Ruang misteri

Ruang misteri
TUMBAL Season 2 Part 1


__ADS_3

Semenjak Kejadian Itu Aku (Laras) Berpikir Untuk menjual Seluruh Kekayaan ayah dan ibuku dan memberikan uang ny kepda Bberpa Panti Asuhan.


Hingga Saat Ini Aku Mengandung Anak Pertamaku yang berusia 6bulan, Buah Hati Aku Dan Mas Aji (Suamiku), Mas Aji Hanya Bekerja Menjadi Karyawan di sebuah Perusahaan Orang Lain, Semntara Aku Tidak Diperbolehkan Bekerja Dengan mas Aji Karna Alasannya Aku yang Sedang Mengandung.


Kami Masih Tinggal Di rumah Yang Sama, Tmpt Ayah Dan Ibuku Menghembuskan Nafas Terakhirnya. Aku Menjalani Hari ku dengan Bahagia, Bersama Suami Yang Kucintai, Juga Bersama bi iyem yang masih setia Bersamaku.


Hingga Suatu Hari Sepulang Kerja Mas Aji pulang dengan diikuti Mobil Pick up di belakangnya.


Mas Aji : Syng..(Menghampiriku dan Mncium Pipiku).


Aku : Eh Udah Pulang Mas, Itu (Menunjuk Mobil Pick up) Mobil Pick Up siapa? Ngapain Ngikuttin Mas aji? (Menatap Wajah Suamiku).


Baru saja Aku Berucap, 3 orang Lelaki Membawa Masuk barang Besar Berbungkus Kain Hitam Yang Dibawa Pickup itu.


Mas Aji : Iya Taruh di situ aja pakk...ini....terimah kasih ya (Memberi uang kepda Salah satu Orang itu).


Kemudian 3 orang itu pun Pergi.


Aku : Mas ini apa? (Mendekat Barang Besar Yang berbungkus Kain Hitam Itu).


Mas Aji : Oh Iya maaf ya sayang, Aku Nggk Ngabarin Kamu, ini Tambahan Koleksi Barang antik Aku.


Mengoleksi Barang Antik Memang Hobi Mas Aji Smpai2 Dia Membuat Ruangan Tersendiri Di rumah Ini Untuk Koleksi2 antiknya itu.


Setelah Mengucapkan Kalimat Itu Ia membuka Kain Yang Menutupi Benda Itu, Dan "Brukk" aku Terduduk Di Lantai Stelah Melihat Benda Apa Yang di Tutup Kain Hitam Itu.


Aku : Mas Bawa benda ini keluar dari sini (Aku Membentak Suamiku).


Mas Aji : Sayang....Kamu Kenapa? (menghampiriku Yang terduduk dilantai). Syg Ini antik, Pertama Kali Aku lihat Kursi Ini Tuh menarik Hati Aku bnget (Dia Menatap Wajahku).


Tak menjawab Ucapan Mas Aji, Aku Bangkit berdiri Dan Msuk Kekamarku.


Ntahlah, Itu kursi yang pernh kubakar dulu atau bukan Yang jelas Saat aku melihat Lagi kursi itu tampak sama dengan Kursi Yang Kubakar Dulu.

__ADS_1


Tiba2 ada Yang Membuka Pintu Kamarku Dan Ternyata Itu Mas Aji.


Mas Aji : Sayang..Aku Tau Kamu Takutkan Kursi Yang Aku Bawa Sama Kayak Kursi Yang Menyebabkan Orang Tua Kamu Meninggal? (Duduk di sampingku).


Aku : Iya mas, Aku Takut Hal Yang Sama Terulang Lagi...


Mas Aji : Nggk Bakalan Sayang, Kamu Kan Sudah Lihat Sendiri Kalau Kursi Yang Kamu Bakar Dulu Sudah Jadi Abu (Menatapku).


Aku : Tapi Perasaan Ku Hanya Tidak Enak Saja, Mungkin Aku Menyimpan Trauma, Serupa Belum Tentu sama (Pikirku dalam Hati).


Mas Aji : Sayang...(Menghentikan lamunanku) Ga papa Ya Sayang (Dia menatapku).


Aku Hanya Menggangguk Tandanya Mengiyakan Ucapan Mas Aji, Dan Kemudian mas Aji Memelukku.


