Romansa Janda Muda

Romansa Janda Muda
Wanita misterius


__ADS_3

Manusia tidak bisa menebak bagaimana kehidupannya yang akan datang. Sama, Author ini juga tak bisa menebak bagaimana selanjutnya kisah cerita yang ditulisnya sekarang ini.


Lima tahun kemudian


Seorang wanita kira-kira usianya hampir berkepala tiga memasuki area parkir sebuah perusahaan megah di kota X. Wanita itu berpakaian rapi dengan mengenakan blezer coklat muda, celana panjang hingga mata kaki, dan sepatu berhak tinggi khas kantoran. Postur tubuhnya yang proporsional dengan kaki yang jenjang dan bobot tidak terlalu berat menjadi wanita ini terlihat menarik, ditambahkan lagi ikat pinggang kecil yang melingkari pinggulnya menambahkan kesan manis pada dirinya. Tetapi ada sedikit hal yang aneh dari wanita ini, ia mengenakan topi hitam yang lebar untuk menutupi wajahnya agar tidak terlalu terekspos. Entah apa maksudnya, sepertinya ada sesuatu hal yang disembunyikan dari wanita ini.


Terlebih lagi, wanita ini tidak menghiraukan orang-orang di sekitarnya, tak ada tegur sapa pada orang-orang yang ia temui saat berpaspasan di jalan. Kecuali satu, ia hanya menundukkan kepalanya saat berpaspasan dengan pemilik perusahaan tempat ia mengabdi ini.


Ada lagi hal lain yang aneh dari wanita misterius ini, ia selalu berjalan cepat kemana pun ia melangkah, Sehingga orang lain tidak sempat untuk mengamati bahkan hanya sekedar memperhatikan nya. Tetapi tidak dengan Moehe, ia tertarik untuk mengikuti wanita itu, hanya sekadar untuk mengusir penasaran dari benaknya.


Wanita itu? Siapa wanita itu?. Batin Moehe memandang ke arah wanita misterius itu saat keluar dari mobil yang dikendarainya setelah selesai memarkirkan mobilnya dengan benar.


Moehe melakukan perjalanan ke kota X untuk urusan bisnis. Kehidupan Moehe berubah drastis semenjak 5 tahun yang lalu, berpenampilan santai dengan kaos oblong dengan sesekali berluaran jas dan kaca mata hitam untuk menutupi matanya sekalipun untuk ke kantor. Berbeda dengan dulu yang monoton sekali dengan memakai Kameja, jas dan dasi khas kantoran. Walaupun penampilan nya kini berubah lebih santai tetapi tidak mengurangi kewibawaan nya.


Sepertinya wanita ini misterius sekali. Hmmm.. Cukup menarik. Batin Moehe membuntuti wanita itu.


Moehe berjalan cepat di belakang wanita misterius itu, mereka masuk ke dalam kantor dan melewati setiap gang-gang dalam gedung itu satu persatu.


Mau kemana dia ini, sepertinya bukan orangnya saja yang misterius ruangannya juga begitu. Batin Moehe lagi yang masih membuntuti wanita itu hingga ia menjejakkan kakinya di depan salah satu ruangan.


"Hei, Moehe!". Sapa salah seorang laki-laki mengejutkan Moehe


"Ohh.. Seihan!". Sahut Moehe menyalami Seihan sehingga ia kehilangan jejak wanita misteri itu.


Syukurlah. Aku kira ada yang membuntuti ku, ternyata ia mau ke ruangan tuan Seihan. Batin wanita misterius itu.


"Kau tak mengabari ku kalau kau telah sampai". Ujar Seihan menyambut Moehe, "Ayo masuklah, Wellcome to my room, Tuan Moehe Maihernouh". Ujar Seihan setelah memeluk Moehe


"Wowww! Sepertinya sudah lama sekali aku tidak ke tempatmu ini Tuan Seihan Seilendra. Sudah banyak yang berubah". Ujar Moehe


"Tentu saja, aku sudah semakin kaya sekarang. Bukan begitu tuan Moehe?". Ujar Seihan berseringai


"Oh iya, Perusahaan mu berkembang pesat. Kerja kerasmu sangat baik". Ujar Moehe memuji Seihan


"Iya, sangat baik. Apa lagi setelah membuka cabang bidang Skincare dan kosmetik. Semua berkat formulator handal itu". Jelas Seihan bangga

__ADS_1


"Tentu saja, ada tim yang hebat yang berada di belakang layar untuk semua keberhasilan ini". Ucap Moehe masih memuji Seihan


"Itu pasti dan aku sangat mengapresiasi mereka itu". Sahut Seihan, "Apa aku kelihatannya sudah pantas menyaingi perusahaan tetangga?". Tanya Seihan lagi


"Perusahaan tetangga?". Tanya Moehe tak mengerti dengan apa yang dimaksud Seihan


"Fajuri Grup". Hahahaha. Seihan tertawa


Raut muka Moehe langsung berubah dan Seihan menyadari itu.


