
Sementara itu, di tempat lain:
"Tuan muda, aku sudah menemui wanita misterius itu," ucap Fram memulai pembicaraan.
"Apa benar itu Syedza?" Moehe bertanya histeris.
"Maaf tuan muda, ternyata dugaan kita salah," bantah Moehe.
"Maksudmu dia bukan Syedza?" tukas Moehe lagi.
"Dia adalah orang lain," ujar Moehe sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa kau yakin 100%? Aku sangat yakin itu Syedza hanya riasan make-up di wajahnya saja yang berbeda," ujar Moehe tak percaya.
"Bukan tuan muda, ia bukanlah Nona, mirip dengan nona sedikitpun tidak," ucap Fram membantah Moehe.
"Apa kau sudah menelitinya dengan pasti?" tanya Moehe lagi.
"Sudah tuan!" jawab Fram cepat.
"Apa kau mengambil fotonya untuk menyakinkan ku?"
"Tidak tuan muda! Aku tidak sempat untuk mengambil gambar wanita itu," ujar Fram
"Bagaimana aku bisa yakin itu bukanlah orang yang kita cari?"
"Ada satu cara, tuan muda," ujar Fram memberi tawaran.
"Cepat katakan!" titah Moehe.
"Kita harus memeriksa rekaman CCTV apartemen ini, aku menemuinya tadi pagi di lantai bawah," ucap Fram memberi saran.
"Baiklah! Kita eksekusi sekarang," ujar Moehe menyetujui ide Fram.
Fram melirik jam di tangan kirinya, tiba-tiba ia teringat sesuatu.
"Tuan muda, kita harus menghadiri acara penting di galeri seni sebentar lagi," ujar Fram mengingatkan Moehe.
"Sudahlah, ada hal yang lebih penting dari itu," bantah Moehe.
"Tapi acara ini juga__," kalimat Fram terpotong.
"Sudahlah, lupakan saja!" tegas Moehe pada Fram.
__ADS_1
Moehe dan Fram bergegas menuju ruang pengawas CCTV apartemen, mereka meloby pengawas cctv dengan alasan mencari dompetnya yang jatuh di lantai apartemen ini.
"Maaf tuan Moehe, apartemen ini memiliki 177 kamera CCTV, bisakah anda mengingat dimana saja arah yang anda lalui?" tanya pengawas CCTV itu.
"Kau serahkan monitor ini padaku, aku akan mencarinya sendiri," ucap Moehe bersikeras.
"Tapi ini adalah rekaman rahasia, tidak boleh orang lain mengetahuinya," bantah pengawas CCTV itu.
"Kau percayalah padaku, aku tidak akan melakukan hal aneh-aneh, kau tahukan bagaimana hubunganku bersama Seihan? Seihan pasti juga akan menyetujui permintaanku ini," ucap Moehe dengan menjual hubungan persahabatannya bersama Seihan.
Moehe dan Fram mengotak-atik monitor perekam CCTV itu, mereka meneliti rekamannya satu-persatu untuk mengikuti jejak wanita berpakaian aneh dengan topi lebar itu.
Terlihat wanita itu menuruni lift yang diikuti oleh Fram di belakangnya, kemudian saat di lantai satu Fram menariknya ke sudut apartemen dan mereka masuk ke sebuah ruangan.
"Fram, apa kau menariknya ke sebuah ruangan?" tanya Moehe meneliti Fram.
"Iya, tuan muda," jawab Fram mengangguk.
"Sepertinya kita kehilangan jejak, kita harus mencari nomor CCTV ruangan itu," titah Moehe.
Semoga ruang itu tidak ada kamera pemantaunya, bisa-bisa tuan Moehe mencurigai tingkahku kepada wanita gila itu, batim Fram berharap.
Moehe memeriksa rekaman itu satu-persatu, tetapi ia tidak mendapatkan jejak digital tentang ruang misterius itu.
"Sial!" Erang Moehe.
"Heemmm."
"Wanita misterius ini sama-sama tinggal di gedung ini kan? Kita harus mencari tahu lantai apa dan nomor berapa wanita itu tinggal," Fram memberi ide baru.
"Ada benarnya juga," jawab Moehe masih meneliti layar monitor CCTV.
Setelah beberapa saat meneliti video rekaman CCTV itu, Moehe tersadar akan hal yang cukup menarik di dalam video tersebut.
"Fram, lihatlah, apakah ini mobil Seihan?" tanya Moehe menyelidik.
"Sepertinya iya, tuan muda," jawab Fram.
"Seihan menggandeng seorang wanita masuk ke mobil itu, sepertinya ia pergi ke acara pertunjukan itu dengan seseorang yang tinggal di gedung apartemen ini juga, tapi wajahnya tidak terlalu jelas di layar ini," ujar Moehe menduga.
