
Seihan masih memeluk wanita itu dengan hangat, untuk menghilangkan ketakutan dari wanita itu.
"Aku baik-baik saja". Ujar wanita itu tersadar kalau ia sudah terlalu lama di pelukan Seihan
"Apa sudah mendingan?". Tanya Seihan melepaskan pelukannya.
"Iya". Jawab Wanita itu mengangguk, "Maaf". Lanjut wanita itu merasa bersalah.
Seihan mengangguk, sedangkan pikirannya terlintas wajah Moehe. Moehe yang tiba-tiba aneh ingin mengadopsi salah satu karyawannya secara random.
"Istirahatlah, tenangkan dirimu dulu. Aku tinggal dulu ya". Ujar Seihan
Wanita itu hanya mengangguk, mempersilakan Seihan untuk pergi dari ruangannya.
"Ada suatu hal yang harus aku selesaikan, jika ada apa-apa kabari aku secepatnya". Ujar Seihan meninggalkan ruang formulasi itu.
Perlakuan Seihan pada wanita ini memang lebih dari sekedar atasan dan karyawan, sangat lebih dari itu. Selain dari wanita itu merupakan salah seorang yang penting di perusahaan Seihan, mungkin Seihan juga memiliki maksud lain. Tetapi wanita juga nyaman pada Seihan, ia selalu mengadu apapun pada Seihan, terlebih lagi yang menyangkut identitas dirinya.
Sementara itu di ruang kerja Seihan, Moehe mengacak-acak data-data seluruh profil karyawan Seihan.
"S-Y-E-D-Z-A". Moehe mengetik nama Syedza pada kolom pencarian, Tetapi tidak ia temui.
File not found!
"Aahhh! Tidak ditemukan!". Umpat Moehe
Moehe membuka folder yang lain lagi, kemudian mengetik nama Syedza lagi di kolom pencarian, tetapi masih belum menemukan hasil. Kemudian Moehe membuka folder lainnya, lalu melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, masih tetap belum menemukan hasil.
Setelah membuka beberapa folder yang di sediakan Seihan, Moehe masih belum bisa menemukan apa yang sebenarnya yang ia cari. Hampir setengah jam Moehe terlihat panik di depan meja kerjanya Seihan, antara kesal dan ambisi yang terlalu menggebu saat mencari petunjuk yang ia inginkan.
Sial! Sejauh ini aku belum menemukan apapun, jika seperti ini bisa-bisa Seihan curiga pada ku nanti. Batin Moehe
Moehe melirik jam di tangan kirinya
"Hmmm 30 berlalu, bahkan aku belum menemukan petunjuk apapun". Gumam Moehe
Moehe terlihat berpikir sejenak.
Aku harus melakukan sesuatu sebelum Seihan kembali. Batin Moehe
Selang beberapa menit terdengar suara, Dubbb.. dub... dub.. Seperti suara hentakan kaki yang mendekat ke arah Moehe.
__ADS_1
Cekleeekkk.. Suara pintu ruang Seihan terbuka
"Kau sedang apa!". Teriak Seihan menarik kerah maju Moehe
Moehe Terbungkam tak bisa menjelaskan apa-apa.
"Apa yang kau lakukan?". Tanya Seihan setengah membentak.
Emosi Seihan tak terbedungkan, ia tak sempat memikirkan apapun saat ini, yang ia tahu kecurigaannya terhadap Moehe itu nyata.
"Hei tuan Seihan, ada apa ini? Kau mencurigai aku kenapa? Aku hanya mencari data karyawan yang akan aku adopsi saja". Sahut Moehe tenang
Raut wajah Seihan memerah dan menatap sinis seperti tak percaya dengan sahabatnya itu.
"Aku heran, kau bertindak aneh seperti ini. Untuk apa?". Tanya Seihan dengan tatapan dingin
"Baiklah akan aku jelaskan. Kau tenangkan dulu emosi mu". Moehe mempersilakan Seihan untuk duduk. "Aku hanya butuh teman wanita untuk mendampingiku saat acara pertunjukan galeri seni malam besok, dengan menjadikan dia karyawan baru ku, itu bisa menjadi alasan untuk menemaniku ke acara itu sebagai pendampingku. Kau tahu aku tidak mengenal siapapun di kota ini, aku juga tak ingin pergi kesana sendirian". Ujar Moehe mulai menjelaskan dengan tenang, "Rasanya hampa Seihan". Moehe mengedipkan mata sebelah kirinya.
