
Kembali Aku menghadiri Pemakaman Sahabatku, Aku Benar2 tak Percaya Putri dan Tina Pergi Secepat ini dalam Waktu Yang Tak berselang Lama.
Aku : Bi...Ibu sama ayah kemana?
(Melihat seisi rumahku Yang Kelihatan Sepi).
Bi Iyem : Pergi non ada urusan sebntar katanya (sambil mengepel).
Tiba2 seseorang mengetuh pintu rumahku..
Orang itu : Permisi...Permisi..(Mengetuk Pintu).
Bi Iyem : Ehh iya...tunggu (Menaruh Pengepelnya).
Bi Iyem Pun Menghampiri Orang Tersebutt..
Bi Iyem : Ni..Uangnya (Memberi Uang Dan Mengambil Kantong Plastik Yang Berisi sesuatu dari tangan orang itu).
Orang Itu : Kalau begitu saya permisi pulang..(Meninggalkan rumahku).
Aku : Bi Itu apa (Menunjuk kantong Plastik yang di pegangnya).
Bi iyem : Oh ini...Pesanan Nyonya sama Tuan Non..(Menaruh Kantong Plastik Itu Didapur).
Aku : Pesannan Ibu Sama Ayah? Isinya apa Bi (Memandang Bi Iyem Yang Baru Saja Keluar Dari Dapur).
Bi iyem : Itu kembang Non..(Melanjutkan Mengepel).
Aku : Hah Kembang, Buat Apa Bi?
Bi Iyem : Saya Kurang Tau Non
Untuk Apa Kembang? Itulah Yang Menjadi Tanda Tanya besar Dalam benakku.
__ADS_1
Akupun Melanjutkan Menuju Kamarku.
Saat Aku MerebahkanTubuhku diatas Kasurku Tiba2 Pintu Kamarku Tertutup Sangat Kencang, Aku Kaget Dan Terduduk di Atas Kasurku, Tiba2 Pintu Kmarku Kembali Terbuka dan Seorang Wanita Menangis Berdiri Menghadapku dengan wajah yang Pucat Aku Mengenal Wanita Itu...Wanita Itu adalah Kak Ratih.
Aku : Kak...Ratih...(Terpaku diatas Kasur menatapnya).
Tak Berbicara Apapun Ia Masih Saja Menangis dan Menunduk...
Aku : Kak Ratih....(Berjalan Mendekatinya).
Ketika Sudah dekat dengannya Aku memegang Pundaknya.
Saat memegang Pundaknya, Aku Melihat di depanku Ada Kak Ratih Yang Sedang Menulis Sesuatu Di Buku, Kak Ratih Tak Sendirian, Ada Mahkluk Hitam besar, Bermata merah Bertaring, Dan Berkuku Panjang Dia Berdiri Menatap Kak Ratih Yang Sedari Tadi Sibuk Pada Bukunya..
Tiba2 Kak Ratih Memuntahkan Cairan Hitam Kental Dari Mulutnya, Dan Kemudian Mahkluk Menyeramkan Itu Menatap Ke Arah Kipas Angin Yang Berputar Di Atas Kepala Kak Ratihh, Dan Tiba2 Saja Baling2 Kipas Itu Terlepas Dan Masih Berputar Hingga Mengenai Tepat Leher Kak Ratih.
Tubuhnya Tergeletak di lantai dengan Darah yang Bercucuran Dari Lehernya.
"Non2 bangun non" Suara Itu Membangunkan Ku yang Sedari Tadi Pingsan Di Depan Pintu Kamarku, Aku Membuka Mataku Perlahan Ternyata Itu Bi iyem.
Bi Iyem Pun Membantuku Berbaring di atas Kasurku.
Bi Iyem : Saya tinggal ke bawah dulu ya non.
Aku : Iya bi.. Makasih ya..
Kenapa Aku Bisa Pingsan. Setau ku, Aku Tadi Hanya Sedang Memegang Pundak Kak Ratih Pikirku dalam Hati.
