Romansa Janda Muda

Romansa Janda Muda
Penasaran


__ADS_3

Tunggu! Tunggu! Itu sepertinya Moehe. Kenapa Moehe ada di sana?. Setahu ku Ayah tak memiliki bandara, bahkan tidak bekerja sama dengan bandara manapun. Kenapa Moehe ada di sana ya?. Batin Syedza saat melihat layar televisi


"Bahkan lihatlah, wajahnya pias begitu. Ekspresinya sangat sulit ditebak". Gumam Syedza lagi.


"Anne!"


"Anne!"


"Duh kemana sih Anne!". Teriak Syedza


"Apa nona butuh sesuatu?". Tanya salah seorang pengawal menghampiri Syedza


"Heeeh kau, kau lihat ini?"


Syedza menunjukkan layar televisi yang ia tonton itu.


"Apa itu___". Kalimat Syedza dipotong oleh pengawal itu.


"Iya nona, itu tuan muda". Jawab pengawal itu sopan


"Bagaimana bisa___". Kalimatnya kembali dipotong oleh pengawal itu.


"Hanya itu yang dapat kami sampaikan untuk saat ini nona, selamat sarapan nona". Jawab pengawal itu menunduk sopan meninggalkan Syedza di ruangan itu


"Tunggu!". Syedza berteriak


Tak ada jawaban dari lelaki yang usianya hampir sama dengan Moehe. Lelaki itu menghilang dibalik dinding pembatas ruangan.


Syedza belari ke arah dapur mencari keberadaan Anne.


"Anne apa kau tau sesuatu?". Tanya Syedza pada Anne setengah berteriak


"Ti.. tidaak nona". Jawab Anne terbata


"Heeii Anne! Kau ini belum lagi aku jelaskan sesuatu yang aku maksud ini tentang apa, kau sudah menolak ku mentah-mentah begini". Protes Syedza pada Anne.


"Maaf nona, sebaiknya nona lanjutkan sarapan nona lagi". Jawab Anne mengalihkan pembicaraan


"Kau tau Moehe keluar kota kemana?". Tanya Syedza menyelidik


Anne tak menjawab pertanyaan Syedza


Aku mau jawab apa?. Batin Anne


#Flashback on


"saya akan ke kota C beberapa hari, kalian semua jalankan tugas kalian masing-masing". Ucap Moehe tegas


"Jangan ada yang memberi tau alasan keberangkatan ku ini pada nona sebelum masalah ini memiliki titik terang". Tegas Moehe lagi


#Flashback off


Kata-kata Moehe membuat Anne takut mengatakan apapun pada Syedza.


"Anne!".


"Hei!". Syedza melambaikan tangannya di depan wajah Anne untuk menyadarkan Anne dari lamunannya.


Anne masih tak mau berbicara, takut salah ucap.


"Baiklah Anne. Kau ini memang sulit, untuk berbicara saja kau begitu sulit". Sarkas Syedza

__ADS_1


"Maaf nona".


"Sudahlah Anne kau lanjutkan saja pekerjaanmu ya, Aku akan cari tau sendiri. Selamat siang". Ucap Syedza menepuk lembut bahu Anne sebelum meninggalkan Anne di dapur itu


Syedza mencari pengawal yang lain, ia berharap ada yang berbaik hati yang bisa berbagi informasi dengannya tentang Moehe.


"Permisi!". Sapa Syedza pada pengawal yang duduk di dekat pintu belakang


"Selamat siang nona!". Sapa Pengawal serentak menunduk sopan


"Siang! siang!". Balas Syedza


"Heeh kau. Aku mau berbicara pada mu". Syedza menarik lengan salah seorang pengawal itu


"Apa yang bisa saya bantu nona?". Tanya pengawal sopan


"Apa kau tau Moehe keluar kota kemana? dan ada keperluan apa?". Tanya Syedza menyelidik berharap bisa mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya.


"Tuan muda ada urusan penting nona". Jawab pengawal santai


"Tentang apa?". Tanya Syedza lagi


"Tentang urusannya". Jawab pengawal singkat


"Apa itu pekerjaan? atau kerja sama perusahaan?". Tanya Syedza lagi


Pengawal itu tidak menjawab. Pandangannya lurus kedepan dengan ekspresi yang tidak di jelaskan.


