
Tahun 2005.
"Mereka jahat, Mereka Iblis" begitulah Tulisan kalimat terakhir Yang Ditulis Wanita Itu Pada Buku hariannya sebelum Ia memuntahkan Cairan hitam Kental dari mulutnya dan sebelum Baling2 Kipas Itu dengan tiba2 Terlepas Dan Mengenai Lehernya.
Tahun 2019.
Akhirnya Aku Kembali Memijakkan Kaki ku di rumah ini setelah bertahun2 menyelesaikan Studi ku Di Negri Org. Rasa Bahagia Menyelimuti Ku Karna Bisa Kembali Bertemu Ayah Dan Ibuku, Tetapi Ada Juga Rasa Sedih Yang Menyelimutiku Mengingat Kak Ratih, Sella, Aldo, Kakak Angkat dan Adik2 Angkat ku yang di angkat ibu dan Ayah Dri Panti Asuhan, Mereka yang Sudah Kuanggap sebagai Saudara Kandungku Tapi Kini Mereka Telah Meninggalkan Kami Semua Untuk Selama2nya.
Ayah : Bu...Bu..Laras sudah Sampai (Berteriak Setelah Melihatku Yang Baru saja Turun dari Mobil).
Ibu : Iyemm....Tolong Bawa Koper Laras Ke dalmya (Ikut Berteriak Setelah Memandangku).
Aku : Bu Aku Langsung Ke Kamar Aja Ya Aku Capek Banget ni (Setelah Berpelukkan dengan Ayah Dan Ibuku).
Ibu : Iya Nakk Kamu Pasti Capek Banget, Istirahat aja dulu.
Aku : Pa..Laras Ke Kamar Dulu Ya.
Papa : Iya kesayangn papa
Tanpa Pikir panjang Aku Bergegas Menuju Kamarku, Saat Menaiki Anak Tangga Aku Melihat Sekelebat Bayangan Hitam dan besar Melintas Dihadapanku.
Aku : Mungkin Aku Kecapekan, makanya berhalusinasi (keluhku dalam hati).
Aku pun melanjutkan menaikki anak tangga dan menuju kamarku.
Setelah Masuk Di Dalam Kamar, Akupun Merebahkan Tubuhku Di Atas Kasurku. Kutatap Langit2 Kamarku.
Aku : Kak Ratih, Laras Kangen Kakak!! Aldo, Shella Kakak Juga Kangen Kalian (Keluhku dalam Hati).
Mataku Masih Tertuju Pada Langit2 Kamarku Mengingat Kak Ratih Yang Berusaha Menghentikan Tangisku Saat Itu di kamar ini, Mengingat Shinta dan Aldo Yang Menggangguku mengerjakan Tugas Skolah ku dikamar ini, dan Mengingat semua itu Membuat Airmataku Menetes Dengan sendirinya.
Yaa ini memang kamarku Sejak Kecil Hingga Lulus Sma Dan Melanjutkan Kuliah Ku di Negri Orang. Lamunanku Terhenti Karna Aku Merasa Ada yang mengawasiku sedari tadi.
Aku : Kak Ratih...(Menghadap Pintu).
__ADS_1
Aku Melihat Kak Ratih Sedang Berdiri di Depn pintu kamarku dan memandang ke arahku, Saat aku Mengucapkan Kalimat itu ia hilang dari hadapanku aku berlari Menuju Pintu Kamar Menoleh Kiri Kanan Tapi Tak Ada Siapapun di Sana.
Aku : Kyanya Aku Berhalusinasi Lagi (Pikirku Dalam Hati).
Aku Kembali Merebahkan Tubuhku Di atas Kasurku Kembali Menghadap Langit2 Kamarku.
Rasa Capek Membuat Ku Tertidur Pulas, Hingga Tetesan Air Mengenai Wajahku Membuatku bergegas Berdiri, Saat Aku Berdiri Dan Melihat Sekelilingku, Skrg Aku Bukan Di Kamar. Aku Kaget Setengah Mati Karna Menyadari Tiba2 Aku Berdiri Di Pinggir Kolam Renangku Dan Aku Melihat Aldo yang Sedang Berenang.
Aku : Aldo...(Teriakku)
Namun Aldo Tak Menjawab Panggilan ku Sepertinya Dia Tidak Mendengarku, Aku Berjalan Mendekatinya.
Aku : Aldo...heyy...Aldo..Aldo (Melambaikan Tangan Tepat Di hadapannya).
Kali ini aku sudah bnr2 Di dekatnya Tapi seperti nya dia Tetap Saja Tak Mendengarku dan Sepertinya ia juga tidak melihatku.
Tiba2 Dia Tidak Sendirian Berenang Di kolam Renang Itu, Ada Mahkluk Hitam Bertubuh Besar, Bermata Merah, Dan Juga Bertaring Yang Berada Tepat Di Belakang Aldo.