Mas Aji : Aku Masukkin kursi Itu Ke ruang Antik Kita Dulu ya..(Melepas Peluknya).


Aku : Iya mas...


Diapun Pergi Meninggalkan Ku dikamar...


Seiring berjalannya waktu, Pikiran Buruk ku tentang Kursi Berkain Hitam Itu Lenyap Seutuhnya.


Mas Aji : Sayang Aku Berangkt Ke kantor Dulu Ya..(Berjalan Keluar dari Ruang Antiknya).


Aku : Eh mas Tumben Pagi2 sudah Masuk Ruang Antik? (Memandangnya).


Mas Aji : Iya Ngecek aja, tkutnya Ada Yang Hilang..(Sambil mencium pipiku).


Aku : Oh gitu, Hati2 ya mas (Mencium Tangannya).


Mas Aji : Iya syg, aku Berangkat dulu ya (Berjalan Menuju Mobilnya).


Aku Menutup Pintu Rumahku..

__ADS_1


Aku : Bi Iyem...(Aku Berteriak).


Bi Iyem : Iya nyah....(Berteriak dan berjalan keluar dapur).


Aku : Bi..Daun2 yg gugur di kolam Renang Tolong Di bersihin..ya..


Bi Iyem : Iya nyahh, Nanti siang saya Akan Bersihin..


Aku :Iya bi..Makasih ya (Tersenyum dan Berjalan Meninggalkannya).


Aku pun berjalan Masuk Kedalam Kamar..Dan Membaringkan Tubuhku di Atas Kasur, Tiba2 aku Melihat Kak Ratih Berdiri Di sebelahku Dengan Wajah Yang Pucat Dan Menunduk, dia Berjalan Mendekati Tubuhku yang Masih Terbaring Di atas Kasur, Dia Memegang Perutku Dan Mengusap Perutku.. Dan Tiba2 aku Terbangun Dri Tidurku...


Aku : Kak Ratihh....(Pikirku dalam Hati) Bi...Bi...Bi iyem..(Teriakku dri dalam Kamar).


Namun Tak ada jawaban Dari Bi iyem, aku berjalan keluar kamar melihat makanan yang sudah tersusun di atas Meja makan..


Aku : Bi...Bi...Bi iyemm....(Berteriak dan Duduk di Kursi Meja Makan).


Namun Bi iyem tetap tak menjawab teriakanku, Aku memanggilnya karna Bi iyem memang slalu mkn bersama ku di meja makan, Bgitu juga bila ada Mas Aji.


Aku : Mungkin Bi Iyem Masih Sibuk (Pikirku dalam Hati).


Akupun Menyantap Makanan Yang Terhidang Di meja makan. Setelah Selesai Menyantap Makanan Di meja makan, aku ingin memanggil Bi iyem.


Aku : Bi Iyem Kemana ya..? Kok Dari tadi Nggk Kelihatan..(Berdiri dari kursi dan menoleh kiri dan Kanan).


Dengan Perutku yang Padat, Aku Berjalan Ke Arah Dapur Sambil Sesekali Mengusap perutku, Namun Bi Iyem Tidak Ada Di Dapur..


Aku : Oh iya...Bi Iyem kan Aku Suruh membersihkan Kolam Renang (Pikirku Dalam Hati).


Aku pun Berjalan Menuju Kolam Renang. Saat Tiba Di kolam Renang, Aku Syok melihat Bi Iyem Yang Sudah Mengapung Di kolam Renang Bersamaan Dengan Sekelibat Bayangan Hitam Besar Yang Melintas Di hadapanku, Tapi Aku Sama Sekali Tidak Memperdulikan Itu.


Mas Aji : Sayang...Sayang...(Dia masuk Kerumah Dengan Berteriak) Sayang Kamu kenapa? (Dia Memeluku yang Melamun Terduduk menghadap Kolam Renang).

__ADS_1


Aku tak Menjawab Ucapan Mas Aji, Aku hanya menunjuk ke Arah kolam renang Menunjuk Tubuh Bi iyem Pembantu Kepercayaan Ayah dan Ibuku Yang sudah Terbujur Mengapung Tak Bernyawa.


BERSAMBUNG.


__ADS_2