Ranula (Sejarah Penuh Luka)

Ranula (Sejarah Penuh Luka)
Dipenjara


__ADS_3

Dengan sigap Zoya dan pangeran Adipati langsung membungkuk hormat melihat kedatangan pangeran Erlangga disana. Mereka benar benar terlihat terkejut, karena ternyata pangeran Erlangga bisa tahu jika mereka ada disini. Terutama pangeran Adipati, sedangkan Zoya dia terlihat lega, karena akhirnya dia bisa terbebas dari pangeran Adipati ini.


"Hormat saya pangeran"


"Hormat saya kakanda"


Sapa Zoya dan Pangeran Adipati bergantian.


Pangeran Erlangga nampak berdiri tegak dengan tangan kanan nya yang dia sembunyikan dibalik tubuhnya. Memandang lekat Zoya dan pangeran Adipati bergantian.


"Sedang apa kalian disini?" tanya Pangeran Erlangga. Suara beratnya itu terdengar begitu berwibawa hingga lagi lagi membuat Zoya merasa terbang melayang. Dia tidak takut sama sekali, karena dia tahu jika pangeran Erlangga pasti tidak akan menghukum nya. Bukankah begitu?


"Kakanda, aku hanya ingin mencari tumbuhan untuk membuat luka dikulit ku cepat pulih" jawab pangeran Adipati. Gestur tubuh nya terlihat begitu menghormati pangeran Erlangga. Dan apa memang begitu semua yang ada diistana? Terkadang Zoya masih merasa ada didalam sebuah drama kolosal saja, meski sudah lama dia berada didalam istana ini.


"Apa kau tak tahu peraturan yang ada di istana ini. Pangeran dan dayang tidak boleh berduaan hanya untuk alasan yang tidak jelas" ujar pangeran Erlangga. Tatapan matanya yang tajam dan dingin itu kenapa jadi membuat Zoya takut.


"Kau dayang putri Cendana. Kenapa bisa ada disini?" tanya pangeran Erlangga. Zoya tertunduk, dan sama sekali tidak berani melihatnya. Sial sekali, dia sudah seperti menghadapi pangeran sungguhan sekarang. Ya, meskipun pangeran Erlangga memanglah pangeran sungguhan. Tapi kali ini dia terlihat sangat berbeda, seperti tidak mengenali Zoya. Apa dia sedang mengelabui pangeran Adipati???


"Kenapa kau tidak menjawab?" tanya pangeran Erlangga  lagi. Zoya terkesiap dan semakin menunduk. Dia tidak tahu harus menjawab apa.


"Aku yang meminta bantuan nya kakanda" sahut pangeran Adipati.


Pangeran Erlangga langsung menoleh pada pangeran Adipati.


"Kau bahkan tidak tahu aturan Adipati. Apa kalian berdua mau dihukum?"


deg


"Kakanda, tidak ada dayang dayang ku yang tahu jenis obat untuk kulit yang bersih. Dan putri Cendana berkata jika dayang nya yang tahu mengenai itu. Jadi aku meminta Ana untuk mengantar ku mencari tumbuhan itu" ucap pangeran Erlangga lagi.


Oke... sepertinya pangeran ini pintar sekali berdalih. Padahal Zoya sama sekali tidak tahu tumbuhan apa yang dia maksud itu. Bagaimana jika pangeran Erlangga menanyakan tumbuhan itu. Bisa mati dia. Apalagi ketika melihat wajah datar dan dingin pangeran Erlangga sekarang, Zoya jadi takut.


"Kau bisa datang pada tabib istana. Bagaimana jika yang mengetahui kalian disini adalah ayahanda. Kau bisa dihukum Adipati" ujar pangeran Erlangga lagi.


Pangeran Adipati langsung tertunduk. Namun wajah nya menyiratkan ketidaksukaan yang mendalam.


"Dan karena kalian telah lancang, maka kau harus dihukum dayang"


deg


Zoya langsung terperangah kaget mendengar itu. Dia... dihukum??? Kenapa pangeran Erlangga tega sekali.

__ADS_1


"Tapi kakanda, aku yang memintannya datang kemari" sahut pangeran Adipati terlihat tidak suka.


"Dan karena itu kau juga harus dihukum. Sebagai pangeran tertua disini aku berhak mendidik adik adik ku agar mematuhi perintah kerajaan. Kau aku hukum untuk tidak keluar kamar selama satu minggu. Kau hanya boleh keluar disaat besok acara pertandingan kita" ujar pangeran Erlangga.


"Tapi kakanda," pangeran Adipati hendak protes, tapi wajah dingin yang menatap nya dengan pandangan mata yang tajam itu langsung membuat mulutnya terbungkam.


"Kau berani membantahku Adipati?" tanya pangeran Erlangga.


