
Aduh... Aku keceplosan, Mati aku! Jangan sampai tuan Moehe mengenali siapa aku. Batin Noza ketakutan
"Kau mengenali aku nona?". Tanya Moehe sekali lagi
"Iya". Jawab Noza spontan
"Hmmmm?". Moehe menyerngitkan dahinya mengisyaratkan tanda tanya
"Eh tidak.. Aku hanya sering mengikuti webinar tentang bisnismu di internet". Jelas Noza gelagapan
"Oh ya? Sepertinya aku pernah melihatmu beberapa kali, tapi aku tak bisa mengingatnya persis". Ujar Moehe seperti memikirkan sesuatu
"Sepertinya kau salah orang, itu tidak mungkin, aku baru bertemu dengan mu kali ini saja". Noza mengelak
Mati lah aku, jangan sampai tuan Moehe mengenali siapa aku, lama-lama bisa terkuak identitasku kalau sampai hal itu terjadi. Aku sudah yakin 100% Nona tidak mengingat siapa aku, aku tidak perlu khawatir pada nona, tapi aku ragu jika tuan Moehe akan menyelidi siapa aku". Batin Noza beberapa saat melamunkan hal yang tak ia inginkan
"Ayo Nafin, kita harus pulang ke kamar kita sekarang". Ujar Noza menarik tangan Nafin
Pulang? Mereka tinggal di apartemen ini juga? Sepertinya mereka memiliki hubungan penting dengan Seihan, setahuku Seihan hanya memperbolehkan karyawan penting dan para tetamu bisnisnya yang boleh menginap di gedung ini. Batin Moehe membaca situasi
"Tunggu dulu Aunty, kau belum salam dengannya, kau yang selalu mengingatkan ku harus bersifat ramah pada semua orang kan? Jadi kau juga harus begitu". Nafin menggerutu seperti orang dewasa yang sedang memberi nasehat.
"Salam tuan Moehe". Noza mengatupkan kedua tangannya, "Ayo kita harus ke kamar sekarang". Ajak Noza lagi
"Tunggu, aku harus berpamitan dengan uncle Hero ini dulu". Ucap Nafin melepas genggaman Noza
Noza mengangguk, "Jangan lama-lama ya". Ucap Noza lagi
"Uncle Hero, Nafin senang bisa bermain denganmu, besok-besok kita main lagi ya. Sampai jumpa Uncle Hero". Ucap Nafin manis sambil melambaikan tangannya
"Sampai ketemu lagi sayang". Moehe mengecup kening Nafin sebelum mereka berpisah
Aduhhh.. Bagaimana ini? Apa rahasiaku ini semakin dekat dengan penampakan? Aku yakin Nafin akan menceritakan pada Nona tentang kegiatannya hari ini, tak terkecuali ia akan menceritakan tentang tuan Moehe, Uncle Hero-nya itu, pasti nona akan menanyakan pada ku siapa Laki-laki yang disebut-sebut Nafin itu. Aku harus jawab apa?. Batin Noza berkecamuk
Aku tidak mungkin mengatakan itu adalah tuan Moehe, Nona pasti akan curiga pada ku jika aku menyebut nama tuan Moehe di depannya, walaupun aku tidak tahu apa permasalahan antara tuan Moehe dan Nona, tapi aku yakin ada suatu hal besar yang terjadi, sehingga Nona mengasingkan diri ke kota ini. Kita sama nona, sama-sama orang terasing ataupun sengaja mengasingkan diri. Batin Noza mengiba
"Tidak aku tidak boleh mengatakan pada nona sedikit pun tentang tuan Moehe, identitasku menjadi ancamannya". Gumam Noza meyakinkan hatinya.
"Mommy!". Teriak Nafin pada ibunya, Nafin memeluk ibunya beberapa saat kemudian mulai mengatur strategi untuk bercerita kegiatan hari ini, seperti biasa yang dilakukannya setiap hari saat ibunya pulang.
"Apa kau baik-baik saja? Apa yang kau lakukan hari ini, nak?". Tanya wanita itu lembut
"Bermain dengan Uncle Hero". Jawab Nafin spontan
"Uncle Hero?". Ibunya Nafin menyerngitkan dahinya, kemudian melirik ke arah Noza.
Noza mengangkat kedua bahunya.
"Uncle Hero adalah orang yang baik Mommy!". Seru Nafin
"Nafin sayang, Mommy tidak suka kalau Nafin bermain dengan orang asing". Jelas Wanita itu pelan-pelan pada Nafin
__ADS_1
"Uncle Hero bukan orang jahat, Mommy". Bantah Nafin
"Sayang, coba ceritakan pada Mommy bagaimana Nafin bisa bertemu dengan Uncle Hero". Tanya wanita itu pelan-pelan pada anaknya
#Flashback on
"Kenapa tombol pengendali pesawat ini susah sekali di arahkan?". Gumam Nafin sambil memencet tombol kontrol pesawat mainannya.
