
Treettttt... trrrrrr.... Nada dari ponsel Seihan berdering.
Seihan mengangkat tangannya, mengisyaratkan Moehe untuk menghentikan kalimatnya. Seihan menjawab telpon itu beberapa saat dengan serius.
"Ada suatu hal yang terjadi di ruang formulasi, sepertinya nona sedang tidak enak badan sehingga tidak fokus mengendalikan ini sendiri". Ujar suara sekretaris Seihan dari seberang sana
"Baiklah, kau amankan dia terlebih dahulu, aku akan ke sana sebentar lagi". Jawab Seihan gelagapan, kemudian menutup telponnya.
"Hmmm, Moehe kau mau bicarakan apa tadi?". Tanya Seihan
Moehe baru saja ingin mengangkat mulutnya untuk berbicara, terpotong lagi dengan kalimat Seihan.
"Hmmm sepertinya kau sudah terlalu lama di sini, kau menyita banyak waktuku, kita bicarakan nanti ya? Aku ada urusan lain yang sangat emergency". Ujar Seihan terburu-buru
"Kau mengusir ku? Bahkan kita belum berbicara apapun tentang bisnis". Moehe tersadar akan maksud dan tujuannya mengunjungi tempat Seihan ini.
"Kau bisa menikmati panorama kota ini dahulu, ada banyak tempat wisata baru yang harus kau kunjungi, sekalian untuk menyegarkan otakmu yang sudah penuh dengan berkas perusahaan itu". Ujar Seihan mengusir Moehe secara halus.
"Aku kesini bukan untuk liburan, Seihan". Bantah Moehe
"Atau kau bisa menikmati beragam kuliner di sepanjang kota ini, itu juga lebih menarik untuk mengisi waktu kosongmu ini". Ujar Seihan lagi
"Apa kau ingin menemui wanita itu? Sehingga kau tega mengusir ku dari sini". Tanya Moehe heran
"Aku akan menyusul mu ke apartemen malam ini jam 07.00, Sampai jumpa". Seihan menutup pembicaraannya dengan Moehe
"Baiklah, jangan lupa bawa wanita itu". Moehe tersenyum licik meninggalkan ruangan Seihan
Begini nih, kalau berurusan dengan orang yang kasmaran, bisa-bisanya kita yang diusir. Batin Moehe ikut bahagia dengan sikap Seihan barusan.
---
Di ruang formulasi
Seihan melangkah sedikit terburu-buru ke ruang formulasi, ruang yang terletak bagian sudut paling kiri dari gedung megah milik Seihan Sailendra ini. Orang-orang di gedung ini menyebutnya ruang rahasia, karena tak banyak yang tahu bahwa ruang ini digunakan untuk experimen formulasi skin care dan kosmetik oleh seorang wanita yang masih menjadi misteri itu.
"Apa yang terjadi?". Ucap Seihan pada Noza, Asisten pribadi Syedza
"Uji stabilitas pada serum nanopartikel dari ekstrak Cayratia trifolia mengalami kegagalan di semua formula pada uji coba hari ke 14". Noza menjelaskan pada Seihan
"Apakah di ketiga suhu?". Tanya Seihan lagi
"Iya, pada suhu ke 4*C, suhu ruangan dan suhu ke 40*C". Jawab Noza menjabarkan
"Kita akan evaluasi hal ini?". Ujar Seihan
__ADS_1
"Apa yang harus kita lakukan? Aku sudah berusaha semampuku, sudah lebih dari 20 kali aku mencoba optimasi formula sediaan itu, saat aku menemukan formula yang pas, ternyata aku kalah lagi dalam uji stabilitasnya". Ungkap wanita itu terisak
"Ayo lah jangan menyerah, ini adalah hal kecil, kau harus ingat kau telah berhasil membuat puluhan formula dengan tangan lincahmu itu, bahkan ribuan produk telah terjual di berbagai sudut negeri ini berkat kerja keras mu. Hal sekecil ini pasti ada solusinya, ini hanya masalah kecil, kau tak perlu khawatir kita akan mencobanya lagi". Seihan membujuk wanita itu.
"Entahlah, aku hampir putus asa". Keluh formulator wanita itu lagi
"Kita pasti bisa menyelesaikan ini dengan baik, aku akan membantumu. Sepertinya buah Cayratia trifolia ini mengandung banyak air dan bersifat asam, sehingga membuat sediaan tidak stabil pada penyimpanan dalam waktu lama atau pun pada suhu ekstrim, jadi kita perlu menambahkan sedikit pengawet buatan yang diperbolehkan menurut literatur untuk mengatasi hal tersebut". Seihan mengutarakan pendapatnya, "Menurutmu bagaimana?". Tanya Seihan lagi
Wanita itu hanya mengangguk
"Kita akan mencobanya sekarang". Titah Seihan
Seihan dengan sigap memasang pakaian pelindung diri dengan lengkap, ia memakai perlengkapan yang telah disediakan saat memasuki ruangan formulasi ini, dan tak lupa juga mensterilkan diri di ruang khusus untuk sterilisasi untuk meminimalisasikan terkontaminasinya sedian dari benda asing yang tak diinginkan.
Wanita itu dengan cekatan mengukur bahan-bahan yang digunakan untuk percobaan formulasi kali ini, ia dengan lihai memainkan gelas ukur kimia, beker glass, spatel, erlemeyer, titrasi dan berbagai alat kimia lainnya.
