Ruang misteri

Ruang misteri
Aku Teman Mu


__ADS_3

Hari berganti, tibalah pada waktu yang sudah kami janjikan.


Segala perbekalan sudah kupersiapkan, dan saatnya untuk beranjak ke rumah Tara, tempat yang sudah kami sepakati untuk berkumpul.


Sebenarnya aku tidak terlalu tertarik dengan yang namanya liburan. Itu hanya akan membuang-buang uang dan menyita waktu yang mungkin bisa digunakan untuk hal yang lebih penting.


Namun karena sahabatku sudah memaksa, aku tak sanggup untuk menolaknya.


Mungkin juga ini adalah momen yang tepat buat ku untuk melupakan segala masalah-masalah yang mengahampiriku.


Tak lama akupun tiba di kediaman Tara.


Kulihat Tara, Putri dan Galang sudah menunggu di teras rumah, mereka tersenyum saat menyadari kedatanganku.


" Akhirnya, aku pikir kamu tidak jadi ikut." ucap Putri.


" Akukan udah janji. Hmm, Puja mana? Kok dari tadi aku ga lihat." sahutku.


" Puja tidak jadi ikut Yun. Tadi dia menghubungiku, katanya ada urusan mendadak yang harus diselesaikannya. " sahut Tara.


" Loh, kok aku ga dikabarin?" tanyaku.


" Dia ga mau ngabarin kamu, takut nantinya kamu juga tidak jadi ikut. Dia ga mau rencana kita batal, hanya karena dia ada halangan." sahut Tara.


" Jadi gimana? Kita sudah bisa berangkat?" tanya Galang.


" Nunggu apa lagi? Let's go." ucap Tara sembari memasukkan tasnya kedalam bagasi mobil.


Melihat pergerakan Tara, aku dan Putri juga mengikut dari belakang.


Alhasil, bagasi mobil Galang penuh dengan perbekalan kami.


Setelah memastikan tidak ada yang terlupakan, kamipun berangkat.


Tujuan kami adalah Danau Toba. Tempat yang katanya indah, sampai dijuluki sebagai Monaco Asia.


Walaupun letaknya lumayan jauh, mungkin akan memakan waktu sekitar enam jam diperjalanan. Tapi rasa penasaran akan keindahan danau tersebut, membuat kami sepakat menghabiskan waktu beberapa hari untuk memanjakan diri di sana.


Sepanjang perjalanan kami bercanda ria, sekedar memecah keheningan.


Karena Galang pasti akan sangat bosan, jika kami bertiga tertidur saat perjalanan.


" Teman-teman, coba lihat keluar." ucap Tara tanpa memalingkan tatapannya dari kaca jendela mobil.


" Wah indahnya. Apakah kita sudah sampai? " sahut Putri.


" Paling sepuluh menit lagi kita sampai. Cantik bukan?" sahut Galang.


Aku menyadari bahwa kami sedang berada dataran tinggi sekitar danau Toba. Sehingga keindahan danau itu terlihat, ditambah lagi lampu-lampu hiasan yang dipasang di sepanjang pinggiran danau. Walau hari sudah gelap, namun danau itu terlihat sangat bercahaya.


" Ok, kita sudah sampai." ucap Galang sembari memarkirkan mobilnya di salah satu penginapan yang terletak di pinggir danau.


Rasa lelah saat diperjalanan, terbayar lunas akan sambutan dari pemandangan danau itu sendiri.


Dengan semangat kami langsung mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam bagasi.

__ADS_1


Terlihat ada pegawai penginapan yang datang menyambut kami dengan senyuman dan membantu kami membawa barang ke dalam penginapan.


" Bentar ya, aku urus kamarnya dulu." ucap Galang.


" Pesan dua kamar aja. Tapi kalo boleh, yang satu agak lebih besar yah. Soalnya kami bertiga." sahut Tara.


" Ok nyonya." ucap Galang dan berjalan menuju meja resepsionis.


Tak lama, Galang datang menghampiri kami.


" Untung saja kita tepat waktu. Penginapan ini hanya tersisa dua kamar saja. Dan baiknya, satu kamar memiliki dua ranjang." ucapnya sambil memberikan satu kunci kepada Tara.


" Baguslah kalau begitu. Tunggu apalagi? Aku sudah sangat lelah. Liburannya dimulai dari besok saja." sahut Tara.


