Ranula (Sejarah Penuh Luka)

Ranula (Sejarah Penuh Luka)
Rakyat Kasta Terendah


__ADS_3

Lagi lagi Zoya memandangi bibi Nor yang tengah mengobati luka didada pangeran Erlangga. Sesekali dia meringis melihat bibi Nor yang kembali membalurkan dedaunan yang sudah ditumbuknya ditubuh pangeran. Namun ketika mereka berdua memandang kearah Zoya, dia langsung menunduk takut.


"Seharusnya luka ini jangan dibiarkan terkena air dulu pangeran. Akan sangat lama sembuhnya. Apa lagi luka ini cukup dalam. Bibi belum bisa untuk menjahitnya" ujar bibi Nor.


Zoya semakin merasa bersalah mendengar itu. Apalagi melihat mata tajam pangeran Erlangga yang memandang lekat kearahnya. Seperti penuh dendam saja.


"Bibi tanyakan saja dengan nya. Ini karena ulahnya yang aneh itu" ucap pangeran Erlangga terdengar kesal.


Bibi Nor langsung memandang kearah Zoya, membuat Zoya langsung kelabakan dan ketakutan.


"Tidak bibi... aku sungguh tidak sengaja. Aku... aku reflek, pakaian ku juga basah" jawab Zoya seraya menunjuk pakaian yang dia kenakan.


Bibi Nor memandang aneh pada Zoya dan pangeran Erlangga, namun itu membuat Zoya beranggapan jika bibi Nor marah.


"Maafkan aku bibi, aku sungguh tidak sengaja. Tolong maafkan aku. Aku janji tidak akan menyusahkan lagi. Tapi tolong jangan usir aku" pinta Zoya dengan cepat bahkan tangan nya mengatup memohon maaf pada bibi Nor. Matanya juga berkaca kaca sekarang, dan ingin menangis. Zoya benar benar takut jika diusir dari sini, dia tidak tahu harus pergi kemana lagi. Keadaan ini masih membuat hatinya berkabut dan kalut.


Pangeran Erlangga sedikit terkejut melihat reaksi Zoya yang seperti itu. Apa dia benar benar merasa bersalah??


"Tidak Ana. Aku tidak akan mengusirmu. Tidak apa apa, aku masih bisa mengobati luka pangeran." ucap bibi Nor.


"Benarkah?" tanya Zoya seraya menghapus air matanya. Ah, kenapa dia jadi cengeng sekali sekarang??


"Yang terpenting setelah ini kau harus berjanji untuk membantu menjaga dan merawat luka pangeran agar cepat sembuh" ujar bibi Nor lagi.


Zoya langsung mengangguk dengan cepat.


"Aku berjanji bibi" jawab Zoya dengan senyum senang nya.


"Jika kau lalai lagi aku yang akan mengusirmu" ancam pangeran Erlangga.


Zoya mengerucutkan bibirnya sekilas dan mengangguk pasrah. Kenapa pangeran Erlangga jahat sekali. Apa dia tidak tahu jika Zoya benar benar takut ada disini.


"Yasudah, sebaiknya kau ganti pakaian mu. Sepertinya aku punya kain yang cocok untuk kau pakai" kata bibi Nor seraya beranjak kearah rak barang barang nya. Zoya memperhatikan nya dengan lekat, namun perkataan pangeran Erlangga kembali membuat nya menoleh.


"Lihat, dia begitu baik padamu. Jadi kau harus tahu berterimakasih. Jangan jadi pemalas disini" perkataan pangeran Erlangga membuat Zoya mendengus kesal.

__ADS_1


"Iya, aku tahu" jawab nya. Dan kembali menoleh pada bibi Nor yang datang dengan kain ditangan nya.


"Ini pakailah" ujar nya.


Zoya memandangi kain itu dengan aneh.


"Bagaimana cara memakainya bibi?" tanya Zoya yang memang tidak mengerti.


Pangeran Erlangga langsung mendengus mendengar nya.


"Apa karena ingatan mu hilang kau juga lupa caranya memakai baju?" tanya pangeran Erlangga begitu meremeh.


Zoya hanya diam dan kembali memandang bibi Nor.


"Ini terlihat berbeda dengan yang aku pakai" ucap Zoya.


Namun bibi Nor dengan sabar nya malah tersenyum.


"Biar aku bantu memakainya" jawab bibi Nor.


