
Ternyata dugaan ku kurang tepat." Ucap ayah.
" Apa maksud mu?" Tanya om Ana.
" Genderuwo itu hanya kaki tangan saja. Yg kita hadapi sebenarnya jauh lebih buruk dari itu." Jawab ayah.
" Kita harus bertindak cepat ayah." Ucap ku.
" Apa,, apa yg kalian maksud?" Tanya om ana.
"Hahahahahaha, kalian semua akan menyesal. Kalian akan mati di sini." Ucap mahluk bertubuh tinggi. Sangat tinggi. bahkan semakin aku mencoba melihat ujung kepala nya, semakin itu meninggi. Seakan tidak ada batas ketinggian nya.
" Cepat ambil garam, ." Suruh ayah.
Dengan cepat, om Ana langsung mengambil garam dari dalam tas perlengkapan yg sudah kami persiapkan sebelumnya. Ia langsung memberikan bungkusan garam ke tangan ayah.
Ayah melafalkan sesuatu, mulutnya berkomat kamit sembari membuka bungkusan itu.
Ku lihat, ayah memasukkan segenggam garam ke mulut nya. Kemudian menyemburkan nya tepat ke arah para mahluk itu.
" Pergi kau mahluk terkutuk! Pergilah ke nereka." Bentak ayah.
Ayah menyemburkan semua garam yg ada di mulut nya, dan memang semua mahluk yg tadi ada di sini hilang. Seakan, takut terkena semburan itu.
"Brakkk....kkkk...."
Terdengar pintu yg di buka paksa dari luar. Ku lihat ternyata pak Tarno lah yg mendobrak nya, tapi pak Tarno tidak sendirian. Ia bersama pak Anton.
" Apa yg kalian lakukan di sini?" Ucap pak Anton membentak kami.
" Tenang lah, kami hanya ingin membersihkan tempat ini. Kami hanya membantu." Ucap ayah.
" Di sini berbahaya. Cepat lah keluar. Ini bukan urusan kalian." Ucap pak Anto.
" Ini jelas urusan kami. Putri kami dalam bahaya. Dan mahluk yg mendiami tempat ini lah dalang nya. Tenang lah, kami tidak bermaksud jahat." Ucap om ana.
" Itu benar. Energi negatif di sini sudah sangat kuat. Tempat ini sudah terlalu lama dijadikan sarang mereka. Aku kira mahluk ini hanya mitos. Ternyata aku salah. Di memang benar² ada" ayah mencoba menjelaskan.
" Kalian sangat keras kepala. Tanggung sendiri akibat nya." Ucap pak Anton.
Mahluk apa yg dimaksud ayah? Mungkin kami semua memiliki pertanyaan yg sama. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kekuatan mahluk itu, bahkan ia bisa membuat Genderuwo menjadi suruhan nya.
__ADS_1
" Pergilah ke kantor polisi, cari di sana yg bernama Juntak. Bawa dia kemari, bilang aku yg menyuruh mu" ucap ayah kepada om Ana.
Om Ana mengangguk dan langsung pergi meninggalkan kami.
Sedari tadi, Ana hanya terdiam. Mungkin krna terlalu takut, pikirku.
Tapi ternyata tidak. Aku salah. Aku memperhatikan sorot mata nya berbeda.
" Akhirnya kau menyadari nya gadis cantik." Ucap ana sambil melemparkan senyuman sinis kearah ku. Ia tahu aku memperhatikan nya.
Tapi suara Ana berbeda. Suara nya seperti suara banyak orang yg keluar dari satu mulut.
" Yun, menjauh dari Ana! " Ucap ayah sambil menarikku ke luar ruangan. Pak Anton dan pak Tarno hanya bengong melihat kejadian ini.
" Hahahaha. Semua sudah terlambat. Kalian teralalu bodoh, mencari masalah dengan ku." Ucap mahluk yg berada di dalam tubuh ana.
Tiba² datang seberkas cahaya putih di samping kami. Perlahan, cahaya itu berubah menjadi sosok wanita cantik paruh baya.
" Luna, untung kau datang. Kau bisa bantu kami?" Tanya ayah.
