
Hari Minggu adalah hari santai bagi semua orang, baik siswa, pekerja apalagi pengangguran. Namun tidak untuk Yunita, ia dan keluarga nya harus bersiap" yg untuk pindah ke kota. Yah, karena ayahnya yg berprofesi sebagai polisi, mereka harus pindah karena tuntutan negara.
Yunita adalah gadis anak paling besar di keluarga nya. Ia memiliki 2 orang adik, bernama Rini (Kelas VII) dan Keysa (Kelas I). sedangkan Yunita masih duduk di bangku XI SMA. Banyak orang yg menyukainya, krna selain cantik, ia juga pintar dan baik. Mudah bergaul membuat ia gampang diterima. Alhasil, ia selalu memiliki banyak teman.
Setelah selesai beres² barang, mereka pun berangkat. Yunita memang merasa sedih harus meninggalkan tempat dimana ia di besarkan, apalagi harus kehilangan teman² nya. Namun ia yakin, di tempat barunya pun pasti ia bakal mendapatkan teman baru yg mungkin lebih asikk.
Tak terasa hari pun sudah gelap,
"Anak² ayo bangun,, kita sudah sampai." Terdengar suara ibu membangunkan ketiga anak nya.
"Hmmmm, iya mah. Dek, bangun bantu kakak mengangkat koper." Jawab Yunita, sekaligus membangunkan adiknya yg masih terlihat letih.
"Akhirnya selesai." Ucap sang ayah, ketika semua barang sudah di turunkan dan di masukkan kedalam rumah baru mereka.
"Yun, tolong pesan makanan yah, repot jika harus memasak sekarang." kata ibu.
"Baik bu." Ucap Yunita, dan langsung mengoperasi kan hp nya untuk memesan makanan secara online.
Rumah baru mereka terdiri dari 2 lantai, dan memiliki 3 kamar. 2 kamar terletak di atas, dan satu kamar di bawah. Rumah itu juga difasilitasi 1 kamar mandi di setiap lantai nya.
Yunita memilih kamar di lantai atas, yg memiliki jendela tepat ke arah jalan. Dia merasa itu adalah kamar yg cocok untuk nya. Sementara ibu dan ayah di kamar bawah, dan Rini dan Keysa di kamar lantai atas yg berhadapan dengan kamar Yunita.
Tak lama, makanan yg mereka pesan pun datang. Setelah makan malam, mereka langsung beranjak ke kamar masing² .
Mengingat Jam sudah pukul 22.30 WIB, dan berhubung mereka sudah letih akibat menurunkan barang².
Tak terasa pagi pun tiba.
Mereka berkumpul untuk sarapan,
"Yun, kamu sudah bisa masuk sekolah baru. krna sebelum kita pindah, masalah perpindahan sekolah sudah papa urus duluan." Ucap sang ayah, sembari menunggu sang ibu datang membawa makanan dari dapur.
"Iya pah, tapi aku tetap masuk kelas unggulan kan?" Tanya Yuni.
"Iya, tetap kok. Tapi di sekolah mu sekarang, anak unggulan punya banyak kegiatan di sekolah. sehingga pulang nya bisa sampai sore." jelas sang ayah.
"Sudah, kita sarapan dulu. Nanti juga Yuni bisa berbaur sendiri kok." ucap sang ibu yg sudah membawa makanan dan menyiapkan nya d meja.
"Mah, enak. Keysa bawa ini ke sekolah yah Ma." Keysa nampak sangat menikmati makanan yg ada di depan nya.
Sang ibu hanya mengangguk, pertanda mengiyakan permintaan anak nya.
Sampai lah di sekolah baru Yunita. Sebelum masuk gerbang sekolah, iya memiliki perasaan yg sangat aneh. Seraya ada yg menyambut nya di balik gerbang itu. "Ahk, mungkin krna suasana baru. jadi agak canggung" ucapnya dalam hati. Ia memperhatikan setiap ruangan di sana, sambil mencari ruang guru. ada satu ruangan yg menarik perhatian nya, ruangan itu di gembok dan di pasang semacam segel berbahasa Latin. "Ruang laboratorium," ucap nya dalam hati saat membaca papan nama ruangan itu.
Yunita di bimbing wali kelas nya untuk memasuki kelas baru nya.
"Anak², kita kedatangan teman baru. Ayo gadis cantik perkenalkan dirimu." Ucap ibu Dinda.
"Hi teman² semua, nama ku Yunita, kalian bisa memanggilku Yuni. Kuharap kita bisa berteman baik." kata Yunita
__ADS_1
"Hi Yuni." Ucap semua siswa di kelas itu.
"Yuni, silahkan duduk di samping Ana." Ucap bu Dinda, yg menunjuk kearah bangku kosong di samping seorang siswi.
Yuni mengangguk, dan berjalan ke bangku tersebut. "Hi, salam kenal. Namaku ana" ucap teman sebangku nya.
"Salam kenal,, aku Yuni." Jawab Yuni sambil melemparkan senyum manis.
Tak terasa bel istirahat pun berbunyi. "Yun, ikut ke kantin?" Tanya ana.
"Ayo." ucap Yuni.
sesampai di kantin mereka pun memesan makanan dan minuman. Sembari menunggu pesanan datang, ada dua orang siswi yg mendekati mereka. "Ana, ini murid baru?" Reni bertanya.
