
Aku kembali membaringkan Kasih di atas Tempat Tidur, Aku Terduduk Menghadap Cermin Namun Tulisan "DIA MASIH ADA" Kini sudah menghilang secara tiba2.
Mas Aji : Sayangg..Sayang...(Berteriak Saat Membuka Pintu Kamar).
Aku : Ada apa Mas..(Menatapnya Bingung).
Mas Aji : Setelah Mengebumikan Jenazah Pak Bambang, Pengacara Pak Bambang Datang Kesini.
Aku : Iyaa Trus? Kenapa Kamu Kelihatan Bahagia Bnget?
Mas Aji : Dan dia Memberitahuku Bahwa Pak Bambang Sudah Membuat Pernyataan Jika Ia sudah Tiada Maka Seluruh Aset Perusahaannya Jatuh Kepadaku.
Bukan Nya malah Senang, Aku Malah Terkejut Mendengar Ucapan Mas Aji.
Aku : Hah mas? Pak Hendro Kan Masih Ada, Saudaranya Pak Bambang?
Mas Aji : Iya Alasan Pak Bambang Mengibakan Perusahaannya Kepadaku Karna Kinerja ku baikk.
Aku : Rasanya Nggak Mungkin deh mas Org Lain Mau Sebaik Itu Menyerahkan Aset Perusahaannya Kepada Org Yang sama Sekali Bukan Keluarganya.
Mas Aji : Kamu Kenapa sih, Kayaknya Nggk Senang Banget Lihat Aku Makin Suksess! (Dia membentakku Lalu Berjalan Meninggalkan Kamar).
Aku tak memikirkan Mas Aji yang marah kepadaku, aku hanya memikirkan Kenapa Hal yg tidak mungkin bisa terjadi, kenapa Pak Bambang Memberikan Aset Perusahaannya kepada Mas Aji yang Sama sekali bukan Anggota keluarganya.
Tiba2 saja Bi Iyem Datang Dihadapanku..Dengan Wajahnya Yang pucat dia menatapku dengan tajam dengan tatapan yang penuh amarah dia Berteriak mengucapkan kata "PENGIKUT IBLIS" Teriakan Bi iyem bersamaan dengan Pecahnya Seluruh kaca Jendela kamarku. Dalam keadaan ketakutan dan bergetar serta keringat dingin, Aku Memejamkan mataku dan memeluk erat kasih....Beberapa menit kemudian sudah tak ada lagi Bi iyem di hadapanku..Aku memandang Cepat Ke arah Jendela Namun Tak ada stupun Kaca Yang pecah Di sana.
Aku meletakkn Kasih Kembali di atas Kasur.
__ADS_1
Aku : "Hati-Hati", "Dia Masih Ada", "Pengikut Iblis". Apa Yang mereka mau sebenarnya, Ayah dan ibu Sudah Tiada, Kenapa Bi iyem Bisa Berbicara Seperti Itu (Pikirku dalam Hati).
Bi iyem Memang Sudah Tau Kelakuan Ayah dan Ibuku yang Bersekutu dengan Iblis, Namun ia Hanya Memilih Bungkam, Dia Hanya Melakukan Apa Yang Ayah dan Ibu perintah, Dia Juga Tak Mau Terlalu Ikut Campur Dalam Urusan Keluargaku. Karna Itulah Ayah dan Ibu sngat Mempercayainya..Mungkin Karna Itu Juga Bi Iyem Tidak Mereka Jadikan Tumbal dalam Persekutuan mereka.
Tiba2 Aku mendengar Suara Wanita yang Meminta Tolong...Aku Bergegas keluar Kamar...Aku melihat Bi Milah yang Sedang Berlari menuju Arah Kamarku.
Bi Milah : Tolong saya nyahh...Tolong.. (dia gugup seperti orang ketakutan).
Aku : Iya bi..Tenang Aja..Ada Apa? (Mencoba menenangkannya).
