Ranula (Sejarah Penuh Luka)

Ranula (Sejarah Penuh Luka)
Dalang Kasus Penculikkan Para Gadis Desa


__ADS_3

Juna dan Yuda berlutut dihadapan pangeran Erlangga dengan tubuh yang terlihat gemetar. Saat ini mereka sudah berada di atas roof top gedung penyimpanan senjata lagi. Pangeran Erlangga membawa dua orang ini ketempat ini. Dan Zoya juga mengikutinya, karena dia juga penasaran dengan apa yang telah terjadi.


Wajah pangeran Erlangga terlihat kaku dan dingin. Tentu saja itu membuat mereka semua nampak ketakutan. Apalagi Juna dan Yuda yang sudah ketahuan jika mereka memang telah menguping dan mengetahui sesuatu. Dan itu adalah tentang orang orang kerajaan pula.


"Sekarang katakan padaku, apa yang sebenarnya kalian dengar itu" titah pangeran Erlangga dengan suara nya yang terdengar begitu berwibawa. Zoya sampai merinding mendengar itu. Vibes seorang pangeran memang begitu kentara. Sangat berbeda sekali dengan saat bersama Zoya, menakjubkan.


Zoya melirik Juna yang nampak takut, apalagi Yuda, sejak tadi dia tidak berhenti menunduk dengan tubuh yang bergetar.


"Maafkan kami pangeran, kami tidak berniat menguping. Sungguh, saya hanya lewat untuk buang air kecil, tapi malah mendengar perkataan itu" sahut Yuda dengan suara nya yang tedengar bergetar.


"Katakan apa yang kau dengar" ujar pangeran Erlangga.


Yuda melirik Juna dengan ragu, namun Juna langsung mengangguk. Tidak bisa lagi ditutupi.


"Aku tidak akan menghukum kalian jika kalian mengatakan yang sebenarnya" kata pangeran Erlangga lagi.


"Be...benarkah pangeran?" tanya Yuda


Pangeran Erlangga mengangguk.


"Asalkan kalian mau bekerja sama dengan ku." jawab pangeran Erlangga.


"Bekerja sama?" gumam Juna.


"Kau pasti tahu sejak dulu jika aku memang mencari dalang dibalik penculikkan gadis gadis desa itu bukan" ucap pangeran Erlangga pada Juna.


Juna langsung mengangguk dengan cepat.


"Dan sekarang kalian mengetahui sesuatu, katakan padaku" kata pangeran Erlangga.


"Tidak sengaja, ini sudah yang kedua kali nya Yuda mendengar kan perkataan beberapa orang prajurit senior yang bertugas mengawal Demang Kerinci, jika ternyata Demang Kerinci adalah salah satu dalang dalam kasus penculikan itu" ungkap Juna


Pangeran Erlangga langsung memandang Yuda yang nampak mengangguk dengan cepat.


"Benar pangeran, bahkan yang pertama kali saya menguping... eh maksud saya mendengar. Demang Kerinci langsung yang berbicara jika dia memerintahkan salah seorang prajurit untuk keluar istana untuk meminta para perompak menculik salah seorang gadis di desa Baloko" sahut Yuda dengan cepat, meski dengan suara yang bergetar.


Pangeran Erlangga terdiam, dia nampak menghela nafasnya dengan pelan. Gadis desa Baloko yang berniat mereka culik adalah Ana nya. Dan karena itu pangeran Erlangga meminta Zoya untuk masuk kedalam istana agar dia bisa memastikan Zoya dalam keadaan aman.


Dan Demang Kerinci, dia adalah salah satu petinggi kerajaan yang cukup berpengaruh. Dan jika memang benar dia dalang nya, ini sudah keterlaluan. Bukankah tugas petinggi kerajaan adalah melindungi rakyat. Lalu kenapa Demang Kerinci yang seharus nya bertugas sebagai hukum kerajaan malah berbuat seperti itu?


Tidak bisa dibiarkan!

__ADS_1


"Kalian kembali lah, jangan lagi menguping jika tidak mau kepala kalian dipenggal" ujar pangeran Erlangga.


Juna dan Yuda saling pandang bingung.


"Dan sebelum itu. Jika aku memerlukan kalian, kalian harus datang tepat waktu. Beri tahu aku jika ada sesuatu yang kalian ketahui lagi" tambah pangeran Erlangga.


"Baik pangeran. Kami permisi. Terimakasih" ucap Juna dan Yuda.


Pangeran Erlangga mengangguk datar. Dan setelah itu Yuda dan Juna langsung beranjak. Namun sebelum pergi mereka menyempatkan diri untuk melirik Zoya yang berdiri disamping pangeran Erlangga. Yuda sangat bingung sejak tadi, pasalnya kenapa Zoya bisa bersama pangeran Erlangga? Bahkan mereka terlihat sangat dekat.