"Aku akan mengukur basis airnya dahulu, baru setelah itu basis minyaknya". Ucap wanita itu datar
"Baiklah, lakukan saja___". Kalimat Seihan terpotong
Caaaakkkk... Belum sempat Seihan menyelesaikan kalimatnya, suara percikan keras terdengar dari ruangan ini.
"Apa yang terjadi?". Tanya Seihan panik
"Aku menumpahkan larutan ini". Ucap Wanita itu menunjukkan gelas ukur dan larutan bewarna sedikit kekuningan berhamburan di atas meja percobaan
"Aku gagal mengendalikan fokusku, maaf". Ucap formulator itu menunduk
"Apa ada hal lain yang tak aku ketahui? Sepertinya pikiranmu tidak disini". Ujar Seihan lagi
"Aku tidak tidur dengan cukup tadi malam". Ucap wanita itu singkat
"Kenapa?". Sambar Seihan cepat
"Anakku mengalami demam tinggi". Jawab wanita itu sekenanya
"Apa? Kenapa kau tak menghubungi ku? Dimana dia sekarang? Kita harus membawanya dokter nanti". Ucap Seihan panik
"Tidak perlu, aku sudah memberinya obat penurun panas. Pagi ini ia sudah kembali ceria, hanya aku saja yang sedikit berlebihan mengkhawatirkannya". Ujar wanita itu
"Apa benar begitu?". Tanya Seihan masih khawatir
Wanita itu mengangguk
"Aku akan menemuinya nanti, aku akan membawanya pesawat mainan agar aku bisa lebih lama bercanda dengannya. Satu hal lagi, kau harus memberi tahu aku sekecil apapun masalah yang terjadi pada mu". Ujar Seihan memperingatkan
__ADS_1
Aku ini siapa Seihan? Yang harus melaporkan semua keluhanku pada mu. Aku ini siapa? Hanya seorang single parent yang terlilit hutang budi sangat besar pada mu, Seihan. Batin wanita itu
"Aku hanya tak ingin merepotkan mu, Seihan". Ujar wanita itu dengan hati-hati
"Aku tak pernah merasakan kau merepotkan ku, jadi tolonglah, aku hanya ingin menjagamu dan Nafin". Ujar Seihan menegaskan
Hanya menjagakan? Kau tak perlu menunjukkan sikap seolah-olah kau ingin memiliki. Batin Wanita itu.
"Kau ku antar pulang sekarang, Nafin lebih membutuhkan mu saat ini". Titah Seihan
"Dia di sudah aku titipkan di taman bermain anak-anak di apartemen lantai dasar, karena Noza harus membantu ku dalam formulasi hari ini". Ujar Wanita itu
"Kita akan menjemputnya dahulu, lalu aku akan membawanya ke dokter untuk memastikan keadaannya, setelah itu kau akan ku antar ke apartemen lagi, dan jangan kembali ke sini selama tiga hari ke depan". Titah Seihan
"Tidak perlu, aku bisa pulang bersama Noza". Tolak Wanita itu
"Hmmmm?". Seihan mengadahkan dagunya menanyakan keseriusan wanita itu
"Percayalah aku akan pulang dengan selamat bersama Noza". Wanita itu mengangkat tangannya sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya untuk menyakinkan Seihan
----
Noza dan wanita itu tinggal satu apartemen, Noza ditugaskan menjadi asisten pribadi wanita misterius itu. Selain menjaga Nafin, anak dari wanita itu yang masih berumur belum genap 5 tahun, ia juga ditugaskan untuk membantu wanita itu saat formulasi di kantor Seihan, secara wanita itu hanya ingin bekerja dengan Noza agar identitasnya tidak diketahui banyak orang.
Siang itu, setelah sampai Noza dan wanita itu ke depan gedung apartemen tempat mereka tinggal. Wanita itu menyadari blezernya sedikit kotor karena terkena tumpahan larutan formula di ruang formulasi tadi.
"Noza, kau tolong jemput Nafin di lantai dasar ya, aku mau menaik ke kamar terlebih dahulu, sepertinya pakaian ku kotor terkena larutan formula tadi, tidak baik jika anak kecil terkontak dengan zat kimia seperti ini, aku akan membersihkannya dahulu". Ujar wanita itu pada Noza
"Baiklah nona". Sahut Noza sopan
Noza menjemput Nafin ke basement apartemen
"Nafin! Nafin!". Teriak Noza memanggil Nafin
"Apa kau melihat Nafin? Tadi ibunya menitipkan ia di sini kan?". Tanya Noza pada pengasuh Nafin khusus di tempat penitipan anak-anak di basement ini
"Aunty aku di sini". Sahut Nafin dari deretan meja dekat jendela yang ngarah ke lapangan tenis di belakang apartemen
"Nafin!". Seru Noza
Noza mendekati tempat duduk Nafin dan Moehe
"Aunty, kenalkan ini Uncle hero, panggil saja ia Uncle Hero. Dia membantuku memperbaiki pesawat ini". Ucap Nafin dengan manis sambil menunjukkan pesawat mainan nya
deggg.. deg.. deggg.. Jantung Noza seketika berdetak sangat cepat
__ADS_1
"Tuan Moehe!". Seru Noza terkejut
"Kau mengenali ku?". Moehe menatap Noza tajam