Romansa Janda Muda

Romansa Janda Muda
Mual-mual


__ADS_3

Huuuweeekk


"Apa masih tak enak perutnya?". Tanya Moehe panik


"Iya nih. Huuuweek" . Syedza mual lagi


"Sepertinya kau masuk angin". Ucap Moehe


"Fram!" Seru Moehe


"Iya tuan muda". Jawab Fram kelabakan


"Berikan kotak P3K nya itu". Titah Moehe


"Ini tuan". Ucap Fram menunduk memberikan kota P3K ke tangan Moehe


Fram mengeluarkan sejumlah obat dari kotak itu, kemudian menemukan Minyak oles untuk diberikan pada Syedza.


"Kemarilah, akan ku oleskan minyak penghangat ini pada perutmu, agar anginnya pergi jauh-jauh". Ucap Moehe


"Tidak!". Cegah Syedza spontan


Moehe dan Syedza saling tatap-tatapan


"Maksudku, aku bisa mengoleskannya sendiri". Ucap Syedza meredup


"Hahaha.. Kau pasti malu kan? Aku tetap ingin melakukannya". Ucap Moehe tergelak


Moehe menarik Syedza untuk mendekat


Huuuweekkk. Syedza mual lagi


"Sepertinya anginnya semakin nakal di tubuhmu, kita harus cepat-cepat sampai di rumah agar kau bisa istirahat dengan cepat". Ucap Moehe khawatir


"Fram! Kita akan sampai berapa lama lagi?" Tanya Moehe gelisah


"Sebentar lagi tuan muda". Jawab Fram tergesa


"Naikkan lagi kecepatannya, kasian istriku sepertinya letih sekali". Titah Moehe


"Baik tuan muda". Fram mengangguk sopan, meninggalkan Moehe dan Syedza


------


Jet pribadi telah mendarat di kota B siang ini, tepatnya di halaman rumah Moehe dan Syedza.


"Biar aku bantu ya". Ucap Moehe meraih tangan Syedza untuk turun dari jet


Syedza lemah lunglai, mual yang berulang kali cukup menguras habis tenaga Syedza. Moehe menuntun Syedza untuk masuk ke kamar dan Syedza pun ambruk di atas kasur.


"Istirahatlah, aku akan menghubungi dokter wanita untukmu". Ucap Moehe menyelimuti Syedza


"Tak usah, ini hanya masuk angin biasa, sebentar lagi baikan kok". Ucap Syedza lemah


"Kau kehilangan hampir seluruh tenagamu, bagaimana bisa kau bilang kau sedang baik-baik saja?". Ucap Moehe membantah Syedza


"Percayalah aku baik-baik saja. Aku takut dengan alat medis dan obat-obatan. Aku mohon". Ucap Syedza sambil mengatupkan kedua tangannya untuk meyakinkan Moehe

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengoleskan minyak penghangat ini ke tubuhmu. Kau harus mau!". Ucap Moehe menarik selimut Syedza


Syedza hanya mengangguk.


"Aku mulai dari sini ya". Moehe mengoleskan minyak itu pada perut Syedza, kemudian punggung kemudian kepala sambil sedikit di pijit-pijit


Syedza hanya menikmati setiap pijitan yang dilakukan Moehe padanya.


"Aku sudah selesai, sekarang kau istirahatlah. Aku akan menandatangani beberapa berkas perusahaan dahulu, Jika kau butuh sesuatu katakan saja". Ucap Moehe


Syedza mengangguk, mengiyakan kalimat Moehe.


"Setelah kau baikan nanti, kita akan melakukannya". Moehe tersenyum licik mengedipkan matanya pada Syedza


Tersontak Syedza mengalihkan pandangannya.


"Baiklah, istirahatlah sayangku. Aku tinggal dulu, Cupppp". Moehe mengecup kening Syedza sebelum meninggalkan istrinya itu.


Moehe dan Fram berada di ruang yang sehadap dengan kamarnya Syeda. Mereka membahas beberapa berkas perusahaan yang ditinggalkannya selama seminggu ini. Sementara itu di dalam kamar, Syedza berjuang keras menghalau rasa mual yang mengganggunya dari tadi.


Aku ini kenapa? Kenapa mualnya tak hilang-hilang?. Batin Syedza


Syedza terus berseteru dengan batinnya.


Bagaimana mungkin minyak penghangat itu tidak memberi efek apapun? Apa minyak hangat itu sudah kedaluarsa? Aaahhh... Menyebalkan. Batin Syedza memberontak lagi


Bolak-balik Syedza ke kamar mandi, hampir seluruh isi perutnya terkuras habis.


Ini sungguh tak nyaman. Syedza menghela nafas panjang.


