Romansa Janda Muda

Romansa Janda Muda
Mati lampu


__ADS_3

Sementara itu di rumah, Syedza membuka-buka lemari. Mengeluarkan isi lemari itu untuk mencari sesuatu.


"Yang ini? yang ini? yang ini?


Aaahhh... Kenapa isi lemari ini begini semua?". Ucap Syedza saat memilih baju di lemari itu


Syedza melemparkan keluar satu persatu pakaian itu dari dalam lemari. Sehingga pakaian itu berhambur tak beraturan di dalam kamarnya.


"Iyaa iyaaa... Aku harus membuka pintu lemari yang lain lagi, mungkin di rak lain aku menemukan pakaian yang cocok untuk ku pakai saat ini".


Syedza berjalan lagi ke arah pintu lemari yang lain kemudian berteriak


"Moehe sayangku". Syedza mengucapkan kata sandi di depan pintu lemari nomor 2 .


Pintu lemarinya tidak terbuka.


Syedza pindah ke pintu nomor 3, kemudian berterik lagi


"Moehe sayangku".


pintunya belum juga terbuka


Syedza melanjutkan ke pintu lemari selanjutnya, kemudian berteriak lagi


"Moehe sayangku!"


belum ada tanda-tanda pintu itu akan terbuka.


Sehingga Syedza geram. Ia mendatangi pintu lemari itu satu persatu, kemudian berteriak geram


"Moehe sayangku!"


"Moehe sayangku!"


"Moehe sayangku!"


"Moehe sayangku!"


"Moehe sayangku!"


"Aaahhh bagaimana bisa dia sepelit itu pada ku? Dengan lemari yang sebesar ini, ia hanya memberikan aku satu rak yang dipenuhi baju tidur. Ini sungguh tidak adil!" . Protes Syedza memenuhi suara di dalam kamarnya itu


"Mungkin tadi aku teriaknya tidak kuat, aku akan coba teriak lebih kuat lagi". Ucap Syedza


"Moehe sayangku!"


"Moehe sayangku!"


"Moehe sayangku!"


"Moehe GILA! Moehe GILA! Moehe GILA!". Teriak Syedza kesal


Deggg... Gelap.. Lampu di kamar itu tiba-tiba mati.


Syedza berteriak ketakutan


"Tolong! Tolong aku! tolong!"

__ADS_1


Pengawal yang berjaga di luar dari tadi hanya tertawa mendengar suara Syedza tidak jelas.


"Nona baru saja ditinggal tuan muda sebentar saja sepertinya sudah rindu berat". Bisik salah seorang penjaga


"Hahaha Sepertinya nona butuh bantuan kita sekarang"


Dua orang pengawal masuk ke dalam kamar Syedza.


"Kami di sini nona, Ada yang bisa kami bantu?". Ucap salah seorang pengawal


"Lampunya tiba-tiba mati, apa kau bisa bantu aku untuk menyalakannya". Pinta Syedza pada pengawal itu


Pengawal baru saja ingin menghidupkannya secara manual. Tiba-tiba Syedza tersadar bahwa pakaiannya masih belum diganti sejak tadi.


Tidak! tidak tidak! Mana mungkin mereka melihatku begini? . Batin Syedza


"Tunggu!. tunggu tunggu! . Kalian tidak perlu menghidupkan lampu itu. Kalian boleh keluar sekarang. Tolong panggilkan koki wanita untuk ku". Titah Syedza


"Tapi nona___". Protes salah seorang pengawal


"Keluarlah biar wanita itu saja yang membantu ku". Ucap Syedza mengusir pengawal itu


Sekitar 5 menit kemudian,


tookkk tookk tokkkk


"Permisi nona, Anne di sini!". Sapa seseorang yang masuk dari balik pintu


Oohhh. Jadi namanya Anne. Batin Syedza


Hanya bias cahaya dari luar kamar lah yang menjadi penerang kamar itu saat ini. Samar-samar terlihat wajah Anne. Wajah Syedza tak terlihat sama sekali, karena semakin ke dalam semakin tak tersentuh cahaya.


"Baik nona"


"Anne apa kau bisa melihat ku dalam gelap seperti ini?". Sarkas Syedza


"Tidak nona!" Jawab Anne santai


"Hidupkan lampunya Anne, jangan diam saja". Titah Syedza


Anne menyalakan lampu itu dengan remote rahasia yang diberikan pengawal tadi padanya.


Syedza baru bisa melihat wajah Anne yang masih berdiri ditempat tadi.