Tiba2 aku mendengar kembali suara tangis tapi kali ini aku tak melihat siapa yang menangis. Suara tangis itu terus terdengar di telingaku.
Aku : Siapa.. Tolong Jangan Ganggu Aku...( bangkit duduk berteriak dan menutup telinga).
Namun Tak ada jawaban dari ucapanku, suara tangis itu tetap saja ada. Perlahan ku ingat suara ini, akhirnya aku mengingat saat Shella menangis karna terjatuh dari sepedanya.
__ADS_1
Aku : Shella...Kakak Salah Apa Sama kamu (Berteriak dan menoleh kiri kanan).
Tiba2 saja suara tangis itu hilang begitu saja.
Aku : Apa yang terjadi sebenarnya (Keluhku dalam Hati).
Aku kembali merehbahkan Tubuhku diatas kasur...Menatap langit2 kamar memikirkan apa yang terjadi sebenarnya.
Aku memberhentikan lamunanku karna Ku rasa Ada yang memperhatikanku lagi, saat ini aku bangkit dan duduk, Firasat ku Benar. Sella Berdiri di Hadapanku Menatap wajahku, Kali Ini Aku merasa Tak Terganggu Apa Lagi Takutt. Karna Bnyak Tanda tanya di benakku Memberanikanku, Berbicara dengannya.
Aku : Dek, Kakak slah apa sih Sama Kamu?... Kenapa Kamu terus Menghantui Kakak? (Memandang wajahnya Yang Pucat).
Shella : Mereka Jahat kakk (Suaranya Parau terdengar di telingaku).
Lalu Tiba2 saja Dia Menghilang Dari Hadapanku.
Aku : Siapa Yang Jahatt (Kesalku Dalam Hati).
Aku Memutuskann Untuk Turun Ke Bawahh. Saat menuruni anak Tangga Aku Melihat Shella Yang Sedang Duduk Di Salah Satu Anak Tangga.
Aku Menghampirinya Dan Ikutan Duduk di sebelahnya, Dan Saat Aku Duduk Dia Kembali Tiba2 Saja Menghilang.
Dan Tiba2 saja Aku Melihat Shella Yang Berlari dari Kamar Ayahku, Dia Berlari Menaikki Tangga Dan Mahkluk Hitam Besar Menyeramkan Itu Berdiri di Atas Anak Tangga Menatap Shella. Dan tiba2 saja Shela Tergelincir dan Berguling Jatuh Kebawah Hingga Kepalanya Terbentur Hebat Mengenai Anak Tangga Terakhir.
Ayah Menghampiri Sella Yang Terbaring Di Lantai Dengan Kepala Penuh Darah, Namun Ayah Sama Sekali Tak Membawanya Ke rumah sakit, shella Menatap ayah Yang Tersenyum Kepadanya Sebelum Shella Menghembuskan Nafas Terakhirnya.
Aku Terbangun Dari Mimpiku...
Aku : Hah Mimpi. (Memandang Kiri kanan). Aku Msih Tak Percaya Ini Mimpi, Karna Jelas2 aku Ingin Kebawah dan skrg Tiba2 saja Aku Ada Di atas kasurku (Kesalku dalam Hati).
Kematian Kak Ratih, Kematian Aldo, Kematian Shella, Disana Ada Mahkluk Menyeramkan itu. Apa mungkin mahkluk itu yang Membuat Itu smua terjadi? Putri dan Tina Seblum Mereka meninggal Mereka Juga Pernah Ketakutan Karna Melihat Mahkluk Itu.
Apa Mungkin Yang Menyebabkan Kematian Tina Dan Putri Juga Mahkluk Itu?
__ADS_1
Tapi Kenapa Ayah Tersenyum Menyaksikan Shella Yang Tengah Sekarat Tanpa Membawanya bergegas ke rumah sakit? (Pikirku).
BERSAMBUNG