Ruang misteri

Ruang misteri
TUMBAL The End


__ADS_3

TUMBAL The END


Pikiran itu Semua Selalu Menghantuiku, Ini smua Menjadi Tanda Tanya Besar Bagiku.


Bi iyem Mengetuk Pintu Kamarku.


Bi Iyem : Non...Di panggil Tuan Sama Nyonya (Berteriak).


Aku : Iya bi iya (Berteriak).


Aku pun Bergegas meninggalkan Kamar dan Turun Ke bawah.


Ayah : Kamu Pingsan Nak? (Menatapku).


Ibu : Aduhh Laras Jangan Kecapekann dong.


Mungkin Bi Iyem sudah Memberitahu Kepada ayah dan Ibu.


Aku : Iya bu..Udh nggk pp kokk.


Ayah : Kamu Mau Beli Mobil Baru Nggk?


Aku : Nggk Usah Yah, Mobil Yg Lama Masih Bagus Kokk.


Ayah : Kalau Begitu Kamu Mau Beli Apa?


Aku : Ayah Kelihatannya lagi senang nii (memandang ayahku).


Ibu : Iyaa. Proyek Ayah Kamu, Dananya Baru saja Cair!!! Makanya Ayah Kamu Mau Beliin apa Yang Kamu Mau (Sahut Ibu).


Aku : Oh pantessann, Nanti aja Ya laras kasih tau Laras Mau Apa!!


Ayah : Iya2, nanti Kasih tau aja yaa.


Aku : Bu...yah...aku kekamar lagi yaa...


Ibu : Iya sayang Kamu Jangan Capek2 ya...


Aku Pun Meninggalkan Mereka dan Kembali Masuk Ke dalam Kamar.


Aku Memikirkan Apa Yang akan Kupinta dengan ayah, Kali ini semua yang aku inginkan Selalu ayah Penuhii. Akhirnya aku tau apa yang aku inginkan, Aku ingin Berlibur bersama ayah dan ibu melupakan Apa saja yang bru saja kualami, mengistirahatkan otakku dari bermacam2 pikiran.


Akupun kembali turun ke bawah.


Saat Sudah Sampai Di Bawah Aku Tak Melihat Ayah Dan Ibuku Lagii..Aku mengira mungkin mereka ada di kamar, Aku membuka pintu kamarnya namun mereka tak ada di sana, Aku melihat seisi kamar Ayah Ibuku.


Aku : Sejak Sekolah, Aku nggk pernah lagi masuk kamar ini (pikirku dalam hati).

__ADS_1


Aku terus memandang Seisi Kamar Ayah Dan Ibu Sampai Mataku Terfokus Pada Bingkai foto Besar Di hadapanku Yang Berisi Foto Ayah, Ibu, Serta aku yang masih Berusia 6 Tahun. Aku Berjalan Mendekati Bingkai Foto itu.


Aku : Ternyata Foto Ini masih Ada (Pikirku dalam Hati).


Aku Terus Memandang Foto itu Hingga Pandangan ku kembali tertuju Pada Seseuatu Pada Sosok Hitam Yang Juga Ada Di foto itu.


Aku : Siapa Sebenarnya Sosok Hitam Ini! Apa ia ada hubungannya dengan keluargaku??? (Masih menatap Sosok Hitam Pada Foto).


Aku Ingin mengambil Foto Itu dan Membawanya ke kamarku. Saat Aku berusaha melepas Bingkai foto itu dri dinding tiba2 saja ada Seseorang Yang Mendorongku Dan Membuatku Terjatuh Di lantai Sebuah Ruangan lain.


Aku : Ruang Apa ini? Kenapa Ada Dikamar Ayah ibu? Kenapa Aku nggk pernah tau Ada Ruanggan lain Disini (Bangkit Berdiri).


Aku melihat Sekeliling Ruangan Ini, Rungan Ini memiliki Latar dinding bewarna Hitam Membuat Ruangan Ini Gelap, dan panjang seperti lorong. Aku menghidupkan lampu dan Hidungku Sedari Tadi Mencium aroma yang Tak Sedap untuk di cium. Aku Mengikuti Bau Tak Sedap Itu Hingga Aku Berdiri tepat Di ujung Ruangan ini.


Aku : Ternyata Panjang juga ya (Pikirku dalam Hati).


Setelah aku Melihat Apa Yang Ada di depanku, Aku masih Tak Percaya Dengan Apa Yang Kulihat. Aku Melihat Sebuah Kursi Besar Berkain Hitam Dan juga Ada Meja Kecil Yang Di atasnya Terdapat Kemenyan Yang sudah di bakar.


Aku : Ternyata Bau Ini Yang Menggangu Penciummanku (Setelah melihat Kemenyan).


Aku Juga Melihat Kembang yang berada dalam Sebuah Tempat...Tiba2 Angin Menerbangkan Selembar Kertas Yang Sudah Kotor, Kugapai Kertas Yang Menempel di wajahku Itu, dan kubaca tulisan dalam kertas itu.


"18 febuari 2005, Aku tak menyangka mereka yang kuanggap baik ternyata berhati iblis, kukira mereka mengangkatku dari panti asuhan untuk mereka besarkan dan mereka anggap seperti anak sendiri. Sekarang aku sudah tau segalanya, mereka mengangkatku sebagai anak nya karna semata2 untuk menjadikanku TUMBAL untuk di persembahkan kepada iblis yang mereka pelihara demi mendapatkan kekayaan, mereka Jahat mereka iblis"


Tak kuasa air mataku menetes setelah membaca ketas itu, Karna membaca Lembaran Kertas Itu, Aku Tau Apa yang sebenarnya terjadi. Aku tak menyangka Ayah dan Ibu bisa berbuat Sejahat Ini...


