
Ini pa." Jawab mama sambil memberi sebungkus garam
"Ada apa pa? Kalian membuat ku takut." Ucap ku setelag melihat keanehan wajah ayahku.
"Diam di situ! Jangan masuk dulu" Ayah membentak ku.
Ku lihat ayah membuka bungkusan garam itu. kemudian mengambil segenggam sambil berbisik-bisik mengucapkan sesuatu..
"Pergi kau! Ini bukan tempat mu!" Ayah membentak ku sambil melempar garam yg ia genggam. Aku tak kuasa menahan air mataku setelah mendengar perkataan ayah.
"Pa, apa salah yuni?" ucapku sambil meneteskan air mata dan berbalik untuk melangkah keluar rumah.
"Yun, tunggu! papa tidak mengusir mu nak. Kau sudah boleh masuk." ucap ayah sambil memeluk ku.
"Yun, kami menyayangi mu. omongan papa mu tadi bukan untuk mu." ucap ibu yg mencoba menghibur ku.
Setelah kejadian itu, kami makan malam bersama. Aku tidak mau mengungkit tentang kejadian barusan. aku hanya diam, mencoba makan secepat mungkin agar langsung pergi ke kamar. Ruangan yg memberiku sedikit kebebasan tanpa rasa cemas.
Namun, malah adikku yg membuka percakapan tentang kejadian itu. Aku memang melihat mereka berdua berpelukan saat ayah membentakku.
"Pa, tadi itu siapa? Apa itu teman kak Yuni?" tanya adikku keysa.
"Bukan nak. itu bukan teman siapapun." jawab ayah.
Seketika setelah mendengar percakapan mereka, jantung ku berdegup kencang.
"Yang papa sama keysa maksud itu siapa?'' tanyaku.
"Tadi kamu gendong seseorang. atau lebih tepatnya, arwah seseorang." jawab ayah.
Serasa jantungku berhenti berdetak. Seketika Kuingat kejadian di sekolah. Ingin aku menceritakan nya, tapi ntah mengapa menurut ku ini bukan waktu yg tepat.
"Udah, ga usah takut. dia sudah pergi." Ucap ayah, membuat aku sedikit tegar.
Selesai makan, aku langsung ke kamar. Berhubung krna ada pr yg harus ku selesaikan. Saat sedang mengerjakan pr , ada yg mengetoo pintu kamar ku.
"Tok..tok..tok..''
"Siapa?" Gumam ku.
"Aku kak" Keysa menjawab sambil membuka pintu.
"Kenapa dek?" tanya ku.
"Tadi Keysa dengar teman kakak ngomong. katanya dia tidak seperti apa yg kita duga." jawab nya.
"Teman? Maksud nya gmna dek?" lanjut ku bertanya.
"Iya, yg tadi pulang sama kakak bilang kek gitu. Aku ga tau maksud dia apa, pokoknya dia hanya bilang itu saja." jawab nya, lalu pergi meninggalkan kamar ku.
Bingung, takut, cemas, khawatir. semua bercampur aduk menjadi satu perasaan yg menimbulkan keingintahuan.
"Hahh, percuma ngerjain pr. Ga bakal bisa fokus. Mending tidur aja." Ucap ku dalam hati, dan langsung pergi ke ranjang tidur ku.
Ku lihat jam menunjukkan pukul 21.00 WIB, Perlahan ku coba merenungkan apa yg terjadi pada ku hari ini. "Mengapa harus aku?",pertanyaan yg terus ada pikiran ku saat ini. Tanpa sadar aku pun terlelap.
__ADS_1
"Wusshhhhhhh..sshhhhhh"
"Krekkk...Krekkk....Krekkkk"
Aku terbangun krna angin dari jendela yg lupa ku tutup. Dengan langkah malas aku beranjak ke jendela.
"Krekkk..krekkk...krekkk.."
"Suara apa itu?" Ucap ku, setelah mendengar suara yg mirip dengan suara menggaruk kaca. atau seperti ranting kayu yg bergesek ke benda licin.
Tapi aku tidak ambil pusing, sampai di jendela aku langsung menuju jendela. namun sebelum jendela kututup, aku melihat seseorang berdiri di jalan. melihat ke arah ku.
aku bisa melihat dia sedang mengucapkan sesuatu. Mulut nya bergerak mengikuti kata yg ia ucapkan. Ku lirik jam sudah pukul 02.45 WIB.
"Mana ada manusia, jam segini berdiri sendirian diluar" pikir ku. Langsung kututup jendela, dan melompat ke tempat tidur ku. Butuh waktu buat menenangkan jantung ku, hingga akhirnya aku kembali terlelap.
