Ranula (Sejarah Penuh Luka)

Ranula (Sejarah Penuh Luka)
Tujuan Zoya


__ADS_3

Zoya memandang Juna yang duduk dihadapan nya, tepat dikursi rias milik ibunda ratu. Lelaki ini sejak tadi memandang nya tidak berkedip. Zoya bahkan sampai risih dibuat nya. Dia yang sedang makan makanan yang dibawa oleh Juna menjadi kurang berselera. Meski tetap saja, makanan itu sudah habis tidak tersisa.


Zoya mengusap perutnya yang sudah kenyang. Rasanya benar benar nikmat sekali. Tanpa bekerja, hanya tidur ditempat ini tapi malah di antarkan makanan.


Sudah pasti ini adalah ulah pangeran nya. Memang terbaik pangeran Erlangga. Tidak salah jika Zoya jatuh cinta pada nya kan.


"Kenapa kau tersenyum seperti itu?"


Pertanyaan Juna membuat Zoya terkesiap. Dia yang sedang membayangkan wajah tampan pangeran itu sampai melupakan Juna beberapa detik.


"Tidak ada. Kenapa kau melihat ku seperti itu kak. Sejak tadi hanya diam dan terus memandang ku. Aku jadi tidak berselera makan" ucap Zoya.


Juna langsung melirik kearah wadah makanan yang sudah kosong di atas meja.


"Tidak berselera apanya. Kau bahkan menghabiskan makanan itu tanpa sisa" sahut Juna.


Zoya langsung tertawa dan menutup mulutnya sekilas.


"Sudahlah, kenapa kau bisa tahu aku ada disini. Apa pangeran Erlangga yang memberi tahu mu?" tanya Zoya.


Juna mengangguk pelan


"Katakan padaku, seberapa dekat kau dan pangeran Erlangga" ujar Juna, tanpa basa basi. Membuat Zoya memandang nya dengan bingung.


"Seberapa dekat?" gumam Zoya.


Juna masih diam dan terus memandang Zoya dengan lekat.


"Kau yang paling tahu kan. Bagaimana aku dan dia. Bagaimana aku menjelaskan nya. Kami masih berteman seperti biasa" jawab Zoya.


Namun Juna menggeleng dan menghela nafasnya dengan berat.


"Ana... semakin lama, aku bisa mengerti, jika sebenarnya pangeran Erlangga pasti sudah jatuh hati padamu" ucap Juna


Zoya langsung tertegun mendengar itu.


"Apa maksudmu?" tanya Zoya tidak mengerti. Dan bahkan dia tidak tahu kenapa Juna bisa berkata seperti itu. Bukankah selama ini, siapapun yang melihat sudah tahu, jika yang jatuh hati itu adalah Zoya. Bukan pangeran Erlangga.


"Dia sengaja mengurung mu dipenjara, hingga semua orang memang menyadari jika kau bersalah dan berada dipenjara bawah tanah. Dan dia sengaja melakukan itu agar saat kau menghilang tidak ada yang mencari mu. Sudah jelas, dia jatuh hati padamu, hingga dia mengambil kesempatan ini untuk terus bersamamu" ungkap Juna

__ADS_1


Zoya terdiam


"Tapi dia hanya ingin mengajari ku bermain pedang. Tidak lebih" jawab Zoya.


"Ana, kenapa kau polos sekali. Pangeran Erlangga yang melirik mu saja itu sudah membuktikan jika dia tertarik padamu. Apalagi dengan semua yang dia lakukan ini. Dia yang meminta mu masuk ke istana, dia yang mengajarimu pedang, dia yang menempatkan mu di kamar ratu terdahulu. Itu semua sudah jelas jika dia benar benar jatuh hati padamu" sahut Juna. Terlihat begitu emosi.


Zoya terdiam, dia merasa bahagia jika itu benar. Karena selama ini, Zoya hanya beranggapan jika pangeran Erlangga hanya kasihan dan menganggapnya seperti teman biasa saja. Bukankah di zaman nya memang begitu. Bebas berteman dengan siapa saja dan saling tolong atau bahkan saling bercanda. Jadi Zoya juga beranggapan seperti itu.


Namun Juna malah berkata lain. Hanya dengan melirik saja sudah di pastikan jika pangeran Erlangga memang tertarik padanya. Dan sepertinya sama seperti pangeran Adipati kan.


Ah apa itu benar? kenapa rasanya bahagia sekali???


"Ana" panggil Juna


"Aku benar benar tidak ingin kau terlalu dekat dengan pangeran Erlangga" ucap Juna begitu serius.


Zoya langsung mengernyit memandang Juna.


"Kenapa?" tanya Zoya. Namun sedetik kemudian dia langsung terkesiap


"Ah...jangan bilang kau cemburu" tuding Zoya dengan mata memicing.


