Ranula (Sejarah Penuh Luka)

Ranula (Sejarah Penuh Luka)
Pertarungan Pertama


__ADS_3

Dua Minggu berlalu....


Dan selama dua minggu ini pangeran Erlangga selalu menyempatkan diri untuk datang menemui Zoya dan mengajari Zoya bermain pedang juga sedikit ilmu bela diri.


Zoya sudah mulai mahir memainkan pedang, bahkan jika pangeran Erlangga tidak datang, dia sudah bisa berlatih pedang sendiri dirumah bibi Nor.


Zoya juga sudah mulai terbiasa dengan kehidupan nya dizaman ini. Meski sungguh, dia masih begitu merindukan zaman nya. Untung nya, pangeran Erlangga bisa menjadi sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian Zoya dari kesedihan nya, hingga dia bisa mulai menerima keadaan.


Sudah tiga hari ini pangeran Erlangga tidak datang. Dia hanya menitipkan pesan pada Zoya, jika untuk beberapa hari ini dia tidak akan bisa menemui Zoya dulu. Di istana sedang ada acara peringatan kematian ratu terdahulu. Dan pangeran Erlangga tidak bisa pergi kemana mana.


Zoya tidak masalah, hanya saja... dia merasa sunyi dan sepi. Dan lagi, pangeran Erlangga juga berpesan jika Zoya, jangan kemanapun apalagi pergi jauh dari rumah bibi Nor. Lelaki itu takut, jika sampai perompak yang mencari Zoya bisa menemui nya dan membawa Zoya pergi.


Tapi..


Entah kenapa, hari ini Zoya benar benar merindukan zaman nya. Zaman dimana dia menjadi Zoya Anastasya, dan bukan Ana si gadis berselendang merah.


Meski sudah hampir sebulan dia berada dizaman ini, namun Zoya masih bingung bagaimana bisa dia tercampak ke zaman ini. Hanya karena kecelakaan aneh dan membingungkan itu.


"Selagi bibi Nor kepasar, kayak nya gue main kepantai aja kali ya" gumam Zoya.


Dia menghela nafas sejenak dan langsung melilitkan selendang merah nya. Mungkin jika kepantai tidak akan ada orang kan, jadi tidak akan ada yang menemukan nya.


Zoya benar benar ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya. Sebulan menghabiskan waktu bersama pangeran Erlangga membuat nya terbuai dan melupakan niat awalnya untuk kembali kezaman modern.


Zoya menutup pintu rumah bibi Nor. Tidak lupa dia membawa pedang pemberian pangeran Erlangga. Zoya menyangkutkan tali pedang itu dibahu nya dan mulai berjalan menuju pantai.


Ah.... sekarang Zoya sudah seperti seorang pendekar wanita saja. Menakjubkan..


Zoya berjalan menyusuri jalanan setapak menuju kepantai. Semoga saja para perompak itu tidak menemukan nya disini.


Benar benar sepi...


Tapi hampir sebulan tinggal disini sudah membuat Zoya mulai terbiasa dengan keadaan ini. Dia juga tidak lagi merasa takut yang berlebihan berada ditengah hutan. Semua nya sudah seperti rumah sendiri baginya.


hah... apa Zoya bisa kembali kezaman nya lagi???


Sudah hampir sebulan..


Bagaimana keluarga nya disana??


Bagaimana dengan sahabatnya??


Apa mereka mencari Zoya???


Tidak lama kemudian, Zoya sudah menginjakkan kakinya diatas pasir pantai yang begitu bersih.


Hamparan laut lepas langsung terpampang dengan nyata dimata indah nya.


Bahkan angin laut langsung menerpa wajah Zoya dengan lembut, membuat selendang merah Zoya berkibar dengan lembut menutupi wajah nya.


Zoya berjalan menuju bibir pantai. Menyusuri pasir pantai yang terasa lembut ketika dipijak. Matanya mengedar mencari dimana dia terjatuh waktu itu.


Zoya pernah menonton sebuah film fantasi, jika didalam film itu seperti ada sebuah lorong waktu seperti bundaran angin ****** beliung diatas awan yang akan membawa orang kedimensi yang berbeda.

__ADS_1


Apakah seperti itu juga kehidupan nya ini????


Bahkan Zoya sampai memandang keatas langit, yang siang itu cukup terik. Membuat mata Zoya benar benar terasa silau.


Tidak ada apa apa disana.


Kaki Zoya terus melangkah menyusuri bibi pantai. Mencari jejak jejak yang mungkin bisa dia temui.


Namun nihil...


Ini seperti pantai biasa yang tidak ada apa apa...


"Huh.... apa ini mimpi? tapi udah sejauh ini perjalanan gue dizaman ini. Dan sampai sekarang gue bahkan gak tahu kenapa gue bisa ada disini. Ya Tuhan.." lirih Zoya seraya memandang lautan lepas itu dengan pandangan yang begitu nanar.


