Ruang misteri

Ruang misteri
TUMBAL Season 2 Part 3


__ADS_3

Keesokkan Paginya..


Seorang Wanita Mengetuk Pintu Rumahku, Kurang Lebih Usianya Seusia Bi Iyem, Aku Berjalan Ke Arah Pintu.


Wanita Itu : Permisi...Apa Benar Ini Rumah Pak Aji Wicaksono


Aku : Iya..Ibu Siapa ya..


Wanita Itu : Saya Jamilah Panggil saja Milah.. Sya Pembntu Baru Yang Pak Aji Pesan Dari Pusat Pembantu..


Aku : Oh iyaa2 Mas Aji Sudah Cerita ke Saya..Ayo Silahkan Masuk..


Aku : Kamar Bi Milah..Di belakangya...


Bi Milah : Iya nyahh...Kalau Begitu Saya kekamar dulu ya nyahh mau ngemasin baju saya..


Aku : Iya2 silahkan.


Seminggu Kemudian Aku Melahirkan Anak Pertamaku Namanya Kasih.


Aku Ingin Mengadakan Acara Syukuran Untuk kasih tapi Mas Aji Tidak Setuju, Dia Hanya Akan Mengundang Pak Bambang yang baru saja pulang dari Amerika untuk Melihat Kasih Dan Makan malam bersama kami.


Aku, Mas Aji dan Pak Bambang Pun Makan Malam Bersama..


Pak Bambang : Saya Kenal loh Sama Pak Wiranto Ayah kamu Laras.


Aku : Oh bpk kenal Sama Ayah?


Pak Bambang : Bgaimana Saya Tidak Mengenali beliau, Sukses Saya Tidak Seberapa Di Banding kesuksesan Ayah Kamu.


Aku tak menjawab ucapan Pak Bambang Aku hanya sdikit Tersenyum

__ADS_1


Aku : Sukses Atas Bantuan Iblis (ketusku dalam hati).


Akhirnya Makan Malampun Selesai Dan Pak Bambang Berniat Untuk Pulang.


Pak Bambang : Kasih nya mana?


Mas Aji : Bi..Bi..Bi Milah (Berteriak).


Bi Milah pun keluar Dari Kamarku Mendorong Kasih Yang Tertidur Pulas Di Dalam Stroler Bayi.


Pak Bambang : Oh tidurrr...(Dia mengelus Pipi Kasih Dan Menaruh Sebuah Amplop di samping kasih).


Tiba2 kasih Terbangun dari Tidurnya..Dan Menangis Sekencang2nya. Aku Lalu Menggendongnya dan Berusaha Menenangkannya.


Pak Bambang : Boleh Saya Pinjam Toilet nya Sebentar?


Mas Aji : Oh iya boleh pakk silahkan2 di belakang (Menunjuk Ke Arah Dapur).


Setelah Aku Berusaha menenangkan Kasih, Akhirnya ia kembali Tertidur...Aku kembali memasungkan nya kedalam Strolernya.


Mas Aji : Iya ya...


Mas Aji dan Akupun Berjalan Mendekati Pintu Toilet.


Mas Aji ; Pakk...Pak bambang (Mengetuk Pintu Toilet).


Namun Tetap Tak Ada Jawaban, Berulang2 aku dan Mas Aji Mengetuk Pintu Toilet dan Memanggil2 Pak Bambang Namun Tetap tak Ada Jwaban, Aku Pun Menyuruh Mas Aji Untuk Mendobrak pintu Toilet. Setelah Pintu Toilet Terbuka Aku Dan Mas Aji Terkejut Melihat Pak Bambang Yang Terbaring Di Lantai Dengan kepala Yang Penuh Dengan Darahh.


Tak bisa berucap Apapun, Aku Syok Stengah Mati..


Mas Aji : Bi Milahh...(Berteriak).

__ADS_1


Bi Milah : Iya tuan (Datang Menghampiri aku dan Mas Aji).


Mas Aji : Kasih Mana?


Bi Milah : Ada di kamar tuan..Lohh Pak Bambang Kenapa Tuan?


Mas Aji : Sudah2 Jangan Banyak tanya, Biar saya Yang Menghubungi Pak Hendro saudaranya Pak Bambang, sekarang bi Milah tolong Bawa Laras Ke Kamar Ya.


Bi Milah : Iya baik Tuan.


Bi Milah pun Membopong Ku Masuk kedalam Kamar dan Membantu Ku Merebahkan Badanku di atas Kasur, Aku Masih saja Termenung Seolah2 tidak Percaya Dengan Apa Yang Terjadi...Aku mengingat ucapan Pak Bambang yang mengatakan kesuksesan ayahku Saat di meja Makan.


Tiba2 Saja Ada Kak Ratih Yang Merayap Di langit2 kamarku dan menatapku lalu dia menjatuhkan Tubuhnya ke atas tubuhku Aku memejamkan mataku karna ketakutan dan Perlahan Aku membuka mataku.


Aku : Kenapa Aku Ada di sini (Menoleh Kiri dan Kanan).


Aku kaget karna saat ini aku Tidak lagi ada di kamarku, kali ini aku berada di ruang Antik Mas Aji.


Aku : Sejak kapan Aku di Disini, dan untuk apa aku kesini..(Aku masih bingung Dengn Apa Yang menimpaku).


Lalu Seseorang Membuka Pintu Ruang Antik..dan ternyata itu Mas Aji..


Mas Aji : Kamu ngapain Disini (Ia terkejut memandangku).


Aku : Itu mas..tadi...


Mas Aji : Sudah2 Ayo kekamar (Memotong Ucapanku Dan Menarik tanganku Keluar Dari Ruang Antik).


Dan Mas Aji meninggalkanku Di kamar Bersama Kasih..Kucium Kening Putri Kecilku...Yang Tertidur Pulas Di atas Kasur Lalu Tiba2 Ada Tulisan Bewarna Merah Di Cermin Meja Rias ku yang bertuliskan "DIA MASIH ADA".


Dengan Keadaan Takut, aku menggendong Kasih...Lalu Tiba2 Ayah Dan Ibuku Ada Dihadapanku Dengan Wajah Mereka yang Gosong Serta Seluruh kulit tubuh Yang Terkelupas Seperti Di bakar hidup2, mereka Berdiri Menatapku.. Dalam keadaan Seperti ini, aku ingin berlari tapi kakiku terasa Berat Seperti batu tak bisa di gerakkan Sedikitpun, Aku mencoba berteriak Tapi Anehnya Tak Ada yang merdengar Sdikitpun. Seolah2 Aku Saat ini sedang Bisu.

__ADS_1


Lalu Ayah dan Ibu Mendekatiku, Secara Bergiliran Ia mencium Kening Kasih. Dengan ketakutkan Serta Keringat dingin yang bercucuran, Mereka membisikan Kata2 Di telingaku "DIA MASIH ADA" Lalu tiba2 mereka menghilang.


BERSAMBUNG


__ADS_2