Ayah Mengmbil tmpat yang berisi kembang itu dan kembali membakar kemenyann.


Ayah dan Ibu membaca sebuah Mantra, aku tidak tau pasti itu. Yang ku tau, diujung kalimatnya menyebut "Datanglah...".


Tiba2 Mahkluk Hitam Menyeramkan, Dengan Mata Merahnya yang besar, dia duduk di kursi yang di blkngnya ada aku yang sedang bersembunyi..


Ayah Berdiri Dan menyuapinya kembang yang dipegang ayahh...lalu kembali duduk..


Ayah : Terimahkasihh...Semuanya berkat kau...


Kulihat ayah dan ibu yang duduk menghadap mahkluk itu dan bersikap seolah menyembahnya..Tiba2 mahkluk itu bersuara dengan suara yang menggema seluruh ruangan ini..


Mahkluk Itu : Peringatkan Anakmu Untuk Tidak Ikut Campur Urusan kalian denganku...


Tiba2 saja Mahkluk itu menghilang bersamaan dengan ayah dan ibu berjalan Menujuku...dan menghadapku.


Ayah : Laras...Apa Yang Kamu Lakukan disini!


Ibu : Laras Ayo Keluar!


Mereka Menarik Tanganku Secara Paksa,Dan Membawaku Keluar Kamarnya..

__ADS_1


Aku : Ayah...Ibu Jahat...(Menangis).


Ayah : Kami Melakukn Ini Juga Untuk Kebahagianmu!(Nadanya Membentak).


Ibu : Kau Sama Seperti Ratih Yang Selalu Ingin Tau! (Nadanya Membentak).


Ayah : Sudahlah Masuk Kamarmu, Dan Jngn Pernah Ikut Campurr Lagi!


Dengan Berlinang Airmata aku Berlari Meninggalkan Ayah Ibu Dan Masuk kedalam Kamarku, Saat Sedang Menangis di dalam Kamar Tiba2 Kak Ratih Berdiri di Hadapanku Dengan Wajahnya Yang Pucat.


Kak Ratih : Berapa Bnyak Lagi Korban Yang Akan Kau biarkn Menjadi Tumbal Ayah Dan Ibu (Suaranya Parau Dan Menatapku).


Tiba2 Aldo Juga Berdiri Dihadapanku Dengan Wajahnya Yang Pucat.


Aldo : Ayah Dan Ibu Bukan Orang Baik (Suaranya Parau Dan Menatapku).


Tiba2 Shella Juga Ada Di Hadapanku.


Shella : Mereka Jahat..Mereka Iblis...(Suaranya Parau Dan Menatapku).


Kak Ratih : Bakar Kursi Dan Kain Hitam Itu (Suaranya Parau).


Shella : Bakar...(Suaranya Parau).


Aldo : Bakar...(Suaranya Parau).


Dan Tiba2 Mereka Menghilang dari Hadapanku...Tapi Suara Mereka seolah2 Masih berteriak di telingaku "Bakar...Bakar..Bakar" Aku trus memdengar suara mereka Yang Terus Bersahut-Sahutann Menyebut "Bakar...Bakar..Bakar..".


Aku sudah Mencoba Menutup Telingaku Namun sia2 Suara itu Masih Terus Terdengar.


Aku : Pergi...Pergi..(Berteriak dan Menutup Telinga).


Namun Suara Itu Masih Saja Berteriak Di Telingaku "Bakarr...Bakar...Bakar..".


Karna Tak Tahan mendengar suara yang Terus2san Menyebut "Bakar..Bakar..Bakar..", Aku Berlari Menuju Kamar Ayah Dan Ibuku Kembali Masuk Kedalam Ruangan Tersembunyi Itu Dan Mengangkat Kursi Besar Beserta Kain Hitam itu.


Ntahlah Aku tak pernh sekuat itu sebelumnya, Aku membawanya Kehalaman Rumahku. Dengan berlari, Ku ambil bensin di dalam Gudang Dan Korek Api Di dapur Dan Kubakar Kursi Besar dan Kain Hitam Itu..Bersamaan dengan Datangnya Ayah Dan Ibu.


Ayah : Laras Jangan...(Berteriak).


Ibu : Jangan Laras...(Berteriak).


Namun Terlambat Kursi dan Kain Itu Telah Dipenuhi Api...Tiba2 Mahkluk Menyeramkan Itu Ada di dalam Kobaran Api, Mahkluk Itu Menggeliat Seperti kepanasan, Begitu Juga Ayah Dan Ibu Mereka Terbaring di Halaman Rumah ku menggeliat seperti Orang Kepanasan. Padahal Sama Sekali Tak ada Api Yang Menyentuh Tubuh Mereka...


Aku Berlari Mendekati Mereka.. setelah Dekat Aku Melihat Ayah dan ibu dalam keadaan gosong seperti terbakar mereka, sudah terbujur kaku dan tak beryawa, bersamaan dengan Menjadi Abunya Kursi besar dan Kain Hitam Itu.


Tamat

__ADS_1


__ADS_2