"Apa aku bisa mempercayai itu?". Tanya Seihan tegas
"Hanya itu, tak lebih. Coba kau bayangkan saja, wanita mana yang mau jika aku menyewanya untuk menjadi pendampingku di acara pertunjukan itu? Apa aku tidak terlihat kejam?". Moehe mencari-cari alasan agar Seihan tidak curiga.
Maafkan aku Seihan, aku telah berbohong. Aku tahu kau orang baik, tapi aku hanya menyelesaikan misiku. Aku yakin ini tidak merugikanmu. Batin Moehe.
"Kau percayalah padaku, aku tak akan mengutik sahabatku sendiri ini". Moehe menunjukan dada Seihan.
Seihan masih terdiam, antara ingin percaya atau curiga.
Apa yang harus aku percayai?. Batin Seihan
"Oh iya, kau sendiri dengan siapa ke sana? Apa kau membawa wanitamu itu? Kenalkan padaku nanti ya". Ujar Moehe mengedipkan sebelah matanya.
"Hmmm.. Apa kau sudah selesai?". Tanya Seihan sangar
"Aduhh.. Galak sekali bos! Iya ya ya.. Aku sudah selesai, aku akan pergi". Moehe menyenggol lengan Seihan dengan sengaja.
Moehe melangkah beberapa langkah menuju pintu ruangan, kemudian berbalik badan, "Oh.. Iya, aku tunggu kau dengan wanitamu di acara pertunjukan galeri itu". Ujar Moehe tersenyum seperti meledek Seihan
"Aku tak akan pergi!". Tungkas Seihan
"Mana mungkin. Hahaha". Tutup Moehe meninggalkan ruangan Seihan
__ADS_1
...Aku akan pergi kesana jika Syedza mau ikut juga, aku tidak mau terlihat bodoh pergi sendirian di depan Moehe. Batin Seihan ...
Moehe berjalan ke area parkir dengan tegap, langkah demi langkah Moehe gerakkan dengan cepat, tiba-tiba ia teringat suatu hal. "Sial! Aku belum mengatakan satu nama pada Seihan. Tapi, itu tak terlalu penting, yang terpenting sekarang aku harus buktikan kalau wanita itu adalah Syedza". Gumam Moehe
Hatiku begitu yakin kalau dia adalah Syedza. Lalu jika benar itu Syedza, aku harus apa?. Batin Moehe gundah.
Moehe memikirkan banyak hal yang lintas di otaknya, bayangan masa lalu yang fatal yaitu berupa kesalahan-kesalahan yang ia lakukan pada Syedza.
Jika ia itu adalah Syedza, apa ia mau menemui ku? Apa ia mau memaafkan kesalahan yang pernah aku perbuat pada nya, hmmm.. Kesalahan fatal yang membuat ia pergi dari rumah saat itu. Batin Moehe mengiba
Trrrttttt... trrruutttt.. truuuutttt.. Moehe meraba saku celananya, Suara ponselnya berdering.
"Selamat siang tuan muda". Sapa seorang laki-laki dari seberang sana
"Apa kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan, Fram?". Ujar Moehe to the point.
"Tentu saja tuan muda". Sahut Fram sigap
"Katakan!". Sambar Moehe tak sabar
"Maaf sebelumnya tuan muda, saya tidak menemukan jejak apapun tentang NONA di file yang tuan muda kirimkan itu". Ujar Fram
"Kau cari lebih teliti lagi ya". Titah Moehe sedikit melemah
"Baik tuan muda". Fram mengiyakan Moehe
"Aku ingin kau cek kembali seluruhnya file yang aku kirim itu". Moehe mengulangi perintahnya
"Baik tuan muda, tapi.. ". Kalimat Fram seperti ragu untuk di utarakan
"Tapi apa?". Tungkas Moehe
"Aku menemukan dua folder yang sudah di privasi, sepertinya satu folder diantaranya berisi foto-foto dan satunya lagi seperti dokumen pribadi". Ucap Fram menjelaskan
"Aku tidak butuh foto-foto itu". Sahut Moehe
"Tapi tuan muda, sepertinya ini mencurigakan". Ujar Fram
"Mencurigakan? Maksudmu?". Tanya Moehe penasaran
"EIFRIL, Folder itu diberi nama Eifril". Ujar Fram lantang
__ADS_1
"Apa!". Sahut Moehe terkejut
Eifril? Apa ia menggunakan nama belakangnya selama ini?. Batin Moehe menerka