Sadistic Brother

Sadistic Brother
Epilog


__ADS_3

Angin musim salju berhembus lembut menusuk tulang, butiran putih menyerupai kapas, tampak bertebaran seluas mata memandang.


Reana, wanita itu merapatkan mantelnya untuk menangkis hawa dingin yang seakan membuat tubuhnya nyaris membeku. Sedangkan Rean, tampak merangkul hangat bahu sang istri tercinta.


Hari ini mereka mengunjungi makan kedua orangtuanya, dan sekarang sebuah makan baru juga menemani dua makam yang tampak bersebelahan letaknya itu.


Karina Anzu Austin, nama yang terukir di batu nisan yang ada di antara dua makam kedua orangtuanya. Nenek mereka telah lebih dulu menghadap Tuhan, setelah menyaksikan kelulusan cucu kembarnya dari sekolah menengah pertama.


Karina tersenyum bahagia di hari terakhir ia tutup usia. Kata-kata terakhir sebelum beliau menghembuskan napas perpisahan, selalu terngiang di telinga keduanya.


'tetaplah hidup bahagia, dan saling menguatkan. Saling menjaga juga saling mencintai hingga kalian tutup usia.'


Kata-kata itulah yang selalu tertanam di hati keduanya.


Mengunjungi makam di musim salju, bukan pilihan yang tepat bagi Rean. Hanya saja, sang Istri begitu merindukan sosok Karina dan kedua orangtuanya hingga mau tak mau Rean menuruti wanita yang paling ia cintai tersebut.


"Kita harus pulang, Sayang," ucap Rean lirih. Dikecupnya pipi kanan Reana dengan lembut. Wanita itu mengangguk menurut, ia harus segera pulang karena si kecil Nathalia sudah menunggu di rumah.


Nathalia adalah putri keempatnya yang baru berusia 4 tahun. Sedangkan putra ketiganya bernama Nathan, kini menginjak usia 10 tahun.


Nathan dan juga Nathalia terlahir sempurna tanpa kekurangan sedikitpun, baik dari segi fisik maupun kesehatan tak ada penyakit keturunan karena pernikahan sedarah orangtuanya.


Mereka tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas, dengan membawa sifat orangtuanya yang sedikit melekat di diri mereka.


Rean menggandeng tangan Reana, wanita itu mudah sekali terjatuh karena licinnya jalanan yang tertutupi es.


"Kau kedinginan?" tanya Rean yang melihat sang Istri menggosok telapak tangannya, kini mereka sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


" Sedikit," jawab Reana jujur.


"Pakailah, jangan sampai tanganmu membeku," ucap Rean sembari memakaikan sarung tangan hangat yang tadi ia kenakan.


Rasa cinta Rean pada sang istri begitu besar, meski usia mereka tak lagi muda. Cinta itu tumbuh semakin dalam seiring berjalannya waktu dan berkurangnya usia mereka.


Mereka berjanji akan terus bersama selamanya.


Dua puluh menit kemudian, mereka telah sampai di area mansion keluarga Hounten. Seorang penjaga mansion, membuka sebuah pintu gerbang tinggi menjulang di depan mobil mereka.


Empat orang penjaga itu membungkukkan tubuh kala mobil Rean masuk melewati mereka.


Rean turun lebih dahulu, kemudian membukakan pintu di samping Reana duduk dan menggandeng tangan wanita itu untuk ia bawa masuk ke dalam mansion.


Rean sangat menyayangi Reana, untuk itulah ia akan melakukan apapun agar wanitanya bahagia.


"Pegang lenganku agar kau tak terjatuh," ucap Rean yang langsung di iyakan oleh Istrinya.


"Mommy, Nathalia menangis," keluh Nathan yang kini sedang menggandeng adik perempuannya. Bocah lelaki itu sudah pusing menenangkan sang Adik agar tak terus menerus rewel. Balita perempuan itu tampak tengah memakan sebuah permen lollipop besar. Reana membentangkan tangannya kala ia sudah mencapai pintu utama mansion.


"Sayang, kemarilah." Reana memeluk hangat putri kecilnya. Kemudian Rean mengajak Nathan untuk bermain Lego yang tampak berserakan di lantai tak jauh dari mereka.


Sepertinya anak lelaki itu sedikit kesal karena acara bermainnya diganggu oleh Nathalia.


"Istirahatlah jika kau lelah, biar aku yang menjaga mereka." Rean meraih Nathalia yang sudah tampak lebih tenang. Balita itu memeluk leher sang Ayah penuh sayang, kemudian Rean memangku Nathalia sekaligus mengajak Nathan bermain.


"Aku akan menyiapkan makan malam," ucap Reana setelah mengecup singkat bibir Rean. Lelaki itu tersenyum dan mengangguk sekilas.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian Sean dan Azura turun dari lantai atas. Mereka selalu saja tampak bersama setiap saat. Tanpa disuruh oleh Reana, Azura segera membantu sang Ibu untuk menyiapkan makan malam mereka, sedangkan Sean memilih untuk bermain dengan si kecil Nathalia.


Kisah cinta Rean dan Reana memang terlarang, hubungan yang diawali dengan sebuah dosa besar, dan berlanjut hingga maut memisahkan. Dosa yang tak akan pernah terampuni karena telah melanggar garis Tuhan yang ditetapkan untuk mereka.


Namun, meski begitu keluarga besar Rean tampak sangat bahagia. Memiliki empat orang anak menambah warna dalam hidup Rean yang dulu tampak begitu suram.


Tak ada lagi Rean yang kejam, ia kini hidup selayaknya manusia pada umumnya. Sedikit terbuka pada orang lain berkat bantuan dan bimbingan dari Reana.


Ia juga selalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, berusaha agar semua orang yang ia cintai hidup dalam berkecukupan juga berlimpah kasih sayang.


Ia menjadikan masa kecilnya yang buruk sebagai pembelajaran di masa depan. Ia tak akan berpilih kasih pada anak-anaknya, ia akan menyayangi mereka tanpa membedakan satu dan yang lainnya.


Sedangkan Raina, ia telah dikaruniai dua orang putri cantik bernama Ashley dan Rubby. Namun, Raina dan keluarganya memilih tinggal di Jepang, dan akan kembali ke London saat Natal telah tiba.


Sedangkan Aldric, lelaki itu juga telah menemukan pendamping hidupnya yang berprofesi sebagai seorang model internasional. Sangat cantik dan anggun, serasi dengan sosok Aldric yang tampan dan berwibawa.


Dan Saga ... lelaki itu memilih mengabdikan hidupnya untuk keluarga Hounten. Menjaga mereka dengan sepenuh hati, dan tetap betah dengan kesendiriannya.


____________Sadistic Brother___________


Ekhem .... Terimakasih buat semuanya yang sudah mengikuti cerita tata mulai dari prolog hingga epilog. Tata ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya, karena dukungan dari kalian lah tata bisa selesaikan cerita ini dengan akhir yang bahagia:"


Kalian sangat berjasa buat kehidupan tata di dunia tulis menulis ini, tanpa kalian tata gak akan mungkin bisa menyelesaikannya...


Pokoknya kata terakhir dari tata, jangan lupakan cerita ini dan juga semua tokoh yang ada di dalamnya yaaaa....


Semoga cerita dari tata bisa menghibur kalian semua..... bye bye Kakak.....

__ADS_1


Saga : emang nasip, akhirnya gue jomblo sampai akhir:(


__ADS_2