"Anak², bangun.. Cepat mandi. Kalian tidak ingin terlambat ke sekolah bukan?" Ku dengar suara ibu yg sangat nyaring, hingga dapat membangunkan semua mahluk yg ada d sekitar nya . (Maaf agak lebay)
"Iya bu,, " jawab ku.
"Bangunkan adik² mu, kemudian mandi." kata ibu.
"Iya iya" jawab ku, yg langsung pergi ke kamar adik ku.
"Saat nya sekolah" ucap ku sebagai motivasi diri sendiri. Ntah mengapa, perasaan itu kembali muncul. Perasaan dimana aku merasa ada yg salah, atau ada yg tidak beres. Perasaan itu muncul saat aku melewati gerbang sekolah ku..
"Yun.." , Aku menoleh ke sumber suara, dan melihat Ana .
"Eh lo ternyata" ucapku, sembari menggandeng tangan Ana yg baru saja menghampiri ku.
"Ha? jadi lo tau?" aku balik bertanya.
"Nanti gue cerita. Yokk masuk kelas, keburu telat." jawab nya, sambil tersenyum manis.
Di kelas, ternyata guru kami tidak masuk. sehingga kami ada jam kosong selama dua les mata pelajaran.
"Ana, katanya mau cerita." ucap ku
"Iya,, Jadi gini. Semalam gue lihat, ada sesosok mahluk yg ikut sama lo.
Gue takut, soalnya setau gue kalo lo masih di sekolah ini setelah lewat jam 6 sore. lu bakal.."Jawab Ana.
"Bakal apa? jangan buat aku mati penasaran." ucap ku memaksa.
"Yah pokoknya hal buruk akan menimpa lo." Jawab nya dengan nada sedih.
Sesaat kami terdiam, saling memandang. Seakan berbicara namun dalam keheningan.
"Dia minta tolong sama gue." ucap ku membuat ana sedikit kaget.
"Ha? Lo bisa dengar dia?" tanya ana.
aku hanya mengangguk..
"Ok, kalau begitu ayo kita pergi ke laboratorium" Ucap ana yg langsung menarik tangan ku.
__ADS_1
"Kita mau ngapain ke sini?" Tanya ku.
"Tenang aja. aku bisa melihat dia, dan kau bisa mendengar ny. Jika kita bisa membantu, kenapa kita harus berdiam diri? Ucap ana dengan percaya diri.
"Terserah kau saja." Jawab ku.
"Tolonggg,,, kamu bisa menolong ku" Aku mendengar seseorang berbisik sangat pelan, namun terdengar sangat jelas.
"Ana, dia udah ngomong" Ucap ku.
"Ya, aku melihat dia berdiri di samping mu." Jawab ana.
jujur, jawaban dia membuat ku merasa lemas. detik itu juga aku ingin lari.
"Ssssiapa kau? Dan aaaapa mau mu?" ucap ku dengan nada takut.
"Aku teman mu. Tolong aku, kau bisa menolong ku."
"Kenapa harus aku? Tolong apa yg kau maksud?"
"Yun, ayo pergi." Ucap ana dengan sedikit berteriak sambil menarik tangan ku.
"Toloooongg.....Dia datang..." itulah kata yg ku dengar saat berlari meninggalkan laboratorium itu.
"Barrr.....Brakkk....." Kami mendengar seperti suara pintu yg sedang dibanting dari dalam laboratorium.
"Kenapa lo tiba² ngakak gue pergi?" Aku bertanya ke ana.
"Aduhh... tinggii,,hitammm,,,merahhh.
Arghhhhhhhh!!!!" Tiba² ana teriak tak karuan.
Siswa yg lain pun datang mengerumuni kami. kulihat pak anton menggendong ana sembari melafalkan doa..
"Jangan ikut campurr..."
Aku mendengar suara,, namun suara ini berbeda dari suara sebelum nya.
"Ada apa ini? Apa yg terjadi padaku" Seketika semua gelap. aku tak bisa melihat apapun. bahkan aku tak bisa berdiri di kedua kaki ku lagi..
Apa yg terjadi padaku..
kemana semua orang pergi??
Aku melihat sosok perempuan, berpakaian osis SMA ku namun aku tidak mengenali nya.
"Siapa kau?" ucap ku.
"Yuni, kau sangat baik. kau juga spesial. hanya kau yg dapat menolong ku." jawab nya.
"Kau...kau adalah suara itu. Siapa sebenarnya kau? Tolong apa maksud mu?" tanya ku.
"Andini, nama ku andini." jawab nya sambil tersenyum.
Kemudian semua kembali gelap gulita.
__ADS_1
Bersambung.