"Ada temen baru lo lupa sama temen lama ya." lanjut Sarah.
"Bukan nya lupa. Kenalan aja langsung" Jawab Ana.
mereka pun kenalan, ternyata Reni dan Sarah adalah siswi kelas reguler.
akhirnya mereka Makan bareng, sekalian berbincang tentang mengapa Yunita pindah sekolah.
Hari demi hari membuat mereka berempat semakin dekat. Mereka gampang akrab, sudah seperti sahabat. Apalagi ana dan Yuni, yg lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah krna mereka kelas unggulan.
Suatu hari, mereka berempat sedang asik bercanda di kantin. Seperti biasa nya, sambil menghabiskan makanan mereka berbincang ria.
"Yun, udah tau tentang misteri sekolah ini?" Tanya reni.
"Ren, mending ga usah cerita deh. ada baik nya Yuni ga tau hal itu." Ucap reni seraya menutupi sesuatu.
"Emang apaan sih? jangan buat gue jadi penasaran" Tanya Yuni memaksa.
"Dengar², di sekolah kita ini ada siswa yg meninggal. Dia meninggal di ruang laboratorium. tpi ga ada yg tau penyebab nya." Ucap Sarah.
"Dan katanya, arwah nya sering gangguin siswa di sini. Bukan hanya siswa, guru juga sering jadi korban kejahilan arwah itu" Lanjut Reni.
"Udah², ga usah bahas itu." Ana berbicara dengan nada agak membentak.
Akhirnya mereka tidak melanjutkan topik pembicaraan mereka.
Tak terasa bel pulang sekolah berbunyi. Semua siswa/i siap bergegas pulang, kecuali kelas unggulan. mereka harus melanjutkan pelajaran tambahan sampai sore hari.
Pak anton guru Kimia, memasuki kelas.
"Anak², Sekarang kita memasuki bab zat asam dan basa.
Oh iya, Yunita tolong ambil buku paket kimia bapak. buku nya tinggal di ruang guru." Suruh pak anton.
"Baik pak." jawab Yunita dan langsung berjalan keluar kelas.
__ADS_1
Untuk sampai keruang guru, Yunita harus melewati ruang laboratorium yg katanya berhantu itu. Saat melewati ruang laboratorium, Yunita merasa sedikit merindingnya. ia merasa bahwa hawa nya tiba² berubah, sehingga ia sedikit mempercepat langkah nya.
Ia sampai keruang guru, dan mengambil buku paket yg ingin dibawanya ke kelas. Masih di depan ruang laboratorium, buku yg ia pegang tiba² terjatuh. "Waduh, kok bisa jatuh ya." Pekik nya.
Saat menunduk ingin mengambil buku tersebut, tiba² ia melihat ada kaki berdiri tepat di sampingnya. Namun saat ia kembali berdiri, dan melihat kesamping, ia tidak menemukan seorang pun di sana.
Itu membuat Yunita bergidik ngeri "Tuhann,, apa yg baru saja ku lihat." Ucap nya dalam hati.
segera ia beranjak dari tempat itu, namun belum jauh ia beranjak ia mendengar bisikian pelan namun terdengar jelas. seraya asal suara itu berada tepat di daun telinganya,"Kau, kau pasti bisa menolongku."
Yuni melihat sekitar, namun tak ada orang. Ia berlari kelas, dan menahan rasa takut yg mengguncang nya.
Sampai di kelas, Yuni terlihat pucat.
"Kenapa kau pucat. apa kau sakit? Tanya pak anton.
"Ti...tii..tidak pak" jawab yuni dan langsung pergi ke bangku nya.
Ia ingin menceritakan kejadian ini pada Ana. belum sempat ia bercerita, Ana sudah menegur nya.
"Yunn....Jangn bilang kamu d ganggu." ucap Ana.
"Kok kamu tau?" yuni bertanya.
"Yun, apapun yg terjadi jangan takut." jawab ana dengan raut muka prihatin. Namun sampai kelas usai Ana selalu menatap Yuni dengan tatapan Aneh.
Akhirnya pelajaran sekolah hari ini usai. Jam menunjukkan pukul 17.45 WIB.
"Ana, jangan menatapku seperti itu. kau membuatku takut." ucap yuni yg sedari tadi tahu bahwa ana menatap nya terus.
"Yun, Lo gue anter sampe gerbang. Trus lo pulang, jangan singgah dimana pun. harus sampai rumah dulu." Ucap ana.
"Emang kenapa, jangan buat aku penasaran", Yuni.
"Besok gue jelasin, sekarang ga ada waktu." jawab Ana dengan tegas.
"Baik lah." Ucap yuni.
Mereka pun menuju gerbang. Yuni pulang kerumah menggunakan ojek, namun sepanjang perjalanan ia terus merinding dan merasa resahh.
Tak lama akhirnya sampai rumah..
"Aku pulang." Ucap yuni, seraya memberi salam.
"Ehk, anak ayah sudahh pul......" sang ayah tidak sempat meangkhiri kalimat nya. ia terus menatap Yuni dengan tatapan takutt..
"Kenapa yah?" kata yuni.
"Mah, tolong ambil garam.. Cepat mah". ucap ayah dengan nada membentak.
__ADS_1
Bersambung.....