"Tidak kakanda, mohon ampuni aku. Aku bersalah" ucap pangeran Adipati seraya menundukkan kepalanya.


"Dan kau dayang Ana, kau aku hukum dalam kurungan penjara hingga kau tahu dimana salah mu itu"


Zoya memandang pangeran Erlangga tidak percaya. Kenapa pangeran Erlangga tega sekali mengurungnya??? Pangeran Erlangga bercanda kan?


"Kenapa kau malah memandang ku seperti itu? Kau tidak suka, atau kau mau hukum pancung karena kelancangan mu itu ha?" tanya pangeran Erlangga. Suaranya terdengar meninggi dan reflek Zoya langsung menunduk takut.


"Tidak pangeran, maafkan saya" ucap Zoya.


"Prajurit!!!!" seru pangeran Erlangga kearah luar kebun itu. Dan tidak lama kemudian, dua orang prajurit langsung datang dengan tergopoh gopoh kearah nya.


"Siap pangeran" kata kedua prajurit itu dengan begitu hormat.


"Bawa dayang Ana ke penjara, dan kurung dia disana" titah pangeran Erlangga.


Jadi dia benar serius untuk mengurung Zoya. Tidak salah kah?


"Pangeran" lirih Zoya. Namun pangeran Erlangga masih berdiri tanpa ekspresi


"Bawa dia" ujar pangeran Erlangga pada kedua parajurit itu.


"Baik pangeran" jawab mereka berdua. Dan bahkan langsung menyeret tangan Zoya pergi dari sana.


"Pangeran, maafkan saya. Tolong jangan kurung saya" seru Zoya. Namun pangeran Erlangga hanya acuh dan kembali memandang pangeran Adipati. Membiarkan Zoya dibawa oleh kedua prajurit itu menuju ruang tahanan disalah satu gedung.


"Pergilah kekamar mu. Hukuman mu dimulai dari hari ini" ujar pangeran Erlangga.


Pangeran Adipati hanya bisa menarik nafasnya dalam dalam dan mengangguk pelan. Melawan didalam istana, tidak ada guna nya. Hingga akhirnya dia kembali kekamar nya dan begitu pula dengan pangeran Erlangga.


...


Malam harinya....

__ADS_1


Zoya menangis dan bergumam kesal seraya memukul mukul tempat tidur kayu yang ada didalam penjara itu. Dia benar benar kesal dengan pangeran Erlangga. Kenapa pangeran itu tega sekali mengurung nya disini. Bukan kah dia tahu jika Zoya tidak bersalah. Benar benar jahat.


"Aaaahhh pangeran Erlangga keterlaluan. Gue udah jadi napi sekarang gara gara dia. Sialan emang" gerutu Zoya dengan tangis kekesalan yang semakin menjadi.


"Mama..... Reina, Dara.... gue mau pulang. Gue gak mau dipenjara" rengek Zoya lagi.


Dia kembali merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur kayu itu dengan kaki yang menghentak hentak kesal. Sudah banyak nyamuk, cuma diterangi dengan sebatang obor, tidur ditempat berdebu seperti ini pula. Zoya benar benar kesal dan tidak habis fikir dengan pangeran Erlangga itu.


Kenapa pangeran Erlangga jahat sekali?????


Bukankah dia tahu jika Zoya tidak tahu apa apa. Kenapa sekarang malah dipenjara???


"Hei... tidak bisakah kau berhenti merengek seperti itu?"


Pertanyaan seseorang membuat Zoya terkesiap, dia langsung beranjak dan menoleh kearah pintu penjara. Dan matanya langsung melebar saat melihat siapa yang datang.


"Pangeran Erlangga?????" seru Zoya begitu terkejut.


"Kenapa kau malah tega sekali mengurungku disini ha??" teriak Zoya langsung.


Pangeran Erlangga langsung meringis dan memperhatikan sekitarnya.


"Bisakah kau diam, kau mau terkurung disini selama nya" gerutu pangeran Erlangga


"Tidak mau. Aku takut disini. Kau jahat sekali pangeran" jawab Zoya yang kembali menangis dan berjongkok ditanah.


Pangeran Erlangga menghela nafas pelan dan membuka pintu penjara Zoya dengan kunci yang dia bawa.


"Ayo pergi" ajak pangeran Erlangga


Zoya mendongak dengan wajah basah nya


"Kemana?" tanya Zoya. Nadanya terdengar ketus.


"Berkeliling" jawab pangeran Erlangga.


Dan lagi lagi Zoya terperangah mendengar itu.


Pangeran Erlangga sudah gila atau bagaimana. Dia yang memenjarakan Zoya, dan sekarang dia malah ingin mengajak jalan jalan???


__ADS_1


__ADS_2