Mahkluk Menyeramkan Itu Menenggelamkan Aldo, Aku bisa Melihat Jelas Kuku2 nya Yang Panjang Saat Tangan nya Menekan Kepala Aldo Kedalam Air. Aldo Berusaha Kepinggir Kolam, Aku Berusaha Menarik Tangannya Tapi Anehnya Tangan Ku Tak Dapat Menyentuh Tangan nya.
Mahkluk Menyeramkan Itu Terus Menenggelamkan Aldo, Membuatnya Kesulitan Bernafas Dan Mengapung Di Atas Airrr.
Dan Kmudian Terbangun Dari Mimpiku.
Aku : Mimpi macam apa2an ini! (kesalku dalam Hati).
Tiba2 seseorang mengetuk Pintu Kamarku Dan Ternyata Itu Bi Iyem.
Aku : Siapa? (Berteriak).
Bi iyem : Non Laras Makan Malam nya Sudah Siap, Tuan dan Nyonya sudah menunggu di bawahh (Teriaknya).
Aku : Iya Bi Sbentar lagi Aku Ke bwah (Berteriak). Ternyata sudh Malam (Pikirku dalam Hati Setelah Melihat Jam Tanganku).
Aku Berdiri bangkit Dari Tmpt Tidurku Dan Merapikan Rambutku Menghadap Cermin, Aku melihat Aldo Berdiri di belakangku Dengan wajah pucatnya. Ia Memandangku dari Dalam Kaca, aku Memalingkan Wajahku, Namun aku tidak melihat Aldo Lagi di belakangku Dan aku kembali Menghadap cermin dan Kembali Aku melihat Aldo Yang sedang Memandangku, Aku Kembali dengan Cepat Memalingkan Wajahku Namun Aldo Kembali Tak Ada. Bergegas aku Keluar dari Kamarku Dan Menuruni Tangga.
__ADS_1
Aku Melihat Ayah Dan Ibuku Yang sudah menunggu ku di meja makan.
Ibu : Ayo nakk...Makan Malamnya udah siap dari tadi...buruan nanti keburu dingin...(Memandangku).
Aku : Iya bu...(Berjalan menuju meja makan).
Setelah menyantap makan malam aku berniat untuk kembali masuk ke kamarku. Dan Tiba2 Suara 2 Orang wanita Dari Ruang Tamu Yang berteriak memanggil namaku membuatku berlari menuju Ruang tamu.
Ternyata Itu Suara Dari 2 orang sahabat ke semasa Sma Dia Tina dan Putri.
Mereka berlari ke Arahku Dan Kemudian Memelukku.
Putri : Ya ampun Ras, Kami kngen banget sama kamu (Melepaskan pelukannya).
Tina : Iya nii, kamu kokk nggak ngasih kbr klau hri ini pulang (juga melepaskan pelukannya).
Aku : Maaf ya aku kecapekan jdi nya ketidurann, trs kalian tau dri mana klau aku sudh pulang? (menatap mereka).
Tina : Tuh...(Menunjuk ke arah Belakangku).
Ternyata Tina Menunjuk Ayahku yang sedang tersenyum di belakangku.
Ayah : Iya Ayah Yang Ngabarin mereka kalau kamu Sudah pulang (Memandangku). Ayah Tinggal Dulu ya (Melangkah meninggalkan kami).
Aku : Ayoo..Kekamarku (sambil menggandeng Tina dan Putri).
Aku pun membawa mereka Masuk kedalam kamarku. Kami pun Bercanda Ria Mengingat Masa2 Waktu Sma Hingga Tertidur Pulas, Kecuali Aku.
Aku Masih Terjaga Dari Tidurku Mengingat Mimpiku Tentang Aldo, Mengingat Aldo Yang Memperhatikn ku di Cermin.
Tiba2 Pintu Kamarku Terbuka Dengan Sendirinya, Pandangan ku Tertuju Pada Gadis Kecil Di Depan Pintu yang wajahnya bertolak belakang dengan ku "Kak Laras..." Gadis Kecil Itu Mengucapkan Namaku dengan suara nya Yang Parau di telingaku, Aku mengenali suara ini.
Aku : Shella..Dekk...Kamu Kah itu? (Berdiri Bangkit dari tempat tidurku).
Perlahan Ku berjalan Menghampiri Gadis Kecil Yang Masih Saja Berdiri di depan Pintu membelakangiku. Saat hendak memegang pundaknya, tiba2 pintu kamarku tertutup dengan sendirinya, Membuatku memalingkan wajahku ke arah pintu.
__ADS_1
Aku kembali memalingkan Wajah ku ke Arah Gadis Kecil Itu Tapi Kali Ini Mataku sudah Tak Lagi melihatnya Berdiri dihadapanku dia Hilang Begitu saja.
BERSAMBUNG