Ruang misteri

Ruang misteri
GENDIS 3


__ADS_3

Fani : Gue Udah bilng Dri Awl buat ngajak Kaliann pulng...Tapi klian nggk Dnger ucapin Gue dan Ayu (Menangis).


Galih : Ayo kita pulng Skrg.


Tiba2 saja Semua Barang yang ada d meja dapur jatuh kelantai Serta beberapa piring dan Gelas Yg pecah secara Bersamaan Seperti Di Hempaskan Oleh Seseorang...


Dan Tiba2 Saja Tubuh Galih Terbang Dngn Sndirinya dan Terbentur ke Arah Tembok...


Zaki : Lu nggk pp?? (Berlari mendekat Galih).


Dan Ternyata kembali Tubuh Amar yang Terbang dan Terbentur Ke arah tembokk.


Fani : Amar...(Berteriak).


Zaki : Kita Harus Keluar Dari Sini...


Zaki pun membantu Galih Berdiri Sedangkan Fani Membantu Amar Mereka Berjalan Munuju pintu depan...dan Tiba2 saja Wanita Berwajah Pucat Itu kembali berdiri dihadapan Mereka...kali ini wanita itu tak menunduk tapi menatap tajam kearah mereka dan tiba2 berteriakk, bersamaan dengan teriakkan wanita itu mereka berempat terbang dan terbentur di tembokk dan wanita itu menghilang.


Fani : Ini skit bnget (Memegang kepalanya).


Galih : Gue dan Amar Udh kdua kalinya (Memegang Pundaknya).


Amar : Udah2 pkoknya kita Harus pulang.


Mereka Bergegas Berdiri Tapi Hanya zaki yang tetap terduduk di Lantai..


Fani : Zaki...(Berteriak)

__ADS_1


Fani Berteriak Setelah Melihat Darah Pada Tembok Tempat Zaki Tersandar..


Galih Dan Amar Menarik Tubuh Zaki Ternyata Kepala zaki Terbentur Tepat di sebuah Paku Di Tembok...


Fani : Zaki...(Menangis).


Amar : Zak Woi Bangun Zak (Memegang Badan Zaki).


Galih : Gue Nggk Nyangka Zaki bakalan Nyusul Ayu Secepat ini (Tertunduk).


Fani : Kita harus Pulng Gue Nggk Mau Bernasib Sama Seperti Ayu Dan Zaki Gue nggk mau (Menangis).


Mereka pun Bangkit Dari Duduknya Dan Tiba2 Saja Vas Bunga Terbang Ke Arah Kepala Galih, Untung Saja Galih Lekas menunduk kalau tidak, mungkin Kepalanya Sudah Dipenuhi darah..


Fani : Gue Takut (Terus Menangis).


Merekapun Berjalan Menuju Pintu depan Dan Menaiki Mobil.


Galih : Mobil Nya Nggk Mau Hidup.


Fani : Ayo coba Lagi.


Dalam Keadaan Takut Galih Terus Mencoba Menghidupkan Mobilnya, Namun tiba2 wanita Berambut Panjang Acak2kan Itu Dan Berwajah Pucat itu hadir, Ia Duduk Menunduk di sebelah Fani, Karna Kaget Dan Ketakutan mereka Keluar dari dalam Mobil Dan Berlari....Hingga Mereka Berada di salah Satu Rumah Warga Desa..


Fani : Tolong....Tolong Kami....(Berusaha Mengetuk Pintu Rumah Warga).


Seseorang Lelaki Tua Membuka Pintu Rumah Yang Mereka Ketukk.

__ADS_1


Galih : Pakk....Tolong Kami....


Lelaki Tua Itu : Ayo Masuk...(Terbata2)


Galih, Fani, Dan Amar pun Masuk Ke dalam Rumah Seorang Wanita Tua Keluar dri dalam kamar...


Wanita Tua Itu : Silahkann duduk...


Lelaki Tua Itu : Temen Kalian Yang 2 orng lagi mana?


Fani : Mereka sudahhhh meninggal Pak (Menangiss).


Amar : Dia...


Lelaki Tua Itu : Tidak Perlu Di ceritakan, Saya sudah Tau Apa Yang Kalian Alami, Dari Awal Saya Sudh Bilng Sm Kamu (Menunjuk Galih) Untuk Pergi dari Sini...


Galih : Memangnya Kenapa Saya Dan teman2 saya Harus Pergi dari sini, Dan Kenapa Hantu Wanita Itu Terus Menggangu Kami?


Wanita Tua Itu : Silahkan Minum (Membawa 3 gelas Air Putih).


Lelaki tua itu : Wanita itu bernama Gendis, ia adalah anak semata wayang saya, Dia Adalah kembang Desa di sini tak hanya Lelaki desa yang jatuh hati kepadanya.


Amar : Pakkk boleh saya pinjam toilet nya sebentar...(Memotong Ucapan lelaki tua itu).


Wanita Tua Itu : Silahkan di Belakang (Menunjuk arah belakang).


Lelaki Tua itu : Tak Hanya Lelaki Desa Yang mengagumi Kecantikan Dan Perilakunya Yang Sopan..Lelaki Kota Pun Yang Datang berlibur ke sini Akan Jatuh Hati Melihat Kecantikannya...Hingga Suatu Hari Ada Lelaki Kota Yang datang Kesini Karna Ingin Mempersunting Salah satu Wanita di Desa Sini...Setelah Bertemu dengan Gendis Lelaki Itu terus saja mengganggu Gendis Hingga Suatu Malam Saat Gendis Pulang Dari Mushola Dia Menarik Paksa Gendis Di Kebun Teh Warga...Dan Memperkosanya..Gendis Pulang kerumah Dengan Isak Tangis, Ia Menceritakan Apa Yang Terjadi Padanya...Keesokkan Paginya Saya Menghampiri Rumah tempat lelaki kota itu Menginap, Saat Sampai di rumah itu Lelaki Kota Itu Baru Saja Selesai Mengucapkan Ijab Kabul Kepada Salah Satu Wanita desa sini...Dengan Mata Berkaca2 saya putus Asa Dan Kembali Kerumah ini Menceritakan Apa Yang Saya Lihat Kepda Gendis, Gendis Menangis Mendengar Apa Yang Saya Ceritakan. Dengan isak tangis, dia berlari masuk kedalam kamarnya..Saya dan Istri Saya menghampiri Kamarnya tetapi pintu kamar nya terkunci. Saya hanya mndengar isak tangisnya dari dalam kmar, hingga malam Hari Suara tangisnya tak lagi terdengr. Saya dan istri saya trus saja berteriak memanggil namanya namun tak ada jwaban dari dalam kamar hingga saya mendobrak kamarnya dan melihat ia sudah tergantung Dengan Tali Dilehernya (Lelaki tua itu Mengusap Air matanya) Semenjak kejadian itu setiap Orang kota yg datang kesini selalu saja ia bunuh, kalian malam ini menginap disini saja, Bsok pagi Saya akan menemani kalian untuk mengambil mobil kalian.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2