Apakah???


Juna langsung menyenggol bahu Yuda, membuat Yuda tersadar dari lamunan nya.


"Permisi pangeran" kata Yuda yang membungkukkan tubuh nya dengan cepat dan setelah itu berlari mengikuti Juna yang sudah pergi terlebih dahulu. Bahkan masih terdengar suara nya yang bertanya tentang Zoya.


Pangeran Erlangga hanya menggelengkan kepala nya saja. Malam ini dia sudah menerima sedikit bukti tentang kasus penculikkan gadis desa. Meskipun belum pasti, tapi nanti akan dia selidiki.


"Demang Kerinci siapa pangeran?" tanya Zoya yang sejak tadi hanya diam.


Pangeran Erlangga berjalan kembali menuju saung, dan Zoya juga mengikutinya.


"Demang Kerinci adalah salah satu petinggi kerajaan yang bertugas sebagai penuntut hukum dikerajaan ini. Dia cukup berpengaruh disini" ungkap pangeran Erlangga.


"Entahlah, aku juga masih tidak menyangka" jawab pangeran Erlangga seraya mengibaskan jubah panjang nya dan duduk disaung. Begitu pula dengan Zoya.


"Lalu dibawa kemana gadis gadis itu. Bukan kah diistana tidak kekurangan gadis cantik" kata Zoya lagi.


"Aku akan menyelidiki nya nanti. Ini tidak bisa dibiarkan. Semakin lama mereka akan semakin merajalela" geram pangeran Erlangga.


"Aku akan membantu pangeran" sahut Zoya dengan cepat.


Pangeran Erlangga langsung memandang Zoya tidak percaya.


"Kau mau membantu?" tanya pangeran Erlangga.


Zoya mengangguk dengan yakin.


"Ya, aku tidak suka melihat mereka yang seperti itu, aku kasihan dengan para orang tua yang kehilangan anak gadis nya. Melihat bibi Nor yang bersedih setiap hari, melihat kak Juna yang rela masuk kedalam istana hanya untuk mencari adik nya, semua membuat hatiku tersentuh. Izinkan aku membantu mu" pinta Zoya dengan wajah yang sangat bersungguh sungguh.


Dan tanpa sadar pangeran Erlangga menerbitkan senyum nya melihat kesungguhan Zoya. Hingga membuat Zoya semakin terpana saja melihat senyum itu. Astaga....

__ADS_1


"Apa yang akan kau lakukan memang nya? Apa kau sudah cukup mahir memainkan pedang mu?" tanya pangeran Erlangga.


"Aku kan bisa berlatih lagi dengan mu. Bukankah kau sudah berjanji untuk menemani ku bermain pedang" jawab Zoya.


Pangeran Erlangga mendengus dan memalingkan wajahnya.


"Jika sudah menyangkut tentang Demang Kerinci ini pasti sulit Ana. Apalagi aku yakin jika dia tidak bekerja sendiri. Ini adalah hal yang berbahaya. Aku tidak ingin melibatkan mu" ucap pangeran Erlangga.


"Tapi pangeran..."


"Sudahlah, aku meminta mu untuk masuk ke istana agar kau aman. Bukan nya malah membuat mu berada dalam bahaya lagi. Apa kau tidak tahu jika yang mereka incar adalah dirimu?" tanya pangeran Erlangga


"Aku?" ucap Zoya.


Pangeran Erlangga mengangguk pelan.


"Gadis desa Baloko yang mereka inginkan adalah dirimu. Gadis berkerudung merah" jawab pangeran Erlangga.


deg


Zoya terdiam mendengar itu.


"Gadis desa Baloko sudah hampir habis, bahkan hanya tersisa beberapa orang saja, termasuk dirimu" kata pangeran Erlangga lagi.


"Jadi karena itu pangeran meminta ku untuk menjadi dayang diistana ini?" tanya Zoya


"Ya" jawab pangeran Erlangga.


Dan sungguh Zoya begitu tersentuh mendengar ini.


"Kenapa kau begitu baik padaku?" tanya Zoya.


Pangeran Erlangga menghela nafasnya sejenak.


"Aku hanya tidak ingin membuat bibi Nor bersedih lagi" jawab pangeran Erlangga tanpa mau memandang kearah Zoya.


Zoya mendengus senyum, dia kembali memandang kedepan, kearah gedung kerajaan yang lain nya.


Pangeran Erlangga memang berkata seperti itu, namun entah kenapa Zoya beranggapan jika itu adalah bentuk perhatian yang tidak bisa diungkapkan.


....

__ADS_1


*jangan lupa tinggalin like dan koment ya guys. Biar aku semangat update setiap hari. terimakasih.


__ADS_2