"Anne apa kau punya bakat pensulap?". Tanya Syedza meneliti Anne


"Tidak nona". Jawab Anne singkat


"Saya yakin kau bisa sulap Anne". Syedza masih belum bisa terima keahlian Anne


"Tidak nona". Jawab Anne singkat lagi


"Bagaimana bisa, kau masih berdiri di situ tapi bisa menyalakan lampu ini. Bahkan tangan mu pun tidak bergerak sama sekali". Protes Syedza meneliti Anne


Anne mematung di tempat ia berdiri sejak tadi, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ia bingung mau memberikan alasan apa pada nona mudanya ini.


"Aku yakin kau memiliki keahlian lebih Anne, aku mohon bantu aku buka lemari itu dengan kekuatan mu Anne". Pinta Syedza

__ADS_1


Anne tak bersuara sedikitpun


Bagaimana ini?. Aku tidak memiliki keberanian membuka lemari itu tanpa persetujuan dari tuan muda.


"Anne, jangan sia-siakan kekuatan mu Anne. Aku hanya bisa membuka satu rak lemari itu yang isinya baju tidur semua. Aku tidak mungkin menggunakan baju tidur yang pendek itu setiap hari sampai Moehe kembali". Jelas Syedza panjang lebar


"Bahkan aku tidak mungkin menggunakan ini terus setiap harinya. Aku mohon Anne bantu aku kali ini saja". Syedza memohon dengan mengatup kedua tangannya


"Nona. Saya tidak tau apa-apa". Jawab Anne singkat


"Lalu aku harus bagaimana ini?". Tanya Syedza sedikit kesal pada Anne


"Semua peralatan di kamar ini menggunakan kunci yang modern nona, yaitu sidik jari dan kata sandi". Jawab Anne sekenanya


"Yaaappss itu!. Aku butuh kata sandi yang kau maksud itu sekarang, Katakan!". Sorak Syedza bersemangat, seperti mendapatkan jalan keluar dari masalahnya dari tadi.


Anne masih diam


"Katakan! Ayo katakan!". Tegas Syedza tak sabar mendengar bocoran kata sandi yang diucap dari mulut Anne


"Maa... maaaaf no.. naa.. Saya tidak tau". Ucap Anne terbata-bata


"Iiih dasar pelit". Gumam Syedza tapi masih bisa di dengar Anne


"Jadi aku harus bagaimana sekarang Anne? Coba kau katakan, apa yang bisa aku lakukan?". Tanya Syedza memancing Anne


"Semua kata sandi itu diketahui oleh tuan muda, saran saya lebih baik nona menghubungi tuan muda saja sekarang". Saran Anne pada Syedza


"Hiiiihhh kenapa semua bawahan Moehe keras kepala begini ya?. Mereka dan tuannya sama saja". Gumam Syedza


"Aku menghubungi nya? Yang benar saja! Bisa besar kepalanya nanti". Ucap Syedza tak terima dengan saran Anne


"Baiklah nona saya rasa saya sudah selesai di sini". Ucap Anne ingin meninggalkan kamar itu.


Anne takut berlama-lama bersama Syedza, ia takut tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan aneh lainnya.


"Hei! Kenapa kau ini? Kau tak usah ganggung begitu dengan ku. Anggap saja aku ini teman mu yang telah lama kenal". Ucap Syedza pada Anne


"Jangan begitu nona, saya hanya seorang koki di rumah ini". Jawab Anne tau diri dengan posisi nya.


"Memang kenapa kalau koki?" Sanggah Syedza.


"Ba. . Baik nona". Anne mengangguk pelan


Matilah aku! Matilah aku!. Batin Anne


"Bagus! Kita bisa menjalin kerja sama yang baik nantinya". Sorak Syedza senang


Sepertinya anak ini bisa ku ajak kerja sama yang baik. Ia sepertinya penurut dan banyak takutnya. Batin Syedza gembira


"Tos dulu kita Anne, untuk memulai persahabatan kita ini". Ucap Syedza mengangkat tinggi tangannya


Anne menyentuh lembut tangan majikannya itu.


Bagi mu ini hal yang menyenangkan nona, tapi tidak bagiku. Ini semua jadi ranjau bagiku. huuu huhhuuu. Anne terisak di dalam hati.


"Apa kau benar-benar tak bisa membantu ku kali ini Anne?" . Syedza menunjuk ke lemari itu.

__ADS_1


Bisakah Anne membantu Syedza ? atau tidakkah?


next episode yaa.


__ADS_2