"Auh ... sakit" keluh nya dengan kesal


"Dasar bodoh. Aku itu sudah menganggap mu sebagai adik ku sendiri. Tidak bisakah otak mu itu kau pakai untuk berfikir" gerutu Juna. Kelihatan nya dia kesal sekali mendengar perkataan Zoya tadi.


"Kau ini kejam sekali" ucap Zoya dengan bibir yang mengerucut kesal, tangan nya masih mengusap dahi nya yang memerah.


"Aku itu takut, jika petinggi kerajaan tahu, apalagi sampai yang mulia raja tahu tentang kedekatan kalian. Kau bisa dihukum mati Ana" ucap Juna. Wajahnya masih dalam mode serius. Dan tentu saja perkataan nya barusan membuat Zoya menjadi takut.


"Aku harus bagaimana. Pangeran sendiri yang mendatangi ku. Bahkan dibeberapa kali kesempatan dia menculikku" jawab Zoya


"Menculikmu?" tanya Juna


Zoya langsung mengangguk dengan cepat.


"Iya, dia bilang jika tidak dengan cara menculik, dia tidak akan bisa membawaku pergi. Sama seperti di malam kau tertangkap basah oleh nya" jawab Zoya.


Juna menghela nafas pelan dan menggeleng gelisah.

__ADS_1


"Aku benar benar takut jika yang mulia raja tahu tentang hubungan kalian ini. Dan bukan hanya itu saja, jika para pangeran dan putri yang tahu, atau bahkan para dayang dan prajurit yang lain tahu, sudah pasti berita ini pasti akan langsung sampai ketelinga yang mulia raja" ungkap Juna.


Zoya tersenyum tipis. Dia mengusap bahu kekar Juna. Dia benar benar bahagia melihat Juna yang begitu perduli padanya. Meskipun Zoya hanya orang asing yang belum lama masuk kedalam kehidupan mereka.


"Kau tenang saja kak. Aku pasti baik baik saja. Aku yakin, pangeran Erlangga tidak akan membiarkan aku dalam bahaya" ucap Juna.


"Dia memang tidak akan membiarkan mu terluka. Tapi bagaimana mungkin dia bisa melawan ayah nya sendiri jika mereka menentang hubungan kalian" sahut Juna


"Aku dan dia tidak menjalin hubungan apapun. Aku juga sadar diri. Percayalah, aku pasti akan baik baik saja. Lagipula, aku bukan hanya menikmati kedekatan ini, tapi juga ingin membantu mencari keberadaan adik mu" ungkap Zoya


Juna langsung mematung mendengar itu.


"Ana.. tidak semudah yang kau bayangkan" ucap Juna


"Aku tahu. Tapi aku juga ingin membalas Budi pada bibi Nor yang sudah begitu baik padaku. Aku juga ingin kau bertemu dengan adik mu kembali. Kita bisa bekerja sama bukan" ucap Zoya. Dia berbicara dengan sedikit pelan.


"Apa yang akan kau lakukan. Semua menyangkut tentang orang dalam kerajaan. Bahkan pangeran Erlangga saja belum tentu bisa dengan mudah mengungkap kasus ini" kata Juna.


"Kemari" Zoya langsung menarik Juna untuk duduk disampingnya, seraya dia yang kembali memandang keluar. Jangan sampai ada yang mendengar pembicaraan mereka ini.


"Kau bilang padaku jika seorang pangeran bersimpati pada seseorang, itu tandanya dia tertarik bukan?" tanya Zoya, pandangan matanya cukup serius. Membuat Juna langsung mengangguk dengan cepat.


"Nah, aku rasa pangeran Adipati juga tertarik padaku kak. Aku dipenjara karena bertemu dengan nya didalam kebun tanaman obat milik para tabib" ucap Zoya.


Juna langsung mengernyit mendengar itu.


"Kenapa kau bisa bertemu dengan nya disana.?" tanya Juna


"Seorang prajurit berkata padaku jika ada seseorang yang ingin bertemu dengan ku disana. Aku berfikir jika itu adalah pangeran Erlangga, tapi ternyata bukan. Orang itu adalah pangeran Adipati" jawab Zoya


Juna masih terdiam


"Beberapa kali aku melihat nya menatap ku dari kejauhan. Beberapa kali dia mendatangi ku hanya ingin berkata jika dia akan menemui ku. Bukan kah itu suatu ketertarikan?" tanya Zoya


Juna langsung mengangguk. Meski dia cukup takjub mendengar ini. Ana yang hanya seorang dayang disukai oleh dua pangeran sekaligus.


"Lalu apa rencana mu. Apa hubungan nya dengan dia. Apa kau tahu sesuatu?" tanya Juna lagi


"Aku curiga, jika dia memang terlibat dalam kasus penculikan gadis desa. Dengan aku yang dekat dengan nya. Bukankah aku bisa mencari petunjuk?" ucap Zoya

__ADS_1


Juna langsung tertegun mendengar itu.


__ADS_2