Sedih... Tentu saja. Tidak dipungkiri jika dia sudah merindukan kedua orang tuanya dan juga semua yang ada dizaman nya.


Tapi disini, tanpa sadar Zoya malah menemukan cinta nya. Ya, di dalam hati yang paling dalam, Zoya sudah meletakkan nama pangeran Erlangga disana.


Seorang lelaki berstatus sebagai pangeran yang telah mampu merebut hatinya. Bahkan Zoya tidak tahu ini hanya mimpi atau bukan. Yang jelas, kehadiran pangeran Erlangga dikehidupan nya kali ini, benar benar membuat Zoya merasa tenang.


Zoya menarik nafasnya dalam dalam, masih berdiri mematung dan memandang lautan lepas didepan nya. Selendang merah nya juga masih berkibar dengan indah.


Hingga tiba tiba suara beberapa ekor kuda membuat Zoya terkesiap.


Dia langsung menoleh kearah hutan, dimana tiga ekor kuda datang menuju kearah nya.


Mata Zoya mengernyit sekilas, namun setelah itu melebar kembali saat melihat jika ternyata itu adalah para perompak yang akan menculiknya beberapa waktu lalu.


Pangeran Erlangga sudah mewanti wanti hal ini, dan entah kenapa mereka ingin sekali membawa Zoya.


Dia harus berani dan tidak boleh takut. Karena untuk berlari pun tidak mungkin, mereka memakai kuda dan sudah jelas Zoya akan tertangkap. Maka dari itu, Zoya harus bisa melawan.


Bukan kah dia sudah bisa memainkan pedang?


Dua orang langsung turun dari atas kuda


"Kau ikut dengan kami" ujar salah seorang dari mereka


"Tidak akan" jawab Zoya


"Kau mau melawan" gertak nya


"Pergi kalian, atau aku tebas" ancam Zoya pula.


Namun orang orang itu langsung tertawa sinis memandang Zoya. Apalagi ketika melihat Zoya sedikit gemetar dan takut.


Zoya ingat perkataan Erlangga, bunuh tanpa ragu dan jangan gentar. Itu adalah prinsip seorang pendekar.


Zoya menarik nafas nya dalam dalam dan kemudian dengan yakin dia langsung menebaskan pedang nya pada seorang yang ingin maju melawan.


srakk


Lengan pria itu langsung tergores, membuat mereka langsung geram.

__ADS_1


Dua orang langsung menyerang Zoya, dan beruntung nya, hanya satu yang menggunakan pedang dan dua lain nya mencoba menyerang Zoya.


Dengan sigap dan gesit Zoya mencoba menghilangkan rasa takut nya.


Tidak ada pangeran Erlangga yang bisa menolong, dan dia harus bisa melindungi dirinya sendiri, agar apa yang diajarkan pangeran Erlangga tidak sia sia.


Buk


Uhhh


Zoya langsung mundur beberapa langkah saat salah seorang dari mereka berhasil menendang perut nya.


Dan entah kenapa, karena tendangan itu membuat Zoya menggeram, ada seperti api yang berkobar dalam hatinya untuk membunuh mereka.


"Uaaaahhh" Zoya berteriak dengan kencang seraya mengayunkan pedang nya dan....


sraak


Satu orang langsung jatuh terkapar diatas pasir dengan dada yang terbelah, bahkan darah langsung menyiprat mengenai selendang Zoya.


Zoya memutar tubuhnya dan kembali menyabetkan pedang nya seraya menendang salah seorang dari mereka.


Dan berhasil, satu orang kembali terkapar diatas pasir.


Nafas Zoya bergemuruh ...


Dan kini tinggal satu orang lagi.


Ini gila ... benar benar gila. Ini adalah kali pertama nya Zoya membunuh orang.


Takut... tentu saja. Tapi jika tidak begini, maka dia yang akan mati.


"Kau memang tak bisa dianggap remeh" ungkap pria itu


Zoya terdiam dan masih mengatur nafasnya. Namun tiba tiba dia langsung menghindar saat pria itu dengan sigap mulai melawan nya.


Trang Trang Trang


Dentingan suara pedang mulai terdengar, bahkan bukan hanya pedang yang berdenting, namun juga kaki pun ikut bermain.


Zoya benar benar kewalahan, karena bagaimana pun ini adalah pertarungan pertama nya.


Dan buk


Zoya langsung terhempas keatas pasir karena tendangan yang cukup kuat dari pria itu. Membuat nya terbatuk darah. Bahkan pedang Zoya juga sudah terpental jauh.


Zoya memegangi perut nya yang terasa sangat sakit, dan dia meringis memandang pria berwajah sangar itu.


Zoya ketakutan saat pria itu mulai mengayunkan pedang kearah nya.


dan


srakk

__ADS_1


uhh


__ADS_2