Romansa Janda Muda

Romansa Janda Muda
Salah target


__ADS_3

flashback on


Fram sedang memimpin rapat di kantornya Moehe, Fram mengambil alih semua kegiatan Moehe selama masih di luar kota. Rapat siang ini dihadiri oleh calon investor dari luar kota yang menawarkan investasi yang cukup besar. Ditengah-tengah pembahasan rapat tiba-tiba Ponsel Fram berdering.


Trrrruuuurttt... trrruuuuttt...


Fram mengintip dari layar ponselnya "Tuan Moehe".


Aku akan menjawab telponnya setelah meeting ini. Batin Fram


Moehe menelpon berkali-kali tetapi masih belum ada jawaban dari Fram.


"Kemana ponselnya? Apa iya menyimpan ponselnya di antartika? Sehingga tak menjawab telpon penting begini!". Gumam Moehe


Tuan Moehe menelpon berkali-kali sepertinya ini penting, tapi rapat ini lebih penting jika harus ditinggalkan, jangan sampai investor ini menggagalkan semuanya. Batin Fram memenangkan egonya.


"Apa Fram ini sudah bosan bekerja? Sudah saatnya ia istirahat kalau begitu!". Moehe masih menggerutu


Moehe mencobanya berkali-kali untuk menghubungi Fram, entah ini kali keberapanya hingga terdengar suara sahutan dari seberang sana.


"Maaf tuan, saya sedang memimpin rapat penting dengan investor asing". Ujar Fram memulai pembicaraan


"Itu tidak penting! Cek email dari ku sekarang juga! Sebelum aku memecatmu". Ujar Moehe sangar


Email? Ada apa ini? Terdengar sangat serius. Batin Fram


"Baik tuan". Sahut Fram


"Ada banyak folder disini, aku butuh waktu lama untuk menyelesaikan ini semua". Gumam Fram mengacak-acak isi email yang dikirimkan Moehe


***


"Apa yang terjadi? Apakah tuan muda menemukan jejak nona?". Batin Fram


"Tuan Muda, saya sudah berusaha sepertinya ini folder sangat rahasia, saya menyerah". Ungkap Fram gugup


"Omong kosong semacam apa ini? Sepertinya kecurigaanku benar, aku menemukan jejak wanita itu". Ujar Moehe


"Maksudnya tuan?"


"Aku butuh bantuanmu sekarang juga. Kau amankan semua yang di kantor, lalu atur penerbanganmu siang ini juga. Kita tidak memiliki banyak waktu". Titah Moehe menggebu-gebu.

__ADS_1


"Baiklah". Tutup Fram mengiyakan Moehe


Wanita itu? Apa maksud tuan muda wanita itu adalah Nona?. Hmmm... Tuan muda, tuan muda.. Setelah kejadian itu aku kira kau sudah Move-on dari nona, rupanya aku salah. Batin Fram tersenyum


***


"Apa yang terjadi tuan muda?". Tanya Fram saat sampai di apartemen


"Ada banyak hal yang terjadi, aku tidak memiliki waktu untuk menjelaskannya. Kau keluarkan segala jurus detektifmu untuk menemukan jejak wanita itu"


"Wanita itu?"


"Syedza!"


"Nona?"


"Iya! Aku mencurigai Seihan menyembunyikannya, aku tidak sengaja bertemu dengan wanita berpakaian aneh yang sangat mirip dengannya, ia ada di gedung ini dan di kantor Seihan".


"Ada dua?"


"Apa kau berpura-pura bodoh Fram". Ledek Moehe geram


"Baiklah tuan".


"Siap!"


Benar dugaanku tuan muda menemukan jejak nona, apa selama ini ia mencari nona secara diam?. Batin Moehe


Syedza! Andai saja dulu aku bisa mengontrol emosiku, pasti semua baik-baik saja. Rasanya aku hanya berjalan dengan satu kaki, setelah kejadian itu. Mungkin kau tak ingin melihatku lagi, tapi aku masih ingin menemuimu untuk menebus kesalahan-kesalahanku. Keputusan yang aku lontarkan saat emosi. I wanna meet you again, Syedza! . Batin Moehe mengenang


***


✔"Morning dear! Semoga harimu menyenangkan, malam ini akan ada pertunjukan di galery seni. Aku akan datang bersamamu, semua perlengkapanmu sudah dipersiapkan. See you tonight yeah!". Pesan singkat dari Seihan masuk ke ponsel wanita itu


Tidak! tidak! Aku tidak akan pergi ke acara itu, Sejak kejadian tadi, perasaanku tidak enak. Aku merasa ada yang mengikutiku, Trauma ini rasanya selalu menghantui aku. Batin Syedza


Syedza mengatur rencana untuk tidak pergi ke galeri bersama Seihan nanti malam. Ia memutuskan untuk tidak ke kantor hari ini.


