktu sd?? Apa itu?" tanya pangeran Erlangga dengan bingung.


Zoya langsung terkesiap dan menepuk mulutnya dengan lahan, dia tertawa canggung dan memandang pangeran Erlangga. Dasar mulutnya memang tidak bisa dikondisikan.


"Itu, waktu didalam mimpi. Iya begitu, hehe" jawab Zoya dengan aneh.


Pangeran Erlangga hanya menggeleng dan mengabaikan wajah jelek Zoya dibalik selendang merahnya.


"Ayo naik, aku akan membawamu berkeliling" ujar pangeran Erlangga


"Waaahhh benarkah???" tanya Zoya begitu antusias


"Ah baiklah, tidak masalah. Aku hanya ingin mencoba menaiki siputih. Kau terlihat keren saat menungganginya tadi" puji Zoya


"Ya, bahkan mulutmu sampai terbuka lebar bukan" sahut pangeran Erlangga.


"Eh.... bagaimana kau tahu?" tanya Zoya


"Tentu saja aku tahu, aku melihatmu" jawab pangeran Erlangga. Zoya langsung tersipu malu mendengar itu. Padahal tadi pangeran Erlangga seperti tidak ada memandang nya sama sekali. Tapi ternyata dia malah bisa melihat Zoya. Apa karena itu yang membuat pangeran Erlangga mendatangi nya sekarang.


Aaaahhh manis sekali....


"Ayo naik" perkataan pangeran Erlangga langsung membuat Zoya terkesiap


Dia langsung mengangguk dan mencoba untuk naik kepunggung kuda, namun sangat susah bahkan Zoya hampir terjatuh jika saja pangeran Erlangga tidak menangkapnya.


"Payah pangeran. Kain ku ini tidak bisa dipakai untuk naik kuda" gerutu Zoya terlihat kesal, tangan nya memegang rok kemben yang melilit begitu sempit.

__ADS_1


Namun sedetik kemudian dia langsung berteiak terkejut saat tiba tiba pangeran Erlangga malah mengangkat tubuhnya dan mendudukkan nya diatas kuda dengan posisi miring.


"Astaga, kau mengejutkan ku" gerutu Zoya lagi.


Namun pangeran Erlangga hanya diam dan langsung naik keatas kuda itu. Duduk dibelakang Zoya. Bahkan kini posisi nya seperti mengungkung tubuh Zoya dari belakang.


Zoya langsung terdiam kaku melihat pangeran Erlangga, apalagi dengan jarak yang sedekat ini. Bahkan hembusan nafas pangeran Erlangga terasa hangat menyapu selendang nya.


"Berpeganglah dengan kuat, jangan sampai kau jatuh karena hanya memandang ku" ucap pangeran Erlangga.


Zoya terkesiap dan langsung memandang kedepan. Sialan sekali memang. Matanya tidak bisa dikondisikan. Apalagi melihat dari jarak dekat seperti ini, pangeran Erlangga sungguh sangat tampan dan....... mempesona. Oh my god. Sepertinya Zoya benar benar jatuh cinta pada pangeran berkuda putih ini.


Zoya langsung memegang pundak kureta dengan kuat saat pangeran Erlangga mulai menjalankan kudanya.


"Wow... apa dia tidak keberatan membawa kita berdua???" tanya Zoya


"Tidak, dia kuda yang kuat" jawab pangeran Erlangga.


"Apa kau takut?" tanya pangeran Erlangga lagi.


Zoya menggeleng dan tersenyum. Ini benar benar menakjubkan. Bisa naik kuda bersama dengan pangeran asli nya pula. Sungguh pengalaman yang tidak akan Zoya lupakan. Ah jika ada ponsel mungkin Zoya akan memotret kebersamaan mereka ini dan memamerkan nya pada Reina dan Dara. Kedua sahabatnya itu pasti akan sangat iri.


"Tidak pangeran, ini benar benar menakjubkan" jawab Zoya.


"Apa kau berani jika aku meminta Kureta berlari dengan kencang??" tanya pangeran Erlangga lagi.


"Tentu saja berani. Ayo Reta!!!! Tunjukan keahlianmu" seru Zoya seraya mengangkat sebelah tangan nya.


Dan


"Wowwwww!!!" Zoya kembali berteriak seraya tertawa saat Kureta mulai berlari dengan kencang menembus semak dan jalan setapak dihutan itu.


Meski jantung nya bergemuruh karena takut jatuh, tapi sungguh Zoya benar benar bahagia dengan pengalaman ini. Bahkan dia sampai berteriak dan tertawa dengan lepas. Membuat pangeran Erlangga tanpa sadar tersenyum melihat kebahagiaan gadis aneh ini.


Suara hentakan kaki kuda begitu bergemuruh seiring dengan tubuh Zoya yang juga terhentak hentak. Selendang merahnya melambai lambai bersamaan dengan jubah kerajaan pangeran Erlangga. Jika diibaratkan, mereka seperti sepasang kekasih yang sedang menikmati waktu.


Berkuda mengitari hutan, hal yang tidak pernah mereka bayangkan sebelum nya.

__ADS_1


Zoya benar benar bahagia, bahkan senyum dan tawa tidak lepas dari wajahnya sejak tadi, hingga saat selendang merah nya terbuka dan menampakkan senyum dan tawa Zoya dengan jelas. Membuat pangeran Erlangga terpukau melihat wajah cantik itu dari dekat.


Tiada keindahan yang pernah dia lihat, selain keindahan dari senyuman Zoya, gadis yang dia kenal sebagai.... Ana.


__ADS_2