Romansa Janda Muda

Romansa Janda Muda
Bicara yang manis-manis


__ADS_3

"Berbicara yang manis-manis lah". Saat membuka mata dari tidurnya, hanya itu yang terlintas di kepala Syedza.


Pagi yang cerah, Syedza merangkak bangun dari tempat tidur, melihat pemandangan dari jendela samping kamar. Apa yang dikenakan Syedza masih sama, tak berubah dari apa yang dipakainya semalam yaitu jubah mandi yang talinya di bagian pinggang, diikat agak menyamping ke kiri.


"Berbicara yang manis-manis lah. Bicara yang manis-manislah untuk memecahkan teka-teki itu". Ucap Syedza berulang-ulang sambil meniru gaya bicara Moehe padanya


Intonasi, dialek dan kata-kata Moehe masih terngiang-ngiang di telinga Syedza.


"Baiklah Moehe, aku terima tantangan mu, aku akan berbicara manis-manis sekalipun aku muak mengucapkan nya". Gumam Syedza


"Aku mulai dari mana ya?". Syedza menaruh telunjuknya di bagian dahi kiri, memikirkan kata manis apa yang akan diucapnya pertama kali untuk memecahkan teka-teki di kamar itu


"Aku sayang kamu!" (Tak ada sedikitpun yang berubah dari kamar itu)


"Aku cinta kamu!" (Juga tak ada yang berubah)


"Aku rindu kamu!" (Masih tak ada yang berubah)


"Aahhh Moehe! Kata-kata manis apa yang harus aku ucapkan lagi? Kau benar-benar membuatku kesusahan. Hiksss hikss". Syedza sudah mulai mengeluh


"Tunggu dulu! sepertinya teka-teki yang ada di kamar ini, tak jauh dari kata sandi yang pertama kali Moehe katakan sebelum ia berangkat keluar kota malam itu". Syedza mengatur rencana selanjutnya


"Apa ya? Aku harus berpikir lebih keras lagi! Ayo Syedza kerahkan semua akal mu". Gumam Syedza


Syedza bolak-balik mengelilingi kamar, jari-jari tangannya meremas ujung baju sambil berpikir. Mungkin ini adalah kali ke 38 nya melintasi kamar yang cukup luas itu.


"Mulailah untuk mencoba, Syedza. Sedikit saja kata-kata yang keluar dari bibirmu itu bisa mengubah semuanya, dari pada diam membisu seperti ini". Syedza kembali terjebak perseteruan antara hati dan pikirannya.


"Aku sayang Moehe!" Cetaakk (Satu kunci lemari paling kanan terbuka)


Dia ini benar-benar menyebalkan, suara ku hampir habis meneriakkan kata-kata sayang dari tadi, tak ada satupun lemari yang terbuka. Nah sekarang. sekali saja aku menyebut 'Aku sayang Moehe' lemari itu sudah terbuka, Sepertinya lemari itu memiliki kontak batin dengannya. Batin Syedza


"Yes akhirnya berhasil". Sorak Syedza


Dengan semangat Syedza menghampiri pintu lemari yang sedikit terbuka itu, ia meraih ganggang pintu lemari itu kemudian dibuangnya kasar. Dengan penuh pengharapan ia berharap bisa menemukan apa yang dicarinya sejak kemarin.


Ckckckckkk ckckk. Bunyi benturan-benturan kecil saat Syedza mengacak lemari yang terbuka itu.


"Iiihhh... Ternyata ini semua baju kantor Moehe"


Syedza mencoba dengan kata-kata yang lain lagi. "Aku cinta Moehe!". Cettaakk (lemari bagian atas terbuka)

__ADS_1


"Aahhh.. Ini semua rak Khusus dasi Moehe". Ucap Syedza melemah


"Lalu kata apa lagi yang akan ku ucap ini?". Ucapnya hampir putus asa


"Aku rindu Moeheeeee!!". Teriaknya parau


Cettaakk (lemari paling tengah terbuka).


"Aahh ini terakhir kalinya aku berharap. Jika ini gagal juga, ya sudahlah! Aku bisa apa? Berharap banyak memang sakit. Hiks Hiks"


Syedza meraih ganggang pintu lemari itu lagi.