Bi Milah : Tolong nyah.. Ada Mahkluk hitam Bertubuh Besar, Bertaring dan berkuku panjang Yang Mengikuti saya nyah..Tolong Saya nyah...
Aku Tak menjawab Ucapan Bi Milah, Aku Hanya Melamun Mengingat Mahkluk yang ada di masalalu ku.
Bi Milah : Non tolong saya.(Menghentikan lamunanku).
Bi Milah pun masuk kedalam kamarku, Wajah Bi Milah memang seperti Orang Ketakutan, Tubuhnya Bergetar dan Keringat dingin yang bercucuran.
Aku : Bi...bibi disini dulu ya!! Saya tinggal bentar..
Bi Milah : Saya takut nyah...
Aku : Saya Hanya Sebentar, Saya titip Kasih.
Aku pun pergi Keluar Kamar ku.
Aku : Mas Aji....Mas....Mas...(Aku Berteriak).
__ADS_1
Namun Tak ada Jawaban Dari Mas Aji.
Aku : Mungkin Mas Aji sedang Pergi.
Aku Berjalan Perlahan Seperti Orang Hendak Mencuri, Aku Masuk Kedalam Ruang Antik Mas Aji Namun Tak Ada Juga Mas Aji Di sana....Yang Lebih Membuat aku Bingung, Tak ada Kursi Besar Berkain Hitam Koleksi Mas Aji di Ruang Antik.
Tiba2 Kak Ratih Berdiri Menghadapku dengan Wajahnya Yang Pucat Dia Menunjuk Kedalam Sebuah Lemari Kayu Jati berukuran besar Lalu Menghilang.
Aku mendekat ke Arah Lemari Kayu Jati itu..Secara perlahan Ku buka Pintu Lemari jati Itu...Bersamaan Dengan seseorang Yang Membuka Pintu..Aku Gagal Membuka Pintu Lemari Jati itu...Dan aku bergegas bersembunyi di balik gorden.
Ternyata Mas Aji yang Datang...Dia masuk kedalam Lemari Jati Itu Lalu Tak kunjung keluar...Aku ikutan masuk kedalam Lemari Jati besar itu...
"Ternyata Ada pintu Di dalam Lemari ini"...kubuka Pintu itu..ternyata ada Ruangan Lain Di Dalam lemari kayu jati ini..
Aku berjalan Pelan2 memasuki Ruangan Itu, Ruangan Gelap yang Sama Seperti Ruangan Rahasia Ayah dan Ibuku...Lalu Tiba2 seseorng Menarik tanganku..Ternyata itu Mas Aji Dia menarikku keluar dari dalam Lemari.
Mas Aji : Kamu terlalu Lancang Laras! (Dia membentakku).
Aku : Kenapa Aku lancang? Ini Rumahku! (Aku kembali membentaknya). Dari Awal Aku sudah Curiga Ada yang Anehh! Kamu mengikuti Jejak ayah dan ibuku (Aku menangis dan memukul Tubuhnya). Aku tau Iblis dari kursi Itu, dia akan membinasakanmu juga.
Mas Aji : Itu hanya akan terjadi kalau Kursi itu terbakar dan jika kamu Membakar Kursi Itu, Kasih Akan Menjadi Anak Yatim (Dia Membentakku).
Dengan Air Mata Aku Berlari Masuk Ke kamarku...Tapi tak ada Bi Milah Disana..Aku Berteriak Memanggilnya namun Tak Ada Jawaban, Aku takut Hal malang menimpanya Karna perbuatan Mas Aji.
Aku Berjalan Menuju dapur namun ia tak ada di sana..Aku berjalan Menuju Kamarnya dan benar saja, ia Ada di dalam Kamarnya..Dalam Keadaan Tak Bernyawa Tubuhnya Terbaring Kaku Dengan Pisau Di perut serta Darah Di lantai.
BERSAMBUNG
__ADS_1