Ternyata wanita itu adalah arwah ibunda Ana. Ia menggangguk, menjawab pertanyaan dari ayah. Pertanda mengiyakan.
" Kalian berdua, cepat tahan Ana. " Ucap ayah menunjuk pak Tarno dan pak Anton.
Melihat itu, ayah langsung mengambil beberapa barang dari tas perlengkapan nya. Kulihat ia memegang sebuah botol, dan sebuah suntik.
Ayah membuka paksa mulut Ana. setelah terbuka, layaknya seorang ibu yg memaksa balita nya meminum obat, ayah langsung menegukkan air yg ada di dalam botol ke mulut Ana.
Terlihat Ana sangat menderita, saat air itu masuk perlahan melalui kerongkongan nya.
" Ini akan membuat nya lumpuh sementara. Itu akan memberi kita sedikit waktu." Ucap ayah, sembari ingin menyuntik Ana dengan cairan aneh.
Ketegangan, itu lah yg tergambar di wajah kami semua. Terlebih pak Anton, ia terlihat sangat takut. Bahkan, ku lihat sesekali ia mencium mata kalung yg ia kenakan.
Mungkin itu adalah cara tersendiri untuk mengahadapi rasa takut nya.
Aku bisa memahami itu, semua orang akan ketakutan jika melihat kejadian ini secara langsung.
" Media sumber nya, kau hanya perlu menghancurkan media nya" ucap ibu ana.
" Aki mengerti. Tapi apa? Dimana media nya?" Tanya ayah.
__ADS_1
" Kau akan segera mengetahuinya. Aku harus pergi. Aku tidak bisa terlalu lama di alam ini." Jawab bu Ana yg perlahan menghilang dari tatapan kami.
" Ada apa pak?" Tanya salah seorang pria yg datang ke arah kami.
Aku yakin itu adalah pak Juntak. Hal yg membuatku yakin adalah dia datang bersama om Ana.
" Tolong bantu kami. Diantara kami, hanya kau yg mengetahui tentang Begu Ganjang." Ucap ayah memohon.
" Apa itu begu ganjang ayah?" Tanya ku.
" Itu adalah iblis ciptaan manusia. Biasanya, suku batak lah yg paling sering memelihara iblis ini." Jelas pak Juntak.
Sekarang aku mengerti. Pak Juntak adalah keturunan suku batak. Juntak bukan lah nama, melainkan marga. Simanjuntak tepat nya.
" Aku hanya bisa membuatnya pulang ke tubuh tuan nya. Apa itu cukup?" Tanya pak Juntak.
" Itu lebih dari cukup. Setidaknya, dengan begitu kita bisa mengetahui siapa dalang di balik semua ini." Ucap ayah .
Pak Juntak mulai mengucapkan beberapa mantra. Seperti nya ia menggunakan bahasa batak.
Ia mengucapkan mantra itu sambil menggerakkan tubuh nya. Ia seperti menari.
Mungkin ini adalah tari tor-tor batak, pikir ku.
" Cukup! Kalian semua sudah gila. Aku tidak mau ikut campur lebih jauh." Ucap pak Anton sambil melangkah ke luar.
" Ise Jolma na mangalean ho mangan, ido jabu mu. Mulak ma ho tu si. Ingani jabu mi."
"( Siapa orang yg memberi mu makan, itulah rumah mu. Pulanglah kau ke sana. Tempati rumah mu.)" Bentak pak Juntak sambil meludah ke arah tubuh Ana yg masih tergeletak di lantai .
Tiba² hal yg mengejutkan terjadi.
Mungkinkah? Apa dugaan ku ini benar?
Sebelumnya, aku tidak pernah sedikitpun menduga kalau dia lah orang nya.
Tapi kenapa? Apa yg membuat dia melakukan semua ini?
Dunia ini kejam. Orang yg kita lihat baik ternyata bisa menjadi orang paling berbahaya.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
Izin kepada semua marga Simanjuntak di dunia. ( Ini hanya fiksi ) Jangan di ambil hati.
Maaf untuk typo, dan penggungan kata yg kurang tepat.