
M e n j a d i Janda Bukan Impianku (Laras) Berjuang Sendiri Membesarkan Anakku (Kasih)....
H i n g g a kini ia berusia 18tahun...Bukan Hadiah yang ia inginkan melainkan Jawaban Kenapa Ayahnya Bisa Tiada...
K a s i h : Bu mana janji ibu? (Dia menatapku).
Tak ada pilihan lain, sejak ia kecil aku selalu mengabaikan pertanyaan nya tentang Ayahnya...Tapi kali ini Kurasa Dia Sudah Dewasa bisa Membedakan Mana yg baik dan buruk...Aku menceritakan Semua Kejadian 18 tahun lalu...Tentang Kursi Berkainn Hitam Ituu...Juga Tentang Kakek neneknya yg juga Tewas Seperti Ayahnya...Ia pun Menangis Setelah Mendengar Apa yang Aku Ceritakan...
K e e s o k k a n Sorenya..
Kasih : Bu...Aku pulang...(Berjalan Memasuki Rumah).
Aku : Iya nak..Gimana Lamarannya?
Kasih : Aku di terima bu...Di perusahaan ternama...ituloh bu yany Dekat Rumah kakek sm nenek.
Aku : PT.Airlangga?
Kasih : Iya bu yang Pemiliknya Pak Hendro Gunawan Itu loh bu...
Aku Termenung..Mndngar Ucapan Putriku...
K a s i h : Bu...(Memegang Pundakku)
__ADS_1
Aku : Ehhh iya2.
Kasih : Ibu kenapa Sih?
Aku : Nggk papa.
Kasih : Bu...Di depan Rumah Kakek Sama Nenek Ada Tulisan Di jual loh bu...
Aku : Iya trs?
Kasih : Gimana kalau kita jual Rumah ini dan Beli Rumah itu...?
Aku : Hah? jngn Ya nakk...
Aku : Untk Apa kita pindh lagi kesana...
Kasih : Bu...Itu kan dekat dengan Tempat Kerja Kasih, Jadi kasih Nggk Perlu boros2 Bensin...
Aku Kembali Termenung Mengingat Silet Kejadian...Di rumah Itu...
K a s i h :Bu...(Kembali memegangPundakku) Gimna ibu Setuju kan?
Aku tak menjawab apapun...
__ADS_1
Kasih : Udah ya bu..Ibu setuju aja (Dia berjalan Meninggalkanku).
2 minggu kemudian..
Setelah 18 tahun, Aku kembali ke rumah Ini..Msih teringat2 di pikirkn ku Peristiwa2 Yang Kualami Dirumah ini..Baru Saja Aku Menginjakkan Langkah Kaki Ku Masuk Kedalam Rumah, Kak Ratih Sudah Berdiri diatas Tangga Menghadapku Lalu Menghilang...
Aku : Mungkin Dia Menjadi Penghuni Rumah Ini (Keluhku dalam Hati).
Kasih : Bu aku kamar yang di atas ya? (Dia menunjuk arah kamar Tempat Kematian Putri).
Aku : Ibu yang ini aja (Menujuk Kamar Ayah dan Ibuku dulu Juga Kamar Yang Kupakai Setelah Menikah Dengan Mas Aji).
Kasih Berjalan menaiki Tangga Meninggalkanku Yang Masih Menghadap Kiri Kanan Rumah Ini...Ruang Antik Mas Aji dulu sudah menjadi gudang Saat ini.
Aku Berjalan Masuk Ke dalam Kamar..Saat Pertama kali membuka Pintu Kamarku...Aku Kembali di Sambut Oleh Aldo dan Sella Dengan Wajahnya Yang Pucat Ia Menatapku Lalu Menghilang....
Aku sudah Tak ada Rasa Takut sedikitpun Melihat Mereka Karna Aku Pikir Mereka Tidak akan Berbuat Jahat Kepadaku..
Aku Terduduk dikasur, Tiba-tiba Suara Ketukan keras Terdengar dari tembok Yang Di Tutup Mas Aji Dulu,Tembok Tempat Aku Menemui Kursi Itu Untuk Pertama Kalinya dulu.
Aku Berjalan mendekat ke tembok, Mendekatkan Telingaku lebih dekat Pada tembok. Suara Ketukan Itu Menghilang Lalu Tiba-tiba Saja Terdengar suara mengerang Yang Keras. Aku Terkejut dan Terjatuh di Lantai Bersamaan Dengan Hilangnya Suara mengerang itu.
BERSAMBUNG
__ADS_1