"Kau tenanglah, jangan marah dulu, aku hanya bercanda. Fajuri Grup dan Maiher Fajuri adalah dua perusahaan yang berbeda. Kau selalu mengatakan itu kan? Dan aku selalu mengingatnya. Santai saja, Hahaha". Seihan membujuk Moehe sambil tertawa


"Aku kesini untuk membahas bisnis dengan mu, bukan untuk bertengkar". Ungkap Moehe datar


"Iya, iya, aku paham itu, itu hanya intro. Santai sedikitlah, bukan penampilan kau saja yang harus santai, jiwa mu juga harus begitu, bro!". Ujar Seihan berseringai lagi


"Kau sudah sangat pintar mengendalikan keadaan ya, pantas saja kau ada di posisimu saat ini. Tadi itu aku hanya menguji mu, Seihan". Sekarang Moehe yang berseringai


"Kau mengujiku? Apa aku lulus ujian ini pak Moehe? " Tanya Seihan tersenyum


"Oh iya?". Tanya Seihan heran


"Urusan ini". Moehe menunjukkan dadanya


Seihan memutarkan kursi kerjanya kearah samping, membuang pandangan ke arah lain.


"Apa sudah ada?". Tanya Moehe mengintimidasi Seihan.


"Hemmm... Hampir ada". Jawab Seihan cepat


"Hahaha.. Semu?". Tanya Moehe lagi


"Kau jangan menghakimi aku seperti itu, diri mu bagaimana?". Seihan mengalihkan pembicaraan dengan berbalik bertanya pada Moehe


"Jangan suka mengalihkan pembicaraan dengan balik bertanya tuan Sailendra". Ujar Moehe, "Siapa dia?". Tanya Moehe melanjutkan

__ADS_1


"Kau jangan terlalu ingin tahu, Moehe, kalaupun aku katakan kau juga tak akan tahu Moehe". Ujar Seihan


"Siapa tahukan? Siapa tahu aku mengenalinya, dunia ini sempit Seihan". Bantah Moehe bersikeras ingin mengetahui tentang wanita yang di taksir Seihan.


"Dia bukan seperti wanita lainnya yang ku kenal, kali ini spesial". Ujar Seihan bangga


"I know you Seihan, come on". Seringai Moehe


"Hei, hei jangan pandang aku begitu, Aku tak seperti Seihan yang dulu kau kenal, aku sudah berubah Moehe". Bantah Seihan membela diri


"Aku penasaran sekali, wanita seperti apa dia, yang bisa membuat Seihan seserius ini?". Tanya Moehe penasaran


"Kau tak akan mengenalinya". Ucap Seihan


"Aku akan mengundang kalian berdua untuk makan malam bersamaku sementara akunmasih di kota ini". Ucap Moehe


"Tidak akan!". Seihan menolak ucapan Moehe


"Sekali saja, hanya sekali". Bujuk Moehe lagi


"Jangan harap bisa". Tolak Seihan lagi


"Hei, kau ini, santai saja. Kau menyuruh ku santai, tapi sepertinya kau yang tak bisa santai sekarang. Hahaha. Aku hanya ingin berkenalan dengan nya, bukan merebut nya dari mu, Seihan". Bujuk Moehe lagi


"Kau tunggu saja kabar gembiranya dari ku, kau orang pertama yang akan ku undang, Moehe". Seihan mencari-cari alasan untuk menghentikan Moehe.


"Itu pasti, jika kau tak mengundang ku, aku akan bongkar semua masa lalu yang gelap itu di depan istrimu nanti. Hahaha". Ucap Moehe tertawa


"Kau jangan macam-macam Moehe, sepertinya jurus silatku sudah lama sekali tak aku keluarkan". Ucap Seihan melirik Moehe


"Hahaha. Aku harus mengakui jurus silatmu sangat jago". Ucap Moehe


Sebenarnya tak ada yang terlalu penting dari percakapan antara Moehe dan Seihan ini. Hanya saja obrolan ringan untuk mengekspresikan kerinduan dari dua sahabat yang sudah lama tak ketemu.


"Jadi kau mau apa Moehe?". Tanya Seihan lagi

__ADS_1


"Oh iya, aku ingin menanyakan tentang wanita misterius yang memakai___". Kalimat Moehe terpotong


__ADS_2