"Ini sepertinya baju santai Moehe". Ucap Syedza sambil menghamburkan isi lemari itu keluar satu persatu


"Ya sudahlah apa boleh buat, baju Moehe pun akan ku pakai juga. Dari pada memakai baju tidur yang tak sopan itu. Uuuuu uu". Gumam Syedza mengiba


"Yang ini?". Syedza menarik baju kaos lengan panjang. "Kalau yang ini bawahannya pakai apa?".


Syedza menarik lagi baju yang lain. "Apa yang ini?" Switter panjang berwarna coklat tua


"Aku seperti ingin camping kalo berpakaian seperti ini.


"Yang ini?"


"Yang ini?"


"Aahhaaa yang ini saja. Ini lumayan, walaupun kebesaran. Nanti kan bisa ku gulung-gulung keatas".


Syedza menemukan pakaian yang cocok untuk ia kenakan saat ini. Piama tidur Moehe yang lengannya pendek sampai siku dan celananya panjang hingga melewati mata kaki Syedza.


"Sudahlah yang ini saja, di gulung-gulung seperti ini sepertinya tak masalah. Aku bisa bebas dari kamar ini sekarang. Yeeeyyy". Teriak Syedza memenuhi ruangan


Syedza berjalan keluar kamar, di depan sudah berdiri 2 orang pengawal yang siap menyambut Syedza.


"Selamat Pagi Nona! Selamat pagi!". Sapa pengawal ramah.


"Heyyyy apa kau melihat Anne? Bagaimana bisa dia melupakan sarapan pagi ku?" Tungkas Syedza


"Anne sedang di dapur nona". Jawab pengawal itu singkat


"Dan kau katakan pada Anne, siapkan sarapanku sekarang, aku ingin sarapan di ruang tv saja".titah Syedza pada pengawal

__ADS_1


"Baik nona". Jawab pengawal itu menunduk sopan


Syedza melangkah menuju ruang tv, di sana ia telah duduk di sofa sambil mematuk sedikit-sedikit camilan yang ada di atas meja .


Dimana remote tv nya? Apa tv ini menggunakan kata sandi juga? Ohh... tuhan... Apa lagi ini?. Batin Syedza


Syedza ingin menyusul ke dapur, menurutnya untuk apa sarapan di ruang tv sedangkan tv nya saja tak bisa dinyalakan.


"Sarapannya sudah Ready, nona". Kalimat Anne menghentikan langkah Syedza.


Anne membawa nampan yang berisi bubur ayam tanpa daun seledri sesuai dengan permintaan Syedza kemarin, Saat pertama kali sarapan di rumah itu.


"Ini bubur ayam tanpa daun seledrinya nona, ini sop cekernya dan ini jus alpukatnya nona". Ucap Anne menjelaskan


"Apa kau sudah makan Anne?". Tanya Syedza


"Nanti saja nona".


"Padahalkan kita bisa makan bersama-sama, tapi kau menolaknya telak". Ucap Syedza tersenyum


"Tidak apa-apa nona"


"Ya sudah, nyalakan saja tv nya biar aku tak merasa sepi di sini". Titah Syedza lagi


Rupanya kau hanya basa-basi nona, rupanya ada maunya, Caramu begitu manis nona muda + menggemaskan. Hahaha. Batin Syedza tergelak melihat tingkah Syedza.


Anne menyalakan tv nya, kemudian mengundurkan diri ke dapur. Sementara Syedza menyantap sarapannya pelan-pelan sambil mengganti-ganti saluran tv yang cocok untuk ia tonton.


"Apa jam segini tak ada saluran televisi yang bagus untuk di tonton?". Syedza melirik jam di dinding ruang itu.


*Pukul 11:12 siang*


"Ohhh. Pantas saja semua saluran menyiarkan gosip-gosip semua". Ucap Syedza


"Aahhh tak begitu penting untukku". Lanjut Syedza lagi


"Pemirsa, selamat menyaksikan Gos up. Gosip terupdate masa kini___


Kita awali berita utama hari ini, pesawat JC007 yang mendarat dari kota A menuju kota C dikabarkan terjatuh di belahan utara kota C, setelah hilang kontak beberapa jam akhirnya berhasil dilacak dengan ___"


Sepintas lalu Syedza mendengar berita yang disiarkan salah satu statiun televisi itu

__ADS_1


Semoga semua penumpang pesawat itu selamat dari kecelakaan ini. Aamiin. Ucap Syedza dalam hati


Tapi itu, sepertinya....


__ADS_2