" Aku juga sudah lelah. Pengen cepat-cepat tidur, biar besok bisa menikmati keindahan tempat ini dengan tubuh yang sehat." ucap Putri .


Akhirnya kami putuskan untuk istirahat.


Mengisi tenaga untuk melewati hari esok.


Benar saja, begitu sampai di dalam kamar, Putri dan Tara langsung terlelap dalam tidurnya.


Sementara aku masih larut dalam khayalanku tentang Jonggi.


Andai ada cara yang bisa membuat kami bersama.


Ternyata kisah cinta itu tidak seindah yang di film-film, aku malah merasa kalau cinta itu menyakitkan.


Wajar saja aku berkata seperti itu. Soalnya baru pertama kali aku jatuh cinta, malah berakhir seperti ini.


" Yun, bangun. Kamu kesini hanya mau tidur saja kah?" ujar Tara membangunkan ku.


" Iya iya, aku sudah bangun." ucapku setengah sadar.


" Cepatan mandi. Kita udah telat nih." ucap Putri.


Kulihat mereka berdua memang sudah berpakaian rapi. Kulirik arloji ku masih menunjukkan pukul 07.00 wib.


" Haduh, orang ini mau kemana sih. Kok buru-buru sekali." gumamku dalam hati sembari beranjak menuju kamar mandi.


" Yun, cepat sedikit dong." ucap Putri dari luar.


" Iya iya bawel. Ini udah siap kok." sahutku yang berjalan keluar dari kamar mandi.


Setelah beberapa menit, kami bertiga pergi ke ruang sarapan.


Kulihat, di sana Galang sudah menunggu kami.


Dan di depannya sudah tertata rapi beberapa makanan.


" Hadeh, akhirnya para tuan putri sudah datang. Yaudah, makan yok. Biar kita ga telat naik kapalnya." ujar Galang.


" Maaf telat." ucap Tara.


Setelah selesai sarapan, kami pergi ke danau.

__ADS_1


" Kita naik itu aja, nanti kita bakal di bawa keliling danau Toba." ucap Galang sambil menunjuk salah satu kapal.


" Boleh. Pasti asik." ucap Putri.


" Kamu mau kan Yun?" tanya Tara.


" Ya mau dong. Emang yang mau liburan kalian doang?" sahutku dengan nada manja.


Mendengar jawaban dari kami, Galang langsung memesan beberapa tiket kapal.


Tak butuh waktu lama, kami langsung naik dan duduk di bangku kapal.


Ternyata banyak juga orang-orang yang antusias ingin melihat danau Toba ini.


Beberapa turis juga ada yang naik kapal dengan kami.


Dan setelah semua penumpang sudah naik, kapalpun berlayar.


Ku pandangi sekitar, seakan mataku tak bosan melihat keindahan ini.


Hatiku bersih dari kegundahan, layaknya air danau yang bersih dan tenang.


Saat sedang asyik memandang, perhatian ku tiba-tiba tertuju kepada seseorang yang berdiri di pinggiran kapal.


" Galang, coba lihat kesana." ujarku, sambil menunjuk ke arah pria itu.


" Hah? Mungkinkah?" ucap Galang dengan nada heran saat melihat ke arah yang ku tunjuk.


" Ada apa? Kok kayak lagi liatin hantu." ucap Putri.


Ya Tuhan, misteri apa lagi ini?


Apa aku harus merasa senang? Ya, harusnya aku senang. Tapi tidak mungkin. Ini tidak mungkin. Pasti hanya kebetulan saja.


Jiwa ku seakan terbang jauh meninggalkan raganya.


Mataku tidak berhenti menatap pria itu.


Tak terasa air mataku jatuh, entah itu air mata sedih atau bahagia.


" Yun, sabar ya. Tunggu kapalnya berhenti . Nanti biar aku yang bertanya kepada-nya." ucap Galang.


" Baiklah. Aku tidak apa-apa kok." ucapku sambil menghapus air mataku.


" Aduh kenapa sih? Kok jadi sedih gini. Kita kan liburan, harusnya bahagia dong." ujar Tara.


" Sudah. Nanti aku jelasin." ucap Galang dengan nada serius.


Sepanjang perjalanan mengelilingi danau, tatapan ku tidak bisa berpaling darinya.


Keindahan danau seakan tak mampu untuk menggodaku agar berpaling dari sosok pria itu.


Tuhan, aku juga perlu bahagia.


Aku juga berhak untuk itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2