"Heiii. Kau dengar aku?". Tungkas Syedza menyadarkan pengawal itu


"Saya tidak tau nona". Jawab pengawal mencari jawaban yang paling aman


"Kau tak mungkin tidak mengetahui itu". Tungkas Syedza lagi


"Tunggu!". Cegah Syedza


"Permisi nona!". Pengawal menarik dirinya lagi


"Aku tak akan melepaskanmu sebelum kau jawab pertanyaan ku ini". Ucap Syedza memegang tangan Pengawal itu


"Nona, kenapa anda begitu peduli dengan tuan muda? Apa nona sangat merindukan tuan muda?". Pengawal mengeluarkan jurus agar bisa terlepas dari Syedza.


"Ahhh.. tidakk..!". Syedza melepaskan genggaman tangannya pada lengan pengawal


"Mana mungkin aku merindukannya. Aku hanya penasaran". Jawab Syedza seperti kehilangan kata-katanya.


Pengawal tersenyum melihat Syedza salah tingkah seperti ini


Akhirnya jurus ini berhasil melepaskan ku dari mu nona. Batin Pengawal


"Permisi nona!". Pengawal meninggalkan Syedza


"Aaahhhh..!". Teriak Syedza geram. "Semua orang di sini sama, dingin, cuek, kepala baja dan sangat sangat menyebalkan". Teriak Syedza geram


"Aku harus bagaimana ini? ohh iya berita itu".


Syedza kembali ke ruang tv menonton kembali berita yang disiarkan salah satu stasiun televisi itu.


"Aduuuhhh! Berita itu sudah tidak ditayangkan lagi, mana mungkin aku bisa pergi tanpa menyimak berita itu seluruhnya tadi. Huuuummmppppp" Syedza mengumpat sendiri


Aku harus cari cara, bagaimana pun aku harus menuntaskan rasa penasaran ku, kenapa lelaki gila itu ada di sana. Setidaknya aku tahu sedikit alasannya itu kenapa, bertanya pada seisi rumah ini sama saja bertanya dengan batu. Menghanyutkan dan tenggelam sendirian. Batin Syedza

__ADS_1


"Annee! Annee! Kau mendengarkan ku Anne?" Teriak Syedza memanggil Anne


Aduuuhhhh Nona memanggil ku lagi, apa nona tidak bosan mengganggu ketenangan ku?. Batin Anne


"Anne! Kemari lah, apa kau bosan bekerja?" Teriak Syedza mengancam


"Baik nona, aku akan kesana." Jawab Anne gemetaran


Bahkan sekarang kau malah mengancam ku. Batin Annel


"Berikan ponselmu sekarang!" Syedza menyeru Anne


"Tidak nona" Jawab Anne gugup


"Berikan cepat!" Syedza membelalakan matanya


"Jangan nona" Anne masih membantah lembut


"Kau ini memang sudah bosan bekerja di sini ya sepertinya" Tungkas Syedza


"Maaf nona"


"Aku hanya butuh nomor pribadi tuan muda mu itu sekarang, berikan itu padaku, setelah itu kau boleh pergi" Ucap Syedza penuh emosi


"Ini nona!" Anne menyodorkan secarik kertas yang bertulisan 'Moehe Maihernouh'


Yaa ampuuunnn. Bagaimana aku tak memikirkan kan kesana? Padahal di atas meja itu ada banyak kartu nama Moehe. Haaaammmmmpp.


Kalau tahu begini aku tak susah-susah memanggil orang suruhan Moehe ini. Batin Syedza mengerutu


"Kau salin saja nomor itu ke kontak ponsel ku" Ucap Syedza memelas


"Baik nona" Anne tampak mengetik-ngetik sesuatu di ponsel Syedza


"Sudah nona" Anne memberikan ponsel Syedza sambil menunduk sopan


"Anne kau tahu Moehe keluar kota ada masalah apa?" Syedza menanyakan kembali tentang Moehe pafa Anne


"Tidak nona" Anne menjawab spontan


"Aaahhhh... Sudahlah. Aku yang bodoh, aku tau pasti kau tak akan mau menjawabnya, Anne" Gerutu Syedza


"Apa kau tahu Moehe pulang kapan?"


"Tidak nona!"


"Kau memang tak berguna, Anne. Hahahaaha" Gelak tawa Syedza pecah


"Maaf nona saya mau ke belakang dulu"


"Apa pedulinya aku" Syedza memajukan bibirnya ke depan


Nona.. Nona. Tadi kau yang memanggilku, sekarang kau pura-pura tak peduli padaku, kau memang plin-plan nona. Batin Anne


"Baiklah nona saya permisi" Anne menununduk sopan


"Anne! tunggu dulu!"


"Ada apa nona?"


"Kau boleh pergi, tapi jika aku membutuhkan sesuatu kau berjanjilah agar cepat-cepat kemari" Titah Syedza

__ADS_1


"Baiklah"


------


__ADS_2