"Tadi siang tuan Seihan sempat mengatakan padaku akan ada kejutan di acara pertunjukan seni malam ini, mungkin memperkenalkan wanita ini maksudnya," ujar Fram mengingat.
"Aku mengingatkan Seihan untuk membawa pasangan, tapi ia curang, ia malah menyewa anak buahnya untuk mendampinginya ke acara tersebut."
__ADS_1
"Jadi, apa yang akan kita lakukan tuan muda?"
"Kita harus ke galeri itu sekarang, aku mau lihat sampai sejauh mana permainan Seihan untuk mengakui wanita itu pendampingnya, Hahaha," ujar Moehe tertawa.
Moehe dan Fram memutuskan untuk datang ke galeri pertunjukan dengan melupakan rekaman CCTV tadi. Mereka meninggalkan ruang CCTV itu tanpa mendapatkan apa yang mereka cari.
Saat mereka sampai di tempat tujuan, mereka disambut dengan beberapa orang wartawan yang menanyakan mengapa mereka datang di saat acara hampir selesai.
"Apa acaranya sudah selesai?" tanya Moehe.
"Acaranya sudah hampir selesai, sekarang tuan Seihan sedang ada di panggung utama," jawab salah seorang wartawan yang wawancarai Moehe.
Moehe masuk ke ruang tempat acara diselenggarakan. Dari pintu gerbang terdengar sorak-sorakan pengisi ruangan disertai dengan suara tepukan tangan berkali-kali.
Dari kejauhan Moehe melihat dengan jelas Seihan ada di atas panggung sedang melakukan sebuah adegan dengan berlutut di depan wanita itu, sambil memegang bunga. Wanita itu terlihat sangat kaku sekali dengan menyembunyikan wajahnya ke samping dan sesekali menunduk ke bawah, sehingga wajahnya tidak terlalu jelas diamati dari jauh.
Ohh.. Ini ternyata yang Seihan ingin tunjukan kepada ku? Ia sangat lihai berakting, perannya dalam adegan ini sangat bagus, batin Moehe tergelak.
"Nona, kami sudah terlalu lama menunggu, ayo terimalah bunga dari tuan Seihan ini," ujar pembawa acara mengingatkan Syedza.
"Ayo, terimalah!" ucap Seihan memohon kepada Syedza.
Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menerima bunga ini? Apa yang dimaksud Seihan ini? Apa aku menerima bunga ini berarti aku menerima Seihan? Lalu aku sebagai apa? Aku yakin ini adalah drama yang sengaja dipersiapkan Seihan, hanya drama. Bagaimana caranya aku menolak ini semua? Pasti Seihan akan sangat malu dan media akan mengutuk ku! Apa yang harus aku perbuat saat ini? Seihan sungguh keterlaluan, aku harus berbicara padanya setelah ini, pikiran Syedza berkecambuk.
Setelah menenangkan batinnya, Syedza memutuskan untuk menerima bunga yang ada di tangan Seihan. Sorak-sorai tamu undangan terdengar menggema memenuhi isi ruangan, tim lighting menyorot cahaya tepat ke arah Syedza dan Seihan dan tim kreatif menaburkan bunga dari atas tepat di bawah dua sejoli ini berdiri.
"Pasangan yang serasi! Pasangan yang serasi!" teriak orang-orang yang menyaksikan mereka saat itu.
Pembawa acara mempersilakan Syedza dan Seihan untuk kembali ke tempat duduknya dan mereka mengucapkan selamat keduanya, tidak ada yang menduga akan ada adegan uwu-uwuan di penghujung acara.
Moehe yang dari tadi mengamati dari kejauhan, sekarang mendekat ke arah Seihan untuk memberikan ucapan selamat, akhirnya Moehe mengakui keberanian sahabatnya ini untuk menaklukkan wanita.
Moehe berjalan di depan Fram saat mendekat ke arah Seihan, Fram menyadari ada sesuatu yang menjanggal tepat di sebelah Seihan.
"Tuan muda! Tuan muda!" Fram berteriak memanggil Moehe, tetapi tidak mendengarnya.
"Selamat ya tuan Seihan yang terhormat, akhirnya aku mengakuimu lelaki yang sebenarnya," ucap Moehe menyalami dan memeluk sahabatnya itu.
"Aku yakin keberuntungan juga akan menyertaimu dalam waktu dekat," ujar Seihan membalas pelukan Moehe dengan erat.
"Dan kau nona! Selamat ya __," kalimat Moehe terpotong saat hendak menyalami Syedza.
Deg!
__ADS_1
Moehe melihat dengan jelas, siapa yang berada di samping Seihan saat ini dan Syedza pun menyadari ia sedang berhadapan dengan Moehe dan Fram saat ini.
Matilah aku! batin Syedza mengutuk.