Tapi jika aku tidak ke kantor pasti Seihan akan beranggapan bahwa aku menghindarinya. Serba salah. Batin Syedza mendengus kasar


"Noza! Ambil bajunya". Titah Syedza mengulurkan baju kantornya kepada Noza

__ADS_1


"Ini sudah saya bersihkan nona". Tolak Noza bingung


"Bukan begitu maksudku, aku tidak ke kantor hari ini, Aku curiga bahwa ada orang yang benar-benar mengikutiku. Kau pakailah baju ini untuk membantuku".


"Tapi nona"


"Jika ada yang mengganggu mu hari ini, berarti benar firasatku, aku dalam bahaya".


Noza merasa kebingungan sekaligus takut.


"Kau tidak apa-apa, jika yang membuntuti ku selama beberapa hari ini mengetahui bukan aku orang yang selama ini berpakaian aneh ini, dengan begitu ia akan melepaskanmu, karena kau bukanlah targetnya, maka ia tidak akan mengikuti ku lagi, dengan begitu kita aman". Jelas Syedza


"Apa yang harus aku lakukan nona?".


"Kau tak perlu berbuat apa-apa, cukup tunjukkan kartu id-mu saja"


"Baik lah nona"


"Kau juga harus hati-hati ya, sebenarnya aku juga tidak tega melibatkan mu ke dalam masalahku ini, tetapi saat ini firasatku memang tidak enak, seperti ada yang membuntutiku sejak beberapa hari kebelakang ini". Tutur Syedza


"Everything wanna be oke, Nona". Ucap Noza memeluk Syedza


Noza mengenakan pakaian lengkap persis seperti yang dipakai Syedza sehari-hari, Topi lebar hingga menutupi sebagian wajah, tatanan rias muka yang gelap, setelan blezer warna gelap dengan diikat menyamping, celana panjang hingga mata kaki, dan sepatu boat berhak.


Noza menuruni lift dengan berdesak-desakan bersama orang-orang yang berlalu lalang di gedung ini juga. Sebenarnya ia tidak nyaman menggunakan pakaian seperti ini, ia kesulitan untuk melihat kiri kanan dan atas, karena sebagian wajahnya ditutupi jaring-jaring penutup topi. Benar saja seperti dugaan Syedza, ada orang dibelakangnya yang sedari tadi berusaha mendekat.


Noza gugup sekaligus gemetaran, keringatnya menyucur deras. Entah karena kepanasan memakai pakaian seperti ini atau karena dihantui rasa takut. Ia berjalan cepat dengan sepatu boat yang diberikab Syedza itu dengan bersusah payah, karena ia tidak terbiasa memakai sepatu seperti ini. Hentakan kakinya seirama dengan irama jantungnya, menggeluduk.


Benar yang dikatakan nona, ada seseorang yang sedang mengikutinya. Batin Noza.


tuk.. tuk.. tuk... Sttttttt.... Tiba-tiba seorang laki-laki yang mengikutinya dari tadi menarik lengan Noza, hingga Noza terjatuh di pangkuan Laki-laki itu.


Noza membangkitkan tubuhnya, kemudian merapikan topi lebarnya yang hampir terlepas itu. "Aku akan segera pergi". Ucap Noza terbata-bata.


Noza tidak bisa melihat jelas siapa yang menariknya barusan, tapi ia yakin ini lah yang dimaksud Syedza, mereka hanya menginginkan Syedza, jika bukan Syedza maka akan dilepaskan.


Noza melangkah beberapa langkah, tiba-tiba laki-laki itu menarik lengannya lagi, kali ini bukan hanya lengan, tetapi juga laki-laki itu membuka topinya secara paksa. Sehingga rambut Noza tergerai kebawah dan laki-laki itu dapat melihat dengan jelas wajah Noza.


"Kau!"


"Kau!"

__ADS_1


Teriak Noza dan Fram bersamaan.


__ADS_2