"Aku akan keluar" ucapnya yang langsung keluar dari rumah itu. Dia juga tahu diri untuk tidak melihat gadis itu berganti pakaian.


...


Sementara pangeran Erlangga menunggu diluar, Zoya mulai membuka pakaian nya dan mengganti dengan yang baru. Terasa sangat aneh ditubuhnya, karena pakaian itu yang terasa sangat kasar dan keras.


"Kau memiliki tubuh yang putih dan sangat halus. Kau begitu pandai merawat dirimu" puji bibi Nor yang sejak tadi membantu Zoya mengganti pakaian nya.


Zoya langsung tersenyum malu mendengar itu. Semasa dizamannya dia memang suka kesalon, meskipun dia suka hal ekstrem, namun untuk masalah kulit dan kecantikan, jangan diragukan.


"Ini sudah bawaan aku rasa bibi" jawab Zoya sekedarnya.


"Jika Putri kerajaan melihat kau yang seperti ini mereka pasti akan begitu iri. Bahkan kecantikan mu saja bisa melebihi mereka jika kau menggunakan pakaian dari sutra" ungkap bibi Nor.


Zoya langsung mengernyit bingung mendengar itu.

__ADS_1


"Apa pakaian yang kita gunakan tidak sama dengan mereka?" tanya Zoya. Dan bibi Nor langsung menggeleng dan tersenyum.


"Tentu saja tidak, mereka memakai kain dari sutra berbahan bagus. Hanya putri bangsawan dan para pangeran yang memakai itu. Mana bisa disamakan dengan kita sebagai rakyat kasta rendah ini" jawab bibi Nor.


Rakyat kasta rendah???


"Dan lagi, rambutmu juga harus di sanggul. Jangan dibiarkan tergerai begini lagi" ujar bibi Nor seraya memutar Zoya dan meraih kepalanya. Bibi Nor langsung menyanggul rambut Zoya dan merapikan nya sedikit dengan sisir yang terbuat dari kayu.


"Kenapa memang nya kalau digerai bibi? Aku terlihat jelek jika disanggul" Zoya mencoba protes, namun dia membiarkan saja bibi Nor menyanggul rambutnya.


"Mungkin kau lupa. Jika perbedaan rakyat dan kaum bangsawan juga bukan hanya pada pakaian, melainkan pada rambut. Hanya kaum bangsawan dan para putri yang boleh mengurai rambut mereka" jawab bibi Nor.


"Kenapa tidak adil sekali. Bukankah penampilan itu hak semua orang?" tanya Zoya yang kurang suka mendengar itu. Ternyata kesenjangan sosial memang sudah ada sejak zaman dulu.


"Ya, tapi itu memang sudah peraturan nya Ana. Hanya putri bangsawan saja yang boleh terlihat cantik. Dan ketika orang kerajaan melihat mu yang seperti ini, aku yakin mereka akan membawa mu kekerajaan" ungkap bibi Nor lagi.


"Waahh... benarkah??? Untuk apa bibi?" tanya Zoya yang langsung menghadap kearah bibi Nor saat rambutnya selesai disanggul. Dia langsung menjadi penasaran seperti apa kerajaan itu dan orang orang nya. Apa seperti yang ada ditelevisi atau dibuku sejarah??? Jika melihat pangeran Erlangga, sepertinya cukup menarik kan.


"Tentu saja untuk diangkat menjadi dayang ataupun....... selir" jawab bibi Nor.


Mata Zoya langsung melebar mendengar itu.


Selir????


Yang benar saja.


Berarti menjadi istri kedua raja atau malah istri kesepuluh, bukankah raja selalu memiliki selir lebih dari satu. Ya ampun, Zoya tidak bisa membayangkan jika itu terjadi.


Zoya langsung menggelengkan kepala nya dengan cepat.


"Tidak bibi, jangan sampai mereka membawaku ke istana, mungkin untuk menjadi dayang aku mau. Tapi untuk menjadi aku tak akan mau" ungkap Zoya.


Bibi Nor tersenyum dan menggeleng.


"Itu hanya perumpamaan saja Ana. Raja Kertangga adalah raja yang setia pada pasangan nya. Dia hanya ingin memiliki satu istri dalam hidup nya selama ini" ucap bibi Nor.

__ADS_1


Zoya langsung bisa bernafas dengan lega mendengar itu. Hah, jika begitu dia tidak akan takut untuk ditangkap kan.


__ADS_2