
Dua tahun telah Yunita lewati setelah pengalaman mengerikan yg ia alami.
Demi melanjut ke universitas yang sudah lama didambakan nya, ia harus berpisah dengan keluarga nya.
Yunita tinggal di kost-kostan yang dekat dengan kampus nya.
Seiring berjalan nya waktu, Yuni mulai beradaptasi dengan lingkungan nya yang baru.
Ia juga memiliki banyak teman baru.
Beberapa dari mereka sangat akrab dengan Yuni.
Mereka adalah Tara, Puja dan Putri.
Ketiganya sudah Yuni anggap sebagai sahabat, atau bahkan lebih.
Mereka berempat terlihat seperti saudara kandung.
Bahkan orang orang yang mengenal mereka sampai menjuluki mereka "Empat Serangkai".
Walaupun jurusan yang mereka ambil berbeda, itu tidak menghalangi kekompakan yang mereka jalin.
POV
YUNITA
Haduh, baru semester awal tugas sudah menumpuk.
Aku harus semangat.
Demi masa depan yang cerah dan gemilang.
Oh iya, hari ini kan ada acara tempat Putri.
Ah sial! Bagaimana aku bisa lupa.
Mesti buru buru nih.
__ADS_1
Putri bisa marah kalo sempat aku telat. Telinga ku bisa tuli mendengar omelan nya yang seperti tak berujung.
Belum sempat aku beranjak dari tempat ku, tiba tiba seseorang menghubungi ku.
" Halo, kenapa Ra?" tanya ku.
" Yun, kamu ikut kan? Gue sama Puja udah di jalan menuju kerumah mu." terdengar suara Tara di telepon.
" Iya, aku udah siap. Ku tunggu di kost ya." jawab ku sembari mengakhiri telepon.
Setelah agak lama menunggu, akhirnya mereka tiba.
Aku langsung memasuki mobil milik Puja.
" Maaf lama. Agak macet soalnya." ucap Puja.
" Iya santai aja." jawab ku sambil melemparkan senyum terindah milikku.
Sebenarnya aku malas bepergian, apalagi naik mobil. Karena padatnya pengguna kendaraan membuat kota ini sering macet.
Perjalanan dekat pun bisa memakan waktu berjam-jam.
Ah sial. Aku lupa membeli kado. Bodoh. Apa yang harus ku katakan pada Putri nantinya.
" Aku lupa beli." ucap ku seraya berbisik.
" Hahaha. Awas, nanti kamu di omelin Putri. Kita ga ikut campur." ucap Puja dengan nada bercanda.
Kami langsung masuk setelah sampai di rumah Putri.
Ku lihat banyak sekali tamu yang berdatangan.
" Oh my God. Acara ulang tahun sampek segininya?" ucap Puja heran.
" Wajar lah, Putri kan anak tunggal dari pebisnis ternama. Ini mah belum seberapa untuknya." sahut Tara .
__ADS_1
Aku hanya diam dan memperhatikan orang-orang yang berdatangan.
Ada satu yang menarik perhatian ku.
Penampilannya tampak aneh untuk acara pesta ulang tahun. Dan dari tadi, kulihat dia hanya berdiam diri.
Ntah kenapa, aku merasa ada yang salah dengan nya.
Ah, mungkin perasaan ku saja. Aku tidak boleh menilai orang dari penampilannya saja, ucapku dalam hati.
Mending aku ajak dia kenalan. Daripada aku penasaran, pikirku.
Akupun meninggalkan kedua sahabatku dan berjalan menuju tempat orang aneh itu. Berharap kami bisa berteman.
Hitung hitung menambah draft list pertemanan ku.
" Hi, kok anda seperti tidak menikmati pesta ini? Oh ya, aku Yuni." ucapku, yang mencoba membuka percakapan.
" Jonggi, nama ku Jonggi." sahut nya sambil tersenyum manis.
Akhirnya kami berbincang-bincang. Sesekali bercanda, sambil membahas berbagi macam hal di dunia.
Penilaian yang mengatakan dia aneh salah besar.
Dari gaya bicara nya, dia terlihat sangat elegan. Hanya saja, penampilannya memang sedikit lain. Apalagi untuk acara pesta.
"Woy, aku cariin ternyata disini. Putri manggil kamu tuh." ucap Tara sambil menepuk pundak ku.
" Oh iya, maaf." jawab ku.
" Lagian ngapain sih sendirian disini, macam orang bego." ucap nya
" Aku tidak sendirian. Oh iya, kenalkan ini..." kalimat ku terhenti, Jonggi sudah tidak ada di sekitar ku.
" Kenalin siapa? Hahaha. Ada ada saja. Udah yuk kesana, Putri sama Puja udah nungguin." ucap Tara.
Aneh, perasaan aku ga mabok. Cepat amat Jonggi perginya. Udah gitu, ga pake pamit lagi.
__ADS_1
Ah, sudahlah.
BERSAMBUNG : )