Moehe yang sedari tadi sibuk berdiskusi bersama Fram, tersadar akan hal yang dialami Syedza.


"Baiklah Fram saya rasa ini semua sudah cukup, saya juga ingin beristirahat dengan istri saya. Bagaimana kami bisa bersenang-senang jika kau terus menerorku dengan berkas-berkas seperti ini. Hahaha". Ucap Moehe menyudahi diskusinya dengan Fram


"Baiklah tuan muda, selamat beristirahat". Jawab Fram membereskan semua berkas di atas meja


"Satu lagi Fram"


"Iya tuan muda"


"Menikahlah Fram! Hahahaa". Ucap Moehe tergelak menepuk pundak Fram


Moehe terlihat sangat bahagia sekali, baru kali ini Fram melihat Moehe sebahagia ini.


Sepertinya kau sangat bahagia sekali tuan muda. Apa yang membuatmu begini?. Batin Fram menerka


Moehe baru saja melangkah beberapa langkah ingin meninggalkan Fram.


Tiba-tiba Fram berteriak. "Aa... Tuan muda!"


"Ada apa Fram?". Moehe membalik badan


"Kau kelihatan sangat bahagia, seperti aura pengantin baru saja". Teriak Fram menggeledek Moehe


"Pengantin baru? Iyaa.. It's me". Teriak Moehe bangga


Tuan muda.. Tuan muda... Sepertinya kau begitu bahagia kali ini, bukan kah sudah lama kau bersama nona? kenapa sekarang kau masih merasa jadi pengantin baru?. Batin Fram memijit dahinya

__ADS_1


Moehe hampir saja menabrak Anne saat membalikkan badannya. Anne yang membawa nampan berisi air putih untuk di letakkan di kamar Syedza.


"Aduuhh Anne!!! Kau menguntuti ku?". Sapa Moehe terkejut


"Tidak tuan muda". Jawab Anne gugup


"Haahh.. Kau Anne, bagaimana kalau nampan itu jatuh? dan pecah?" Sambung Moehe


Anne hanya menunduk


"Anne!". Sapa Moehe mengagetkan


"Menikahlah Anne, jangan hanya bisa menguntit. Hahaha". Ucap Moehe tersenyum licik


Tatapan Moehe, cara bicara dan gerak-gerik Moehe menunjukkan ia sangat bahagia kali ini, duka yang mendalam menyelimutinya seminggu yang lalu sepertinya telah reda. Aura bahagia lah yang terpancar dari wajahnya saat ini.


Tuan muda yang aneh. Batin Anne


"Ohh iya, saya lupa. Fram!". Seru Moehe


"Iya tuan muda". Jawab Fram Cepat


"Dan kau Anne!". Seru Moehe lagi


"iya tuan muda". Jawab Anne gelagapan


"Nah kan? Kalian berdua sepertinya cocok. Sama-sama sendiri kan?" Ucap Moehe mengedipkan matanya pada Fram dan Anne


Anne mengalihkan pandanganya ke kiri, dan Fram mengalihkan pandangannya ke kanan.


"Nah kan? Kalian sangat kompak. Aku baru sadar kenapa aku tak menjodohkan kalian berdua saja. Iya kan?". Ucap Moehe tersenyum licik


Tuan muda yang aneh. Batin Fram


Tuan muda yang aneh. Batin Anne


"Selamat menjalani masa pendekatan yang baik". Ucap Moehe melangkah ke kamar dan meninggalkan Fram dan Anne di ruang depan


Fram? Aku tidak tertarik sedikit pun dengannya. Batin Anne membayangkan apa yang dikatakan Moehe padanya tadi


Anne? Tidak semenarik pemeran drama Hollywood yang ku idolakan selama ini. Batin Fram meneliti Anne


"Kau meneliti ku?". Tanya Anne merasa tak nyaman


"Maafkan aku, aku hanya memastikan kau masih bisa bernafas setelah mendengar kata-kata tuan muda tadi". Jawab Fram mencari alasan yang tepat.


"Baiklah, Kau jangan terlalu berharap, kau bukan tipeku". Ucap Anne frontal


"Baiklah, ku kira hanya aku yang berpikir seperti itu, tapi kau juga". Jawab Fram tersenyum


"Sudahlah! Tak usah dibahas lagi!"


"Sudahlah! Tak usah dibahas lagi!". Ucap Anne dan Fram kompak


"Kau?"


"Kau?"

__ADS_1


"Ahh... Aku tinggal dulu!". Ucap Anne berlari meninggalkan Fram


Ada apa dengannya? Hahaha.. Banyak sekali orang aneh hari ini. Batin Fram


__ADS_2