Nafin berlari-lari mengejar pesawatnya, hingga ia tak sadar sudah keluar area main anak-anak
Bruuuukkkkk
"Yaahh... Pesawatnya patah. Hiksss... Hiskssss". Ucap Nafin sedih
"Hai! Anak manis, sedang apa di sini?". Tanya Moehe menghampirinya
"Pesawatku jatuh". Isak Nafin tersedu-sedu
"Baiklah apa boleh membantu memperbaiki pesawat ini?". Tanya Moehe lembut
"Apakah bisa?". Tanya Nafin balik
"Harus bisa!". Ucap Moehe
"Yeeey!". Sorak Nafin
"Nama kamu siapa, anak pintar?". Tanya Moehe
"Nafin". Jawab Nafin singkat
"Iya Om, sebenarnya namaku panjang, tapi ibuku hanya memberi tahuku 'Nafin'. Ibu merahasiakan nama lengkapku". Jelas Nafin
"Oohh.. Begitu, Nama yang bagus setampan orangnya". Ujar Moehe menyubit pipi Nafin
"Nama om siapa? Apa boleh aku memanggilmu Uncle saja? Uncle Hero?". Tanya Nafin pada Moehe
"Tentu saja, tapi kenapa harus Hero?" Tanya Moehe lagi
"Karena uncle adalah orang baik yang mau membantuku memperbaiki pesawat ini seperti semula, Jadi kau adalah super heroku, Uncle". Ucap Nafin
"Baiklah anak manis, kau boleh memanggil ku dengan sebutan itu. Apa kau sudah makan, nak?". Tanya Moehe lembut
"Sudah uncle, aku hanya ingin es coklat butter cheese kesukaanku saja". Ucap Nafin sedikit merengek
"Oh ya? Dimana aku bisa mendapatkan itu untuk mu?". Tanya Moehe lagi
"Di sana". Nafin menunjuk ke gerai restoran di dekat jendela basement, "Uncle, Mommy ku suka membelikan ini untuk ku". Lanjut Nafin lagi
"Kau menyukai nya?". Tanya Moehe menyodorkan es itu ke depan meja Nafin
"Iya uncle".
__ADS_1
"Mommy mu kemana?"
"Ia sedang bekerja, ia akan pulang nanti sore".
"Kau di sini dengan siapa?"
"Aku memanggilnya Nanny, ia yang merawatku jika mommy dan aunty sedang ke kantor mereka". Jelas Nafin
"Apa kau tidak menangis?". Tanya Moehe menggoda Nafin
"Tidak!". Tegas Nafin
"Kau anak yang hebat!". Seru Moehe
"Apa Uncle juga tinggal di gedung ini?". Tanya Nafin penasaran
"Iya, kita akan sering bertemu dan mengajak mu minum es coklat itu dan bermain pesawat mainan ini". Jawab Moehe
"Yeeeeyyy! Aku jadi punya dua om yang bisa diajak main pesawat-pesawatan". Sorak Nafin
"Nafin suka sekali dengan pesawat?"
"Iya". Nafin mengangguk
"Kalau besar nanti, cita-citanya ingin menjadi apa?". Tanya Moehe
"Astronot!". Jawab Nafin cepat
"Kenapa?"
"Aku suka melihat foto Mommy-ku memakai pakaian lengkap seperti astronot, sepertinya seru. Sama seperti di film Aurora The Sky itu". Jelas Nafin
"Waahh.. Hebat sekali". Moehe mengusap-usap kepala Nafin
"Uncle, aku ingin sekali bermain denganmu setiap hari, tapi aku takut". Ujar Nafin
"Takut kenapa?"
"Aku takut Mommy-ku marah". Ucap Nafin berbisik
"Kalau begitu aku saja yang akan ke rumahmu". Tawar Moehe
"Jangan!"
"Kenapa?"
"Mommy-ku tidak suka dengan orang asing, Mommy selalu memperingatkan ku tidak boleh dekat dengan siapapun selain yang Mommy kenal". Ucap Nafin menjelaskan
"Baiklah, jadi bagaimana aku bisa menemuimu lagi?". Tanya Moehe pada Nafin
"Nafin! Nafin!". Tiba-tiba suara sahutan kuat terdengar menyebut nama Nafin
__ADS_1
"Itu Aunty ku". Nafin menunjuk ke arah Noza, "Aunty aku di sini". Sahut Nafin
#Flashback off